Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN WELLNESS TOURISM DI RSU ARI CANTI UBUD MENGGUNAKAN SOCIAL-ECOLOGICAL MODEL Isnardy, Kezia Epiphany Milagro; Wijaya, Made Indra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44482

Abstract

Wellness tourism berkembang pesat di Indonesia, terutama di Bali, yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi pengobatan. Perkembangan pelayanan tersebut didukung dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya meningkatkan kesehatan. RSU Ari Canti Ubud merupakan salah satu rumah sakit yang berupaya mengembangkan wellness tourism. Namun, ditemukan beberapa tantangan dalam mengembangkan wellness tourism seperti kurangnya promosi, ketergantungan masyarakat pada BPJS, serta rendahnya pemahaman terhadap manfaat kesehatan tradisional masih menjadi hambatan. Selain itu, belum ada penelitian komprehensif menenai persepsi pasien dan tenaga medis terhadap kualitas layanan wellness tourism yang tersedia. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif berbasis Social Ecological Model (SEM). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan delapan informan, termasuk tenaga medis dan pasien. Penelitian dilakukan di RSU Ari Canti Ubud, Bali, pada November-Desember 2024. Teknik purposive sampling dan snowball sampling digunakan untuk memilih informan yang memiliki hubungan dengan wellness tourism. Pendekatan SEM dalam wawancara disesuaikan untuk menggali faktor yang mempengaruhi wellness tourism di setiap level model tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wellness tourism di RSU Ari Canti masih terbatas pada Poli Kesehatan Tradisional. Faktor individu, interpersonal, organisasi, komunitas, dan kebijakan memengaruhi perkembangannya, Kendala utama meliputi keterbatasan anggaran, minimnya sosialisasi layanan, serta rendahnya minat masyarakat. RSU Ari Canti memiliki potensi sebagai pusat wellness tourism, tetapi diperlukan strategi promosi yang lebih baik, edukasi kepada masyarakat dan tenaga medis, serta dukungan kebijakan agar layanan kesehatan tradisional lebih diterima dan berkembang.
Analysis of children's dietary factors in the first 1000 days of life with the incidence of stunting in Gianyar Regency Pradnyawati, Luh Gede; Juwita, Dewa Ayu Putu Ratna; Wijaya, Made Indra
Science Midwifery Vol 13 No 3 (2025): August: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i3.2011

Abstract

Background: 1000 days period first life, which begins since moment conception until child 2 years old, is the most critical period for repair development physical and cognitive child. Stunting, or short stature, is a nutritional problem that persists in Indonesia, alongside underweight and overweight/obesity. Public especially parents who are less good in effort fulfillment need nutrition in the “golden period” become factor emergence problem nutrition. Objective: To analyze the factors of children's dietary patterns in the first 1000 days of life with the incidence of stunting in Gianyar Regency. Method: Study done with using research design case control for know analysis of factors influencing children's dietary patterns during the first 1000 days of life and the incidence of stunting in Gianyar Regency. Results: Material food source carbohydrates that are often consumed by toddlers both in the stunting group and group not stunting is white rice and porridge. Sources of protein that are often consumed by stunting groups and groups not stunting is meat chicken and eggs chicken. Based on results analysis, frequency eat source vegetables, it is known type material frequent foods consumed in the stunting group is spinach and carrots. While those that are often consumed group not stunting is spinach, carrots, and mustard greens green. Conclusion: With focus on optimization intake carbohydrates, protein, and vegetables during 1000 days of life, it is expected prevalence of stunting in the Gianyar Regency can lowered in a way significant, ensuring generation upcoming grow healthy and optimal.
Levels of Stress, Anxiety, and Depression in Tourism Workers in the Bali Province During the COVID-19 Pandemic Nadarin, Anak Agung Sagung Ayu Tribhuwana Wulan; Apsari, Putu Indah Budi; Wijaya, Made Indra
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 9 No 01 (2025): Qanun Medika Vol 09 No 01 January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v9i01.19549

Abstract

Stress, anxiety, and depression in tourism workers have increased during the COVID-19 pandemic, which are mental health problems that need to be watched out for. Mental health has become one of the most significant problems in the world, including Indonesia, especially during the COVID-19 pandemic. Seeing the significant role of mental health disorders in tourism workers accompanied by stress, anxiety, and depression can have an impact on the health of human resources in the tourism sector. The purpose of this study was to determine the level of stress, anxiety, and depression in tourism workers in the province of Bali during the COVID-19 pandemic. The sample of this study was 103 people aged 18-60 years who are active tourism workers in the Province of Bali, which was selected by convenience sampling using Google Forms. The research method was cross-sectional and analyzed using SPSS version 27. The study results showed that most of the research samples experienced severe stress, as many as 38 (36.9%). The majority of the study sample experienced very severe anxiety with 74 people (71.8%). Most of the research samples experienced very severe depression, with 65 respondents (63.1%). In conclusion, tourism sector workers suffer severe stress, anxiety, and depression during the COVID-19 pandemic.
Budaya Keselamatan Pasien terhadap Kompetensi Keselamatan Pasien pada Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Payangan Wijaya, Made Indra; Pratiwi, Anny Eka; Pradnyawati, Luh Gede; Kartinawati, Komang Triyani; Juwita, Dewa Ayu Putu Ratna; Prabandari, Anak Agung Sagung Mirah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2351

Abstract

Keselamatan pasien telah menjadi prioritas dalam sistem perawatan kesehatan di seluruh negara selama dua dekade terakhir. Berbagai inisiatif dan program, termasuk survei budaya keselamatan pasien, strategi tim, akreditasi rumah sakit dan program sertifikasi, telah dikembangkan dan diimplementasikan untuk meningkatkan keselamatan pasien. Studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien dengan kompetensi keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Payangan. Penelitian ini menggunakan desain potong-lintang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner elektronik Google Form dari 125 perawat yang bekerja di RSUD Payangan. Budaya keselamatan pasien diukur menggunakan survei budaya keselamatan pasien yang disusun oleh Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ). Kompetensi keselamatan pasien diukur menggunakan kuesioner evaluasi mandiri kompetensi keselamatan pasien. Analisis regresi multiple dilakukan untuk meneliti hubungan antara budaya keselamatan pasien dengan kompetensi keselamatan pasien. Dari 12 dimensi budaya keselamatan pasien, dimensi “serah terima dan transisi” (nilai p = 0,002) dan dimensi “organisasi belajar – peningkatan berkelanjutan” (nilai p = 0,004) berhubungan secara bermakna dengan kompetensi keselamatan pasien secara keseluruhan. Kedua dimensi “serah terima dan transisi” dan dimensi “organisasi belajar – peningkatan berkelanjutan” juga berhubungan secara bermakna dengan masing-masing komponen sikap (secara berturut-turut nilai p = 0,002 dan p = 0,003), keterampilan (secara berturut-turut nilai p = 0,004 dan p = 0,003), dan pengetahuan (secara berturut-turut nilai p = 0,019 dan p = 0,015) secara terpisah.
Budaya Keselamatan Pasien terhadap Kompetensi Keselamatan Pasien pada Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Payangan Wijaya, Made Indra; Pratiwi, Anny Eka; Pradnyawati, Luh Gede; Kartinawati, Komang Triyani; Juwita, Dewa Ayu Putu Ratna; Prabandari, Anak Agung Sagung Mirah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2351

Abstract

Keselamatan pasien telah menjadi prioritas dalam sistem perawatan kesehatan di seluruh negara selama dua dekade terakhir. Berbagai inisiatif dan program, termasuk survei budaya keselamatan pasien, strategi tim, akreditasi rumah sakit dan program sertifikasi, telah dikembangkan dan diimplementasikan untuk meningkatkan keselamatan pasien. Studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara persepsi perawat terhadap budaya keselamatan pasien dengan kompetensi keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Payangan. Penelitian ini menggunakan desain potong-lintang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner elektronik Google Form dari 125 perawat yang bekerja di RSUD Payangan. Budaya keselamatan pasien diukur menggunakan survei budaya keselamatan pasien yang disusun oleh Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ). Kompetensi keselamatan pasien diukur menggunakan kuesioner evaluasi mandiri kompetensi keselamatan pasien. Analisis regresi multiple dilakukan untuk meneliti hubungan antara budaya keselamatan pasien dengan kompetensi keselamatan pasien. Dari 12 dimensi budaya keselamatan pasien, dimensi “serah terima dan transisi” (nilai p = 0,002) dan dimensi “organisasi belajar – peningkatan berkelanjutan” (nilai p = 0,004) berhubungan secara bermakna dengan kompetensi keselamatan pasien secara keseluruhan. Kedua dimensi “serah terima dan transisi” dan dimensi “organisasi belajar – peningkatan berkelanjutan” juga berhubungan secara bermakna dengan masing-masing komponen sikap (secara berturut-turut nilai p = 0,002 dan p = 0,003), keterampilan (secara berturut-turut nilai p = 0,004 dan p = 0,003), dan pengetahuan (secara berturut-turut nilai p = 0,019 dan p = 0,015) secara terpisah.
Kajian Medical Wellness Tourism di RSU Prima Medika Menggunakan Social Ecological Model Maharani, Ni Kadek Ayu Dwitya; Wijaya, Made Indra Wijaya
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i8.61226

Abstract

Bali sebagai provinsi yang dijuluki “The Island of God“ sebagai destinasi wisata terbanyak di Indonesia, memberikan beragam pelayan kesehatan terutama pada health dan wellness dimana banyak Spa di Bali yang diuntungkan dengan hal tersebut. Medical Wellness Tourism adalah fenomena yang semakin berkembang di dunia kesehatan global, yang mengkombinasikan layanan kesehatan medis dengan program wellness dalam rangka meningkatkan kesejahteraan individu secara holistik. Rumah Sakit Umum Prima Medika, sebuah rumah sakit kelas C yang berlokasi di Jl. Sesetan, Denpasar, telah meluncurkan layanan Prima Medical Wellness Tourism pada tahun 2023 di bawah binaan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
PKM Pemberdayaan Pedagang Perempuan Dalam Pencegahan IMS dan HIV/AIDS di Pasar Buana Raya, Padangsambian Pradnyawati, Luh Gede; Ayu Putu Ratna Juwita, Dewa; Triyani Kartinawati, Komang; Indra Wijaya, Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 8 No. 1 (2024): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v8i1.3031

Abstract

Penyakit Infeksi Menular Seksual dan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) merupakan penyakit yang dapat menular melalui kontak seksual. IMS dan HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia, baik negara maju maupun negara berkembang. Penyakit ini masih menjadi perhatian dibidang kesehatan karena angka kejadian IMS masih terus meningkat. Selain pada kelompok populasi berisiko tinggi, populasi berisiko rendah seperti para pedagang perempuan di pasar juga rentan terkena IMS dan HIV/AIDS. Salah satu tempat di Bali yang interaksi masyarakatnya tinggi adalah pasar, dimana populasi masyarakatnya tergolong kelompok risiko rendah. Pasar Buana Raya, Padangsambian merupakan pasar yang ada di Kota Denpasar yang rentan juga dengan penyebaran IMS dan HIV/AIDS. Dari hasil wawancara dengan kader didapatkan beberapa permasalahan terkait program pencegahan IMS dan HIV/AIDS adalah minimalnya informasi yang didapatkan kader serta rendahnya pengetahuan kader tentang pencegahan IMS dan HIV/AIDS di Pasar Buana Raya, Padangsambian, Kota Denpasar. Dari hal tersebut pemberdayaan perempuan di Pasar Buana Raya, Padangsambian diperlukan untuk pencegahan IMS dan HIV/AIDS. Hasil kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan jadwal. Kelompok mitra berperan aktif dalam setiap kegiatan PKM dengan persentase kehadiran 100% dan partisipasi aktif 100%. Pengetahuan pedagang juga meningkat yang dilihat dari nilai pretest dan postest kedua kelompok mitra mengalami peningkatan 100% setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan. Focus Group Discussion (FGD) telah mampu merumuskan permasalahan yang ada dan bagaimana solusi serta pemecahan masalah IMS dan HIV/AIDS pada konteks pasar.
Pemberdayaan Keluarga melalui Budidaya Ayam Buras sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Selulung, Bali Wijaya, Made Indra; Pradnyawati, Luh Gede
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): JIPPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.723

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting di Desa Selulung, Kabupaten Bangli, Bali, melalui pemberdayaan keluarga dengan balita stunting dalam budidaya ayam buras. Sebanyak 15 keluarga menerima pelatihan dan bantuan bibit ayam buras sebagai langkah awal meningkatkan konsumsi protein hewani. Hasil dari proyek demplot sebelumnya menunjukkan bahwa budidaya ayam buras dapat menghasilkan 20-30 butir telur per minggu, yang secara signifikan meningkatkan status gizi balita. Meskipun hasil langsung dari program saat ini belum terlihat, peningkatan pengetahuan masyarakat dan antusiasme peserta menunjukkan prospek keberlanjutan yang tinggi. Pendekatan berbasis komunitas ini memiliki potensi besar untuk direplikasi di wilayah lain dengan adaptasi sesuai kebutuhan lokal.
Evaluation of Antibiotic Appropriateness Assessed by Changes in C-Reactive Protein (CRP) Levels in Patients with Deep Neck Abscesses Mohammad Dwijo Murdiyo; I Made Indra Wijaya
Journal of Medical Practice and Research Vol 2 No 1 (2026): June: Essentia: Journal of Medical Practice and Research
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/bf0cdr25

Abstract

Deep neck abscesses are potentially life-threatening infections requiring prompt surgical drainage and appropriate antimicrobial therapy. This retrospective analytic study evaluated antibiotic appropriateness using early changes in C-reactive protein (CRP) levels as a biomarker of therapeutic response. From 38 eligible cases, 19 patients with confirmed bacterial isolates and documented antibiotic sensitivity results were included. Patients were stratified according to concordance between empirical antibiotics and culture sensitivity findings. Gram-positive organisms predominated (68.42%), with Streptococcus anginosus identified most frequently (36.84%). In the culture-concordant group, mean CRP decreased from 23.10 mg/L to 10.13 mg/L within 72 hours (mean reduction 12.97 mg/L; p=0.001), exceeding the minimal clinically important difference (2.85 mg/L). In contrast, the discordant group demonstrated a non-significant reduction from 14.10 mg/L to 9.43 mg/L (mean reduction 4.67 mg/L; p=0.206). These findings indicate that CRP kinetics provide quantifiable evidence of antibiotic appropriateness and may serve as an objective adjunct in guiding early antimicrobial stewardship in deep neck abscess management.    
Correlation of Knowledge and Attitude with the Use of a Travel Clinic for Pre-Travel Consultation Ni Ketut Tannis Lestari; Putu Indah Budi Apsari; Made Indra Wijaya
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 8 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.8.2.7212.69-77

Abstract

Utilization of tourism clinics, particularly for pre-travel consultations, remains low among domestic tourists. The current study aims to examine the relationship between knowledge level and attitude towards the utilization of tourism clinics for pre-travel consultations in Bali Province. The study sample consisted of 106 domestic tourists who were present in Bali during the period of May-September 2022. Consecutive sampling was used, and the Chi-Square Test was executed for data analysis with the aid of the SPSS version 25.0 program. The research findings indicate that the majority of domestic tourists (50%) originated from Malang. Additionally, the study revealed that women accounted for a greater proportion (62.3%) of domestic tourists. The research results also showed that 60 tourists had a good level of knowledge and utilized the tourism clinic, while 59 tourists had an agreeable attitude towards the utilization of the tourism clinic. The results of the study demonstrate a significant relationship between knowledge level (p<0.001) and attitude (p<0.001) towards the use of tourism clinics for pre-travel consultations in Bali Province. Overall, tourists have a good level of knowledge and agreeable attitude towards the utilization of tourism clinics, indicating a positive trend towards the promotion of tourism clinics for pre-travel consultations.