Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Supresi Viral Load pada ODHIV di Kota Jayapura Provinsi Papua Tahun 2025 Theresia Iriana Endrawati; Novita Medyati; Arius Togodly; Yacob Ruru; Sarce Makaba; Yulius Sarungu Paiting
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56991

Abstract

Supresi viral load merupakan indikator utama keberhasilan terapi antiretroviral (ART) sekaligus strategi kunci dalam menurunkan transmisi HIV. Pencapaian target global 95-95-95 yang ditetapkan oleh UNAIDS masih menghadapi tantangan di wilayah dengan epidemi meluas seperti Papua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status supresi viral load pada Orang dengan HIV (ODHIV) di Kota Jayapura tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA). Sampel penelitian sebanyak 1.345 ODHIV yang telah menjalani terapi ART minimal 6 bulan. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-square), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p<0,001), koinfeksi tuberkulosis (p=0,001), riwayat loss to follow-up (LTFU) (p<0,001), dan lama terapi (p=0,011) berhubungan signifikan dengan status supresi viral load. Riwayat LTFU merupakan faktor paling dominan dengan nilai OR=3,516 (95% CI: 2,196–5,631). Disimpulkan bahwa faktor kepatuhan terapi dan kondisi klinis memiliki peran penting dalam pencapaian supresi viral load. Intervensi berbasis retensi pasien dan integrasi layanan HIV-TBC perlu diperkuat untuk meningkatkan keberhasilan terapi.
Analisis Hubungan Faktor-Faktor Kualitas Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Di Poliklinik Gigi Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura Provinsi Papua Septevanus Rantetoding; Novita Medyati; Theodora Simandjuntak; Rosmin M. Tingginehe; Agus Zainuri; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57087

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan gigi merupakan indikator penting dalam menilai kepuasan pasien sekaligus tolok ukur keberhasilan layanan klinik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dimensi kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy) dengan kepuasan pasien di Poliklinik Gigi RSUD Jayapura tahun 2026. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling terhadap 168 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat (rasio prevalensi/PR dengan CI 95%), serta multivariat menggunakan regresi Poisson robust. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reliability (PR=2,91; p=0,007), assurance (PR=1,46; p=0,002), empathy (PR=1,21; p<0,001), dan responsiveness (PR=1,29; p=0,002) berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien, sedangkan tangibles tidak signifikan (PR=1,20; p=0,089). Disimpulkan bahwa kepuasan pasien di Poliklinik Gigi RSUD Jayapura dipengaruhi terutama oleh keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati tenaga kesehatan, dengan reliability sebagai faktor paling dominan. Upaya peningkatan mutu pelayanan perlu difokuskan pada penguatan aspek interpersonal serta mempertahankan keandalan pelayanan untuk menjaga kepuasan dan loyalitas pasien.
Analisis Hubungan Dimensi Kualitas Pelayanan (SERVQUAL) dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura Vonny Mais Numberi; Arius Togodly; Dolfinus Yufu Bouway; Martapina Anggai; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57137

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam menilai kepuasan pasien sekaligus tolok ukur keberhasilan layanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dimensi kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL (bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati) dengan kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling terhadap 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta multivariat dengan regresi linier berganda metode enter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukti fisik (B=0,261; p=0,001), keandalan (B=0,134; p=0,002), dan empati (B=0,436; p<0,001) berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien, sedangkan jaminan (B=-0,037; p=0,691) dan daya tanggap (B=0,005; p=0,947) tidak signifikan. Disimpulkan bahwa kepuasan pasien di RSUD Yowari dipengaruhi terutama oleh empati, keandalan, dan bukti fisik, dengan empati sebagai faktor paling dominan.
Analisis Hubungan Dimensi Mutu Pelayanan Rawat Inap Dengan Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit TNI Angkatan Darat Marthen Indey Jayapura Muhammad I Made Annafi Arianto; Arius Togodly; Rosmin M. Tingginehe; Yacob Ruru; Muhammad Akbar Nurdin; Paula Nancy Lefaan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57148

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam menilai kepuasan pasien sekaligus tolok ukur keberhasilan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dimensi kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL (bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati) dengan kepuasan pasien rawat inap di RS TNI AD Marthen Indey Jayapura. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling terhadap 102 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode enter. Analisis bivariat menunjukkan bahwa dimensi jaminan, empati, dan daya tanggap berhubungan dengan kepuasan pasien, sedangkan bukti fisik dan keandalan tidak signifikan. Analisis multivariat menegaskan bahwa hanya jaminan (OR=12,99; p<0,001) dan empati (OR=5,75; p=0,024) yang berpengaruh signifikan, sementara dimensi lainnya tidak berpengaruh dalam model akhir. Disimpulkan bahwa kepuasan pasien di RS TNI AD Marthen Indey Jayapura terutama dipengaruhi oleh jaminan dan empati, dengan jaminan sebagai faktor paling dominan. Temuan ini menekankan pentingnya kompetensi tenaga kesehatan, rasa aman, serta perhatian interpersonal dalam membangun kepuasan pasien rawat inap..
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Puskesmas Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni Orpa Mayung Allo; Novita Medyati; Agus Zainuri; Arius Togodly; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57260

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Di Indonesia, beban PPOK terus meningkat seiring tingginya prevalensi merokok, paparan polusi udara, serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PPOK di Puskesmas Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni serta mengidentifikasi faktor dominan yang paling berpengaruh. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan sampel sebanyak 101 responden yang dipilih melalui teknik total sampling berdasarkan data rekam medis tahun 2023–2025. Variabel dependen adalah kejadian PPOK, sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, suku, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit paru. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode Backward Likelihood Ratio (Backward LR). Hasil menunjukkan bahwa pendidikan rendah, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit paru berhubungan signifikan dengan kejadian PPOK, dengan pendidikan rendah sebagai faktor paling dominan. Penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan literasi kesehatan, edukasi berhenti merokok, serta deteksi dini komorbiditas paru di layanan primer.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengelolaan Keuangan Puskesmas Di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan Krisma Palabiran; Novita Medyati; Yacob Ruru; Arius Togodly; Yulius Sarungu Paiting; Septevanus Rantetoding
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57918

Abstract

Pengelolaan keuangan Puskesmas sangat penting untuk efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan kesehatan. Di Kabupaten Jayawijaya, sejumlah Puskesmas tidak layak menerima dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), yang diduga terkait faktor internal bendahara seperti kompetensi, pelatihan, beban kerja, dan rangkap tugas. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 29 bendahara Puskesmas melalui total sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact serta regresi Poisson dengan robust variance. Hasil menunjukkan 65,5% responden memiliki pengelolaan keuangan tidak baik, 75,9% kurang pelatihan, 69,0% mengalami beban kerja berat, dan 75,9% menjalankan rangkap tugas. Analisis bivariat memperlihatkan pelatihan (p=0,003), beban kerja (p=0,002), dan rangkap tugas (p=0,003) berhubungan signifikan, sedangkan kompetensi tidak (p=0,367). Analisis multivariat menegaskan pelatihan (RP=0,312; p=0,010) dan beban kerja (RP=3,517; p=0,012) berhubungan signifikan, dengan beban kerja sebagai faktor paling dominan.
Hubungan Motivasi, Beban Kerja, dan Kepuasan Kerja dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Di RSUD Tiom Kabupaten Lanny Jaya Selpina Wenda; Novita Medyati; Arius Togodly; Sarce Makaba; Rosmin M. Tingginehe; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57943

Abstract

Petugas rekam medis merupakan unsur penting yang bertanggung jawab atas pengelolaan dokumen dan data pasien di rumah sakit. Motivasi kerja yang terjaga, beban kerja yang seimbang, serta kepuasan kerja yang baik menjadi faktor penentu kualitas kinerja petugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi kerja, beban kerja, dan kepuasan kerja dengan kinerja petugas rekam medis di RSUD Tiom Kabupaten Lanny Jaya. Desain penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan metode cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 dengan populasi seluruh petugas rekam medis sebanyak 50 orang, yang sekaligus menjadi sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan analisis data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan motivasi kerja mayoritas baik (60,0%), beban kerja mayoritas rendah (50,0%), kepuasan kerja mayoritas puas (56,0%), serta kinerja sebagian besar baik (58,0%). Uji chi square menghasilkan p-value < 0,001 yang menegaskan adanya hubungan signifikan antara motivasi, beban kerja, dan kepuasan kerja dengan kinerja petugas rekam medis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan motivasi, pengelolaan beban kerja, dan kepuasan kerja berkontribusi terhadap kualitas kinerja petugas rekam medis di RSUD Tiom Kabupaten Lanny Jaya.