Claim Missing Document
Check
Articles

Akurasi Titik Bor melalui Digitalisasi Hanwha as a Total Solution (Hats) Project PT. Hanwha Mining Services Indonesia Mardan Ali; Shalaho Dina Devy; Revia Oktaviani; Agus Winarno; Lucia Litha Respati
Jurnal sosial dan sains Vol. 3 No. 9 (2023): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v3i9.1007

Abstract

Latar Belakang: Program “Hanwha As a Total Solution (HATS)” di PT. Hanwha Mining Services Indonesia (HMSI) site PT. Kideco Jaya Agung (KJA) merupakan salah satu metode (project) yang dikembangkan Hanwha Corporation dibidang pertambangan seperti digitalisasi pengeboran untuk dapat meningkatkan akurasi dan memudahkan pemantauan jarak jauh (remote monitoring) melalui suatu perangkat saling terkoneksi satu sama lain. Deviasi yang dicari dihitung berdasarkan pemodelan dan interpretasi koordinat plan dan aktual setelah dilakukan pengeboran, baik dengan fitur DrillPacemaker ataupun pengeboran dengan acuan pemasangan titik manual. Tujuan: Untuk mengetahui akurasi titik bor melalui digitalisasi “Hanwha As a Total Solution (HATS)” di PT. Hanwha Mining Services Indonesia (HMSI) site PT. Kideco Jaya Agung (KJA). Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif di mana menguji teori-teori yang telah ada dan pengaplikasiannya dalam sebuah statistik. Hasil: Hasil pengeboran fitur DrillPacrmaker Area 300323_EX167 (E) dengan nilai rata-rata deviasi yaitu 0,13 m dan Area 140423_EX163 (B) menghasilkan nilai deviasi rat-rata yaitu 0,07 m. Adapun pengeboran dengan acuan marking point manual area 290323_EX178 (B) menghasilkan nilai rata-rata deviasi yaitu 1,13 m dan area 300323_TOL (B) menghasilkan nilai rata-rata deviasi yaitu 0,95 m. Sehingga pengeboran dengan metode digital HATS DrillPacemaker masuk kategori Achieved pada nilai KPI ≤ 0,15 m lebih akurat dari hasil pengeboran marking point manual. Kesimpulan: Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan, ketercapaian (achievement) akurasi titik bor aktual terhadap titik bor rencana dengan metode pengeboran digital HATS masuk dalam kategori nilai KPI Collaring yaitu ≤ 0,15 m dibanding metode pengeboran acuan marking point manual.
Pengaruh Ukuran Butir Batupasir Terhadap Nilai Point Load Index Test Pada Formasi Balikpapan Dan Pulau Balang Abdul Malik; Tommy Trides; Henny Magdalena; Revia Oktaviani; Albertus Juvensius Pontus
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 7 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i7.848

Abstract

Batupasir memiliki variasi ukuran butir yang sangat beragam mulai dari ukuran butir sangat halus sampai ukuran butir sangat kasar. Skala wentworth sebagai dasar penentu ukuran butir digunakan pada penelitian ini ukuran butir sangat halus hingga sangat kasar terdapat pada batuan yang telah di uji dimana ukuran butir tersebut menjadi faktor pembeda pada saat sampel di uji menggunakan alat uji point load index. Penelitan ini menggunakan metode kuantitatif dimulai dari data koordinat lokasi pengambilan sampel batuan, sifat fisik batuan, dan kemudian data sifat mekanik batuan yang merupakan data primer. Ada 8 lokasi pengambilan sampel pada penelitian ini yang terdiri dari 2 formasi yang berbeda yaitu formasi balikpapan dan formasi pulaubalang. Hasil pengujian point load index pada penelitian ini menunjukan bahwa ukuran butir mempunyai pengaruh terhadap nilai point load index ,semakin kecil ukuran butir maka nilai point load index besar, diikuti dengan bentuk sampel blok memiliki nilai point load index lebih tinggi dibandingkan bentuk sampel silinder dan irregular terlihat pada formasi balikpapan dengan bentuk irregular memiliki nilai sebesar 0,05 MPa untuk bentuk silinder memiliki nilai sebesar 0,10 MPa dan pada bentuk blok memiliki nilai tertinggi pada ukuran butir yang sama dengan nilai point load index sebesar 0,27 MPa begitu juga pada formasi pulau balang sampel bentuk blok memiliki nilai paling tinggi sebesar 0,67 MPa di ikuti dengan bentuk sampel silinder dengan nilai point load index sebesar 0,34 MPa dan untuk bentuk sampel irregullar memiliki nilai point load index sebesar 0,09 MPa
Karakteristik Korelasi Sifat Fisik Terhadap Kuat Tekan Batu Pasir, Batu Lemppung, Dan Batu Lanau Formasi Balikpapan Dan Pulau Balang Achmad Jefry Yandus; Agus Winarno; Windhu Nugrho; Revia Oktaviani; Tommy Trides
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 7 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i7.861

Abstract

Perusahan pertambangan dalam mendesain lereng tambang untuk mengetahui tingkat faktor kekuatan lereng perlu dilakukan uji kuat tekan batuan dan sifat fisik batuan. Nilai porositas yang telah diuji pada Formasi Balikpapan dan Pulau Balang untuk batupasir didapatkan rentang nilai dari 31,617%-34,139 % dan 34,011%-51,619 untuk batulempung dari rentang 51,938%-55,657 dan 30,781%-44,423% dan untuk batulanau dari rentang 39,703%-45,331% dan 29,111%-31,361%. Nilai Kadar air yang didapatkan pada Formasi Balikpapan dan Pulau Balang jenis batupasir berada pada rentang nilai 11,759%-14,521% dan 14,093%-17,789%, untuk batulempung yaitu 17,377%-17,400% dan 15,949%-18,687% dan untuk batulanau pada rentang 12,416%-14,940% dan 13,056%-15,247%. Nilai densitas air yang didapatkan pada Formasi Balikpapan dan Pulau Balang jenis batupasir berada pada rentang nilai 2,531 gr/cm3 -2,658 gr/cm3 dan 1,78 gr/cm3-2,02 gr/cm3 untuk batulempung pada rentang nilai 1,78 gr/cm3 -2,02 gr/cm3 dan 15,949%-18,867% dan untuk batu lanau berada pada rentang 1,524 gr/cm3-1,643 gr/cm3 dan 13,056 gr/cm3-15,247 gr/cm3. Maka dapat disimpulkan yaitu semakin besar nilai densitas maka akan semakin besar pula nilai kuat tekannya, berbeda dengan nilai porositas yang semakin besar maka nilai kuat tekan akan semakin kecil.
Studi Studi Pengaruh Tingkat Getaran Tanah (Ground Vibration) Akibat Peledakan Terhadap Bangunan sekitar Pit 13 HW Vandrianus Felix Feto Nuwa; Revia Oktaviani; Harjuni Hasan; Tommy Trides; Albertus Juvensius Pontus
MINERAL Vol 8 No 1 (2023): MINERAL
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/mineral.v8i1.4085

Abstract

PT. PAMA is a company engaged in mining and is a contractor of PT. Indominco Mandiri which has been running since 1996. The work contract given is blasting, from blasting activities many impacts arise, one of which is ground vibration, therefore it is necessary to measure the level of ground vibration in the west block area where there are several critical areas in the form of buildings such as offices , solar (fuel oil) storage, and PT. Indominco Mandiri, where there have been complaints regarding large vibrations and the potential for diesel spills from fuel oil. In the study the peak vector sum (pvs) value produced in December 2022 was 1.57 mm/s with the closest distance of 785 meters and in January 2023 4.21 mm/s with a distance of 500 meters. The maximum use of explosives item for explosive holes in December 2022 and January 2023 is 2,513 kg. This pvs value is still safe, because it is still below 5.0 mm/s and according to SNI 7572: 2010.
Penentuan Jenis Alat Gali Berdasarkan Nilai Shale Rating Revia Oktaviani; Ketut Swarningsih; Joe Vandame
Jurnal Rekayasa Tropis, Teknologi, dan Inovasi (RETROTEKIN) Vol. 1 No. 1 (2023): RETROTEKIN (Rekayasa Tropis, Teknologi, dan Inovasi)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penambangan material dapat dilakukan secara langsung tanpa pembongkaran apabila material tersebut memiliki ketahanan batuan yang lemah. Ketahanan batuan merupakan kemampuan suatu batuan untuk bertahan ketika mengalami proses pelapukan jangka pendek atau kemampuan batuan untuk bertahan ketika mengalami basah-kering secara berulang. Pengujian ketahanan batuan dapat dilakukan di laboratorium menggunakan alat slake durability, dimana hasilnya akan menjadi salah satu faktor penentuan metode penggalian maupun penentuan alat gali suatu material. Faktor lain untuk menentukan alat gali yaitu nilai indeks plastisitas yang diperoleh dari pengujian atterberg limit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alat gali yang digunakan berdasarkan nilai shale rating system. Melalui hasil pengujian, diketahui bahwa nilai indeks durability pada batu serpih pada lokasi 1 diantaranya yaitu 26,85%, 21,27%, 27,73%, 41,29%, 19,36%, dan 49,73%. Pada lokasi 2, nilai indeks durability yang diperoleh yaitu 29,15%, 62,49%, 30,58%, 61,67%, 29,47%, dan 34,74%. Untuk batu lmpung, diperoleh nilai indeks durability yang dihasilkan masing-masing yaitu 2,85%, 3,10%, 1,94% dan 3,06%. Adapun nilai indeks plastisitas yang diperoleh pada batu serpih di lokasi 1 masing-masing yaitu 9,98%, 10,41%, 9,73%, 7,96%, 10,99%, dan 7,34%. Pada lokasi 2, batu serpih nilai indeks plastisitas yang diperoleh yaitu 8,56%, 4,05%, 7,94%, 5,34%, 8,49%, dan 7,67%. Sementara pada batu lempung, nilai indeks plastisitas yang diperoleh masing-masing yaitu 13,78%, 14,04%, 23,23%, dan 31,14%. Berdasarkan hasil plot pada kurva shale rating system, diketahui alat gali yang dapat digunakan untuk kegiatan penggalian di lokasi penelitian yaitu backhoe dengan nilai rating <5,5 dan ketebalan sisipan 10 mm.
Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Probabilistik Simulasi Monte Carlo pada Disposal PT. XYZ Irvan Erika Pangestu; Revia Oktaviani; Lucia Litha Respati
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.2212

Abstract

Abstract. PT. XYZ is a company engaged in coal mining where there is a disposal which will be subject to a geotechnical review to analyze the stability of the slopes at the disposal. This study aims to determine the factor of safety and probability of sliding. The method used to determine slope stability is the Bishop Simplified and Morgenstern-Price boundary equilibrium method with the Monte-Carlo simulation approach to slack probability under static and dynamic conditions. From the results of the research that has been done, it shows that of the 4 sections analyzed, it turns out that there are 3 sections that are not safe, namely sections A-A', B-B', and D-D' with dynamic conditions using the Bishop Simplified method, successive FK values are obtained. -1,091 respectively; 0.902; 0.976. Meanwhile, the Morgenstern-Price method was 1.056; 0.91; 0.968. From these results it is necessary to redesign by changing the geometry of the slopes in order to obtain slopes with safe conditions. Based on the simulation results of the slope geometry redesign, it is recommended that a safe slope should be a single bench height of 5 meters, with the optimization that has been carried out, the recommended slope geometry. With this recommendation, static FK values were > 1.3, dynamic FK > 1.05 and PK <10% in accordance with KEPMEN ESDM 1827 K/30/MEM/2018. Abstrak. PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam penambangan batubara yang mana terdapat disposal yang akan dilakukan kajian ulang geoteknik untuk menganalisis kestabilan lereng pada disposal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran, serta memberikan rekomendasi geometri lereng pada lereng yang tidak stabil agar mencapai kondisi yang aman. Metode yang digunakan dalam menentukan kestabilan lereng adalah metode kesetimbangan batas Bishop Simplified dan Morgenstern-Price dengan pendekatan probabilitas kelongosran simulasi Monte-Carlo pada kondisi statis dan dinamis. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa dari 4 section yang dianalisis ternyata terdapat 3 section yang tidak aman, yaitu pada section AA’, B-B’, dan D-D’ dengan kondisi dinamis dengan metode Bishop Simplified didapatkan nilai FK berturut-turut 1,091; 0,902; 0,976. Sedangkan pada metode Morgenstern-Price beruturut-turut sebesar 1,056; 0,91; 0,968. Dari hasil tersebut perlu dilakukan desain ulang dengan mengubah geometri lereng agar mendapatkan lereng dengan kondisi aman. Berdasarkan hasil simulasi redesain geometri lereng, didapatkan rekomendasi lereng yang aman sebaiknya tinggi bench tunggal dengan tinggi 5 meter, dengan optimalisasi yang telah dilakukan, maka geometri lereng rekomendasi. Dengan rekomendasi tersebut didapatkan nilai FK statis >1,3, FK dinamis >1,05 dan PK <10% sesuai dengan KEPMEN ESDM 1827 K/30/MEM/2018.
ANALISIS KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN METODE KINEMATIKA PADA TAMBANG BATUPASIR KECAMATAN LOA JANAN ILIR, KOTA SAMARINDA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Nur Qorima Azis; Revia Oktaviani; Tommy Trides
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v8i2.5190

Abstract

Kestabilan lereng sangat erat kaitannya dengan longsor atau pergerakan tanah atau batuan. Terjadinya longsor pada lereng disebabkan gaya penggerak lebih besar dibandingkan gaya penahan. Pada umumnya pada tambang rakyat tidak diketahui secara pasti keadaan kestabilan lereng. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keadaan lereng dalam kondisi stabil atau tidak pada lereng penambangan yang diamati. Untuk menentukan kestabilan lereng maka dilakukan analisis menggunakan metode kinematika. Nilai faktor keamanan (FK) dihasilkan dari perhitungan uji sifat fisik dan mekanik batuan, dan penentuan jenis longsoran berdasarkan orientasi kekar dengan bantuan program aplikasi proyeksi stereografis yaitu Dips. Dari perhitungan uji sifat fisik batuan didapatkan nilai bobot isi natural batuan, uji sifat mekanik batuan didapatkan nilai sudut geser dalam dan kohesi. Penelitian dilakukan di dua sisi lereng yaitu lereng samping dan lereng depan. Hasilnya menunjukkan potensi longsor adalah 1 longsoran bidang yang terjadi antara joint set 1 dengan lereng pada bidang samping (Lereng A) memiliki Faktor Keamanan sebesar  74,97 yang berarti aman dan 1 longsoran guling yang terjadi antara joint set 2 dengan lereng pada bidang depan (Lereng B) memiliki Faktor Keamanan bernilai aman dengan P1t dari longsoran sebesar -2604,04. Ini menandakan kalau FK dari longsoran guling aman.
SHORT TERM PLAN PIT 1 PT. RPP CONTRACTORS INDONESIA JOB SITE PT. ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA, KECAMATAN SANGA-SANGA, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Kevin Elzar Rosera A; Revia Oktaviani; Windhu Nugroho
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v8i2.5191

Abstract

Selaku kontraktor dari PT. Adimitra Baratama Nusantara, PT. RPP Contractors Indonesia membutuhkan perancangan tahapan penambangan, short term plan selama 4 minggu pada bulan September 2019 untuk memudahkan perencanan untuk pencapaian produksi batubara dan target pengupasan overburden. Diharapkan untuk perancangan tahapan penambangan mingguan (weekly plan) mengacu pada desain tahunan dan bulanan. Berdasarkan permasalahn tersebut terdapat 3 target yaitu; (a) Menentukan estimasi cadangan overburden dan batubara mingguan menggunakan metode block model; (b) Menentukan fleet penambangan berdasarkan produktivitas unit; (c) Membuat rencana tahapan penambangan mingguan. Oleh sebab itu dilakukan perancangan tahapan penambangan berdasarkan permasalahan yang ada sehingga diharapkan adanya tahapan penambangan yang lebih detail. Dalam penelitian ini di gunakan metode blok model untuk menentukan estimasi cadangan menggunakan software minescape, dari blok model tersebut di buat polygon (dengan desain pit sebagai batas bawah dan topografi sebagai batas atas), sehingga dari polygon tersebut kita dapat membuat rencana penambangan menggunakan software XPAC, dari hasil rencana penambangan tersebut dapat ditentukan skenario penambangan yang akan dilakukan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pada bulan September 2019 Total estimasi cadangan pada bulan September 2019 adalah 1.090.813 BCM untuk Overburden dan cadangan batubara sebesar 68.121 MT dengan nilai SR 16.0. Sistem operasional menggunakan 5 fleet, unit alat gali muat yang digunakan 5 unit PC1250, 1 PC400, dan 1 unit PC 300. Unit alat angkut yang digunakan 17 unit HD785. Skenario penambangan stripping expose mulai dari seam 5 sampai seam 17 dan pembentukan jalan di beberapa titik.
PENGARUH PARAMETER KUALITAS BATUBARA.TERHADAP CRUCIBLE SWELLING NUMBER PT. SURVEYOR CARBON CONSULTING INDONESIA, KOTA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Kresna Phadiakara; Windhu Nugroho; Revia Oktaviani
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v8i2.5192

Abstract

Coking coal adalah batubara yang memiliki sifat kimia dan fisika yang berpotensi untuk dibuat kokas (coke) yang umumnya dipergunakan sebagai salah satu bahan penting dalam pembuatan logam besi dengan cara peleburan besi oksida (bijih besi, pellet, sinter) dalam blast furnace. Menurut sistem klasifikasi ASTM, idealnya batubara yang cocok untuk dibuat kokas adalah batubara yang memiliki CSN (Crucible Swelling Number) 4-6, yang mana akan menunjang terbentuknya kokas dengan porositas dan kekuatan yang diperlukan. Calorific Value adalah tenaga panas dalam satuan kalori, yaitu jumlah panas yang dihasilkan (dibebaskan) dalam satu unit (satuan) berat atau unit isi bahan bakar yang dibakar habis. Nilai rata-rata uji CSN = 3.25 Jadi batubara belum cukup ini ideal untuk diproses menjadi kokas karena batubara dengan CSN <4, mempunyai porositas yang rendah sehingga luas permukaannya menjadi sempit, padahal permukaan yang cukup luaslah yang diperlukan saat terjadinya reaksi dalam blast furnace. Analisis yang dilakukan adalah untuk mempelajari korelasi antara uji CSN, proksimat, dan nilai kalori serta mengetahui sifat fisik suatu batubara dari ketiga uji tersebut. Hasilnya korelasi uji CSN berbanding lurus dengan uji proksimat. Hasil yang didapat dari pengujian, semakin tinggi nilai pada CSN maka semakin tinggi pula nilai kalori maksimumnya. Sedangkan CSN akan bernilai nol jika batubara termasuk dalam karakteristik batubara lignit dan antrasit (dilihat dari nilai kalori).
Korelasi Point Load Index Terhadap Uniaxial Compressive Strength Batupasir Formasi Balikpapan Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur Lifia Kemala Dewi; Revia Oktaviani; Shalaho Dina Devy; Tommy Trides; Windhu Nugroho
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2022
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v10i1.7743

Abstract

Perilaku batuan yang banyak digunakan dalam keteknikan termasuk bidang pertambangan adalah mengenai kekuatan batuan. Untuk menguji kekuatan batuan salah satunya adalah dengan metode uji Uniaxial Compressive Strength (UCS) yang memerlukan preparasi sampel sedemikian rupa sehingga membutuhkan waktu dan dana yang cukup banyak. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan proses pengujian dapat dilakukan korelasi dengan hasil pengujian metode lain yang memiliki output yang sama seperti uji Point Load yang menghasilkan Point Load Index (PLI). Dalam penelitian ini batupasir dipilih sebagai subjek penelitian khususnya sampel daerah Samarinda. Lokasi penelitian termasuk dalam Formasi Balikpapan khususnya pada Kecamatan Loajanan Ilir dimana sampel memiliki nilai kuat tekan uniaksial batupasir 3,12 MPa sampai 6,72 Mpa dengan rata-rata 4,87 dan indeks beban titik batupasir yang berkisar antara 0,15 MPa sampai 0,73 MPa dengan rata-rata 0,37 MPa, sedangkan untuk Kecamatan Samarinda Ulu  nilai kuat tekan uniaksial sampel batupasir berkisar antara 3,37 MPa sampai 7,82 MPa dengan rata-rata 5,10 MPa dan nilai indeks beban titik batupasir yang berkisar antara 0,28 MPa sampai 0,74 MPa dengan rata-rata 0,51 MPa.Dari hasil pengelolahan dan analisis data pada software komputasi, Persamaan korelasi yang diperoleh dari lokasi 1 (Loajanan Ilir) yaitu UCS = 8,7427(Is50) + 1,6111. Persamaan lokasi 2 UCS = 12,545(Is50)  - 1,259.  Sedangkan persamaan korelasi keseluruhan yaitu UCS = 7,6789 (Is50) + 1,594.
Co-Authors Abdul Malik Achmad Faisal Achmad Jefry Yandus Agus Winarno Agus Winarno Agus Winarno, Agus Ainayah Al Fatihah Albertus J Pontus Albertus Juvensius Pontus Albertus Juvensius Pontus Anakta Hartanta sebayang Ananda, Dea Mierela Ardhan Ismail Ardhan Ismail Arif Setiawan Ashabul Kahfi, Ashabul Azzahra, Siti Maghfirah Benny Christian BB Bryan Andreas Turnip Budi Utama, Yogi D. Devy, Shalaho Daruis, Rabin Deni Saldi Dina Devi, Shalaho Dina Devy, Shalaho Dionisyus Fransiskus Sinaga Fernando Lawangan Ginting, Emdananta Gunawan Manullang, Ronal Edi Harjuni Harjuni Hasan Harjuni Hasan Haviluddin Haviluddin Henny Magdalena Ilham, Akbar Irvan Erika Pangestu Irvantoni Simbolon, Desron Jaba, Yafet Joe Vandame Juvensius Pontus , Albertus Juvensius Pontus, Albert Juvensius Pontus, Albertus Juvensius Pontusi, Albertus Juvensius, Albertus Kasbillah, Kasbillah Ketut Swarningsih Kevin Elzar Rosera A Kresna Phadiakara Krisanto Yardin Panggeso L. Tobing, Ciko Gratio Parkletos Lifia Kemala Dewi Litha Respati, Lucia Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati M. Rijal, M. Mardan Ali Masayu Widiastuti Milda Milda Muhammad Hamzah, Muhammad Muhammad Rayhan Fhadillah Mukmin, Abdul Rijal Musodiq Musodiq Natasya Amanda Putri Nimsi, Yekeskiel Nugroho, Windhu Nur Aqsa Syahban Irwan Nur Qorima Azis Nur, Al Maida Nurhidayat, Royan Pontus, Albertus Juvensius Putri Lufian Tika Rafael Bonardy Gultom Respati, Lucia Litha Rety Winonazada Ronald Alvin Ifnie, Jones S. Depari, Raja Kami Sandri Tandi Rapang Satria Bekti, Nanda sebayang, Anakta Hartanta Sembiring, Irianta Ibo Shalaho Dina Devy Shalizam, Shalizam Sharon Tria Kurniawati Silaban Silalahi, Abdi Brema Sitepu, Joe Vandame Situmorang, Ardo P Sokisha, Sokkia Suhaila Ridwan Suharni Suharni Tanjung, Afdal Jamil Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Trides, Tommy Vandrianus Felix Feto Nuwa W. S. Gumilang, W. S. Gumilang Wahyu Garini, Andini Dwi Widiastuti, Masayu Widzar, Moh. Widzar Fahmi Windhu Nugrho windhu Nugroho Windhu Nugroho Windhu Nugroho windhu Winonazada, Rety Yekeskiel Nimsi Yufita, Zaenul