Claim Missing Document
Check
Articles

HOTS dalam Kegiatan Mendongeng Digital: Penguatan Profil Pelajar Pancasila Isnaini Budi Hastuti; Sri Katoningsih; Choiriyah Widyasari; Ilham Sunaryo; Tri Asmawulan; Junita Dwi Wardhani; Qonitah Faizatulfitriyah
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8684

Abstract

Perkembangan dunia digital memberi peluang baru bagi dongeng untuk tumbuh dan berkembang. Dongeng digital sangat sesui untuk perkembangan pembelajaran abad 21 dengan tidak meninggalkan esensi dari kegiatan dongeng tersebut. Hubungan kedekatan antara guru dan anak didik. Penggunaan dongeng digital memberikan peluang lebih kepada guru untuk dapat melakukan interaksi dan pemberian stimulus kepada anak karena anak dapat melihat visualisasi dari dongeng yang disampaikan dan guru melakukan penguatan serta stimulus anak untuk mengasah kemampuan berpikir kritis anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai karakter dalam kegiatan mendongeng digital bermuatan HOTS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru TK. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai kemanusiaan dalam pembelajaran mendongeng digital bermuatan HOTS. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada guru yang telah mengimplentasi dongeng digital dan observasi ketika proses pembelajaran berlangsung. Analisis data dilakukan dengan trianggulasi sumber. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter dapat dibangun dengan baik dalam kegiatan mendongeng digital bermuatan HOTS. Anak usia dini dapat dengan baik menangkap isi cerita dengan bantuan audio dan visual yang ditunjukkan dakam video. Guru dapat merangkul dan membangun kedekatan dengan anak- anak ketika proses pembelajaran. Guru dapat mengembalikan konsentrasi anak untuk kembali menikmati dongeng yang disampaikan. Guru lebih bebas dalam melaksanakan penguatan dari nilai-nilai yang hendak disampaikan melalui dongeng tersebut serta guru dapat mengasah kemampuan berpikir kritis anak didik dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan ataupun stimulus bermuatan HOTS dalam dongeng. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan dalam kegiatan mendongeng digital adalah kreatif, demokratis, ingin tahu, kolaborasi dan komunikasi.
Kesiapan Guru dalam Menghadapi Transformasi Kurikulum Merdeka di PAUD Tri Asmawulan; Junita Dwi Wardhani; Sri Katoningsih
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8686

Abstract

Studi ini didasarkan pada kebijakan pemerintah tentang Merdeka Belajar, yang merupakan langkah awal dalam transformasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesiapan guru dalam menghadapi transformasi Kurikulum Merdeka terhadap pendidikan anak usia dini di TK Al Fajar, Juwiring Klaten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru di TK Al Fajar. Teknik analisis data data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian menunjukkan bahwa 1) Guru di TK Al Fajar belum sepenuhnya siap untuk menerapkan Kurikulum Merdeka 2) Kendala yang dihadapi guru di TK Al Fajar dalam menerapkan Kurikulum Merdeka meliputi kurangnya pemahaman struktur kurikulum yang dituntut dalam pembelajaran intrakulikuler dan proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5), kesiapan rencana pembelajaran yang dalam menyusun rencana pembelajaran atau modul ajar yang sesuai dengan format Kurikulum Merdeka, kesiapan proses pembelajaran dalam menyesuaikan perencanaan, pelaksanaan, bimbingan dan pemantauan pembelajaran pada kurikulum yang baru dan juga kesiapan sarana dan prasarana.
Cognitive-Gap pada Masa Transisi Pendidikan Anak Usia Dini Menuju Sekolah Dasar Sri Katoningsih; Isnaini Budi Hastuti; Tri Asmawulan; Junita Dwi Wardhani; Choiriyah Widyasari; Sri Slamet
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8688

Abstract

Transisi PAUD-SD merupakan proses perpindahan peran anak sebagai peserta didik PAUD menjadi peserta didik SD. Saat ini masih ditemukan banyak anak yang langsung masuk kelas 1 SD dan membuat mereka tidak mendapatkan fase fondasi yang menjadi hak-nya. Kondisi ini semakin marak terjadi di masa pandemi. Adanya masa trasnsisi perlu diketahui lebih lanjut mengenai knowledge gap yang harus menjadi perhatian pada masa transisi anak PAUD ke SD. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder. Lokasi penelitian ini dilakukan di IGABA dan MGMP SD Kecamatan Kartasura. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan model miles and hubberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penting untuk diingat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, dan kognitif gap ini bisa menjadi sangat bervariasi antara anak-anak. Peran pendidik dan orang tua adalah untuk memberikan dukungan yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak, memberikan peluang untuk belajar, dan membantu mereka dalam mengatasi perbedaan kognitif ini. Kesulitan yang dihadapi anak dalam proses adaptasi pada awal semester kelas 1 SD Pendidikan yang tepat waktu dan merangsang sesuai dengan tingkat perkembangan anak dapat membantu mengurangi kognitif gap.