Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

POTENSI SOLUSI DAN PELUANG IMPLEMENTASI KONSEP AGROMARITIM MELALUI PENGGEMUKKAN KOMODITAS KEPITING BAKAU (SCYLLA SP.) DI SUB-DAERAH ALIRAN SUNGAI SELINDUNG BANGKA BELITUNG Adibrata, Sudirman; Wahidin, La Ode; Astuti, Rufti Puji
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2265

Abstract

Pemberdayaan kelompok pembudidaya ikan melalui penggemukkan kepiting bakau (Scylla sp.) di Sub-DAS Selindung berpotensi dapat meningkatkan kesejahteraan pembudidaya. Oleh karena itu, diperlukan implementasi budidaya kepiting bakau berupa penggemukkan. Hal ini dapat menjadi mata rantai dari nelayan penangkap kepiting bakau, dengan rantai pasok perantara yaitu Pokdakan Kulong Kelat Sukses untuk menuju ke konsumen. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep agromaritim melalui penggemukkan kepiting bakau yang berkelanjutan. Kegiatan ini dimulai bulan Juni hingga November 2024, bertempat di Kelompok Pembudidaya Ikan Kulong Kelat Sukses (Pokdakan KKS) Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif termasuk diseminasi dan implementasi penggemukkan komoditi kepiting bakau. Hasil menunjukkan bahwa implementasi konsep agromaritim dapat dilakukan melalui budidaya pepaya California dan penggemukkan kepiting bakau dibantu suplemen teknologi probiotik “Probio_FmUBB”. Penggunaan suplemen probiotik terbukti efektif dalam efisiensi pakan, pertumbuhan kepiting, dan hasil produksi kepiting bakau organik, serta dapat menjadi bagian integral dari implementasi konsep agromaritim. Probiotik ini dicampurkan pada pakan ikan selanjutnya diberikan ke bibit kepiting bakau di kolam. Bibit kepiting bakau ukuran 8 – 10 ekor/kg berasal dari nelayan bubu kepiting terdekat di Desa Pagarawan. Pengukuran kualitas air yang penting terutama adalah DO, pH, suhu, nitrat, fosfat dan amonia. Penggemukkan kepiting selama 2 bulan mencapai ukuran 4 – 5 ekor/kg dan dipanen secara bertahap. Penerapan suplemen teknologi probiotik perlu terus disosialisasikan dan didukung melalui program-program pemerintah yang fokus pada pengembangan sektor perikanan dan maritim. Implementasi konsep agromaritim dapat menjadi solusi model pemberdayaan yang berkelanjutan khususnya di Sub-DAS Selindung.
PENERAPAN PROBIOTIK DAN TEKNOLOGI IOT UNTUK PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMBUDIDAYA BERBASIS AGROMARITIM DI POKDAKAN MINA BERKAH MANDIRI, PULAU BANGKA Wahidin, La Ode; Gustomi, Andi; Astuti, Rufti Puji
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 4 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i4.2384

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar di sektor perikanan dan pertanian, terutama melalui pendekatan agromaritim yang mengintegrasikan kedua sektor tersebut. Namun, pembudidaya ikan skala kecil menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses terhadap teknologi dan manajemen pasar. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan probiotik Probio_FmUBB dan teknologi IoT dalam budidaya lele di Pokdakan Mina Berkah Mandiri, Desa Balunijuk. Dengan mengintegrasikan inovasi dalam akuakultur, program ini meningkatkan produktivitas, diversifikasi pendapatan, dan keberlanjutan, serta mendukung indikator kinerja perguruan tinggi. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan Pokdakan Mina Berkah Mandiri, Desa Balunijuk, Pulau Bangka, melalui penerapan probiotik Probio_FmUBB dan teknologi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi budidaya ikan lele berbasis agromaritim. Latar belakang kegiatan adalah tantangan pembudidaya ikan skala kecil dalam mengakses teknologi dan mengelola usaha secara optimal, sehingga diperlukan solusi berbasis teknologi modern. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan partisipatif yang berfokus pada pengenalan probiotik serta instalasi dan penggunaan alat IoT untuk pemantauan kualitas air. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas mitra dalam mengelola budidaya, dengan adanya efisiensi pakan dan pengendalian parameter air seperti suhu dan pH menjadi lebih efektif melalui sistem IoT. Selain itu, probiotik Probio_FmUBB mendukung pertumbuhan ikan yang optimal dan mengurangi biaya operasional. Kesimpulannya, penerapan probiotik dan teknologi IoT berhasil meningkatkan produktivitas, keberlanjutan usaha, dan memberdayakan masyarakat lokal dengan pendekatan berbasis teknologi yang dapat direplikasi.
PREFERENSI MASYARAKAT PESISIR TERHADAP PENGEMBANGAN PERIKANAN BUDIDAYA DI PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Bidayani, Endang; Wahidin, La Ode; Priyambada, Agung; Umroh, Umroh; Akhriyanti, Irma; Syari, Indra Ambalika; Gustomi, Andi; Arizona, Muhammad Oka; Batubara, Geothani Harapan Putera; Pamungkas, Aditya
Journal of Aquatropica Asia Vol 10 No 1 (2025): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/1dh25566

Abstract

Masyarakat pesisir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagian besar menggantungkan hidupnya dengan menangkap ikan di kawasan hutan mangrove sebagai nelayan tradisional. Wilayah pesisir di provinsi ini memiliki biodiversitas mangrove tinggi dengan luas 67.386 Ha. Keberlanjutan usaha nelayan tradisional sangat bergantung pada hasil tangkapan alam. Tantangannya adalah musim paceklik, pendapatan nelayan menurun drastis. Oleh karena itu diperlukan program pemberdayaan melalui pengembangan perikanan budidaya. Tujuan penelitian adalah mengkaji preferensi masyarakat pesisir terhadap pengembangan perikanan budidaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode penelitian ini adalah survei yaitu mengumpulkan informasi dari kelompok masyarakat yang mewakili populasi. Pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner dan wawancara mendalam (indepth interview) kepada informan yang berjumlah 129 orang dari 13 desa pesisir yang ditentukan secara purposive di Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Pengumpulan data primer menggunakan alat bantu kuesioner, observasi dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari kantor desa dan dinas tekait, seperti BPS. Hasil penelitian, preferensi masyarakat pesisir terhadap pengembangan perikanan budidaya pada kategori Baik, meliputi budidaya ikan, udang dan kepiting. Sedangkan pengembangan ekonomi lainnya yang ingin dikembangkan adalah pengolahan ikan seperti kemplang dan terasi, kerajinan nipah dan wisata mangrove.
Tradisi “Ngayah” pada Masyarakat Bali: Nilai-nilai Keberagaman dan Keberlanjutan Budaya di Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Hasan, Hasni; Daus, Rahman; Sevita, Putu; Fauzi, Ahmad Rizky; Wahidin, La Ode
Tambo: Journal of Manuscript and Oral Tradition Vol. 3 No. 1 (2025): Tambo
Publisher : Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/tambo.2025.11326

Abstract

This paper aims to describe the values contained in the "ngayah" tradition in the Balinese Community in Landono District, South Konawe Regency, and to explain the strategies for its preservation and sustainability. The Ngayah tradition is a form of mutual cooperation and selfless devotion, has strong cultural roots in the traditions of the Balinese Community in Landono District. This paper uses a multidimensional approach to understand the social, cultural, and spiritual dimensions of the ngayah tradition. This tradition shows that the values contained in the ngayah tradition include tolerance in diversity, brotherhood, and spirituality. Ngayah functions as a medium to strengthen relationships between individuals, build solidarity across religions and cultures, and create a harmonious environment. The Ngayah tradition is an inspiration for other communities in maintaining diversity and preserving cultural traditions in the modern era. This paper is expected to provide insight and recommendations for the preservation of the sustainable Ngayah Tradition.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PESISIR MELALUI PRODUK RENGGINING KEPITING BAKAU SINGKONG DALAM RANGKA HILIRISASI AGROMARITIM Adibrata, Sudirman; Syaputra, Denny; Wahidin, La ode
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.2767

Abstract

The welfare of the fish farming group of Pagarawan Village, Bangka Regency, and their wives, can be increased by utilizing natural resources maximally. Pagarawan Village situated in Baturusa Watershed Selindung Sub-Watershed, has an extensive mangrove ecosystem which feature mangrove crab (Scylla sp.) opportunity. This program is a part of efforts to strengthen the capacity of coastal women in the downstream processing of agromaritime products such as mangrove crab and renggining that is made of cassava. Activity Start Date End Date from June to July 2025 at the Kulong Kelat Sukses Fish Farming Group (Pokdakan KKS) in Pagarawan Village, Sub-District of Merawang, District of Bangka, Province of Kepulauan Bangka Belitung. The method is participatory and applied based on strengthening the women members of fish farmers’ group with local potential as an active community of women involved in household economic activities. The result of the activity showed that the training on crab and cassava based renggining processing was comprehendible and managed to improve the technical capabilities of its members in the production process of crab and cassava based renggining, the packing of renggining, as well as the selling of the product. This empowerment has translated into a higher familial income and higher status of women in household financial matters. Beyond producing economic benefits, the use of mangrove crabs has an ecological advantage by controlling the total exploitation rate of small and large mangrove crabs in the mangrove ecosystem. It also encourages an entrepreneurial mindset and solidarity among members which could evolve into a women’s economic institution. The programʼs success requires strong community participation, sustainable technology and intensive academic training. This agromaritime downstream-based empowerment model has proven to be effective, sustainable, and replicable in other coastal areas with similar characteristics, provided it is supported by cross-sector collaboration and village empowerment programs. Overall, the program strengthens the local economy, enhances the role of women, and supports the conservation of coastal resources.
Strategi Bertahan Hidup Nelayan Pasca Covid 19: Kasus Nelayan Jaring Insang Kota Bengkulu Kholis, Muhammad Natsir; Fraternesi, Fraternesi; Wahidin, La Ode
PELAGICUS Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i1.10528

Abstract

Fluktuasi pendapatan yang tidak stabil akan membuat nelayan merubah pola hidup agar dapat bertahan hidup. Salah faktor yang membuat pendapatan nelayan tidak stabil yaitu pandemi COVID-19. Pandemic ini membuat kepanikan publik di seluruh dunia saat ini. Ketidakpastian kondisi pandemi COVID- 19 saat ini sangat membuat nelayan jaring insang Kota Bengkulu frustasi untuk menjalani hidup di masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan prioritas strategi bertahan hidup nelayan jaring insang di Kota Bengkulu pasca COVID-19. Penelitian dilaksanakan pada Bulan April-Mei 2020 di Kota Bengkulu. Metode survei dipilih sebagai metode penelitian dan purpose sampling dipilih untuk teknik pengambilan data. Analisis yang digunakan yaitu strategi SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threaths). Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi bertahan hidup nelayan jaring insang di Kota Bengkulu pasca COVID-19 diprioritaskan pada strategi (ST) dengan memaksimalkan kelompok nelayan untuk lebih kreatif dalam melihat dinamika kondisi pandemi, bantuan pemerintah dan menjadikan keluarga dan agama sebagai motivasi agar mampu bertahan hidup pasca COVID-19. Bantuan tunai dari pemerintah sangat berguna untuk mengurangi beban hutang dan memberhentikan kegiatan illegal fishing seperti penggunaan alat tangkap trawl, sehingga saat musim ikan nelayan jaring insang mampu mengoptimalkan hasil tangkapannya.
Syair Perahu Hamzah Fansuri (Analisis Pendidikan Akhlak) Wahidin, La Ode; Gadafi, Muamal; Hasan, Hasni; Husriadi, Muh.
MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 12 No 2 (2023): MOMENTUM NOVEMBER 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main question of this research is what is the content of moral education in the poem Perahu by Hamzah Fansuri. The aim of the research is to determine the content of moral education in the poem Perahu by Hamzah Fansuri. The benefit of this research is that it attempts to straighten out negative accusations against Hamzah Fansuri and to develop knowledge of Islamic education. The sample was taken from the poem Perahu Hamzah Fansuri. In collecting data, the author took the following steps: first, studying the content of the Perahu poetry which is related to the moral content relevant to the research topic, second, studying several writings related to the poetry as a secondary source. The results of the study of akhlaq education are: First, in stanzas 1 to 12, an explanation of akhlaq towards fellow humans. Second, in stanzas 13 to 26, the explanation of ahklaq to Allah Almighty because it reminds the reader to follow Allah Almighty. Third, in stanzas 27 to 32 the moral explanation of fellow human beings. Fourth, stanzas 33 to 38, Hamzah fansuri explains the akhlaq of the Prophet Muhammad (peace be upon him). Fifth, in stanzas 39 to 42, an explanation of akhlaq towards Allah (swt) because in the poem it reminds the reader of the sentence tawhid.
PENGGEMUKAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) SISTEM APARTEMEN SEBAGAI ATRAKSI WISATA DI PANTAI TAKARI BANGKA BELITUNG Adibrata, Sudirman; Wahidin, La Ode; Guskarnali, Guskarnali
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1188

Abstract

The significant tourism potential at Takari Beach must be managed well to attract tourists, including providing the crab apartment tourist attraction. Crab fattening activities using an apartment system at tourist locations can develop the mud crab (Scylla serrata) species. This is expected to increase visitor interest in educational tourism from the Takari Beach tourist destination. PKM activities aim to develop tourist attractions through the apartment system of fattening mangrove crabs (Scylla serrata) by KTH HKM Takari Bangka Belitung. This activity was carried out from May to November 2023 at Takari Beach, Rebo Village, Sungailiat District, Bangka Regency, Bangka Belitung. The method is carried out in a participatory manner that prioritizes the role and participation of the HKM Takari Manager as a supporter in the apartment system of mangrove crab fattening. The results show that the KTH HKM Takari Manager was given a business permit for forest utilization covering 59 Ha. Adding a tourist attraction in the form of mangrove crab (Scylla serrata) apartments on Takari Beach is an innovation the management can develop. Land preparation and construction of crab apartments was carried out over 3 months with 54 apartment boxes. The procurement of young mud crabs is managed by HKM Takari Management and purchased from fishermen who catch mud crabs, which are then fattened in the crab apartment. Measuring the length and weight of mud crabs, water quality, and substrate is very helpful in analyzing the growth and survival of mangrove crabs sustainably. Innovation in tourist attractions with apartment systems fattening mangrove crabs gives new enthusiasm to managers. The mangrove crab apartment tourist attraction is expected to support sustainable tourism management.
STUDI KESESUAIAN TAMBAK UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI DESA OENSULI KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA Erawan, Trial Fiar; Mustafa, Ahmad; Oetama, Dedy; Purnama, Muh. Fajar; Pratikino, A. Ginong; Wahidin, La Ode
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.28511

Abstract

Keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon) di pertambakan Desa Oensuli akan tercapai jika lokasinya memenuhi kriteria untuk budidaya udang windu. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan aktual tambak udang windu yang dikelola dengan sistem intensif, dan ekstensif di Desa Oensuli, Kabupaten Muna. Metode yang digunakan yaitu dengan cara membandingkan hasil pengukuran atau hasil analisis data dengan kriteria kelayakannya/kualitas lahan untuk budidaya udang windu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada beberapa parameter dikategorikan cukup sesuai seperti nilai suhu 30-35 oC, kecerahan 24-30 cm, dan beda pasang surut 2,93 m. Tingkat kesesuaian lahan aktual tambak udang windu di Desa Oensuli Kabupaten Muna secara umum tergolong dalam kategori cukup sesuai (S2a1,2h) dan masih dapat mendukung untuk kegiatan budidaya udang windu.
PENGELOLAAN BUDIDAYA IKAN DIMASA PANDEMI COVID-19 DESA TRIWIKATON, MUSIRAWAS SUMATERA SELATAN Rudiansyah, Rudiansyah; Wahidin, La Ode; Murtini, Sri; Maryam, Eka; Neksidin, Neksidin; Supriyanto, Supriyanto
JURNAL UNIV.BI MENGABDI Vol 4 No 1 (2025): Jurnal UNIV.BI Mengabdi : Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/mengabdi.v4i1.2700

Abstract

Pandemi Covid-19 yang sempat menjadi sebuah fenomena yang menghebohkan dan mengubah kebiasaan masyarakat dalam berinteraksi, baik dalam kegiatan ekonomi, pendidikan dan sosial. Kondisi ini membuat pergeseran dalam transaksi ekonomi dan berdampak pada para pencari nafkah, salah satunya juga berdampak pada pembudidaya ikan di Desa Triwikaton Kabupaten Musi Rawas. Pembudidaya ikan di Triwikaton kesulitan bersaing dengan hanya menjual ikan nila, permintaan ikan menurun karena pasar tidak menentu akibat ditiadakannya pasar offline dan pembatasan pertemuan. Kondisi ini mendorong kami sebagai dosen untuk melakukan pengabdian, dalam membantu masyarakat untuk mengelola budidaya ikan dimasa pandemi Covid-19. Pengabdian ini dilakukan dalam tiga tahapan. Tahapan pertama adalah survei dan sowan dengan pemerintah desa, kemudian tahapan ke-2 melakukan sharing season dengan pembudidaya, kemudian yang ke-3 adalah tahapan survei untuk melihat kondisi apa yang bisa dilakukan penelitian bersama. Hasil survei dan diskusi dengan pembudidaya ikan di Desa Triwikaton permasalahan yang dihadapi adalah berkurangnya harga jual ikan nila, dan ikan hias mulai naik di saat pandemi. Permasalahan yang dihadapi pembudidaya ikan mas koi adalah budidaya yang dilakukan masih tradisional dengan mengandalkan kolam bekas sawah, kondisi ini tentunya tidak maksimal dalam pemeliharaan ikan hias. Permasalahan yang dihadapi pembudidaya akan dilakukan tindak lanjut berupa penelitian dosen dan mahasiswa kedepannya.