Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Etika Bermedia Sosial Di Lingkungan Pelajar SMP Dan SMA Di Kota Bandung Sebagai Upaya Pemahaman Literasi Digital Mufti fauzi Rahman; Anne Yuliantini; Alfi Fauzia Hakim; Siti Nur’aeni; Anri Anri; Anti Restiani; Sephia Indah Lutpiah; Gaizka Verrel Santosa
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1161

Abstract

Kebebasan berpendapat dan berekspresi menjadi hak setiap orang di media sosial. Namun Hal ini menjadi berlebihan manakala tidak diimbangi dengan etika dalam bermedia sosial. Kegiatan ini berupa Penyuluhan atau edukasi terkait Etika bermedia sosial di mana Siswa dan siswi diberikan edukasi dan pemahaman etika media sosial, edukasi  pencegahan dan melawan  perundungan di media sosial dan edukasi mencegah pelecehan seksual di media sosial kepada siswa SMP dan SMA AL biruni. Populasi dalam kegiatan PKM ini adalah siswa dan siswi SMP dan SMA Al-Biruni  Bandung berjumlah 100(seratus) orang. Kegiatan ini dilakukan secara Daring dan Luring dengan menggunakan metode Ceramah, tutorial dan diskusi atau tanya jawab. kegiatan ini sejalan dengan program dan visi misi sekolah, sehingga dalam pelaksanaan berjalan lancar. Pemahaman Etika di media sosial pun  mengalami peningkatan dari sebelum test dan sesudah test. Dari rata-rata pemahaman 55, 22 meningkat menjadi 59,5. Mitra mengharapkan adanya kegiatan rutin yang masih berhubungan dengan tema pengmas kali ini sehingga adanya keberlanjutan kegiatan dan hasilnya bisa lebih terlihat. Selnjutnya,  penambahan jumlah mitra menjadi pertimbangan kegiatan selanjutnya, seperti keterlibatan Diskominfo, JAPELIDI (jaringan Pegiat literasi digital) atau yang sejenis agar lebih menambawah wawasan. penyebaran luasan poster pun harus lebih di perluas agar daya jangkaunya merata baik di setiap ruang sekolah atau informasi di media sosial instantsi terkait. The Ethics of Social Media in Middle and High School Student Environments in the City of Bandung as an Effort to Understand Digital Literacy Freedom of opinion and expression is everyone's right on social media. However, this becomes excessive when it is not balanced with ethics in social media. This activity is in the form of counseling or education related to social media ethics where students are given education and understanding of social media ethics, education on prevention and against bullying on social media and education on preventing sexual harassment on social media for AL Biruni Middle School and High School students. The population in this PKM activity was 100 (one hundred) students of SMP and SMA Al-Biruni Bandung. This activity is carried out online and offline using lecture, tutorial and discussion or question and answer methods. This activity is in line with the school's program, vision and mission, so that the implementation runs smoothly. Understanding of ethics on social media has also increased from before the test and after the test. From an average understanding of 55, 22 increased to 59.5. Partners hope that there will be routine activities that are still related to the theme of the Community Service this time so that the continuity of activities and results can be more visible. Furthermore, increasing the number of partners is a consideration for further activities, such as the involvement of Diskominfo, JAPELIDI (digital literacy activist network) or the like in order to gain more insight. The distribution of the poster area must also be expanded so that the reach is evenly distributed both in every school room or information on the social media of related institutions.
PENGARUH PENAMBAHAN AMPAS KOPI (Coffea sp) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK, KADAR AIR, DAN PROTEIN TELUR ASIN Anri Anri; Salfiana Salfiana; Astrina Nur Inayah Yaya Rasyid
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/ptbkyr49

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan ampas kopi pada pembuatan telur asin  terhadap penilaian kadar protein dan kadar air, penilaian organoleptik (warna, rasa, aroma dan tekstur). Metode penelitian  ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu A (garam 100 gram + ampas kopi  50 gram), B (garam 100 garm + ampas kopi 75 gram) dan C (garam 100 gram + ampas kopi 100 gram) sehingga  menghasilkan 9 sampel. Analisis data menggunakan Analysis of Varian (ANOVA) dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Pemanfaatan ampas kopi pada pembuatan telur asin tidak berpengaruh  nyata terhadap analisis kadar protein dan analisis kadar air. Perlakuan A, B dan C tidak berpengaruh nyata  terhadap uji organoleptik warna, aroma dan rasa telur asin yang dihasilkan. Perlakuan A, B dan C berpengaruh  nyata terhadap uji organoleptik tekstur telur asin dengan pemanfaatan ampas kopi.
PERAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA MELALUI PEMBIASAAN DI SEKOLAH DASAR Haslinda Haslinda; Nurfadillah Nurfadillah; Darmiati Darmiati; Dwi Adelia Putri; Rizal Darmawan; Anri Anri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peran guru dalam pembentukan karakter disiplin siswa melalui kegiatan pembiasaan di sekolah dasar. Disiplin merupakan karakter dasar yang harus ditanamkan sejak dini guna membentuk pribadi yang bertanggung jawab, tertib, dan patuh terhadap aturan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan melalui pembiasaan rutin, keteladanan, pemberian penghargaan, dan sanksi edukatif. Meskipun terdapat kendala seperti latar belakang siswa yang beragam dan rendahnya kesadaran disiplin, guru mengatasi hal tersebut melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan bersama orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan yang dilakukan guru secara konsisten sangat efektif dalam membentuk karakter disiplin siswa.
A Quasi-Experimental Study on Lifestyle Education and Peripheral Circulation in Type 2 Diabetes Patients Rahayu, Sri Mulyati; Suprapti, Tuti; Anri, Anri
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v11i3.903

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (DM) poses a high risk for macrovascular complications such as Peripheral Arterial Disease (PAD). The Ankle Brachial Index (ABI) is a non-invasive, reliable screening tool for early detection of PAD. Lifestyle factors, particularly physical activity and dietary adherence, play a crucial role in maintaining vascular health. However, structured educational interventions integrating these aspects with ABI assessment remain limited. Objective: This study aimed to determine the effect of physical activity education and dietary compliance on ABI values in patients with type 2 diabetes mellitus. Methods: A quasi-experimental one-group pretest-posttest design was employed. Thirty type 2 DM patients from Riung Bandung Community Health Center and Bandung City Hospital participated in a 7-day structured educational intervention focusing on physical activity and diet. Data collection included a modified version of the Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) questionnaire and ABI measurements. Statistical analyses used Wilcoxon signed-rank test and Spearman correlation. Results: Post-intervention, participants showed improved dietary adherence (fruit/vegetable consumption increased from 3.2 to 4.9 days/week) and physical activity (specific exercise increased from 3.1 to 4.7 days/week). The mean ABI value increased from 0.94 to 1.02, with 80% of participants experiencing ABI improvement. There was a significant positive correlation between improved physical activity and dietary adherence with increased ABI values (p < 0.05). Conclusion: A 7-day structured educational intervention effectively improved physical activity and dietary compliance, leading to better vascular function as indicated by ABI improvement. This approach is promising for community-based prevention of vascular complications in type 2 DM patients
Stunting Prevention Movement in the Cibeurem Community Area Indarna, Asep Aep; Suprapti, Tuti; Anri, Anri; Valani, Cici; Safari, Uum; Lengga, Vivop Marti; Soleha, Sri; Isviyanti, Isviyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v3i8.10895

Abstract

Stunting is a condition of failure to grow in children under five years old as a result of chronic malnutrition so that the child is too short for his age. Malnutrition occurs from the time the baby is in the womb and in the early days after the baby is born. Stunting in toddlers needs special attention because it can hinder children's physical and mental development. Activities. This community service aims to increase the knowledge, awareness and concern of the people of Cibeureum village about stunting. Method The method in this activity is service learning. The technique of this activity is to start with the distribution of pre-test questionnaires and continue with the provision of materials related to stunting. Furthermore, as an evaluation, a post-test is given. There is an increase in public knowledge about the results of this community service activity show an increase in the knowledge of activity participants about stunting and stunting prevention.
Peran Keluarga terhadap Pencegahan Luka Diabetes Mellitus Widyawati, Widyawati; Anri, Anri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2531

Abstract

Diabetes Melitus (DM) menjadi ancaman kesehatan global di dunia dengan angka prevalensi yang terus meningkat. Komplikasi yang paling banyak dialami oleh penderita DM adalah neuropati diabetik yang dapat mempengaruhi fungsi saraf sensorik serta berisiko menyebabkan luka. Kejadian luka pada penderita DM menambah beban biaya pada keluarga dan membutuhkan perawatan yang lama. Keluarga mempunyai peran penting terhadap pencegahan luka diabetes. Tujuan Penelitian adalah mengetahui pengaruh peran keluarga dalam mencegah luka diabetes mellitus. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah keluarga penderita DM dengan rawat jalan di Puskesmas Panyileukan. Sampel berjumlah 30 dengan teknik pengambilan sample Accidental. Instumen menggunakan kuisioner dengan uji statistik spearman rank. Hasil analisis peran keluarga dalam mencegah luka diabetes mellitus adalah sebagian besar 12 (40,0%) pada kategori baik, sebagian besar responden 11 (36,7%) ketegori cukup dan sebagian kecil 7 (23,3%) pada kategori kurang dan pada variabel mencegah luka diabetes mellitus sebagian besar 20 (66,7%) pada kategori baik, sebagian kecil responden 7 (23,3%) ketegori cukup dan sebagian kecil 3 (10,0%) pada kategori kurang. Hasil pengolahan data di dapatkan bahwa Hasil uji statistik dengan nilai p-value 0,001 < dari nilai alpha (0.05). Kesimpulan dari hasil yaitu terdapat pengaruh peran keluarga dalam pencegahan luka DM.
Pengaruh brisk walking exercise terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Dede Azim, Dede Nur Aziz Muslim; Anri, Anri; Suprapti, Tuti
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2023): April Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v2i1.321

Abstract

Background: The number of people suffering from high blood pressure continues to increase from year to year, and it is estimated that 1.5 billion people will experience high blood pressure by 2025. West Java ranks second as the province with the highest number of hypertension cases in Indonesia with 39.60%. Hypertension therapy includes therapy using drugs containing anti-hypertensive, while non-pharmacological therapy is treatment that comes from natural ingredients, and also exercise therapy. Brisk Walking Exercise is a form of aerobic exercise with a form of moderate activity exercise for hypertensive patients using the technique brisk. Purpose: To determine the effect of Brisk Walking Exercise on blood pressure in elderly people with hypertension. Method: A quasi-experimental design with a pretest-posttest approach was used as the research design. Results: Research shows that brisk walking exercise can make a difference in blood pressure. The more often you do this brisk walking exercise, the more likely it is that blood pressure in people with hypertension will decrease. Conclusion: Brisk Walking Exercise has an influence on changes in blood pressure in hypertension sufferers in the Gunungsari Health Center working area so it needs to be used as a reference to be implemented in the community of hypertension sufferers. Suggestion: It is hoped that the community can apply the Brisk Walking Exercise to lower blood pressure in hypertension sufferers. Keywords: Brisk Walking Exercise; Blood Pressure; Elderly Pendahuluan: Jumlah penderita tekanan darah tinggi terus meningkat dari tahun ke tahun, dan diperkirakan 1,5 miliar orang akan mengalami tekanan darah tinggi pada tahun 2025. Jawa Barat menempati urutan kedua sebagai provinsi dengan jumlah kasus hipertensi tertinggi di Indonesia dengan 39,60%. Terapi hipertensi meliputi terapi menggunakan obat-obatan yang mengandung anti hipertensive, sedangkan terapi non farmakologis adalah pengobatan yang berasal dari bahan-bahan alami, dan juga terapi olahraga Brisk Walking Exercise merupakan salah satu bentuk latihan aerobic dengan bentuk latihan aktivitas sedang pada pasien hipertensi dengan teknik jalan cepat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Brisk Walking Exercise terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode: Rancangan eksperimen semu dengan pendekatan pretest-posttest digunakan sebagai rancangan penelitian. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa brisk walking exercise dapat memberikan perubahan pada tekanan darah. Semakin sering melakukan olahraga brisk walking exercise ini, maka semakin berpotensi pula tekanan darah pada penderita hipertensi akan menurun. Simpulan: Brisk Walking Exercise memberikan pengaruh terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Gunungsari sehingga perlu dijadikan referensi untuk bisa dilaksanakan di komunitas penderita hipertensi. Saran: Diharapkan bagi masyarakat dapat menerapkan latihan Brisk Walking Exercise untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL REMAJA MELALUI TERAPI BRAIN GYM DAN ICE BREAKING DI SMK BHAKTI KENCANA SOREANG KABUPATEN BANDUNG Anri Anri; Lia Nurlianawati; Denni Fransiska Helena M.; Asep Aep Indarna; Wini Resna Novianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21870

Abstract

Abstrak Lebih dari 12 juta orang yang berusia di atas 15 tahun menderita  selama periode ini, sementara lebih dari 19 juta orang di bawah usia 15 tahun enghadapi kesulitan mental yang serius (Rikerdas, 2018). Perubahan prilaku dan pola pikir, gangguan konsentrasi, penurunan nafsu makan, dan bahkan menyakiti diri sendiri adalah beberapa indikasi penyakit mental pada anak muda. Bekrja untuk mempromosikan kesejahtraan emotional anak muda melalui program Brain Gym dan pemecah kebekuan. Brain Gym adalah program Latihan yang mengitegrasikan fungsi otak kiri dan kanan, hal ini meningkatkan aliran darah dan oksigenasi ke otak, yang pada gilirannya meningkatkan hormone serotonin, endrfin, dan dopamine yang membuat perasaan senang, dan pemecah kebekuan adalah kegiatan yang menghangatkan anda saat anda merasa tidak enak badan. Dalam upaya untuk menumbuhkan  dinamika kelompok yang ada. Hasil analisis sebelum dan sesudah  edukasi yaitu sebelum edukasi dan kegiatan brains gym dan ice breaking, sebagian besar siswa mengalami tekanan ringan sebanyak 62 (38,27%) dan sebagian kecil mengalami tekanan sedang. tekanan 56 (34,27%) dan normal 44 (27,26%). Dan sesudah dilakukan kegiatan edukasi dan praktek brains gym dan ice breaking hamper seluruh reponden 88 (54,32%) normal, Sebagian besar 64 (39,51%) stress ringan dan Sebagian kevil 10 (6,17%) stress sedang. Penerapan senam otak dan ice breaking setelah kegiatan edukasi Pendamping dapat membangun fokus belajar siswa Kata kunci: kesehatan mental; brain gym; ice breaking AbstractMore than 12 million people over the age of 15 suffered during this period, while more than 19 million people under the age of 15 faced serious mental difficulties (Rikerdas, 2018). Changes in behavior and thought patterns, impaired concentration, decreased appetite, and even self-harm are some indications of mental illness in young people. Working to promote the emotional well-being of young people through the Brain Gym and icebreaker programs. Brain Gym is an exercise program that integrates left and right brain functions, this increases blood flow and oxygenation to the brain, which in turn increases the hormones serotonin, endrphin, and dopamine which make you feel happy, and icebreakers are activities that warm you up when you feel feeling unwell. In an effort to grow existing group dynamics. The results of the analysis before and after education, namely before education and brains gym and ice breaking activities, the majority of students experienced mild pressure, 62 (38.27%) and a small number experienced moderate pressure. pressure 56 (34.27%) and normal 44 (27.26%). And after carrying out educational activities and brain gym and ice breaking practices, almost all of the respondents, 88 (54.32%) were normal, most of them, 64 (39.51%) were mildly stressed and a small number of 10 (6.17%) were moderately stressed. Applying brain exercises and ice breaking after accompanying educational activities can build students' learning focus Keywords: mental health; brain gym; ice breaking