Claim Missing Document
Check
Articles

UJI ANTIDIABETES FRAKSI AIR, ETIL ASETAT DAN n-HEKSAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) PADA TIKUS PUTIH METODE INDUKSI ALOKSAN Musfiroh, Ida; Asy Syifa, Khadijah; Muhtadi, Ahmad
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i2.179

Abstract

Mengkudu (Morinda citrifolia L.) adalah salah satu tanaman obat yang dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes fraksi air, etil asetat dan n-heksan buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) pada tikus putih dengan menggunakan metode induksi aloksan dan untuk mengetahui fraksi yang memberikan aktivitas penurunan kadar glukosa darah paling baik. Metode penelitian meliputi: ekstraksi simplisia buah mengkudu dengan pelarut etanol 96% kemudian dilakukan fraksinasi dengan metode Ekstraksi Cair-Cair (ECC), uji aktivitas antidiabetes fraksi air, etil asetat dan ­n-heksan ekstrak etanol buah mengkudu dosis 1,2 g/kg BB pada tikus diabetes. Hasil pengujian dengan analisis statistik dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan pemberian fraksi air, etil asetat dan ­n-heksan ekstrak etanol buah mengkudu memberikan aktivitas penurunan kadar glukosa darah yang signifikan jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Pada hari ke-5 perlakuan fraksi ­n-heksan ekstrak etanol buah mengkudu memberikan penurunan kadar glukosa darah paling baik yaitu sebesar 71,99% bila dibandingkan dengan dengan penurunan kadar glukosa darah fraksi air dan etil asetat terhadap kontrol negatif.
Review: Metodologi Deteksi Bahan Tidak Halal pada Kosmetik dan Makanan Musfiroh, Ida; Nurhaliza, Muthiah; Maharani, Anisa
Majalah Farmasetika Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i4.65072

Abstract

Kehalalan merupakan aspek penting untuk menjamin produk obat maupun kosmetik yang digunakan di masyarakat agar aman dari bahan yang dinyatakan haram secara syariat Islam. Artikel ini memaparkan berbagai metode analisis untuk mendeteksi bahan tidak halal, khususnya turunan babi seperti daging, minyak, dan gelatin dalam berbagai macam sampel. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur terhadap artikel ilmiah tahun 2015 hingga 2025. Sebanyak 46 artikel yang memenuhi kriteriia inklusi dianalisis dalam artikel ini. Metode yang dikaji diantaranya metode PCR dan variannya (RT-PCR, konvensional PCR, LAMP), spektroskopi (FTIR, ATR-FTIR, H-NMR, NIR), kromatografi dan Mass Spektrometri (HPLC, LC-MS/MS, GC-MS), metode cepat dan inovatif (OENS). Hasil kajian menunjukkan bahwa metode PCR memiliki sensitivitas tinggi dalam mendeteksi DNA, metode FTIR yang dikombinasikan dengan kemometrik efektif membedakan sumber gelatin, dan metode GC-MS dapat mendeteksi lemak babi dalam sampel campuran. Metode baru seperti LAMP dengan AuNP-oligoprobe juga dapat dijadikan pilihan karena dapat mendeteksi visual tanpa perlu alat mahal. Meskipun telah banyak kemajuan secara metode, penelitian mengenai autentikasi halal pada kosmetik masih terbatas dan perlu penelitian lebih lanjut. Artikel ini memaparkan keunggulan dan keterbatasan masing-masing metode agar dapat menjadi referensi penting untuk pengembangan uji kehalalan di masa mendatang, terutama kosmetik yang masih jarang diteliti kehalalannya. 
AKTIVITAS ANTIDIABETES KOMBINASI EKSTRAK ETANOL BIJI KLABET, BUAH MENGKUDU, DAN BIJI JINTAN HITAM DIBANDINGKAN DENGAN MASING-MASING EKSTRAKNYA PADA TIKUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN Musfiroh, Ida
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa kombinasi ekstrak etanol biji klabet (Trigonella foenum graecum L.) pada dosis 1 g/kg BB, buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) pada dosis 0,5g/kg BB, dan biji jintan hitam (Nigella sativa L.) pada dosis 1g/kg BB memberikan aktivitas antidiabetes pada tikus putih jantan yang diinduksi aloksan. Penilitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antidiabetes kombinasi ekstrak etanol tumbuhan tersebut (disingkat menjadi uji 1) jika dibandingkan dengan masing-masing ekstraknya (uji 2, uji 3, dan uji 4 secara berurutan). Glibenklamid pada dosis 0,45 mg/kg BB digunakan sebagai kontrol positif dan aloksan pada dosis175 mg/kg BB digunakan sebagai kontrol negatif. Metode pengukuran kadar glukosa darah dilakukan dengan menggunakan glukometer Accu check dengan metode enzimatik menggunakan strip test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji 1, uji 2, uji 3, dan uji 4 berpengaruh secara signifikan (sig. ? < 0,05) terhadap kontrol negatif. Uji 1 memberikan aktivitas antidiabetes paling baik pada hari ke-4 setelah perlakuan, dengan persentase penurunan kadar glukosa darah relatif paling tinggi sebesar 60,39%, diikuti oleh kontrol positif sebesar 53,36%, uji 3 sebesar 47,73%, uji 2 sebesar 37,49% dan uji 4 sebesar 37,03%. Namun, secara statistik, aktivitas antidiabetes yang dihasilkan oleh uji 1 tidak berbeda signifikan terhadap kontrol positif, uji 2, uji 3, dan uji 4.
Mapping the Anticancer Mechanism of Asiatic Acid : A systematic review of preclinical evidence Sari, Rina Kartika; Dalimunthe, Rahmi Syaflida; Amir, Lisa Rinanda; Wimardhani, Yuniardini Septorini; Musfiroh, Ida; Sastradipura, Dewi Fatma Suniarti
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i1.62028

Abstract

Studies have demonstrated that Asiatic acid (AA) from Centella asiatica has anticancer properties in cancer cell lines, but translating these findings into clinical research remains challenging. This review aims to provide a robust scientific foundation for enhancing the translational potential of AA-based anticancer therapy. The PubMed, Scopus, and ScienceDirect databases were searched electronically using specific keywords and screened in accordance with the PRISMA 2020 guidelines.  Fourteen studies meet the criteria. All research was conducted in vitro; four studies were conducted both in vitro and in vivo, and three were conducted in silico.Asiatic acid (AA) demonstrates potent anticancer activity by modulating key signaling pathways, including PI3K/Akt and NF-κB, thereby inhibiting proliferation, promoting apoptosis, and reducing metastasis. Its cytotoxic effects are time- and dose-dependent (1–50 µM) and minimal in normal cells. While AA and its derivatives consistently outperform controls, limitations such as missing control dose data warrant further investigation. Future studies should focus on in vivo validation, clinical translation, and advanced strategies such as targeted delivery and AI-assisted drug development to fully realize AA’s therapeutic potential.
Rapid and Non-Destructive Analysis of Plant Material Using FTIR and Chemometric Methods Salsabilla, Bunga Indra; Muchtaridi, Muchtaridi; Megantara, Sandra; Novitasari, Dhania; Musfiroh, Ida
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i1.63950

Abstract

Plant material analysis requires efficient, reliable, and sustainable methods for characterization, authentication, and quality control. Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), combined with chemometrics, has emerged as a non-destructive approach that requires minimal sample preparation. This review summarizes developments and applications of FTIR chemometrics in plant analysis from 2015 to 2025, based on more than 32 published studies. The evolution of data analysis is described from classical techniques, including Principal Component Analysis and Partial Least Squares, to machine learning methods such as Support Vector Machines and Random Forests. Various FTIR modes, namely ATR FTIR, DRIFTS, and FTIR PAS, are discussed for analyses of leaves, roots, rhizomes, flowers, fruits, and fossilized plant materials. Reported applications include species identification with accuracies approaching 100%, geographic origin authentication with 77-94% accuracy, detection of adulteration in high-value commodities such as saffron, quantification of bioactive constituents with determination coefficients of 0.96-0.99, and assessment of environmental or agronomic influences on plant composition. Although challenges remain, particularly matrix complexity and calibration transfer, FTIR chemometrics represents a sustainable, rapid, and cost-effective tool for research and industrial quality control. Future directions emphasize the global integration of artificial intelligence and instrument miniaturization.
Co-Authors A. Diantini - A. Mutalib - ADAM RENALDI Ahmad Muhtadi Ajeng Diantini, Ajeng Aliya Nur Hasanah Almira Agustini Hadirana Ami Tjitraresmi, Ami Amir, Lisa Rinanda Anisa D. Aryanti, Anisa D. Anisa Marieta Astiani, Tina Asy Syifa, Khadijah BUNGA DACILIA HARSANTI Dalimunthe, Rahmi Syaflida Dea Gilang Kancanawatie Deden Indra Dinata, Deden Indra Deti Dewantisari Dhania Novitasari Dian Amalia Maharani Dinda Arditta Driyanti Rahayu Eka Rosalianti Emma Emawati, Emma Entris Sutisna, Entris ERLIN ELISABETH HUTAPEA Faizal Alfaridz Farida Fauzia, Farida Farkhani, Meigita Indah Fenadya Rahayu Agustriono Gofarana Wilar Hardhi Suryatno, Hardhi Hasna Nur Syahidah Hidayat, Nafisa Nurfatia Holis Abdul Holik, Holis Abdul Iis Karlida Jutti Levita Kartasasmita, Rahmana E Kartasasmita, Rahmana E Laelasari, Eli Lina Indriati Luthfia Azzahra Maharani, Anisa MEGANTARA, SANDRA Moelyono, M W Moelyono, M W Muchtaridi Muchtaridi MUHAMMAD NAUFAL MU&#039;TASHIM Nadia Ulil Fatiya NADYA INDAH DEWANTI, NADYA INDAH NAZILLA RESHKA FATHURRAHMAN Nia N Susanti, Nia N Nita Sari Nurhaliza, Muthiah Nursyamsiah, Tresna Nursyamsiah, Tresna NURUL KARTIKA HANDAYANI Nyi Mekar Saptarini Oktavia Sabetta Sigalingging Patihul Husni Perwira, Anggun Putri Rahmad Aprianto Rahmad Aprianto, Rahmad RAMADHAN, SAQILA ALIFA Rembulan Kusmawati, Rembulan Resti Azura, Alia Rismiatin - Rizki Desvianto Rizki Desvianto, Rizki Rochjana, Anna Uswatun Hasanah Safira Annissa SALMA ALAINA ATISHA Salsabilla, Bunga Indra Sari, Rina Kartika Sastradipura, Dewi Fatma Suniarti Shafirany, Mareetha Zahra Shelvy E Suherman, Shelvy E Slamet Ibrahim - Sri Adi Sumiwi Sriwidodo B, Sriwidodo Steven A. Pamolango, Steven A. Sulistiyaningsih - Sulistiyaningsih -, Sulistiyaningsih Syafdal Farisi Theresia Ratnadevi ULY AULIA ULFAH Wahyu Ashri Aditya Wiwiek Indriyanti Wiwiek Indriyanti, Wiwiek Wiwiek Indriyati, Wiwiek Yasarah Hisprastin Yasmiwar Susilawati Yola Desnera Putri Yoppi Iskandar Yulia Sukmawardani, Yulia Yuniardini Septorini Wimardhani Zahra Siti Hanifah