Claim Missing Document
Check
Articles

PENGELOLAAN WEBSITE PEMERINTAH DESA DALAM MEWUJUDKAN E-GOVERNMENT DI DESA BEJI KABUPATEN BANYUMAS Suryoto Suryoto; Anggara Setya Saputra; Devit Bagus Indranika
PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Department of Public Administration, University Wijaykusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah tentunya memerlukan suatu sistem terpadu yang dapat meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan dalam hal pemenuhan kebutuhan informasi secara cepat dan peningkatan pelayanan publik. Di Indonesia, pemerintah saat ini menerapkan sistem pemerintahan elektronik. Suatu sistem pemerintahan yang berbasis teknologi komunikasi dikenal dengan e-government. Hanya melalui kerjasama antara semua tingkat pemerintahan dapat tercapai prinsip-prinsip good governance Indonesia. Melalui e-government, pemerintah tidak hanya memungkinkan, tetapi keterlibatan dan dukungan masyarakat juga akan berdampak pada seberapa baik tujuan good governance tercapai. Metode yang dilakukan adalam dengan sosialisasi dan pendampingan kepada Perangkat Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Hasil yang didapatkan Pemerintah khususnya Perangkat Desa Beji tanggap dan merespon dengan baik berbagai saran dan rekomendasi yang diberikan oleh tim, khususnya berkaitan dengan Upaya mewujudkan e-government di Desa Beji Kabupaten Banyumas. Kecukupan pemahaman Perangkat Desa Beji dalam upaya pengelolaan website pemerintah desa dalam mewujudkan e-government di Desa Beji Kabupaten Banyumas Terwujudnya e-government di Desa Beji Kabupaten Banyumas dalam hal pengelolaan website pemerintah desa. Peninjauan dan pendampingan lanjutan mengenai pengelolaan website pemerintah desa dalam mewujudkan e-government di Desa Beji Kabupaten Banyumas.
SOSIALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM MENURUNKAN ANGKA KEMISKINAN DAN STUNTING Devit Bagus Indranika; Suryoto; Anggara Setya Saputra; Iin Piani; Eka Kusumaningtias; Lita Ningrum Afriani
PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Department of Public Administration, University Wijaykusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poverty reduction programs are part of the overall target of development programs. Various priority issues mandated include poverty alleviation and stunting reduction. It is the duty of stakeholders in villages and regions to carry out innovations with the aim of the success of the national program. The purpose of writing this service article is to provide a reference to stakeholders to produce a community empowerment program to reduce poverty and stunting rates in Banyumas Regency. The method was carried out using focus group discussion techniques. The results show that community empowerment in the context of poverty alleviation and handling stunting in Banyumas Regency is important. The importance of implementing poverty alleviation in villages is very large. Village Funds are used for basic infrastructure development and village community empowerment, which is an important step in reducing poverty in rural areas. Poverty alleviation strategies through community empowerment programs are also considered important, because they can increase the income and quality of life of village communities. In addition, efforts to eradicate village poverty are considered a priority to create a just and prosperous society. Studies also show that the effectiveness of Village Funds contributes to poverty alleviation and improving development performance in rural areas. Therefore, implementing poverty alleviation in villages has a significant impact in improving the welfare of rural communities. Regularly evaluating poverty alleviation programs is important to ensure their effectiveness and efficiency.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PROSES KOLABORASI PENGEMBANGAN UMKM DI KABUPATEN BANYUMAS Devit Bagus Indranika; Anggara Setya Saputra; Suryoto Suryoto; Sartono Sartono; Nidya Ayu Wulandari Ramdan
PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): PARADIGMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Department of Public Administration, University Wijaykusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah dan nasional, termasuk di Kabupaten Banyumas. Namun, tantangan seperti keterbatasan modal, akses pasar, serta rendahnya adopsi teknologi masih menjadi hambatan utama dalam pengembangannya. Program sosialisasi dan pendampingan kolaboratif menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kapasitas UMKM melalui pemahaman strategi bisnis, pemasaran digital, dan penguatan jaringan kemitraan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini mencakup sosialisasi dalam forum diskusi dan pendampingan berbasis kebutuhan spesifik usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemerintah daerah merespons positif rekomendasi pengembangan UMKM dengan kebijakan yang mendukung, akses pembiayaan yang lebih fleksibel, serta pelatihan dan digitalisasi UMKM. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan komunitas UMKM terbukti menjadi faktor kunci dalam mempercepat pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan. Dengan adanya sinergi yang erat, UMKM di Kabupaten Banyumas dapat lebih kompetitif dan berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
DINAMIKA KEBIJAKAN PUBLIK DI INDONESIA DALAM MENGHADAPI ISU VIRAL: ANTARA RESPONS DAN TANTANGAN IMPLEMENTASI Saputra, Anggara Setya; Kurniasih, Denok; Indranika, Devit Bagus
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 1 (2025): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v12i1.18306

Abstract

Dalam era digital, isu-isu viral sering kali memengaruhi dinamika kebijakan publik di Indonesia. Pemerintah dihadapkan pada tekanan untuk merespons isu yang berkembang secara cepat di media sosial, baik dalam bentuk pembuatan kebijakan baru maupun penyesuaian kebijakan yang sudah ada. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana isu viral memengaruhi proses perumusan, respons, dan implementasi kebijakan publik di Indonesia. Dengan menggunakan metode literature review, penelitian ini mengkaji berbagai sumber akademik, laporan kebijakan, serta kasus-kasus kebijakan yang dipengaruhi oleh isu viral. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun respons pemerintah terhadap isu viral cenderung cepat, tantangan dalam implementasi kebijakan tetap menjadi kendala utama, seperti kurangnya koordinasi antarinstansi, resistensi masyarakat, serta keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih sistematis dalam mengelola kebijakan publik agar respons terhadap isu viral tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga strategis dan berkelanjutan.
THE EFFECTIVITY OF THE GATE FOR PERSONS WITH DISABILITIES SUCCESS (GENDIS) PROGRAM ON THE INDEPENDENCE OF PERSONS WITH DISABILITIES IN BANYUMAS REGENCY Suryoto, Suryoto; Saputra, Anggara Setya; Agustina, Alfriansa
Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 2 (2023): Dinamika Governance - JULI
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v13i2.3984

Abstract

The increase in the growth of the number of employees with disabilities in Central Java Province was 4.9% while other provinces experienced a decrease in the number of employees with disabilities. The increase in the number of employees shows that the Provincial Government of Central Java is paying more attention to the government's responsibility to persons with disabilities through providing jobs and guarantees of a decent life for persons with disabilities in Central Java Province. The Government of Banyumas Regency held an innovative Gendis Program to improve the quality of life for persons with disabilities to make them more prosperous. This program became the Top 99 National Level Public Service Innovations. This study aims to determine the effect of the effectiveness of the Gendis program on the independence of persons with disabilities in Banyumas Regency. The study used quantitative research methods with data analysis techniques, Product Moment correlation test and Kendall Tau Correlation Test. Based on the results carried out, there is a positive and significant relationship between program effectiveness and disability independence where the better the program effectiveness, the better the independence of the disabled, and the results of the Kendall Tau Correlation there is a significant relationship between program effectiveness and independence variables. The program effectiveness variable has a Correlation Coefficient score of 0.713 with independence, which means that the closeness of the relationship between the two variables is strong and the direction of the relationship is positive.
Governing green open space in indonesia: barriers and opportunities to enhancing enviromental quality Yusuf, Muhamad; Kurniasih, Denok; Saputra, Anggara Setya
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 13 No. 3 (2023): (December 2023)
Publisher : Department of Government Studies, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ojip.v13i3.11685

Abstract

This article discusses the enhancing of  governing green open space in Indonesia. It began by looking at the current condition of green open space in Indonesia, highlighting the barriers faced in governing these areas, looking at opportunities to enhancing, and making recommendations to improve green open space governance. Literature review on governance frameworks that can maximize the potential of green open spaces in Indonesia. The results of this study show that there are several constraints in governing green open spaces, including less awareness and understanding among stakeholders, limited funding and resources, inadequate urban planning, limited community involvement, limited law enforcement and monitoring, urbanization and land scarcity, and weak coordination among government agencies in their management bodies. Our findings point to opportunities in governing greenspace areas, by learning from successful projects, exploring global good practices; innovative financing and partnerships; integrating greenspace into urban planning for cohesive neighborhoods; engaging communities for long-term success and shared responsibility; raising awareness of the value of greenspace through educational campaigns; and utilizing technology for data-driven decision-making and community participation. These opportunities contribute to policy recommendations that can be used by the central government and local governments to improve green open space governance in Indonesia.
Analisis Peran Growth Mindset Sebagai Variabel Intervening pada Hubungan Antara Accounting Mental dan Business Performance Ika Suhartanti Darmo; Ana Fitriyatul Bilgies; Anggara Setya Saputra; Rasmawati A. R.; Muhammad Hidayat
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4430

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh mental accounting terhadap micro business performance dengan growth mindset sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan data primer dengan menyebarkan kuesioner kepada pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah DKI Jakarta. Pengambilan sampel sebanyak 252 responden dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis data yaitu Partial Least Square (PLS)-SEM dengan menggunakan alat analisis data yaitu SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mental accounting belum dapat mempengaruhi micro business performance secara signifikan. Mental accounting berpengaruh secara signifikan terhadap growth mindset. Growth mindset berpengaruh secara signifikan terhadap micro business performance. Dan mental accounting dapat berpengaruh secara tidak langsung terhadap micro business performance dengan growth mindset sebagai variabel intervening. Kata Kunci: Mental Accounting, Growth Mindset, Micro Business Performance, MSMEs (Mikro, Small, Medium Enterprises), UMKM
Role of Turnover as Intervening Variable on Relationship Between Team Work and Leadership Toward Employee Performance Faqih Nabhan; Abdul Manap; Anggara Setya Saputra; Silvy Sondari Gadzali; Gamar Al Haddar
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4471

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh social media marketing dan brand awareness terhadap minat beli mineral botanica. Penelitian ini membahas mengenai dimensi yang ada pada variabel penelitian yang kemudian dikaji untuk mengetahui pengaruh antara variabel dengan objek. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui survey kuesioner yang disebarkan melalui google form kepada 140 responden yang kemudian diolah dengan menggunakan SPSS versi 25.0 dengan metode pengambilan sampel adalah non probability sampling. Hasil uji hipotesis (uji T) bahwa social media marketing berpengaruh signifikan terhadap minat beli dengan t hitung sebesar 6,346 ≥ t tabel 1,977.Brand awareness berpengaruh signifikan terhadap minat beli dengan t hitung sebesar 7,059≥ t tabel 1,977 dengan koefisien determinasi sebesar 71,9%. Dan social media marketing dan brand awareness berpengaruh signifikan secara simultan terhadap minat beli. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan pemahaman bagi para pemasar untuk memperhatikan dan membangun social media marketing dan brand awareness yang baik, terutama kepada Mineral Botanica. Kata Kunci: Brand Awareness; Social Media Marketing; Minat Beli
EVALUASI DAMPAK PROGRAM RUMAH SINGGAH DALAM PENANGGULANGAN PENGEMIS, GELANDANGAN, DAN ORANG TERLANTAR (PGOT) DI KABUPATEN BANYUMAS Agustina, Alfriansa; Kusumaningsih, Oti; Saputra, Anggara Setya
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 3 (2025): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v12i3.22235

Abstract

Artikel ini membahas evaluasi dampak Program Rumah Singgah di Kabupaten Banyumas yang dirancang untuk mengatasi masalah Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DINSOSPERMASDES), Satpol PP, pengelola rumah singgah, masyarakat, dan penghuni rumah singgah. Evaluasi mengacu pada kriteria Finterbusch dan Motz, yang meliputi dampak terhadap individu, masyarakat, organisasi, kelompok, lembaga, dan sistem sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rumah singgah berkontribusi positif dalam perubahan perilaku PGOT, meskipun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan kapasitas fasilitas, kurangnya penerimaan dari keluarga penghuni, serta belum maksimalnya program pelatihan keterampilan. Dari sisi dampak sosial, program ini diterima cukup baik oleh masyarakat yang turut mendukung melalui sumbangan kebutuhan pokok dan kegiatan amal. Dari sisi organisasi dan kelompok, kerjasama antar lembaga terkait seperti DINSOSPERMASDES, Satpol PP, dan relawan sudah berjalan cukup efektif, meskipun diperlukan penguatan koordinasi dan penambahan kapasitas rumah singgah. Pada tingkat sistem sosial, program ini berkontribusi dalam mendorong perubahan kebijakan lokal melalui peningkatan anggaran dan evaluasi rutin, namun proses reintegrasi PGOT ke keluarga dan masyarakat masih menjadi tantangan. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas fasilitas, penguatan pelatihan keterampilan yang lebih aplikatif, serta sinergi pemerintah dan swasta untuk menjamin keberlanjutan program di masa depan.Kata Kunci : Evaluasi, PGOT, Program Rumah Singgah.
The Implementation Gap of Urban Green Space Policy: A Mixed-Methods Analysis of Political Will and Spatial Inequity in Indonesia’s Decentralized Governance Ulfah Nur Hakimah; Oti Kusumaningsih; Anggara Setya Saputra
Arkus Vol. 11 No. 2 (2025): Arkus
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/arkus.v11i2.833

Abstract

Rapid urbanization in emerging economies frequently outpaces environmental planning, creating severe ecological deficits. In Indonesia, Law Number 26 of 2007 mandates that local governments maintain at least 30% of their urban area as green open space (RTH). However, compliance remains critically low in secondary cities. This study employs a Sequential Explanatory Mixed-Methods design to evaluate the implementation gap in Banyumas Regency, Indonesia. Utilizing longitudinal policy data from 2019 to 2023, a stratified random survey of 300 residents, Geographic Information System (GIS) analysis, and Structural Equation Modeling (SEM), this research quantifies the divergence between statutory targets and spatial reality. Results indicate a critical implementation gap, with Public RTH covering only 2.23% of the urban area, far below the 20% public target. While the total RTH area increased by 11.05% over five years, the growth rate is insufficient. Spatial analysis reveals a Gini coefficient of 0.65, highlighting severe inequality where green space is concentrated in administrative cores while peri-urban districts remain green deserts. Structural Equation Modeling confirms that Political Will (beta = 0.62) significantly influences implementation success, while Resource Constraints (beta = -0.48) act as a critical inhibitor. Qualitative analysis identifies a resource trap, where decentralized governance incentivizes revenue-generating infrastructure over environmental assets. The study concludes that achieving the 30% target requires a paradigm shift from state-centric planning to collaborative governance and the establishment of a municipal Land Banking Agency.