Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGGEMUKAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) SISTEM APARTEMEN SEBAGAI ATRAKSI WISATA DI PANTAI TAKARI BANGKA BELITUNG Adibrata, Sudirman; Wahidin, La Ode; Guskarnali, Guskarnali
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1188

Abstract

The significant tourism potential at Takari Beach must be managed well to attract tourists, including providing the crab apartment tourist attraction. Crab fattening activities using an apartment system at tourist locations can develop the mud crab (Scylla serrata) species. This is expected to increase visitor interest in educational tourism from the Takari Beach tourist destination. PKM activities aim to develop tourist attractions through the apartment system of fattening mangrove crabs (Scylla serrata) by KTH HKM Takari Bangka Belitung. This activity was carried out from May to November 2023 at Takari Beach, Rebo Village, Sungailiat District, Bangka Regency, Bangka Belitung. The method is carried out in a participatory manner that prioritizes the role and participation of the HKM Takari Manager as a supporter in the apartment system of mangrove crab fattening. The results show that the KTH HKM Takari Manager was given a business permit for forest utilization covering 59 Ha. Adding a tourist attraction in the form of mangrove crab (Scylla serrata) apartments on Takari Beach is an innovation the management can develop. Land preparation and construction of crab apartments was carried out over 3 months with 54 apartment boxes. The procurement of young mud crabs is managed by HKM Takari Management and purchased from fishermen who catch mud crabs, which are then fattened in the crab apartment. Measuring the length and weight of mud crabs, water quality, and substrate is very helpful in analyzing the growth and survival of mangrove crabs sustainably. Innovation in tourist attractions with apartment systems fattening mangrove crabs gives new enthusiasm to managers. The mangrove crab apartment tourist attraction is expected to support sustainable tourism management.
STUDI KESESUAIAN TAMBAK UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI DESA OENSULI KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA Erawan, Trial Fiar; Mustafa, Ahmad; Oetama, Dedy; Purnama, Muh. Fajar; Pratikino, A. Ginong; Wahidin, La Ode
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.28511

Abstract

Keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon) di pertambakan Desa Oensuli akan tercapai jika lokasinya memenuhi kriteria untuk budidaya udang windu. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan aktual tambak udang windu yang dikelola dengan sistem intensif, dan ekstensif di Desa Oensuli, Kabupaten Muna. Metode yang digunakan yaitu dengan cara membandingkan hasil pengukuran atau hasil analisis data dengan kriteria kelayakannya/kualitas lahan untuk budidaya udang windu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada beberapa parameter dikategorikan cukup sesuai seperti nilai suhu 30-35 oC, kecerahan 24-30 cm, dan beda pasang surut 2,93 m. Tingkat kesesuaian lahan aktual tambak udang windu di Desa Oensuli Kabupaten Muna secara umum tergolong dalam kategori cukup sesuai (S2a1,2h) dan masih dapat mendukung untuk kegiatan budidaya udang windu.
PENGELOLAAN BUDIDAYA IKAN DIMASA PANDEMI COVID-19 DESA TRIWIKATON, MUSIRAWAS SUMATERA SELATAN Rudiansyah, Rudiansyah; Wahidin, La Ode; Murtini, Sri; Maryam, Eka; Neksidin, Neksidin; Supriyanto, Supriyanto
JURNAL UNIV.BI MENGABDI Vol 4 No 1 (2025): Jurnal UNIV.BI Mengabdi : Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/mengabdi.v4i1.2700

Abstract

Pandemi Covid-19 yang sempat menjadi sebuah fenomena yang menghebohkan dan mengubah kebiasaan masyarakat dalam berinteraksi, baik dalam kegiatan ekonomi, pendidikan dan sosial. Kondisi ini membuat pergeseran dalam transaksi ekonomi dan berdampak pada para pencari nafkah, salah satunya juga berdampak pada pembudidaya ikan di Desa Triwikaton Kabupaten Musi Rawas. Pembudidaya ikan di Triwikaton kesulitan bersaing dengan hanya menjual ikan nila, permintaan ikan menurun karena pasar tidak menentu akibat ditiadakannya pasar offline dan pembatasan pertemuan. Kondisi ini mendorong kami sebagai dosen untuk melakukan pengabdian, dalam membantu masyarakat untuk mengelola budidaya ikan dimasa pandemi Covid-19. Pengabdian ini dilakukan dalam tiga tahapan. Tahapan pertama adalah survei dan sowan dengan pemerintah desa, kemudian tahapan ke-2 melakukan sharing season dengan pembudidaya, kemudian yang ke-3 adalah tahapan survei untuk melihat kondisi apa yang bisa dilakukan penelitian bersama. Hasil survei dan diskusi dengan pembudidaya ikan di Desa Triwikaton permasalahan yang dihadapi adalah berkurangnya harga jual ikan nila, dan ikan hias mulai naik di saat pandemi. Permasalahan yang dihadapi pembudidaya ikan mas koi adalah budidaya yang dilakukan masih tradisional dengan mengandalkan kolam bekas sawah, kondisi ini tentunya tidak maksimal dalam pemeliharaan ikan hias. Permasalahan yang dihadapi pembudidaya akan dilakukan tindak lanjut berupa penelitian dosen dan mahasiswa kedepannya.
Pola Sebaran Produktivitas Primer Di Kawasan Reklamasi Laut PT Timah Tbk Di Perairan Penyusuk, Belinyu – Kab Bangka Nursoleh, Ahmad; Purnawirawan, Adam Dimas; Yudistiawan, Rachmad; Rahman, Fatur; Wahidin, La Ode; Taruk Allo, Obed Agtapura
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i2.10971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produktivitas primer di kawasan reklamasi laut PT TIMAH Tbk, Perairan Penyusuk, Kabupaten Bangka, dengan melihat kelimpahan dan kepadatan fitoplankton sebagai indikator biologis utama. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 16 September 2025 di dua stasiun pengamatan, yaitu Pulau Putri dan Pulau Lampu. Metode pengambilan sampel fitoplankton menggunakan Plankton Net dengan volume penyaringan 100 liter air laut, yang kemudian diawetkan dengan formalin 4% untuk analisis laboratorium. Identifikasi dan perhitungan fitoplankton dilakukan menggunakan mikroskop binokuler dan Sedgewick Rafter. Parameter oseanografi seperti suhu, pH, salinitas, kecerahan, oksigen terlarut (DO), dan kecepatan arus diukur secara in situ. Analisis produktivitas primer ditentukan melalui pendekatan indirect method, yaitu dengan mengkorelasikan kepadatan fitoplankton terhadap konsentrasi klorofil-a yang diperoleh dari pengolahan data citra Landsat 8 menggunakan perangkat lunak QGIS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 31 genus fitoplankton yang tergolong dalam lima kelas utama, yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Ciliophora, Cyanophyceae, dan Dinophyceae. Total kepadatan fitoplankton mencapai 4,37 × 10⁶ individu/L, dengan dominasi kelas Bacillariophyceae (71,3%), terutama genus Rhizosolenia. Nilai klorofil-a berkisar antara 0,280–0,531 mg/m³, menunjukkan tingkat kesuburan perairan yang tergolong mesotrofik hingga eutrofik. Parameter kualitas air seperti suhu (29–30°C), pH (7), dan DO (5–6,4 mg/L) berada dalam kisaran optimal bagi biota laut, sedangkan salinitas (28–29 ppt) dan kecerahan (2,6–3,75 m) sedikit di bawah baku mutu. Hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas reklamasi laut PT TIMAH Tbk berkontribusi positif terhadap pemulihan ekosistem, ditandai oleh dominasi diatom produktif dan tingginya nilai klorofil-a. Namun, pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi eutrofikasi akibat peningkatan nutrien di masa mendatang.
Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove di Desa Kayu Arang Kabupaten Bangka Barat Herdianingsih, Ajeng; Akhrianti, Irma; Wahidin, La Ode
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 20, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v20i2.16125

Abstract

Ekosistem mangrove di Desa Kayu Arang berada dalam kondisi yang masih terjaga dan memiliki peran penting baik dari aspek ekologi maupun ekonomi. Sejumlah penelitian sebelumnya telah menelaah kondisi dan fungsi ekosistem, namun data mengenai nilai ekonominya masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besaran nilai guna, nilai non-guna, dan nilai ekonomi total (NET) ekosistem mangrove di Desa Kayu Arang Kabupaten Bangka Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2024 dengan melibatkan 50 orang responden yang dipilih menggunakan pendekatan snowball sampling, stratified sampling dan purposive sampling. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder bersifat deskriptif kuantitatif. Data primer dikumpulkan secara langsung melalui wawancara, kuesioner, dan observasi lapangan. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait, studi pustaka, dan data citra Sentinel-2A. Analisis data dilakukan dengan pendekatan market price, benefit transfer, contingent valuation method (CVM), serta 10% dari nilai guna langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ekonomi total (NET) ekosistem mangrove di Desa Kayu Arang diestimasikan sebesar Rp46.283.106.017/tahun dengan luas mangrove mencapai 600 hektar, terdiri atas nilai guna sebesar Rp46.062.971.843/tahun dan nilai non-guna sebesar Rp220.134.174/tahun. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa ekosistem mangrove memiliki kontribusi ekonomi yang signifikan dan menyediakan informasi penting bagi perencanaan pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.Title: Economic Valuation ff Mangrove Ecosystem In Kayu Arang Village, West Bangka Regency    The mangrove ecosystem in Kayu Arang Village remains relatively well-preserved and plays an important role both ecologically and economically. Although several previous studies have examined the condition and functions of this ecosystem, data on its economic value is relatively limited. This study aims to calculate the magnitude of use value, non-use value, and total economic value (TEV) of the mangrove ecosystem in Kayu Arang Village, West Bangka Regency. The study was conducted in July 2024, involving 50 respondents selected using snowball sampling, stratified sampling, and purposive sampling approaches. The data consisted of primary and secondary data analyzed using a quantitative descriptive approach. Primary data were collected directly through interviews, questionnaires, and field observations. Secondary data were obtained from relevant agencies, literature review, and Sentinel-2A imagery. Data analysis was conducted using the market price approach, benefit transfer, contingent valuation method (CVM), and 10% of direct use value. The results show that the total economic value (NET) of the mangrove ecosystem in Kayu Arang Village is estimated at IDR 46,283,106,017 per year, covering an area of approximately 600 hectares, with a use value of IDR 46,062,971,843 per year and a non-use value of IDR 220,134,174 per year. This value indicates that the mangrove ecosystem provides a significant economic contribution and offers essential information for sustainable ecosystem management planning.
Konsep Kebenaran menurut Pandangan Filsafat Pendidikan Agama Islam dalam Bidang Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis Halik; Mustham, Zulkifli; Hadisi, La; Wahidin, La Ode
INCARE, International Journal of Educational Resources Vol. 6 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : FKDP (Forum Komunikasi Dosen Peneliti)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/incare.v6i4.1328

Abstract

The concept of truth in Islamic educational philosophy lies at the heart of forming knowledgeable and virtuous individuals. This article aims to comprehensively explore the meaning of truth in Islamic educational philosophy through three main dimensions: ontological, epistemological, and axiological. Using a qualitative approach through a literature review of classical Muslim thinkers such as Al-Ghazali, Ibn Sina, and Al-Farabi, as well as modern scholars like Syed Naquib Al-Attas and Seyyed Hossein Nasr, this study analyzes the essence, sources, and purposes of truth within Islamic education. The findings reveal that truth originates from Allah SWT as the absolute reality (al-Haqq), is obtained through the integration of revelation, reason, and experience, and carries moral and social significance for human well- being. Therefore, Islamic education regards truth not merely as an object of knowledge but as a means of spiritual and social transformation toward the realization of insan kamil (the perfect human).