p-Index From 2021 - 2026
9.663
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Desain Didaktis Bahan Ajar Aljabar untuk Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Berdasarkan Kurikulum Merdeka Via Khoirun Nisa; Dindin Abdul Muiz Lidinillah; Ika Fitri Apriani
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2694

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya temuan learning obstacle yang dialami peserta didik pada pembelajaran Aljabar. Hal ini diketahui berdasarkan hasil soal tes yang dilakukan pada saat studi pendahuluan. Maka, disusunlah sebuah desain didaktis bahan ajar Aljabar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan desain didaktis dan implementasinya pada pembelajaran Aljabar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Didactical Design Research (DDR) model Suryadi yang terdiri dari tiga tahap penelitian, yakni prospective analysis berupa Desain Didaktis Hipotesis termasuk ADP (Analisis Didaktis Pedagogis), analisis metapedadidaktis, dan retrospective analysis, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa proses triangulasi, yakni dengan menyatukan hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V sekolah dasar. Berdasarkan hasil penelitian, melalui penerapan desain didaktis yang dilakukan pada siklus 1 dan 2 dapat meminimalisir learning obstacle yang dialami peserta didik pada pembelajaran Aljabar. Hal ini ditunjukkan dari respon peserta didik pada penilaian diri, hasil pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta wawancara terhadap guru. Melalui adanya desain didaktis, guru dapat memprediksi dan mengantisipasi kesulitan peserta didik saat pembelajaran.
Using Augmented Reality for Geometry Learning: Indonesian Elementary School Teachers' Experiences Asep Nuryadin; Karlimah Karlimah; Dindin Abdul Muiz Lidinillah; Ika Fitri Apriani; Irni Rachmawati Putri; Lilis Susilawati; Ginna Islamiati; Dede Nurhidayah
Jurnal Pendidikan Sains Vol 11, No 1: March 2023
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to discover Indonesian elementary school teachers' experiences (n = 257) of using Augmented Reality (AR) for learning, especially related to one of the topics in mathematics learning, namely, geometry. AR is considered to be an alternative instructional media that can be utilized for teaching geometry, including the topic of three-dimensional shapes. A questionnaire consisting of both close-ended and open-ended questions was used to collect data in this study. This study has successfully revealed teachers' use of digital instructional media during the COVID-19 pandemic, their familiarity with AR, frequency of AR use for geometry learning, and challenges in using it. DOI: 10.17977/jps.v11i12023p001
Analysis of the Role of Parents Role in Home Numeracy Gina Anggraini; Dindin Abdul Muiz Lidinillah; Ika Fitri Apriani
AlphaMath : Journal of Mathematics Education Alphamath: Vol. 9, No. 2, November 2023
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/alphamath.v9i2.18346

Abstract

The purpose of this study is to find out how the activities and roles of parents towards numeracy learning at home are reviewed based on parents with different types of jobs. The research method used is descriptive qualitative research. Data was collected using a questionnaire guideline which includes counting activities at home done with the mother, interview guidelines as clarifying material from the questionnaire which contains counting activities done with the mother and the media used. The results showed the role of (1) parents who work as entrepreneurs have played a good and compact role in providing facilities that support counting activities at home, (2) parents who work as self-employed are quite good at providing facilities for counting activities at home, this is because parents are less compact and less involved in the process of children learning to count at home, (3) while parents who work as teachers have played a very good role in providing facilities for counting activities at home, and always provide motivation. This shows that parents' awareness is an important point in teaching counting at home.
Obstacle to Learning Algebra in Elementary Schools Eza Fauziah; Dindin Abdul Muiz Lidinillah; Ika Fitri Apriani
AlphaMath : Journal of Mathematics Education Alphamath: Vol. 9, No. 2, November 2023
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/alphamath.v9i2.18612

Abstract

This research is based on the results of a preliminary study which identified students' learning barriers in algebraic multiplication and division material in elementary schools. Students do not fully understand the concept of algebraic multiplication and division due to learning obstacles related to limited didactic designs made by teachers. Learning obstacles experienced by students must be anticipated through a learning process that is able to overcome these problems. The researcher developed a didactic learning design using a Realistic Mathematics Education (PMR) approach. The aim of this research is to determine the learning obstacles experienced by students, develop didactical designs for algebraic multiplication and division, describe, test, and describe the designs that have been created. The research method used in this research is Didactical Design Research (DDR). This method consists of three stages, namely didactic situation analysis before learning in the form of Hypothetical Learning Trajectory (HLT) and Pedagogical Didactic Anticipation (ADP), metapedadidactic analysis and retrospective analysis. The data collection technique used is triangulation which combines observation, interviews and documentation. The design development process was carried out in class V with a total of 18 students, and the preliminary study stage was carried out in class IV at SDN 1 Sukamanah with a total of 22 students, and class IV at SDN Sukamulya with a total of 16 students. This research produces data regarding student barriers to multiplication and division material, didactical design in the form of teaching materials, student worksheets (LKPD), to minimize students' learning barriers to multiplication and division material in algebra.
Analisis Penggunaan Media Pembelajaran pada Materi Pecahan Senilai di Kelas IV Sekolah Dasar Ma'iswati Hani; Karlimah; Ika Fitri Apriani
Syntax Idea 1355-1372
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i3.3109

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemajuan teknologi pada abad ke-21 yang memiliki dampak signifikan di berbagai bidang, salah satunya bidang Pendidikan, khususnya pada proses pembelajaran. Pada proses pembelajaran diperlukan penyesuaian dengan perkembangan teknologi saat ini agar pendidikan tetap relevan dan efektif dalam mempersiapkan kompetensi generasi saat ini dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, salah satunya pada media pembelajaran yang digunakan. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media pembelajaran matematika pada materi pecahan senilai di kelas IV sekolah dasar. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran matematika materi pecahan senilai di kelas IV sekolah dasar, masih bersifat konvensional. Hal tersebut menyebabkan interaksi banyak didominasi oleh guru atau pembelajaran masih bersifat satu arah dari guru ke siswa. Guru mengharapkan dapat dilakukannya pengembangan media pembelajaran yang lebih inovatif dan memanfaatkan teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan abad ke-21. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya variasi media pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif guna meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran atau proses konstruksi pengetahuannya.
SPADE: Geometry Learning Model within Elementary School Epon Nur'aeni; Oyon Haki Pranata; Muhammad Rijal Wahid Muharram; Ika Fitri Apriani
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 2 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: December 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i2.29433

Abstract

This research was initiated by a problem in learning geometry in primary schools, namely the use of learning models that tend to be monotonous and less attractive to students. In addition, the research is based on efforts to preserve existing cultures in Indonesia, especially those from Kampung Naga, Tasikmalaya, West Java Province. Kampung Naga is an area that still maintains traditional life and cultural wealth. Based on these conditions, research was carried out to solve problems through the development of the SPADE as a geometry learning model in elementary schools. SPADE stands for five activities, namely singing, playing, analyzing, discussing, and evaluating.Research development model by Plomp was used on this project. The research was conducted for three years and involved lecturers, students, teachers, and primary school students in Tasikmalaya City, West Java Province. The research instruments used were observation sheets, interview guidelines, learning assessment sheets, learning implementation videos, questionnaires, and field notes. The data were analyzed interactively with the following activities: 1) data reduction; 2) data presentations; 3) data verification. The research finds that SPADE is relevant as a learning model and got a positive response to be implemented in primary school. The SPADE learning model is expected to be implemented in a broader scope.
Analisis kemampuan disposisi matematis peserta didik kelas IV pada materi KPK dan FPB di sekolah dasar Wulan Ajeng Lestari; Karlimah Karlimah; Ika Fitri Apriani
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 6 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i6.18839

Abstract

Disposisi matematis sangatlah menunjang keberhasilan belajar matematika. Peserta didik memerlukan disposisi matematis untuk menghadapi masalah, memupuk tanggung jawab dalam belajar, dan mengembangkan kebiasaan kerja yang baik. Namun kenyataannya, peserta didik belum sepenuhnya menerapkan disposisi matematisnya dalam pembelajaran matematika, hal tersebut dikarenakan tidak adanya keinginan dari peserta didik sendiri, dan kurangnya perhatian dari guru di sekolah. Dari masalah tersebut, peneliti menganalisis disposisi matematis peserta didik di kelas IV pada materi KPK dan FPB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti antara lain observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan disposisi matematis peserta didik kelas IV pada materi KPK dan FPB di sekolah dasar sudah cukup telihat walaupun terdapat peserta didik yang belum menanamkan dan memperlihatkan sikap positifnya dalam materi KPK dan FPB. Dari kelima aspek disposisi matematis yang sudah dipaparkan, aspek rasa ingin tahu yang paling banyak terlihat dari diri peserta didik dan yang belum muncul/terlihat yaitu aspek prasa percaya diri. Untuk pemerolehan presentasenya antara lain (1) Aspek rasa percaya diri presentasenya 48,7%, (b) Aspek fleksibel presentasenya 49,6%, (c) Aspek tekun presentasenya 61,2%, (d) Aspek rasa ingin tahu presentasenya 77,6%, dan (e) Aspek berbagi dengan orang lain presentasenya 76,1%. Selanjutnya terkait perbedaan antara level kognitif peserta didik kelas IV dalam mata pelajaran lain dengan mata pelajaran matematika materi KPK dan FPB memiliki sedikit perbedaan dan berada dalam level sedang. 
Model pembelajaran SPADE sebagai solusi peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi geometri di sekolah dasar Adinda Novita Andhini; Karlimah karlimah; Ika Fitri Apriani
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 6 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i6.18996

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik pada pelajaran mateatika khususnya materi geometri merupakan salah satu indikator masalah pembelajaran. Ketika seorang peserta didik tidak memenuhi standar pencapaian tertentu dalam tujuan pembelajarannya, maka peserta didik tersebut dianggap memiliki masalah belajar. Model pembelajaran SPADE sebagai model inovasi dinilai mampu memberikan nuansa baru dalam proses pembelajaran matematika karena dianggap mampu memberikan pembelajaran yang jauh lebih mudah untuk dipahami oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur terkait dengan model pembelajaran SPADE terhadap hasil belajar peserta didik pada maeri geometri di Sekolah Dasar. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis dengan mendokumentasikan semua artikel yang relevan dengan penelitian ini. Hasil yang diperoleh menunjukan 5 studi yang membahas mengenai model pembelajaran SPADE dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran SPADE. Berdasarkan hasil studi literatur riview dapat diambil kesimpulan model pembelajaran SPADE mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan. Dengan penggunaan model pembelajaran SPADE akan membantu peserta didik dalam memperjelas pemahaman mengenai suatu konsep matematika yang diajarkan. Melalui pembelajaran menggunakan model pembelajaran SPADE, akan terwujudnya lingkungan belajar yan menyenangkan. Dengan begitu, peserta didik akan mengikuti pembelajaran dengan baik dan akan berdampak pada peningkatan pemahaman peserta didik terkait materi yang disampaikan dan hasil belajar yang akan diperoleh oleh peserta didik.
Pengaruh media cup perkalian (CUPPER) terhadap kemampuan fakta dasar kali siswa kelas II SD Desi Lisnawati; Karlimah Karlimah; Ika Fitri Apriani
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i2.19256

Abstract

Pembelajaran matematika memiliki konsep ataupun topik yang saling berkaitan satu sama lain, dimana hal tersebut sebagai dasar untuk dapat menguasai konsep ataupun topik selanjutnya. Akan tetapi, pembelajaran matematika terutama pada materi perkalian dianggap oleh sebagian siswa merupakan pembelajaran yang sulit dan membosankan. Hal ini juga terlihat bahwa siswa belum menguasai konsep atau topik ini, sehingga pembelajaran matematika pada materi perkalian belum dapat terlaksana seperti yang diharapkan. Dalam hal ini perlu adanya upaya untuk meningkatkan mutu pelajaran pada materi perkalian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan media cup perkalian. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan media cup perkalian terhadap kemampuan fakta dasar kali siswa kelas II SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experimental dengan desain menggunakan nonequivalent control group design. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan media cup perkalian lebih besar daripada siswa yang tidak menggunakan media cup perkalian. Hal tersebut dapat dibutikan pada kelas eksperimen nilai rata-rata pretest 52,17 dan kelas kontrol 45,22. Untuk nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 88,70 dan kelas kontrol yaitu 71,30. Selisih nilai posttest dengan nilai pretest kelas eksperimen 36,53 dan kelas kontrol 26,08, maka dapat disimpulkan bahwa 36,53 > 26,08. 
Pengembangan media pembelajaran berbasis canva pada materi operasi hitung bilangan pecahan di kelas V Rina Lestari; Yusuf Suryana; Ika Fitri Apriani
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.19358

Abstract

Artikel ini dilatar belakangi oleh penggunaan media pembelajaran yang masih kurang dan masih sedikit pengembangan media pembelajaran dalam materi operasi hitung pecahan di kelas V sekolah dasar khususnya pada operasi hitung pecahan berpenyebut tidak sama. Oleh karena itu, peneliti merancang dan mengembangkan media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi canva yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis canva pada materi operasi hitung pecahan di kelas V. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE ( Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Data dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi, dokumentasi studi, validasi para ahli, dan angket respon peserta didik saat melakukan uji coba. Hasil validasi dari para ahli mendapatkan 90,625% dari ahli materi dengan kriteria valid dan sangat layak, 75% dari ahli pedagogik dengan kriteria valid dan layak, dan 100% dari ahli media dengan kriteria valid dan sangat layak. Berdasarkan hasil validasi para ahli, media pembelajaran yang dikembangkan sudah valid dan layak digunakan. Hal ini dibuktikan dengan hasil dari angket respon peserta didik terhadap media pembelajaran melalui uji coba tahap I di SDN 3 Mangunreja mendapatkan 93,75% dengan kriteria sangat praktis dan uji coba tahap II di SDN Sambongpermai mendapatkan 88,28% dengan kriteria sangat praktis. Berdasarkan hasil dari angket respon peserta didik, media pembelajaran yang dikembangkan sangat praktis digunakan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis canva pada materi operasi hitung pecahan di kelas V valid dan sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. 
Co-Authors Adinda Novita Andhini Agnestasia Ramadhani Putri Ahmad Mulyadiprana Akhmad Nugraha Alexa Audisti Fitria Alfina Bakti P Andini, Risa Intan Anggi Novita Fitriani Asep Nuryadin Aviva Ayuningtias CHILDA CHITMANATUL AINI Cici Herawati Cipta, Febbry DANIATI GINAYANTI Darlin Adam Dede Nurhidayah Dede Rohmatin Fauziah Desi Lisnawati Desmia, Seli Devi Mutiarani Dhea Tri Agustina Dindin Abdul Muiz Lidinillah Dita Mulyani Asih Epon Nur'aeni Epon Nur'aeni Epon Nur'aeni Epon Nur'aeni Epon Nur'aeni L Epon Nur’aeni Eri Triyana Nuraeni Ernawulan Syaodih Eza Fauziah Farhan Ali Rahman Fitri Nurzakiah Fuadi Geri Syahril Sidik Gina Anggraini Ginna Islamati Ginna Islamiati Ginna Islamiati Gumilar, Pratama Hanandita, Tiara Heri Yusuf Muslihin Hurilaini, Melki Insani, Andi Mutiara Insani, Sofi Mutiara Irni Rachmawati Irni Rachmawati Putri Isni Rahmadiani Jamaludin Jamaludin Karlimah Karlimah Karlimah, Karlimah krisma natalia Kusumaningrum, Fanny L, Epon Nur’aeni Lia Musli'ah Lilis Susilawati Lilis Susilawati Lilis Susilawati Ma'iswati Hani Mardiyah, Resa Siti Maulani, Dena Mubayyanatul Haq, Rinna Muhammad Rijal Wahid Muharram Nadifah Amalia Nana Ganda NANDANG RUSMANA Neni Nuraeni Nia Ayu Kurniati Nur'aeni, Epon Nurani, Luthfi Ainun Nurkamilah, Milah Nursaadah, Wida Oyon Haki Pranata P, Alfina Bakti Popon, Popon Putri Nurul Kamila Rahma Handayani Rahma, Devia RAIDA YULIA Rani Eka Nuraeni Ratna Yuniar, Nur Fitri Respati, Resa Revina Putri Hermawan Revina Putri Hermawan Rijal Wahid Muharram Rina Lestari Rina Setiana Risa Intan Andini Risman Abdul Hakim Rita Rita, Rita Saputra, Erwin Rahayu Sekar Ayu Utami SELIN NADIA ALWINI Septi Rahmawati Shakinah, Jessy Permata Shella Nur Pratama Sri Wahyu Supriadi, Supriadi Susilawati, Lilis Syaripah, Auliya Syifa Yulianti Nurjanah Turmudi Via Khoirun Nisa Vina Rizki Lisdiana Widani Widani Widi Astuti Wijaya, Tommy Tanu Wulan Ajeng Lestari Yuliana Widi Maulita Yusuf Suryana Yusuf Suryana