Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Preferensi Konsumen Terhadap 20 Karakter Morfologi Anggrek Dendrobium Spp. Siswanto; Noer Rahmi Ardiarini; Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.08.03

Abstract

Karakter morfologi merupakan atribut penting yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap komoditas tanaman hias, khususnya pada anggrek Dendrobium. Informasi terkait preferensi konsumen dapat membantu pemulia tanaman dalam mengembangkan dan menghasilkan varietas Dendrobium baru dengan karakter unggul yang disukai oleh konsumen. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi preferensi konsumen terhadap 20 karakter morfologi anggrek Dendrobium Spp. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2023 – Oktober 2023 menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuisioner melalui sosial media. Hasil survei dianalisis menggunakan Chi-Square. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan terdapat 17 karakter morfologi yang mempengaruhi preferensi konsumen secara signifikan. Preferensi konsumen terhadap anggrek Dendrobium menunjukkan bahwa karakter morfologi yang disukai oleh konsumen yaitu ukuran tanaman sedang dengan bentuk daun lonjong, tipe tangkai bunga tegak dan panjang, posisi pembungaan di samping, jumlah bunga banyak dengan arah hadap bunga ke segala arah, lebar bunga sedang dan tebal, bentuk bunga keriting, bunga memiliki 2 kombinasi warna, serta memiliki aroma harum.
Biosalin 1, Padi, Salin, Toleran Respon Tanaman Padi Sawah Pada Wilayah Tercekam Salin di Kabupaten Demak Moh Rizki Fadli Shobri; Pranomo, Ali; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Produksi padi setiap tahun mengalami penurunan karena berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan menjadi non pertanian maupun perubahan iklim global. Semakin berkurangnya lahan pertanian menyebabkan petani menanam padi pada lahan yang tercekam salinitas. Tanah salin adalah tanah yang memiliki kandungan natrium di atas ambang batas toleransi tanaman. Cekaman salinitas adalah kendala utama bagi petani pesisir karena mengurangi pertumbuhan daun, menghambat fotosintesis dan bahkan berisiko gagal panen. Perlu dilakukan uji coba dengan menanam berbagai varietas padi tahan salin untuk mengetahui respon dan menemukan varietas yang mempunyai ketahanan lebih baik terhadap cekaman salinitas. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Desember 2022 - April 2023 di lahan sawah pesisir pantai Desa Berahan Kulon, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Metode menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) meliputi 5 varietas (Inpari34, Inpari35, Unsoed79, Biosalin1, Biosalin2) dengan 4 ulangan sehingga terdapat 20 perlakuan. Data hasil pengamatan diolah dengan analisis ragam (ANOVA) menggunakan aplikasi SPSS. Jika analisis ragam menunjukkan adanya pengaruh yang nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat respon dari perlakuan varietas pada karakter tinggi tanaman, jumlah anakan, umur muncul malai, bobot 1000 butir, dan jumlah gabah isi. Varietas Biosalin1 lebih mendominasi dari setiap parameter yang diamati, seperti karakter jumlah anakan, berat 1000 butir, jumlah gabah isi, hasil produksi terbaik dan juga memiliki jumlah gabah hampa yang lebih sedikit. Jadi dapat disimpulkan dari seluruh varietas yang digunakan varietas Biosalin1 lebih cocok dan cukup toleran meskipun tercekam salin di lahan yang digunakan penelitian ini.
Respon Viabilitas Eksplan Akar Anggrek Vanda akibat Kombinasi Durasi Perendaman dan Konsentrasi Hidrogen Peroksida Ardiarini, Noer Rahmi; Setiawan, Sahrul; Agisimanto, Dita
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Komersialisasi anggrek vanda potensial di indonesia diindikasikan oleh produksi 18,6 juta tangkai segar, proses produksi anggrek Vanda  dapat melalui kultur jaringan yang berasal dari Root Apical Meristem. Proses sterilisasi eksplan akar penting untuk dipahami sebagai bahan dasar cloning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi H2O2 dan waktu perendaman yang efektif untuk menghilangkan kontaminasi dan mempertahankan viabilitas eksplan akar dua spesies anggrek Vanda. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor, yaitu spesies anggrek dan kombinasi konsentrasi dan durasi perendaman hidrogen peroksida.  Level kontaminasi, pencoklatan, pengamatan morfologi dan eksplan hidup dianalisis selama percobaan dan di uji menggunakan tabel ANOVA dan uji beda nyata terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan perlakuan hidrogen peroksida 3% 15 menit dapat menghilangkan kontaminasi, menunda pencoklatan, dan menghasilkan persentase eksplan hidup yang bertahan selama 30 hari. Didapati, viabilitas Vanda Pachara Delight merespon secara berbeda dibandingkan dengan spesies Vanda Srimahapro Star di tingkat pencoklatan dan ekspan hidup pada 10 dan 20 HSI, namun viabilitas eksplan menurun seiring berjalannya waktu inkubasi.
Pembentukan Kalus Embriogenik dan Embrio Somatik Bawang Putih (Allium sativum L.) pada beberapa Media MS dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Widyawati, Putri Eka; Ardiarini, Noer Rahmi; Supriyati, Yati
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Umumnya bawang putih diperbanyak menggunakan umbi hasil panen sebelumnya, sehingga mempengaruhi penurunan produksi bawang putih. Embriogenesis somatik merupakan alternatif perbanyakan untuk menghasilkan tanaman yang sehat dengan produksi yang tinggi. Embriogenesis somatik mampu menghasilkan tanaman sehat bebas penyakit dan memiliki genetik indentik dengan induknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media MS, konsentrasi 2,4-D, dan konsentrasi BAP optimal dalam embriogenesis somatik bawang putih. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Desember 2023 di Laboratorium Kultur Jaringan BB Biogen Kota Bogor, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor. Tahap pertama induksi kalus terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu komposisi media MS dan konsentrasi 2,4-D. Tahap kedua pembentukan embrio somatik terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu komposisi media MS dan konsentrasi BAP. Bahan eksplan yang digunakan adalah siung bawang putih varietas Lumbu Putih. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara komposisi media MS dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (2,4-D dan BAP) dalam embriogenesis somatik bawang putih. Modifikasi media MS tidak memiliki hasil berbeda terhadap berbagai konsentrasi zat pengatur tumbuh yang diberikan dalam pembentukan kalus embriogenik dan embrio somatik bawang putih. Konsentrasi 2,4-D 3 ppm memiliki hasil optimal pada variabel pembentukan kalus embriogenik. Konsentrasi BAP 2 ppm memiliki hasil optimal pada variabel pembentukan embrio somatik.
Efek Xenia dan Metaxenia pada Persilangan Labu Kuning (Cucurbita maxima Duch) Terhadap Buah dan Biji Arifin, Azeri Gautama; Ainurrohmah, Nurul; Ardiarini, Noer Rahmi; Sugiharto, Arifin Noor
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labu kuning memiliki banyak kandungan nutrisi bermanfaat, akan tetapi konsumsinya di Indonesia masih rendah yaitu 5 kg per kapita per tahun dikarenakan labu kurang populer dalam penampilan dan rasa untuk konsumsi sehari-hari. Oleh karena itu dilakukan pendekatan pemuliaan tanaman berupa persilangan untuk memperoleh varietas unggul. Perakitan varietas unggul diawali dengan penentuan tetua unggul. Xenia dan metaxenia memberikan efek secara langsung kepada tetua betina pada karakter buah dan biji sehingga tetua jantan berpotensi dapat ditentukan lebih awal dan mempersingkat waktu pemilihan tetua. Penelitian dilakukan bulan Februari-Juli di greenhouse CV. Blue Akari, Dadaprejo Junrejo Kota Batu. Penelitian dilakukan dengan menanam 6 galur betina yaitu KJ-19, KJ19A, KJ-24, KJ-25, HIB-59, dan JP-70 dan 2 galur jantan yaitu KJ-17 dan JP-F1 pada baris baris. Persilangan dilakukan secara sibmate antar tetua betina, crossing KJ-17 dan JP-F1 yang masing-masing dilakukan pada 6 tanaman. Data hasil pengamatan pada karakter kuantitatif dilakukan analisis menggunakan uji t independen 5%. Karakter kualitatif diskoring kemudian dilakukan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat efek metaxenia pada karakter buah yaitu diameter buah, bobot buah, tingkat kemanisan warna kulit dan daging buah. Efek xenia pada karakter biji yaitu jumlah biji, biji isi, biji kosong, bobot biji, bobot 100 biji, warna biji, bentuk biji, panjang biji dan lebar biji. Efek xenia dan metaxenia yang muncul menunjukkan bahwa terdapat pengaruh polen tetua jantan terhadap karakter buah dan biji pada tetua betina. 
Correlation between Physical Character of Seeds and Germination of Sunflower Seeds (Helianthus annuus L.) Astutik, Fina Dian; Ardiarini, Noer Rahmi
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2024.009.2.08

Abstract

Sunflower (Helianthus annuus L.) it has high economic potential as a raw material for the food industry and is extracted to produce vegetable oil. The high use of sunflowers causes this plant to be widely cultivated around the world, including in Indonesia. Sunflower production in Indonesia is not enough to meet market needs due to low knowledge related to seed quality. Quality seeds of appropriate size can affect germination and plant growth character. The purpose of this study is to determine the relationship between physical quality and physical character of seeds on the germination of sunflower seeds. The research activity was carried out at the Plant Breeding Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Brawijaya Malang in the month of Mare-June 2024. The research was conducted using observation and measurement methods. The variables observed were seed length, seed width, seed thickness, weight of 1000 seeds, seed moisture content, germination power, maximum growth potential, vigor index, growth speed, growth synchronicity, plumula and radicle length. This study uses the analysis of diversity coefficient and correlation coefficient. The results showed that the physical character of sunflower seeds between genotypes had medium diversity and within genotypes had low to high diversity. Physical quality characteristics and physical characteristics of seeds between size groups regardless of genotype, between genotypes, and in genotypes have a positive correlation for all germination characteristics. The improvement in physical quality and seed size was followed by an increase in germination characteristics. Large seeds have a larger embryo size and food reserves as well as enough nutrients to support embryonic development during the germination phase.
PERBEDAAN WAKTU EMASKULASI TERHADAP KEBERHASILAN PERSILANGAN GANDUM (Triticum aestivum L.) DI CANGAR BATU Winawanti, Nanik Indah Dwi; Ardiarini, Noer Rahmi; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gandum (Triticum aestivum L.) ialah tanaman serealia yang berasal dari daerah subtropis. Produksi gandum pada saat ini masih terlalu rendah. Salah satu metode yang dapat ditempuh untuk meningkatkan produksi gandum adalah dengan persilangan. Diharapkan dengan adanya persilangan ini bisa menciptakan galur  yang unggul dengan umur genjah, produktivitas tinggi, dan adaptif pada dataran menengah-tinggi. Penelitian ini menggunakan tiga waktu emaskulasi yang berbeda. Emaskulasi adalah suatu tindakan membuang semua benang sari yang masih muda dari kuncup bunga betina, dengan maksud agar bunga tersebut tidak mengalami penyerbukan sendiri. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari waktu emaskulasi yang baik terhadap keberhasilan persilangan tanaman gandum. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Cangar Batu, Jawa Timur, pada bulan Oktober 2014 sampai dengan Februari 2015. Alat yang di gunakan dalam penelitian ini ialah pinset, gunting, klip, sabit, tangkil, polibag, tali rafia, cetok, gembor, selang, mistar, timbangan, kamera, colour chart, kertas label, kantong kertas transparan, benang dan alat tulis. Bahan yang di gunakan ialah empat genotip gandum, yang terdiri dari SO-3, SO-10, Dewata dan M-9. Urea, SP-36, Kcl, air, tisu dan alkohol 70%. Untuk set persilangan terdiri dari : SO-3 X M-9, SO-10 X M-9, SO-3 X DEWATA, SO-10 X DEWATA. Waktu emaskulasi yang dilakukan yaitu 1, 2, dan 3 hari sebelum persilangan. Keberhasilan persilangan pada emaskulasi 1 hari (78.75%) dan emaskulasi 3 hari  (87.50%) sebelum persilangan menunjukkan berbeda nyata. Emaskulasi yang dilakukan 3 hari sebelum persilangan (sebelum anthesis) dapat meningkatkan keberhasilan persilangan gandum.
HUBUNGAN KEKERABATAN PLASMA NUTFAH BAMBU KOLEKSI KEBUN RAYA PURWODADI BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI Fitriana, Riza Anissatul; Yulistyarini, Titut; Soegianto, Andy; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu merupakan tumbuhan yang memiliki banyak kegunaan. Banyaknya spesies bambu di dunia merupakan sumber plasma nutfah yang perlu dipelajari dan dilestarikan. Karakterisasi tanaman bambu berperan dalam kegiatan konservasi plasma nutfah serta pemanfaatannya bagi masyarakat. Analisis hubungan kekerabatan berdasarkan karakter morfologi melalui kegiatan karakterisasi plasma nutfah bambu perlu dilakukan untuk mengetahui pengelompokan aksesi bambu menurut kerabat dekatnya baik sebagai data informasi, informasi umum kepada masyarakat maupun sebagai kegiatan awal untuk pemuliaan bambu selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan plasma nutfah bambu koleksi Kebun Raya Purwodadi berdasarkan karakter morfologi serta mengevaluasi ada atau tidaknya duplikasi spesies pada koleksi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2015 di area koleksi bambu UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi-LIPI Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu metode pengamatan langsung yang dilakukan dengan mengkarakterisasi semua jenis bambu berdasarkan lembar pengamatan yang telah dibuat. Data kualitatif hasil karakterisasi dianalisis klaster menggunakan software NTSYS pc 2.02 dan disajikan dalam bentuk dendrogram hubungan kekerabatan yang dilengkapi dengan koefisien kemiripan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat duplikasi spesies pada plasma nutfah bambu koleksi Kebun Raya Purwodadi berdasarkan karakter morfologi vegetatif. Hubungan kekerabatan 32 aksesi bambu berdasarkan karakter vegetatif memiliki rentang koefisien kemiripan 0,65-1,00 dan membentuk 2 klaster besar yaitu klaster A dan klaster B. Hubungan kekerabatan 6 aksesi bambu berdasarkan karakter vegetatif dan generatif memiliki koefisien kemiripan dengan rentang antara 0,66-0,93. Karakter-karakter pada percabangan, buluh dan pelepah buluh adalah karakter utama yang mempengaruhi hubungan kekerabatan bambu.
EVALUASI KETAHANAN BEBERAPA GALUR KACANG BOGOR (Vigna subterranea (L.) Verdc.) TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN Prabawati, Dian; Kuswanto, Kuswanto; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan yang sering mengganggu sektor pertanian adalah bencana kekeringan. Penanaman tanaman tahan kekeringan adalah salah satu cara memperbaiki permasalahan kekeringan. Kacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdc.) salah satu tanaman tahan kering yang berasal dari Afrika. Meskipun tahan kekeringan, tidak semua galur mampu tumbuh optimum. Penelitian dilaksanakan di kebun Percobaan Jatikerto, Malang.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan galur kacang bogor Indonesia dan mencari kebutuhan air minimum kacang bogor untuk tumbuh optimal. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial Tersarang dengan menggunakan dua faktor perlakuan yaitu galur kacang bogor Indonesia (CKB1, BBL, dan UB Cream) dan taraf penyiraman (100% KL, 75% KL, 50% KL dan 25% KL). Hasil menunjukkan, tidak ada interaksi pada setiap parameter pengamatan. Secara terpisah, galur galur kacang bogor Indonesia memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah polong dan jumlah biji. Sedangkan pada perlakuan taraf penyiraman berpengaruh nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, jumlah polong, jumlah biji dan berat biji. Galur BBL memiliki tingkat ketahanan yang paling baik dibandingkan dengan CKB1 dan UB Cream. Kebutuhan air minimum yang mampu digunakan kacang bogor untuk tumbuh optimum adalah 75% KL atau 300-400 ml tiap kali penyiraman
OBSERVASI PLASMA NUTFAH BAMBU DI KABUPATEN MALANG Octriviana, Riskyhanti; Ainnurasjid, Ainnurasjid; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu merupakan salah satu tanaman yang mudah ditemukan ditemukan di Indonesia untuk berbagai kepentingan khususnya di Jawa, dan pemanfaatannya sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Indonesia (Wiyono, 2012). Penelitian dilakukan dari bulan Maret hingga Juni 2015, di Kabupaten Malang yang meliputi 4 (empat) kecamatan antara lain Kecamatan Tajinan), Kecamatan Wonosari, Kecamatan Wajak, dan Kecamatan Kromengan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi lapang dan wawancara. Analisa data disajikan dalam data deskriptif dengan analisis vegetasi berdasarkan gambaran seluruh obyek yang diamati dengan cara membuat plot ukuran 10 mx10 m.. Pengambilan sampel dilakukan purposive sampling. Didapatkan 75 sampel plot pengamatan di Kecamatan Tajinan, Wajak, Wonosari, dan Kromengan. Ditemukan 13 jenis bambu antara lain bambu apus (Gigantochloa apus), jawa (Gigantochloa atter), petung (Dendrocalamus asper), rampal (Schizostachyum zollingeri), ampel (Bambusa vulgaris), ori (Bambusa blumeana), jabal (Schizostachyum brachycladum), wulung (Gigantochloa atroviolacea), wuluh (Schizostachyum silicatum), kuning (Bambusa vulgaris var. Striata), rampal kuning (Schizostachyum brachycladum cv. Kuning), jakarta (Thyrsostachys siamensis), dan  tutul (Bambusa maculata). INP tertinggi di Kecamatan Tajinan yaitu G.atter 0,44% kemudian di Kecamatan Wajak, INP tertinggi yaitu G.apus 0,48%. Kecamatan Kromengan INP tertinggi G.atter 0,79%. Nilai INP tertinggi di Kecamatan Wonosari yaitu G.atter 16,07% di Desa Sumberdem dan 0,71% di Desa Wonosari. Bambu memiliki banyak potensi pemanfaatan di bidang keperluan rumah, industri, kerajinan, konstruksi, dan konservasi.
Co-Authors Abdurrakhman Abdurrakhman Afrianingsih, Siti Afrianingsih, Siti Ainnurasjid, Ainnurasjid Ainnurasjid, Ainnurasjid Ainurrohmah, Nurul Aminuyati Andrian Samosir Andy Soegianto Aniek Herwati Anik Herwati Ariffin, Ariffin Arifin Noor Sugiharto Arifin, Azeri Gautama Arisandi, Finsa Dwi Arisandi, Finsa Dwi Astutik, Fina Dian Bambang Heliyanto Basuki, Nur Budi Waluyo Budi Waluyo Damanhuri Damanhuri Damanhuri Damanhuri Damanhuri Danniary Ismail Faronny Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi, Darmawan Descha Giatri Cahyaningrum Dewi Liesnoor Setyowati Dewi, Martina Sari Dewi, Martina Sari Dicky Wahyudi Dita Agisimanto Djumali Djumali Eko Widodo Eries D. Mustikarini Fajriani, Sisca Nur Farida, Dwi Ghina Farida, Dwi Ghina Faronny, Danniary Ismail Firmansyah, Fendy Bayu Firmansyah, Fendy Bayu Fitriana, Riza Anissatul Fitriana, Riza Anissatul Gani, Novitry Wahyu Siptyansyah Gumilang, Gusti Angger Harahap, Gabe Pangihutan Harahap, Gabe Pangihutan Herlina, Della Herlina, Della Indah, Ayu Nurlaila Indah, Ayu Nurlaila Intan Widia Santika Izmi Yulianah Jaenun, M. Jaenun, M. Kurniawan, Puput Kurniawan, Puput Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Laras Sukma, Dyah Ayu Laras Sukma, Dyah Ayu Lita Soetopo Maharani Mega Candra Kartika Meilia, Anggita Adha Meilia, Anggita Adha Mochammad Roviq Moh Rizki Fadli Shobri Muhamad Firdaus Muhammad Firdaus Nabila, Ardan Rizki Nabila, Ardan Rizki Nadira Genta Ganeswara Niken Kendarini Novansyah, Rifky Alfariz Nugraha, Aldita Adin Nugraha, Aldita Adin Nur Basuki Nur Basuki Octriviana, Riskyhanti Octriviana, Riskyhanti Orlimao, Sanu Dwi Orlimao, Sanu Dwi Permatasari, Santi Permatasari, Santi Prabawati, Dian Prabawati, Dian Prajaka, Nanang Wahyu Pranomo, Ali Pratama, Harun Pratama, Harun Prattidina Hapsari PRIHASTO SETYANTO Purita, Shela Yaka Purita, Shela Yaka Putri Warastuti, Intan Dwi Putri Warastuti, Intan Dwi Putri, Galuh Rahma Prandiny Putri, Galuh Rahma Prandiny Putro, Moh Yusup Ridho Putro, Moh Yusup Ridho Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Rohmawati, Alta Octavia Rufaidah, Ranny Rufaidah, Ranny Safa’ah, Nur Safa’ah, Nur Saptadi, Darmawan Sari, Della Novita Sari, Della Novita Setiawan, Sahrul Setyanto, Prihasto Siswanto Siti Fatimah Sri Lestari Purnamaningsih Sujoko, Anang Sumeru Azhari Susanto, Untung Untung Susanto Wahidatun, Wahidatun Wahidatun, Wahidatun Wahyuningtyas, Diah Widi Astuti Widyawati, Putri Eka Winawanti, Nanik Indah Dwi Winawanti, Nanik Indah Dwi Yati Supriyati, Yati Yulistyarini, Titut Yulistyarini, Titut Zulfaidah Penata Gama