Claim Missing Document
Check
Articles

Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Magnetit (Fe3O4) Berbasis Pasir Besi Pantai Glagah Kulon Progo dengan Metode Kopresipitasi pada Berbagai Variasi Konsentrasi NH4OH Rita Prasetyowati; Dede Widiawati; Pinaka Elda Swastika; Ariswan Ariswan; Warsono Warsono
Jurnal Sains Dasar Vol 10, No 2 (2021): October 2021
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jsd.v10i2.43043

Abstract

Sintesis dan karakterisasi nanopartikel magnetit (Fe3O4) yang berbasis pasir besi Pantai Glagah, Kulon Progo telah berhasil dilakukan. Sintesis magnetit (Fe3O4) dilakukan dengan metode kopresipitasi pada berbagai variasi konsentrasi larutan pengendap NH4OH (10%, 15%, 20%, dan 25%).  Karakterisasi XRD, SEM EDS, dan VSM dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi larutan pengendap NH4OH terhadap struktur mikro dan sifat kemagnetan bahan magnetit (Fe3O4). Berdasarkan hasil XRD, variasi konsentrasi larutan pengendap NH4OH tidak mempengaruhi nilai parameter kisi dan struktur kristal sampel Fe3O4 yang terbentuk, tetapi mempengaruhi ukuran kristal yang terbentuk. Hasil SEM EDS menunjukkan bahwa struktur morfologi permukaan sampel 2 (Fe3O4 dengan konsentrasi larutan pengendap NH4OH 15%) cukup homogen serta memiliki komposisi kimia bahan yang terdiri dari Fe sebanyak 49,33%, O sebanyak 27,90% dan sisanya merupakan unsur pengotor. Hasil VSM menunjukkan bahwa sampel 2 (NH4OH 15%) memiliki magnetisasi saturasi (Ms) = 25,7 emu/g, magnetisasi remanen (Mr) = 0,06 emu/g, dan medan koersivitas (Hc) = 0,023 T. Sedangkan sampel 4 (NH4OH 25%) memiliki nilai magnetisasi saturasi (Ms) = 23,6 emu/g, magnetisasi remanen (Mr) = 2,02 emu/g, dan medan koersivitas (Hc) = 0,019 T. Kedua sampel tersebut tergolong soft magnetic material.
THE STRUCTURE AND CHEMICAL COMPOSITION OF SEMICONDUCTOR MATERIAL Sn(Se0,2S0.8) THIN FILM PREPARED USING EVAPORATION METHOD FOR SOLAR CELL APPLICATION Joko Utomo Utomo; Ariswan Ariswan
Jurnal Sains Dasar Vol 4, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.37 KB) | DOI: 10.21831/jsd.v4i2.9102

Abstract

This research aims to grow a thin film Sn(Se0.2S0.8) by evaporation method. The researcher can understand the effect of spacer variations towards the crystal structure, lattice parameter, surface morphology, and chemical composition of Sn(Se0,2S0,8) thin film. The process of Sn(Se0.2S0.8) thin film preparation was done by using the evaporation method with pressure about 2 x 10-5 mbar. The process of Sn(Se0.2S0.8) thin film deposition was performed by giving some space between the substrate and the source i.e. 25 cm, 15 cm, and 10 cm. Characterization process was performed by using X-ray Diffraction (XRD) to determine the structure and parameter of thin film, Scanning Electron Microscopy  (SEM) to determine the thin film of surface morphology, and Energy Dispersive Analysis X-Ray (EDAX)  to determine the chemical composition of the thin film. The result of XRD characterization show that the Sn(Se0.2S0.8) thin film was  polycrystalline and it has an orthorombic crystal structure, with the lattice parameter  were sample 1 (spacer 25 cm): a = 4.306 Å, b = 11.30 Å, c = 4.139 Å; sample 2 (spacer 15 cm): a = 4.286 Å, b = 11.18 Å, c = 4.123 Å; sample 3 (spacer 10 cm): a = 4.301 Å, b = 11.30 Å, c = 4.143 Å. The result of SEM characterization in the sample 2 of Sn(Se0.2S0.8) showed that the surface morphology of the sample consisted of homogeneous oval shaped grains, with the diameter size of crystal grains on the surface about 0.3 μm – 0.5 μm. The result of EDAX analysis showed that comparison of percentage of chemical composition thin film Sn(Se0.2S0.8) was 1 : 0.11 : 0.79. Keywords: evaporation method, semiconductor Sn(Se0.2S0.8), solar cell, material characteristics
Pembelajaran fisika dengan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains Yuliana Subekti; Ariswan Ariswan
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol 2, No 2: October 2016
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.114 KB) | DOI: 10.21831/jipi.v2i2.6278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar aspek kognitif dan keterampilan proses sains ditinjau dari kemampuan awal fisika siswa dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing melalui metode eksperimen. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 9 Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 yaitu 192 siswa. Sampel dipilih sebanyak dua kelas dengan menggunakan teknik cluster randomized sampling yaitu 64 siswa. Aspek keterampilan proses sains yang diteliti yaitu pengamatan, pelaksanaan penelitian, pengkomunikasian, peramalan dan penyimpulan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji MANCOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan hasil belajar fisika aspek kognitif dan keterampilan proses sains ditinjau dari kemampuan awal fisika pada siswa kelas X di SMA Negeri 9 Yogyakarta dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing melalui metode eksperimen.Kata Kunci: model pembelajaran inkuiri terbimbing, metode eksperimen, keterampilan proses sains, hasil belajar aspek kognitif. The Physics Learning with Experimental Methods to Increase Cognitive Aspects of Learning Outcomes and Science Process Skills AbstractThis study aims to investigate whether there is an increase of the cognitive aspects of learning outcomes and science process skills in terms of the first physics ablility with guided inquiry learning model through the experimental method. This type of research is quasi experimental research. The study population was all students of class X in SMA N 9 Yogyakarta in the second semester of 2014/2015 academic year as many as 192 students. The samples were as many as two classes using cluster randomized sampling technique  were 64 students. The aspects of the science process skills were constructing observations, conducting research, communicating, predicting and making inferences. The data were analyzed using MANCOVA with the significance level of 0.05. The results of the study show that there is a significant increase of the cognitive aspect of physics learning outcomes and science process skills in terms of the firts physics ability of the class X students in SMA N 9 Yogyakarta with guided inquiry learning model through the experimental methods.Keywords: guided inquiry learning model, experimental method, science process skills, cognitive aspects of learning outcomes
Pengembangan perangkat pembelajaran fisika problem based learning melalui kegiatan fieldtrip pada materi energi Hatta Yarid; Ariswan Ariswan
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol 2, No 1: April 2016
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipi.v2i1.8374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan perangkat pembelajaran fisika model problem based learning melalui kegiatan fieldtrip yang layak, (2) mengidentifikasi hasil belajar fisika berupa aspek kognitif, minat belajar, dan berpikir kreatif. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Validasi dilakukan oleh dua dosen ahli dan uji keterbacaan diujicobakan pada peserta didik. Subjek coba dilakukan pada kelas XI SMA sebanyak 30 peserta didik. Instrumen pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, angket, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis isi dan analisis deskriptif presentase. Kesimpulan penelitian adalah: (1) perangkat pembelajaran fisika dinyatakan layak dengan kriteria baik, (2) hasil belajar pada aspek kognitif diperoleh rata-rata kelas eksperimen sebesar 62,93, dan rata-rata kelas kontrol sebesar 57,20. Hasil minat belajar peserta didik, pada kelas eksperimen memiliki rata-rata sebesar 67,50, dan pada kelas kontrol memiliki rata-rata sebesar 65,65. Sedangkan hasil belajar berpikir kreatif peserta didik diperoleh rata-rata kelas eksperimen sebesar 74,91, dan rata-rata kelas kontrol sebesar 65,56.Kata Kunci: model problem based learning, fieldtrip, hasil belajar, kognitif, minat belajar, berpikir kreatif, perangkat pembelajaran fisika. A Problem Based Learning Model in Physics Learning Equipment Development Through a Fieldtrip Activity in Energy Material AbstractThis research was aimed to: (1) yield a learning-based problem model of physics learning equipment through a feasible fieldtrip, (2) identify physics learning results in the forms of cognitive aspect, learning interest and learner creative thinking from physics learning implementation with a problem-based learning model through a fieldtrip activity.This was a research and development research. The validation towards learning equipment was conducted by two expert lecturers and learning equipment readable was experimented to the learners. The experimented subject was conducted in XI Senior High School grade numbered 30 learners. Data gathering instrument used  interview guide, questionnaire and observation. Data analysis was conducted by a content analysis and percentage descriptive analysis. It could be concluded that: (1) physics learning equipment was declared feasible with good criteria, (2) learning results in cognitive aspect in the experimental class obtained average of 62.93 and controlled class average of 57.20. The results of learners learning interest in the experimental class had an average of 67.50 and controlled class average was 65.56. While learning result of learner creative thinking was obtained experimental class average of 74.91 and controlled class average of 65.56. Keywords: problem-based learning model, fieldtrip, learning results, cognitive, learning interest, creative thinking, physics learning equipment
Pengembangan dan Validasi Instrumen Tes untuk Mengukur Keterampilan Menyelesaikan Masalah Peserta Didik SMA pada Pelajaran Fisika rahmi putri z; R Sari; Jumadi Jumadi; Ariswan Ariswan
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 11, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v11i1.3993

Abstract

Abstrak: Keterampilan menyelesaikan masalah adalah salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh peserta didik untuk dapat melanjutkankan ke pendidikan yang lebih tinggi dan kebutuhan dimasa mendatang. Adapun instrumen penilaian yang baik diperlukan guru untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dicapai peserta didik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan instrumen penilaian yang valid digunakan untuk mengukur keterampilan menyelesaikan masalah peserta didik fisika berdasarkan para ahli dan uji empiris. Jenis penelitian merupakan penelitian R & D dengan pendekatan 4D. Penelitian ini menggunakan 7 orang validator dan subjek uji empiris terdiri atas 200 orang peserta didik kelas XI SMA. Data dikumpulkan dengan lembar validasi dan instrumen penilaian. Data hasil validasi ahli di analisis menggunakan V’Aiken, dan data uji empiris di analisis menggunakan teori respon butir. Adapun hasil penelitian menjelaskan bahwa instrumen penilaian yang dikembangkan telah valid menurut para ahli dengan nilai validasi antara 0,93 sampai 1. Adapun berdasarkan uji empiris didapatkan dari 15 butir pertanyaan tes terdapat 2 butir pertanyaan yang tidak valid dan harus dibuang. Nilai reliabilitas berdasarkan uji empiris adalah 0,83 berada pada kategori tinggi yang menunjukkan instrumen dapat digunakan. Kata Kunci: Pengembangan dan Validasi, Instrumen Penilaian, Keterampilan Menyelesaikan MasalahAbstract: Problem solving skills are one of the important skills that students need to have to be able to continue to higher education and needs in the future. The good assessment instrument is needed by the teacher to determine the level of knowledge and skills achieved by the students. The purpose of this study is to produce a valid assessment instrument used to measure problem solving skills of physics students based on experts and empirical tests. This type of research is an R & D study with a 4D approach. This study uses 7 validators and empirical test subjects consisting of 200 students of class XI senior high school. Data is collected with validation sheets and assessment instruments. The data from expert validation were analyzed using V’Aiken, and empirical test data was analyzed using item response theory. The results of the study explain that the assessment instruments developed have been valid according to experts with validation values between 0.93 to 1. As for the empirical tests obtained from 15 test questions there are 2 items that are invalid and must be discarded. The reliability value based on the empirical test is0.83 in the high category which shows the instrument can be used.Keywords: Developing and Validation, Instrument Test, Problem Solving Skills
Effect of V Dopant on Physicochemical Properties of Vanadium-Doped Anatase Synthesized via Simple Reflux Technique Hari Sutrisno; Ariswan Ariswan; Dyah Purwaningsih
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol. 48 No. 1 (2016)
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.math.fund.sci.2016.48.1.8

Abstract

Mesoporous pure TiO2 (M-TiO2) and mesoporous-vanadium-doped TiO2 (M-V-doped TiO2) were successfully synthesized via a facile and simple reflux technique. The purpose of this research was to study the effect of vanadium dopant on the physicochemical properties of all materials obtained. Characterization of the prepared materials was carried out using X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscopy-energy dispersive X-ray spectroscopy (SEM-EDS) and N2-adsorption-desorption analysis. The presence of Ti and O elements in M-TiO2 and of Ti, V and O elements in M-V doped TiO2 could be detected by SEM-EDS, while the patterns of X-ray diffraction of all the prepared samples had a well-crystalline surface of anatase type. All mesoporous vanadium-doped TiO2 (M-V-doped TiO2) materials performed in a highly transparent mode in the visible region at 554 nm (Eg = 2.24 eV) and 588 nm (Eg = 2.12 eV) for 3.3 and 4.9 wt% V doped TiO2, respectively. The Rietveld refinement method was applied to extract the structural parameters of the M-TiO2 and M-V-doped TiO2 using the Fullprof program in the WinPlotr package. The prepared materials were refined in the crystal system and space group of anatase (tetragonal, I41/amd (141)). The vanadium ion was successfully doped into TiO2. The isotherm type of M-TiO2 and 2.3 wt% V doped TiO2 were of type IV, with a profile of type H2 hysteresis loops, while the 3.3 and 4.9 wt% vanadium-doped TiO2 reflected isotherm type III. The Brunauer-Emmett-Teller (BET) results showed a significant reduction in surface area due to increased concentrations of vanadium. The highest values of BET-specific surface area, pore volume and average pore size of M-TiO2 were 46 m2/g, 18.45 nm and 0.2572 cm3/g respectively.
STRUKTUR KRISTAL DAN KOMPOSISI KIMIA SEMIKONDUKTOR CD(SE0,6TE0,4) HASIL PREPARASI DENGAN METODE BRIDGMAN Rizalul Fiqry; Ariswan Ariswan; Heru Kuswanto
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 2 No 1 (2017): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 2 Nomor 1, April 2017
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.189 KB) | DOI: 10.21009/SPEKTRA.021.11

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penumbuhan kristal bahan semikonduktor Cd(Se0,6Te0,4) dengan metode Bridgman. Penelitian ini bertujuan mengetahui komposisi kimia, parameter kisi, struktur kristal dan morfologi kristal bahan semikonduktor Cd(Se0,6Te0,4). Pemanasan tahap pertama dari suhu 27°C>200°C>250°C>300°C masing-masing 1 jam, 400°C (2 jam), lalu furnace dimatikan hingga 27 °C (2,25 jam). Tahap kedua dilakukan16 jam kemudian, dimulai dari suhu 27°C>200°C>300°C masingmasing 30 menit, ke 400°C dan 500°C masing-masing 1 jam, 600°C (2 jam), furnace dimatikan hingga 27°C. Penelitian menggunakan 4 sampel, melalui kerakterisasi XRD dan penghitungan parameter kisi menggunakan metode analitik dipilih sampel 4 (Cd=0,362 gram, Se=0,858 gram dan Te=0,390 gram) untuk diuji karakterisasi menggunakan EDAX dan SEM. Hasil karakterisasi XRD sampel 4 menunjukkan telah terbentuk fase Cd(Se0,6Te0,4) terkristalisasi dalam struktur heksagonal, dengan parameter kisi a=b=4,2941Ǻ dan c=6,9975Ǻ. Setelah dilakukan analisis SEM dan EDAX menunjukkan massif yang dihasilkan cukup homogen dengan perbandingan mol Cd:Se:Te=1:0.70:0.40. Kata-kata kunci: Metode Bridgman, Struktur Kristal, Komposisi Kimia, Morfologi Permukaan Cd(Se0,6Te0,4) Abstract Has made crystal growing a semiconductor material Cd (Se0,6Te0,4) with Bridgman method. This study aims to determine the chemical composition, lattice parameters, crystal structure and morphology of crystalline semiconductor material Cd (Se0,6Te0,4). The first stage of the heating temperature of 27 ° C> 200 ° C> 250 ° C> 300 ° C respectively 1 hour, 400 ° C (2 hours), then the furnace was turned off to 27 ° C (2.25 hours). The second phase dilakukan16 hours later, starting from a temperature of 27 ° C> 200 ° C> 300 ° C each for 30 minutes, to 400 ° C and 500 ° C respectively 1 hour, 600 ° C (2 hours), the furnace was turned off up to 27 ° C.The study used four samples, through kerakterisasi XRD and calculation of lattice parameters using the analytical method selected sample 4 (Cd = 0.362 gram, Se and Te = 0.858 grams = 0.390 gram) to be tested using EDAX and SEM characterization. XRD characterization results have formed the sample 4 shows the phase Cd (Se0,6Te0,4) crystallizes in a hexagonal structure with lattice parameters a = b = c = 4,2941Ǻ and 6,9975Ǻ. After the analysis of SEM and EDAX showed massif produced quite homogenous with the mole ratio of Cd: Se: Te = 1: 0.70: 12:40. Keywords: Bridgman method, crystal structure, chemical composition, surface morphology of Cd(Se0,6Te0,4)
Qualitative and Quantitative Phase-Analysis of Undoped Titanium Dioxide and Chromium Doped Titanium Dioxide from Powder X-Ray Diffraction Data Hari Sutrisno; Ariswan Ariswan; Dyah Purwaningsih
Indonesian Journal of Chemistry Vol 18, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.432 KB) | DOI: 10.22146/ijc.28892

Abstract

Undoped titanium dioxide (TiO2) and a series of chromium(III) doped TiO2 (Cr-doped TiOfig. 12) with various %wt Cr atom were prepared by a reflux technique. The undoped TiO2 and Cr-doped TiO2 of 1.1, 3.9, 4.4 %wt Cr atom have been successfully analyzed both qualitative and quantitative analysis of powder X-ray diffraction (XRD) data. The qualitative analysis was carried out with the identification of phases in all samples by comparison with Crystallography Open Database (COD) and International Centre for Diffraction Data (ICDD), while the quantitative phase analysis was calculated by reference intensity ratio (RIR) and whole-pattern fitting (Rietveld analysis) methods. The undoped TiO2 consist of three phases: anatase, rutile, and brookite. In the 1.1 %wt Cr-doped TiO2 are detected presenting two phases: anatase (major) and rutile (minor). In the 3.9 %wt Cr-doped TiO2 andin the 4.4 %wt Cr-doped TiO2 consist of anatase as major phase, while CrO2 and TiO2-II phases can be detected as minor phases. The undoped TiO2 was refined in the phase, crystal system and space group of anatase (tetragonal, I41/amd), rutile (tetragonal, P42/mnm) and brookite (orthorhombic, Pbca), while the 1.1 %wt Cr-doped TiO2 was refined based on anatase (tetragonal, I41/amd), rutile (tetragonal, P42/mnm). Finally, in the 3.9 %wt Cr-doped TiO2 and 4.4 %wt Cr-doped TiO2,respectively were refined in the crystal system and space group of anatase (tetragonal, I41/amd).
PELATIHAN PRAKTIKUM IPA SD BAGI GURU-GURU SD YANG BUKAN MEMILIKI LATAR BELAKANG IPA DI KABUPATEN BANTUL R. Yosi Aprian Sari; Denny Darmawan; Warsono Warsono; Ariswan Ariswan
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.271 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v1i1.12975

Abstract

Permasalahan pendidikan di Indonesia khususnya di Kabupaten Bantul salah satunya adalah kurang meratanya penyebaran guru-guru khususnya pada keahlian tertentu, misalkan guru IPA. Di satu sisi, ada tuntutan keprofesional guru-guru artinya guru adalah faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran yang berkualitas, sehingga berhasil tidaknya pendidikan mencapai tujuan selalu dihubungkan dengan kiprah para guru. Oleh karena itu, usaha-usaha yang dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan hendaknya dimulai dari peningkatan kualitas guru. Guru yang berkualitas diantaranya adalah mengetahui dan mengerti peran dan fungsinya dalam proses pembelajaran. Tapi disisi lain, guru dituntut untuk mengerti dan memahami sesuatu yang bukan latar belakangnya. Ironis memang ...Salah satu solusi terkait dengan permasalahan di atas, walaupun bukan solusi yang terbaik adalah memberikan pelatihan berupa praktikum IPA bagi guru-guru SD yang tidak memiliki latar belakang IPA. Bentuk praktikum ini menyesuaikan dengan jenis percobaan yang ada di SD, yaitu sederhana dan bisa dilakukan oleh siswa sendiri. Selain  Ada 8 jenis percobaan yang dilakukan, 6 diantaranya bersesuaian dengan materi IPA SD dan sisanya cenderung bersifat edutainment berbasis pemanfaatan limbah.Evaluasi yang dilakukan selama kegiatan PPM ini terdiri dari 2 bentuk, yaitu evaluasi kinerja yang dilakukan oleh tim PPM dan evaluasi berupa kuisioner yang diisi oleh peserta guru-guru. Dari evaluasi kinerja, peserta yang guru-guru SD sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan rata-rata nilai aktivitas 83,3 masuk dalam kategori baik. Sedangkan dari kuisioner yang diberikan oleh guru-guru, pelatihan sejenis sangat diperlukan untuk menambah pengalaman dan pengetahuan khususnya praktikum IPAKata kunci: pelatihan praktikum IPA, proses pembelajaran IPA
Pelatihan pembuatan sabun cuci tangan dari ekstrak daun jambu air dan nanopartikel perak bagi masyarakat Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman Ariswan Ariswan; Rita Prasetyowati; Warsono Warsono; Suparno Suparno; Fika Fauzi; Wipsar Sunu Brams Dwandaru
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2021): Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.42 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v5i1.39911

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk melatih masyarakat Widodomartani, Ngemplak, Sleman untuk membuat sabun cuci tangan dengan bahan ekstrak daun jambu air dan nanopartikel perak. Kegiatan PPM ini juga memberikan pendampingan pemberdayaan masyarakat desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman agar dapat meningkatkan keterampilan membuat sabun cuci tangan. Tim PPM melaksanakan pelatihan yang meliputi dua kegiatan yaitu, 1) pemaparan materi tentang manfaat membuat sabun cuci tangan dan teknologi pembuatan sabun cuci tangan; pelatihan membuat sabun cuci tangan dari ekstrak daun jambu air dan nanopartikel perak; dan 2) pendampingan pembuatan sabun cuci tangan kepada masyarakat desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Hasil yang dicapai dari kegiatan PPM ini adalah peserta PPM dari masyarakat desa Widodomartani, Sleman memperoleh bekal tentang langkah-langkah konkret pembuatan sabun cuci tangan dari ekstrak daun jambu air dan nanopartikel perak dan pendampingan dalam praktek pembuatan sabun cuci tangan tersebut. Sehingga masyarakat tersebut dapat memaksimalkan pemanfaatan daun jambu air dan nanopartikel perak guna memproduksi sabun cuci tangan. Kata Kunci: sabun cuci tangan, ekstrak daun jambu air, nanopartikel perak
Co-Authors abdul mafahir iim Abna Hidayati Abu Yazid Raisal Ade Yeti Nuryantini Anggraeni Kumala Dewi Anisha Nurcahyati Anissa Dyah Auliasari Aprilia Mayang Sari Arifin, I Aris, Muhammad Aris Asri Widowati A’yun, Dian Rifatul Baehaqi Bernathasari, Tesalonika Bian Itsna Ashfa Al Ashfiya Dede Widiawati Denny Darmawan Depi Oktasari Edi Istiyono Erda Harum Saputri Farida Hardheyanti Fika Fauzi Fiqry, Rizalul Gusril Gusril Hari Sutrisno Hatta Yarid Heru Kuswanto Hilma Eka Masitoh Hutauruk, Novri Elisabeth Iin Astarinugrahini Ilma, Arina Zaida Insih Wilujeng Jimmy Copriady Joko Utomo Utomo Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi, J Kuswanto, H Laila Katriani Mahmudah Setianingrum Marataon Ritonga Mega Sukma Miyaqi, Iqlides Ahmad Muniroh, Jaridatul Muri Yusuf Nggadas, Drikben Eka Putra Nur Arviyanto Himawan Nur Hidayat Nuril Hidayati Pinaka Elda Swastika Pratiwi, Ficha Aulia Indah Pratiwi, Septania Purwaningsih , Dyah Putri, R Z R Sari R. Yossi Aprian Sari rahmi putri z Rahmi Putri Z Ratnasari Ratnasari Retno Arianingrum Rida Siti NM Rita Prasetyowat Rita Prasetyowati Rizky Purnama Rusdinal Rusdinal Sardila Ayu Ihwani Sari, Aprilia Mayang Septia Mahen, Ea Cahya Siti Khoirunisa' St. Afifah Suparno Suparno sutjitno tjipto Sya'amzuri Hidayat Syifa Nurfalah Tiana Azmi Alawiyah Vina Hentri Tunita Ningrum Wahyu Lestari Warsono Warsono Warsono Warsono Warsono Warsono Wida Afosma Widiya Amanda Wipsar Sunu Brams Dwandaru Yanuar Hamzah Yosi Aprian Sari Yuliana Subekti Zainal Arifin Zakwandi, Rizki