Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Frekuensi Respirasi dan Suhu Rektal Sapi Peranakan Ongole Betina Dewasa di Kelompok Ternak Gemah Ripah, Kabupaten Pangandaran Wulansari, Asri
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 7, No 2 (2026): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v7i2.69823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fisiologis sapi peranakan Ongole (PO) betina dewasa melalui pengukuran frekuensi respirasi dab suhu rektal pada waktu pengamatan berbeda, yaitu pagi, siang, dan sore hari, serta menganalisis keterkaitannya dengan kondisi lingkungan di Kelompok Ternak Gemah Ripah, Desa Cikembulan, Kabupaten Pangandaran. Sebanyak 10 ekor sapi PO betina dewasa dipilih secara purposive berdasarkan kriteria umur, kondisi kesehatan, dan keseragaman pemeliharaan. Pengukuran frekuensi respirasi dilakukan dengan menghitung hembusan nafas per menit, sedangkan suhu rektal diukur menggunakan termometer digital. Parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu bola kering, suhu bola basah, dan kelembapan relatif. Hasil menunjukan bahwa frekuensi respirasi tertinggi terjadi pada siang hari dengan nilai rata-rata 39,05 ± 0,37 kali per menit, meningkat dibandingkan pagi (38,65 ± 0,60) dan sore hari (38,78 ± 0,46). Suhu rektal juga mengalami peningkatan pada siang hari dengan rata-rata 37,5 ± 3,11°C, yang lebih tinggi dari pagi dan sore hari. Peningkatan kedua parameter tersebut berhubungan dengan naiknya suhu lingkungan hingga mencapai 32°C pada siang hari serta fluktuasi kelembapan relatif. Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan nyata antar waktu pengamatan terhadap parameter fisiologis (p < 0,05). Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa  sapi  PO mengalami  respons  fisiologis  adaptif  terhadap  perubahan  suhu,  dengan  peningkatan respirasi dan suhu tubuh pada siang hari sebagai mekanisme termoregulasi. Pemantauan parameter fisiologis tersebut penting untuk mendeteksi stres panas dan mendukung manajemen pemeliharaan pada lingkungan tropis lembap.
Diversification of Chicken Meat-Based Products Through Training on Chicken Floss Production with Banana Blossom Fiber Addition for Strengthening Food Security in Cintaratu Village, Pangandaran Regency Wulansari, Asri; Mutaqin, Bambang Kholiq; Febrianto, Firman; Yuniarti, Endah; Apriani, Rika
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i2.71912

Abstract

Food security in communities can be strengthened through the utilization of local food resources into innovative products with nutritional and economic value. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of PKK members in Cintaratu Village regarding the processing of chicken floss with added banana blossom fiber. The activity was conducted on July 16, 2026, at Universitas Padjadjaran Pangandaran Campus, Cintaratu Village, Pangandaran Regency, involving 39 participants from five hamlets. The methods included initial surveys and discussions, educational sessions, flyer distribution, product-making demonstrations, and evaluation through pre-test and post-test assessments. Data were analyzed descriptively and quantitatively to determine changes in participants’ knowledge. The evaluation results showed increased knowledge regarding chicken floss processing (71.48%), the utilization of banana blossom as an additional ingredient (104.05%), local food diversification based on banana blossom (78.26%), and the purpose of floss processing related to shelf life, nutritional value, and product market value (48.17%). Participants responded positively and considered the product potential as a supplementary food for integrated health posts (PMT Posyandu) and a household business opportunity. This activity contributed to improving local food utilization and supporting food security in Cintaratu Village. Further assistance in product development, packaging improvement, and marketing strategies is needed to ensure sustainable development as a community-based product.
Peningkatan Pengetahuan dan Kompetensi Peternak Mengenai Aspek Seleksi dan Judging Domba Garut di Kabupaten Pangandaran Nurmeidiansyah, An An; WULANSARI, ASRI
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i2.71748

Abstract

Domba Garut merupakan salah satu sumber daya genetik lokal yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya yang penting di Jawa Barat, namun proses budidaya komoditas domba Garut masih terkendala oleh minimnya pengetahuan peternak terkait aspek-aspek teknis, salah satunya mengenai seleksi dan judging yang masih perlu ditingkatkan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi peternak serta mahasiswa mengenai karakteristik, seleksi, judging, dan pendugaan umur domba Garut. Sosialisasi dilaksanakan dengan melibatkan 15 peserta, terdiri atas 5 peternak dan 10 mahasiswa di Kampus PSDKU Universitas Padjadjaran, Pangandaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pre-test, penyampaian materi, diskusi, praktik langsung, dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor peserta meningkat dari 7,20 menjadi 11,20 atau sebesar 55,6%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pengetahuan judging domba Garut (135,3%), diikuti pengetahuan umum kontes domba (83,5%), pendugaan umur domba (63,3%), dan karakteristik domba Garut (7,7%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi yang dipadukan dengan praktik langsung efektif meningkatkan pengetahuan dan kompetensi peserta, terutama pada aspek teknis seleksi dan penilaian. Kegiatan ini berpotensi mendukung peningkatan kapasitas peternak sekaligus pelestarian dan peningkatan mutu genetik domba Garut sebagai bagian dari budaya Jawa Barat.
Utilizing Banana Blossom in High-Fiber Chicken Nugget Production to Enhance Family Nutrition in Cintaratu, Pangandaran Yuniarti, Endah; Wulansari, Asri; Apriani, Rika; Mutaqin, Bambang Kholiq; Febrianto, Firman
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i2.72031

Abstract

The Utilization of banana blossom in Cintaratu, Pangandaran remains sub-optimal, despite its abundance as a local food resource rich in dietary fiber and essential nutrients. Conversely, commercial nuggets, categorized as Ultra-Processed Food (UPF), are widely consumed despite lacking dietary fiber. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of residents in Cintaratu, particularly The PKK’s women group, in processing banana blossom into fiber-rich nuggets to support family nutrition. The methodology adopted a participatory action approach consisting of preparation (material drafting, formulation trial and partner coordination), training (nutrition education, demonstration, and hands-on practice), and evaluating using pre-test and post-test instruments across 10 assesment indicators. The evaluation results revealed a significant improvement in participants’ knowledge and technical skills. Prior to the training, responses were dominated both by “unknowledgeable” and “Moderately Knowledgeable” 44%. Post-training, unknowledgeable categories were completely eliminated, shifting predominantly to “Knowledgeable” (79%) and “Highly Knowledgeable” (16%). This program successfully transformed low-values local produce into a functional, fiber-rich food innovation, improved participants’ hygiene practices, and fostered local entrepreneurship potential in Cintaratu Village.
Optimalisasi Manajemen Peternakan Domba Garut melalui Kegiatan Sosialisasi dan Transfer Pengetahuan kepada Peternak di Pangandaran Wulansari, Asri; Nurmeidiansyah, An An; Yuniarti, Endah; Febrianto, Firman; Mutaqin, Bambang Kholiq
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 2 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i2.71791

Abstract

Domba Garut merupakan salah satu plasma nutfah ternak lokal Indonesia yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan dengan cuaca panas, sehingga berpotensi untuk dikembangkan di wilayah Pangandaran. Selain memiliki nilai ekonomi dan budaya yang tinggi, domba Garut juga menjadi salah satu ternak unggulan yang perlu didukung dengan penerapan manajemen budidaya yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak menjadi faktor penting dalam pengelolaan budidaya domba Garut, terutama pada aspek pemilihan bibit, manajemen pakan, kesehatan, reproduksi, serta sistem pemeliharaan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen budidaya domba Garut melalui kegiatan sosialisasi dan transfer pengetahuan kepada peternak. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, dan evaluasi pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi memberikan capaian pemahaman peserta sebesar 84,2%. Pemahaman tertinggi diperoleh pada aspek seleksi bibit domba berkualitas (89,6%) dan manajemen pemeliharaan domba yang baik (88,4%). Sementara itu, aspek kebutuhan pakan memperoleh capaian terendah (80,0%), sehingga diperlukan penguatan melalui praktik lapangan dan pendampingan teknis. Kegiatan sosialisasi dan transfer pengetahuan mampu meningkatkan pemahaman serta kapasitas peternak dalam menerapkan manajemen budidaya domba Garut yang lebih baik. Pengembangan program pendampingan secara berkelanjutan diperlukan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan budidaya domba Garut di wilayah Pangandaran.