Claim Missing Document
Check
Articles

Review: Peran Pelatihan Personil dalam Menjaga Mutu Produk di Industri Farmasi Theresia Ratnadevi; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.284 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.15161

Abstract

Pelatihan adalah salah persyaratan kualifikasi untuk personil di industri farmasi dan merupakan bentuk penerapan dari sistem manajemen mutu. Pelatihan dilakukan untuk membentuk personil yang terkualifikasi dan memiliki pemahaman akan peran dan tanggung jawabnya. Pemahaman personil di indistri farmasi diharapkan dapat membantu mengidentifikasi masalah yang terjadi, mengkomunikasikannya, mencari pemecahan masalah, dan melakukannya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan program pelatihan yang memadai, sesuai, dan berkala terhadap personil. Selain untuk kualifikasi dari personil, karena pelatihan yang diberikan juga harus dapat menyampaikan nilai parameter-parameter kritis dalam suatu proses yang berdampak baik secara langsung ataupun tidak terhadap mutu dari produk. Melalui pelatihan, industi farmasi dapat memberikan jaminan produk yang bermutu dengan cara menyediakan personil yang terkualifikasi melalui sebuah pelatihan. Artikel ini ditulis dengan tujuan memberikan gambaran atas kegiatan pelatihan kepada personil untuk bidang tertentu di industri farmasi beserta aspek mutu yang harus diperhatikan dalam pelatihan tersebut untuk menjamin mutu produk.
REVIEW: PROSEDUR PELAKSANAAN KUALIFIKASI SUHU DAN WAKTU PEMBEKUAN DARI ICE GEL DENGAN METODE COMMISSIONING ADAM RENALDI; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1804.89 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22957

Abstract

Ice gel merupakan sebuah media gel yang digunakan untuk proses penyimpanan bahan dalam suhu rendah. Ice gel pada umumnya digunakan sebagai alat penunjang untuk penyimpanan obat-obatan agar berada pada suhu yang telah ditentukan. Proses kualifikasi merupakan proses yang penting dalam membuktikan bahwa sistem atau peralatan bisa berfungsi dengan baik dan memberikan hasil yang telah ditetapkan. Salah satu metode kualifikasi adalah commissioning, yaitu proses kualifikasi yang setara dengan kualifikasi instalasi, operasional dan kinerja. Proses ini ditentukan berdasarkan penilaian risiko terhadap produk (system impact assessment). Penilaian risiko bisa diterapkan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang memiliki jawaban “Yes/No”, sehingga sistem atau peralatan dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu berdampak secara langsung, tidak langsung dan tidak berdampak pada produk. Kemudian dibuat protokol commissioning yang berisikan desain pengujian yang diajukan.Kata Kunci: Ice Gel, Commissioning, System Impact Assessment
REVIEW ARTIKEL: PEMANFAATAN DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) SEBAGAI OBAT HERBAL UNTUK DIABETES MELLITUS BUNGA DACILIA HARSANTI; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.651 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22001

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan suatu keadaan dimana gula darah dalam tubuh meningkat. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh yang tidak mampu memproduksi cukup insulin atau karena resistensi insulin. Obat herbal dianggap memiliki efek samping yang lebih rendah dibandingkan obat sintetis sehingga banyak dipilih sebagai alternative pengobatan. Salah satu tanaman yang telah diketahui aktivitas antidiabetiknya adalah daun mangga (Mangifera indica L.). Senyawa flavonoid, yaitu mangiferin yang banyak terdapat pada daun mangga dianggap sebagai senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antidiabetik. Tujuan dilakukannya literature review ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidiabetik ekstrak daun mangga terhadap hewan uji dengan metode ekstraksi dan induksi serta dosis yang berbeda. Kata kunci: Diabetes mellitus, ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.), mangiferin ABSTRACTDiabetes mellitus is a condition which is glucose in the body increases. This condition is caused by the body that is unable to produce enough insulin or because of insulin resistance. Herbal medicine have lower side effects compared to synthetic drugs so they are mostly chosen as alternative medicine. One plant that has been known for its antidiabetic activity is mango leaves (Mangifera indica L.). Flavonoid compounds, namely mangiferin, are more commonly found in mango leaves which are considered responsible for antidiabetic activity. The purpose of this literature review is to know the antidiabetic activity of mango leaf extract on test animals by different extraction and induction methods and different doses.Keywords: Diabetes mellitus, mango leaves extract (Mangifera indica L.), mangiferin
ARTIKEL TINJAUAN: SISTEM KUALIFIKASI OPERATOR DI INDUSTRI FARMASI ERLIN ELISABETH HUTAPEA; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i4.33324

Abstract

Industri farmasi merupakan badan usaha dengan izin untuk melakukan kegiatan pembuatan obat atau bahan obat yang mengandalkan langsung sumber daya manusia dalam menerapkan cara pembuatan obat yang baik. Operator merupakan seseorang yang bertugas menjaga dan menjalankan suatu peralatan ataupun mesin sesuai bagiannnya. Kualifikasi diperlukan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam mengerjakan pekerjaan sesuai tanggung jawabnya. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pentingnya kualifikasi operator bagi industri, langkah-langkah yang diperlukan dalam kualifikasi dan aspek apa yang harus dikualifikasi. Rangkaian sistem kualifikasi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi aspek kualifikasi, penyusunan detail poin masing-masing aspek, menetapkan cara pemberian skor, melakukan kualifikasi awal, evaluasi hasil, pelatihan individu, dan melakukan kualifikasi akhir. Dengan adanya sistem kualifikasi untuk operator, diharapkan perusahaan dapat lebih mengetahui tingkat kemampuan setiap operator, mengidentifikasi kekurangan, dan secara kontinu melakukan perbaikan guna menjaga mutu produknya.
Review Artikel: Menjaga Integritas Data Pada Proses Penanganan Sampel di Industri Farmasi MUHAMMAD NAUFAL MU'TASHIM; IDA MUSFIROH
Farmaka Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i1.29815

Abstract

Data merupakan fakta, angka dan statistik yang dikumpulkan bersama untuk referensi atau analisis dimana integritas dari suatu data penting untuk menjamin kualitas yang dihasilkan. Namun, masih terdapat berbagai masalah dalam proses pengambilan sampel dan preparasi sampel yang dapat berdampak pada integritas data. Industri farmasi dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dengan menggunakan sistem barcoding selama proses penanganan sampel mulai dari pengumpulan sampel hingga preparasi sampel untuk menghindari terjadinya kesalahan, Sistem barcoding tersebut dapat meningkatkan integritas data yang dihasilkan serta dapat memangkas waktu pengerjaan menjadi lebih singkat.
REVIEW: TEKNIK ANALISIS INSTRUMENTASI SENYAWA TANIN NAZILLA RESHKA FATHURRAHMAN; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1819.594 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17669

Abstract

Obat herbal dan sintetik dari berbagai sumber senyawa kian dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kesehatan. Untuk melakukan pengembangan obat diperlukan Teknik Isolasi dan Identifikasi senyawa. Berbagai teknik yang digunakan untuk identifikasi diantaranya adalah penggunaan berbagai instrumen seperti Spektrofotometri UV-Vis, FTIR, HPLC dan NIR. Salah satu senyawa yang dapat dianalisis dengan menggunakan instrumen tersebut adalah Tanin. Tanin adalah salah satu senyawa aktif metabolit sekunder golongan polifenol yang dihasilkan oleh tanaman. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk membahas metode instrumentasi yang dapat digunakan untuk identifikasi tanin pada sampel tanaman. Metode yang digunakan dalam review ini berdasarkan studi literatur dari beberapa publikasi ilmiah baik pada jurnal nasional maupun internasional
REVIEW ARTIKEL : BERBAGAI AKTIVITAS FARMAKOLOGI DARI SENYAWA KITOSAN Anisa Marieta; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.169 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.21866

Abstract

Kitosan adalah salah satu senyawa dari turunan kitin, dan banyak dihasilkan oleh hewan seperti  cangkang eksoskeleton artropoda (kepiting, udang, lobster) maupun jamur. Kitosan dapat terbentuk dengan pengurangan gugus asetil dengan adanya proses deasetilasi. Keberadaan kitin sangat berlimpah di alam, dan menurut beberapa penelitian ternyata kitosan memiliki berbagai aktivitas farmakologi seperti sebagai antibakteri, antioksidan, antihiperglikemik, antimalarial, antiulcer, antifungal, dan antitoxoplasma. Dengan begitu dapat diketahui bahwa kitin memiliki banyak manfaat bagi kelangsungan hidup manusia.Kata kunci : Kitosan, gugus asetil, aktivitas farmakologi.
Analisis Timbal dalam Kerang Hijau, Kerang Bulu, dan Sedimen di Teluk Jakarta Emma Emawati; Rahmad Aprianto; Ida Musfiroh
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.337 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v2i3.7907

Abstract

Timbal merupakan logam berat yang dihasilkan dari limbah industri dan ditemukan dalam perairan. Timbal dalam jumlah kecil tidak berbahaya bagi manusia namun jika jumlahnya melampaui batas dapat menyebabkan keracunan akut maupun kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat timbal dalam kerang hijau, kerang bulu, dan sedimen di perairan Teluk Jakarta. Metode yang digunakan adalah Spektrofotometri Serapan Atom, meliputi validasi metode analisis yang terdiri atas penetapan linieritas, batas deteksi dan batas kuantitasi, akurasi dan presisi, serta analisis kadar timbal pada sampel. Hasil  penelitian  menunjukkan nilai linieritas 0,9971, batas deteksi 0,04 µg/g, batas kuantitasi 0,14 µg/g, akurasi untuk sampel kerang dan sedimen berturut-turut adalah 99,66% dan 87,64%, nilai koefeisen variasi untuk sampel kerang dan sedimen berturut-turut adalah 0,64% dan 1,07%. Hasil analisis kadar timbal dalam kerang hijau adalah 13,98±1,924 µg/g, kerang bulu adalah 33,64±4,66 µg/g, dan sedimen adalah 28,6720±1,06 µg/g. Hasil analisis kadar timbal dalam sampel menunjukkan bahwa kandungan timbal berada di atas ambang batas yang ditetapkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan No.HK.00.06.1.52.4011 yaitu 1,5 µg/g.Kata kunci: Kerang, sedimen, spektrofotometri serapan atom, timbal
Inulin dari Akar Jombang (Taraxacum officinale Webb.) sebagai Prebiotik dalam Yoghurt Sinbiotik Wiwiek Indriyanti; Rizki Desvianto; Sulistiyaningsih -; Ida Musfiroh
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.088 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v2i3.7904

Abstract

Jombang (Taraxacum officinale Webb.) dikenal dengan taraksakum (Jawa), dandelion (Inggris), pu gong ying (China), mempunyai kandungan inulin pada akarnya. Inulin merupakan polimer dari monomer-monomer fruktosa yang dapat berfungsi sebagai prebiotik. Untuk lebih mengetahui manfaat inulin dari akar jombang sebagai prebiotik dan mengaplikasikannya dalam yoghurt sinbiotik.  Tahapan penelitian meliputi ekstraksi inulin dari akar jombang, identifikasi inulin, uji aktivitas prebiotik, pembuatan bibit yoghurt, fermentasi yoghurt sinbiotik, dan uji analisis yoghurt. Ekstraksi inulin dilakukan dengan cara pengendapan menggunakan campuran etanol-air dan pemucatan dengan karbon aktif, diperoleh rendemen serbuk inulin sebesar 5,12%. Uji aktivitas prebiotik secara in vitro terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri Lactobacillus burgaricus dan Bifidobacterium bifidum. Serbuk inulin dari akar jombang dengan konsentrasi 0, 3, 5, dan 7% dapat meningkatkan jumlah bakteri asam laktat dalam yoghurt sinbiotik masing-masing memberikan viabilitas sebesar 1,7; 3,65; 4,55; dan 7,2 cfu/mL (x108).Kata kunci: Inulin, jombang, prebiotik, yoghurt sinbiotik
Identifikasi Rhodamin B pada Produk Pangan dan Kosmetik yang Beredar di Bandung ALIYA NUR HASANAH; IDA MUSFIROH; NYI MEKAR SAPTARINI; DRIYANTI RAHAYU
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 12 No 1 (2014): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.97 KB)

Abstract

Rhodamine B is a colouring agent for paint industry, textile and paper. It causes irritation at respiration systems and has a carcinogenic effect. At high concentration rhodamine B causes liver damages. Nowadays, it has been reported being added into cosmetics and food product such as lipstick, eye shadow, rouge, food paste, and kerupuk. This research was conducted to determine rhodamine B in the products by using HPLC and spectrophotometry UV-Vis. It was done through sample collection, sample preparation, validation of analytical method, and analysis of rhodamine B using HPLC and spectrophotometry UV-Vis. The results of HPLC and spectrophotometry UV-Vis showed that four samples of kerupuk (57,14%) and four samples of food paste (50%) contained rhodamine B. However, rhodamine B was not found in cosmetics. The results showed the urgency of fast methods to identify rhodamine, thus its content in food products is carefully controlled.
Co-Authors A. Diantini - A. Mutalib - ADAM RENALDI Ahmad Muhtadi Ajeng Diantini, Ajeng Aliya Nur Hasanah Almira Agustini Hadirana Ami Tjitraresmi, Ami Anisa D. Aryanti, Anisa D. Anisa Marieta Astiani, Tina Asy Syifa, Khadijah BUNGA DACILIA HARSANTI Dea Gilang Kancanawatie Deden Indra Dinata, Deden Indra Deti Dewantisari Dian Amalia Maharani Dinda Arditta Driyanti Rahayu Eka Rosalianti Emma Emawati, Emma Entris Sutisna, Entris ERLIN ELISABETH HUTAPEA Faizal Alfaridz Farida Fauzia, Farida Farkhani, Meigita Indah Fenadya Rahayu Agustriono Gofarana Wilar Hardhi Suryatno, Hardhi Hasna Nur Syahidah Hidayat, Nafisa Nurfatia Holis Abdul Holik, Holis Abdul Iis Karlida Jutti Levita Kartasasmita, Rahmana E Kartasasmita, Rahmana E Laelasari, Eli Lina Indriati Luthfia Azzahra Maharani, Anisa MEGANTARA, SANDRA Moelyono, M W Moelyono, M W Muchtaridi Muchtaridi MUHAMMAD NAUFAL MU'TASHIM Nadia Ulil Fatiya NADYA INDAH DEWANTI, NADYA INDAH NAZILLA RESHKA FATHURRAHMAN Nia N Susanti, Nia N Nita Sari Nurhaliza, Muthiah Nursyamsiah, Tresna Nursyamsiah, Tresna NURUL KARTIKA HANDAYANI Nyi Mekar Saptarini Oktavia Sabetta Sigalingging Patihul Husni Perwira, Anggun Putri Rahmad Aprianto Rahmad Aprianto, Rahmad RAMADHAN, SAQILA ALIFA Rembulan Kusmawati, Rembulan Resti Azura, Alia Rismiatin - Rizki Desvianto Rizki Desvianto, Rizki Rochjana, Anna Uswatun Hasanah Safira Annissa SALMA ALAINA ATISHA Shafirany, Mareetha Zahra Shelvy E Suherman, Shelvy E Slamet Ibrahim - Sri Adi Sumiwi Sriwidodo B, Sriwidodo Steven A. Pamolango, Steven A. Sulistiyaningsih - Sulistiyaningsih -, Sulistiyaningsih Syafdal Farisi Theresia Ratnadevi ULY AULIA ULFAH Wahyu Ashri Aditya Wiwiek Indriyanti Wiwiek Indriyanti, Wiwiek Wiwiek Indriyati, Wiwiek Yasarah Hisprastin Yasmiwar Susilawati Yola Desnera Putri Yoppi Iskandar Yulia Sukmawardani, Yulia Zahra Siti Hanifah