Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

USULAN MODEL SISTEM ANTRIAN PADA INSTANLASI FARMASI BPJS RUMAH SAKIT ABC DI KUDUS Cikita Berlian Hakim; Putri Tsabita Nurza Arifiya; Nuaf Maulana Nugroho; Nurul Iman
JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI Vol 5, No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jatmi.v5i1.2269

Abstract

Rumah sakit adalah fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara menyeluruh, meliputi pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Untuk menunjang kebutuhan Kesehatan Masyarakat pemerintah membuat program BPJS Kesehatan. Salah satu penyelenggara program ini adalah RS ABC yang merupakan rumasakit tipe B yang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik terhadap peserta JKN-KIS. Penelitian ini di latarbelakangi observasi proses antrian apotik rawat jalan yang memakai BPJS menggunakan metode promodel guna menyimulasikan kondisi antrian. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif, karena bertujuan untuk menggambarkan keadaan atas fenomena di lapangan dan usulan antrian yang lebih efisien dan efektif. Kesimpulan pada penelitian ini ialah pada kondisi asli yang memiliki loket 1 mampu melayani 19 orang dengan kinerja sistem sebesar 91,45% sedangakan usulan model dengan 2 loker dan 3 loker mampu melayani masing-masing 22 dan 36 orang dengan kinerja sisten 89,12% dan 92,64% yang mengindikasikan kinerja sistem terbaik berada pada 3 loket dan ada juga beberapa penurunan dari segi rata-rata waktu tunggu dalam sistem dimana loket 1 366,04 menit loket,2 selama 36,05 menit dan loket 3 selama 24,23 menit yang mengindikasikan loket 3 memiliki rata-rata waktu tunggu paling rendah.
EVALUASI BEBAN KERJA STAF ADMINISTRASI DALAM MENDUKUNG PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN AKADEMIK Cikita Berlian Hakim; Jeki Pornomo; Nurul Iman
JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI Vol 5, No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jatmi.v5i2.2483

Abstract

Evaluasi beban kerja staf administrasi menjadi langkah strategis dalam upaya perbaikan kualitas pelayanan akademik. Distribusi beban kerja yang seimbang tidak hanya berdampak positif pada produktivitas staf, tetapi juga pada tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beban kerja staf administrasi dan dampaknya terhadap kualitas pelayanan akademik di institusi pendidikan tinggi. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 15 partisipan dari berbagai departemen di Universitas X. Metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama: kompleksitas dan variasi beban kerja, tantangan adaptasi teknologi, kesenjangan antara ekspektasi layanan dan keterbatasan sumber daya, dampak pada kesejahteraan staf, serta strategi coping dan inovasi pelayanan. Observasi mengungkapkan variasi signifikan dalam waktu tunggu layanan antara periode normal dan puncak, serta inkonsistensi penggunaan sistem informasi antar departemen. Analisis dokumen menunjukkan peningkatan kompleksitas job description tanpa penambahan sumber daya yang sepadan. Implikasi beban kerja terhadap kualitas pelayanan akademik terlihat dalam aspek kecepatan respons, akurasi informasi, konsistensi layanan, dan kemampuan memberikan perhatian personal. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan pengembangan sistem manajemen beban kerja yang lebih fleksibel, program pelatihan berkelanjutan, implementasi sistem rotasi tugas, peningkatan dukungan kesehatan mental, serta evaluasi dan restrukturisasi proses administrasi. Studi ini memberikan kontribusi signifikan dalam pemahaman dinamika beban kerja staf administrasi dan pengaruhnya terhadap kualitas pelayanan akademik, serta menyediakan dasar empiris untuk pengembangan kebijakan dan praktik manajemen sumber daya manusia yang lebih efektif di institusi pendidikan tinggi.
PEMBERDAYAAN MAHASISWA MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN ORGANISASI UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN BERORGANISASI Jeki Purnomo; Dian Anggraeni Rachman; Irwandi Rachman; Cikita Berlian Hakim; Haeril Haeril
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 8, No 1 (2026): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v8i1.3002

Abstract

AbstrakPermasalahan utama dalam organisasi kemahasiswaan adalah rendahnya kesiapan dan kapabilitas pengurus dalam mengelola organisasi secara profesional. Hal ini mencakup lemahnya pemahaman fungsi manajemen, keterampilan kerja tim, kepemimpinan serta kemampuan menyusun dan mengevaluasi program kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa melalui pelatihan manajemen organisasi berbasis pendekatan POAC dan metode partisipatif berbasis studi kasus. Program dilaksanakan di salah satu Universitas Indonesia pada Mei–Juni 2025 melibatkan 30 mahasiswa pengurus inti organisasi kemahasiswaan yang dipilih berdasarkan keterlibatan aktif dan rekomendasi pihak kampus. Tahapan kegiatan mencakup persiapan, implementasi pelatihan dan evaluasi dengan instrumen pre-test dan post-test sebagai alat ukur kesiapan berorganisasi. Analisis data menggunakan uji paired t dan efekt size. Hasil menunjukkan peningkatan skor signifikan dari 76,67 (±13,72) menjadi 90,67 (±9,93) dengan p=0,006 dan d=0,54. Indikator seperti pemahaman visi-misi, kerja tim, komunikasi dan literasi digital meningkat signifikan. Tidak ditemukan perbedaan hasil berdasarkan gender. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif meningkatkan kesiapan manajerial mahasiswa secara nyata. Rekomendasi meliputi integrasi pelatihan dalam kalender akademik, pelibatan alumni sebagai mentor serta adopsi teknologi digital sebagai alat kolaborasi organisasi mahasiswa ke depan. AbstractThe main problem in student organizations is the low readiness and managerial capability of members in managing organizations professionally. This includes weak understanding of management functions, teamwork skills, leadership and ability to design and evaluate work programs. This community service activity aims to empower students through organizational management training using the POAC framework and participatory, case-based learning. The program was implemented at one of University in Indonesia from May to June 2025, involving 30 core members of student organizations selected based on active participation and campus recommendation. The stages consisted of preparation, training implementation and evaluation with pre- and post-test instruments used to measure organizational readiness. Data analysis employed paired t-test and effect size. Results showed a significant score increase from 76.67 (±13.72) to 90.67 (±9.93) with p=0.006 and d=0.54. Indicators such as understanding of vision-mission, teamwork, communication and digital literacy improved significantly. No significant differences were found based on gender. In conclusion, the training effectively enhanced students' organizational readiness. Recommendations include integrating training into the academic calendar, involving alumni as mentors, and adopting digital technology as collaborative tools for future student organizations.
Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa: Pengabdian Nazifah Husainah; Lisna Bantulu; Purwaka Hari Prihanto; Eri Kristanto; Cikita Berlian Hakim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6064

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan ekowisata berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi potensi hingga implementasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa potensi ekowisata desa berhasil teridentifikasi secara sistematis dan terintegrasi sebagai dasar perencanaan strategis. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan ekowisata, yang ditandai dengan perubahan pola pikir, perilaku, serta kemampuan dalam memanfaatkan peluang ekonomi. Terbentuknya kelembagaan lokal turut memperkuat tata kelola pengelolaan wisata yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Pengembangan produk dan atraksi wisata berbasis potensi lokal juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas ekonomi serta terbukanya peluang pendapatan baru bagi masyarakat. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran terhadap pelestarian lingkungan dan terbangunnya jejaring kemitraan dengan berbagai pihak menjadi modal sosial penting dalam mendukung keberlanjutan program. Namun demikian, pelaksanaan kegiatan masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur, kesenjangan partisipasi masyarakat, rendahnya konsistensi dalam penerapan prinsip keberlanjutan, serta keterbatasan akses pasar dan promosi. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dan kolaboratif untuk mengoptimalkan potensi yang ada sekaligus mengatasi berbagai kendala guna mewujudkan pengembangan ekowisata yang inklusif dan berkelanjutan.
The Influence of AI Ethics in HR and Algorithm Transparency on Employee Trust in the Manufacturing Industry Supiah Ningsih; Danil Syahputra; Nazifah Husainah; Adityo Ari Wibowo; Cikita Berlian Hakim
West Science Social and Humanities Studies Vol. 4 No. 03 (2026): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v4i03.2702

Abstract

This study examines the influence of artificial intelligence (AI) ethics in human resources and algorithm transparency on employee trust in the manufacturing industry. The rapid adoption of AI in organizational management has transformed HR practices, including recruitment, performance evaluation, and workforce management, by enabling more efficient and data-driven decision-making. However, the use of AI also raises concerns regarding ethical governance and the transparency of algorithmic decision-making processes. This research employs a quantitative approach using a survey method involving 150 employees working in manufacturing companies. Data were collected through structured questionnaires measured on a five-point Likert scale and analyzed using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS 3). The results indicate that AI ethics in HR has a positive and significant effect on employee trust, suggesting that the application of ethical principles in AI-based HR practices enhances employees’ perceptions of fairness and organizational responsibility. In addition, algorithm transparency also shows a positive and significant influence on employee trust, demonstrating that clear explanations of AI decision-making processes can increase employees’ confidence in technology-driven HR systems. The structural model reveals that both variables explain 63% of the variance in employee trust (R² = 0.63). Overall, these findings emphasize the importance of responsible AI governance and transparent algorithmic systems in strengthening employee trust and supporting the sustainable adoption of AI technologies within organizations.
The Influence of Digital Entrepreneurship and Digital Literacy on MSME Performance through Digital Technology Adoption in Indonesia Imam Muhtadin; Zainal Arifin; Fenty Astrina; Cikita Berlian Hakim; Munzir Munzir; Eko Sudarmanto
The Es Economics and Entrepreneurship Vol. 4 No. 03 (2026): The Es Economics And Entrepreneurship (ESEE)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/esee.v4i03.978

Abstract

This study aims to examine the effect of digital entrepreneurship and digital literacy on the performance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through the adoption of digital technology in Indonesia. A quantitative research approach was employed using primary data collected from 155 MSME actors through a structured questionnaire measured on a Likert scale. The data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS 3) to evaluate both the measurement and structural models. The results indicate that digital entrepreneurship and digital literacy have positive and significant effects on MSME performance. Furthermore, both variables significantly influence the adoption of digital technology, which in turn has a strong positive impact on business performance. The findings also confirm that digital technology adoption plays a mediating role in strengthening the relationship between digital entrepreneurship and MSME performance, as well as between digital literacy and MSME performance. Among the variables, digital literacy shows a stronger influence on technology adoption, highlighting the importance of digital skills in driving digital transformation. This study contributes to the literature by providing an integrated model that explains how digital capabilities influence MSME performance through technology adoption in a developing country context. Practically, the findings suggest that enhancing digital literacy and promoting digital entrepreneurial orientation are essential strategies for improving MSME competitiveness and sustainability in the digital economy.
Market Orientation, Creativity, and Use of Digital Technology on the Performance of Technology Start-ups in Jakarta Fitria Madaniah Prasetyo; Mahnun Mas'adi; Riski Baroroh; Fatari Fatari; Cikita Berlian Hakim
West Science Business and Management Vol. 3 No. 04 (2025): West Science Business and Management
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsbm.v3i04.2549

Abstract

This study examines the effects of market orientation, creativity, and the use of digital technology on the performance of technology start-ups in Jakarta. A quantitative research design was employed using a structured questionnaire distributed to 250 founders and managers of technology start-ups. All variables were measured using a five-point Likert scale, and data analysis was conducted using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 25. The results of multiple linear regression analysis indicate that market orientation (β = 0.312, p < 0.001), creativity (β = 0.274, p < 0.001), and the use of digital technology (β = 0.356, p < 0.001) each have a positive and significant effect on start-up performance. Furthermore, the simultaneous analysis shows that these three variables collectively explain 55.6% of the variance in start-up performance (R² = 0.556). The findings highlight that digital technology usage is the strongest predictor of performance, followed by market orientation and creativity. This study contributes to the literature by providing empirical evidence from an emerging economy context and offers practical insights for start-up founders and policymakers to enhance performance through strategic market orientation, creative capabilities, and effective digital technology utilization.
Analisis Pengendalian Kualitas dengan Metode PDCA dan RCA untuk Menurunkan Cacat Produk Sepatu di PT. XYZ Ilma Nur Hikmah; Ade Ima Afifa Himayati; Cikita Berlian Hakim
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 3 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i3.59520

Abstract

The high level of product defects in the manufacturing industry can reduce product quality and increase production costs due to repeated repair processes. This study aims to identify the dominant types of defects, analyze the factors that cause the defects, and prepare proposals for quality improvements in the shoe production process at PT. XYZ uses the PDCA (Plan-Do-Check-Act) and RCA (Root Cause Analysis) methods. This study uses a mixed methods approach  with a sample of product defect data in the January-June 2025 period. Data was obtained through observation, interviews, documentation, and check sheets. The analysis was carried out using pareto diagrams, fishbone diagrams, and the 5W+1H approach. The results showed that the dominant defects were bonding or glue not sticking by 27% and untidy stitches by 20%. The main factors that cause disability are due to humans, machines, methods, materials, and the work environment. The implementation of the repair resulted in a reduction  in bonding defects  by 25.93% and untidy stitches by 27.78%. Companies are advised to standardize work processes, train operators, maintain machinery regularly, and improve quality control to support continuous improvements.
IMPLEMENTASI ANALISIS JARINGAN METODE PERT DAN CPM PEMBANGUNAN GEDUNG RAWAT INAP KLINIK PRATAMA AMAL SEHAT KUDUS Mu&#039;aida Wijayanti; Cikita Berlian Hakim
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v8i1.76-84

Abstract

ABSTRAK Teknik yang umum digunakan untuk perencanaan dan penjadwalan adalah analisis jaringan. Dalam perencanaan suatu proyek banyak hal penting yang memengaruhi keberhasilan dan kelancaran, salah satunya perencanaan waktu pelaksanaan aktivitas atau pekerjaan yang tepat, efektif dan efisien. Critical Path Method (CPM) atau metode jalur kritis dan Program Evaluation and Review Technique (PERT) adalah dua metode berbasis jaringan yang dikembangkan secara independen untuk membantu manajer proyek dalam menjadwalkan proyek-proyek yang kompleks. Dari data penelitian hasil perhitungan dengan POM QM versi 5 menunjukkan bahwa durasi waktu penyelesaian proyek dengan menggunakan metode CPM adalah 182 hari, durasi waktu penyelesaian proyek dengan menggunakan metode PERT adalah 184 hari dengan nilai standar deviasi sebesar 4,58 dan varians sebesar 21. Artinya pekerjaan aktivitas proyek ini diharapkan peluang (probabilitas) paling cepat dapat diselesaikan selama 182 hari dan paling lambat 184 hari atau tingkat ekspektasi dari peluang pekerjaan tersebut sebesar 46,41%. Rendahnya probabilitas ini disebabkan oleh perbedaan yang sangat signifikan antara durasi waktu aktivitas yang direncanakan yaitu 238 hari dengan rekomendasi hasil perhitungan metode CPM 182 hari dan PERT 184 hari. Perhitungan menggunakan metode CPM dan PERT menghasilkan durasi waktu lebih pendek dari jadwal perencanaan yang direncanakan yaitu selama 238 hari. Hal ini dikarenakan ari kedua Metode CPM dan PERT dengan mempertimbangkan kondisi aktual yang ideal. ABSTRACT Network analysis is a widely adopted technique for project planning and scheduling. Within project planning, several critical factors influence success and smooth execution; among these, the precise, effective, and efficient scheduling of activities or tasks is paramount. The Critical Path Method (CPM) and the Program Evaluation and Review Technique (PERT) are two independently developed network-based methodologies designed to assist project managers in orchestrating complex projects. Empirical data derived from calculations utilizing POM QM version 5 reveal that the project completion duration via the CPM method is 182 days, whereas the PERT method yields a duration of 184 days with a standard deviation of 4.58 and a variance of 21. These findings suggest that the project's activities are anticipated to conclude within a window spanning a minimum of 182 days to a maximum of 184 days. This specific completion timeframe carries a probability (expectation level) of 46.41%. The observed low probability is largely attributable to the substantial divergence between the initially planned activity duration of 238 days and the recommended durations of 182 days (CPM) and 184 days (PERT). Notably, both CPM and PERT methodologies consistently generated shorter durations compared to the original 238-day planned schedule. This outcome stems from both CPM and PERT methods' inherent consideration of ideal actual conditions.
Human–AI Collaboration and Digital Competency: Examining Their Roles in Shaping Employee Creativity and Job Performance in Indonesia's Technology Sector Cikita Berlian Hakim; Syaefullah Syaefullah
West Science Social and Humanities Studies Vol. 4 No. 08 (2026): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v4i08.3101

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has transformed the nature of work by creating new forms of interaction between humans and intelligent systems. In the technology sector, human–AI collaboration and digital competence have become important capabilities that influence employees’ ability to innovate and achieve superior work outcomes. This study aims to examine the role of human–AI collaboration and digital competence in shaping employee creativity and work performance in the Indonesian technology sector. This research employed a quantitative approach using a survey method involving 130 employees from technology-related organizations in Indonesia. Data were collected through a structured questionnaire using a five-point Likert scale and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) with SmartPLS 3. The results indicate that human–AI collaboration has a positive and significant effect on employee creativity and work performance. Digital competence also significantly influences employee creativity and work performance. Furthermore, employee creativity demonstrates the strongest influence on work performance. These findings highlight that AI adoption alone is insufficient to improve organizational outcomes; instead, the effectiveness of AI-driven transformation depends on employees’ digital capabilities and their ability to collaborate creatively with intelligent technologies. This study contributes to the literature on digital transformation by providing empirical evidence regarding the interaction between technological capabilities and human resources in improving workplace performance.