Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Nilai Blastability Index Dan Geometri Peledakan Terhadap Fragmentasi Batuan Pada Pit 7 Pt Ansaf Inti Resources Rijal, M.; Oktaviani, Revia; Litha Respati, Lucia; Hasan, Harjuni; Trides, Tommy
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.531

Abstract

Dalam dunia pertambangan sering di didapat batuan yang relatif keras, sehingga tidak dapat digali secara langsung karena berpengaruh pada produktifitas alat gali muat tersebut. Dengan berkembangnya teknologi, ditemukan solusi untuk memberaikan batuan tersebut yaitu dengan proses peledakan. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mencari nilai Blastability Index dan mendapatkan faktor batuan yang akan diledakkan dan prediksi fragmentasi menurut Kuz-Ram dan Split Dekstop pada PT. Ansaf Inti Resources Kabupaten kutai kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian kali ini yaitu metode kuantitatif dengan mengolah data Ketetapan Perusahaan perusahaan sesuai dengan literatur yang akan diambil. Nilai Blastability Index batuan sebesar 75, 75 dari Nilai Blastability Index batuan diatas di dapatkan factor batuan sebesar 9,09. dengan Teori geometri peledakan R.L.Ash maka didapatkan nilai geomeri peledakan yang di usulkan dengan burden 4,5 m, spacing 5,5 m, Stemming 2,5 m, Subdrilling 0 m (disesuaikan dengan ketetapan perusahaan), kedalaman lubang 6,5 m, Charger length 4 m dan tinggi jenjang 6,5 m. Perhitungan ukuran fragmentasi dengan menggunakan persamaan Kuzram diperoleh ukuran batuan 50 cm pada peledakan Ketetapan Perusahaan yang lolos sebesar 44,13% dengan tingkat boulder sebesar 55,87 % ,sedangkan pada peledakan usulan didapatkan lolos sebesar 53,83% dengan tingkat boulder sebesar 46,17% %. Sedangkan dengan menggunakan aplikasi split dekstop diperoleh ukuran batuan 50 cm pada peledakan Ketetapan Perusahaan yang boulder sebesar 49,63 % dengan tingkat Lolos sebesar 50,37 % ,sedangkan pada peledakan usulan didapatkan boulder sebesar 88,00% dengan tingkat boulder sebesar 12,00% .
Studi Korelasi Kekuatan Batulempung Dengan Uji Kuat Tekan Dan Point Load Index Formasi Pulaubalang Kota Samarinda Ronald Alvin Ifnie, Jones; Trides, Tommy; Nugroho, Windhu; Oktaviani, Revia; Juvensius Pontus , Albertus
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.534

Abstract

Uniaxial Compressive Strength (UCS) adalah kekuatan batuan utuh (intact rock) yang diperoleh dari hasil pengujian di laboratorium, satuan umumnya dinyatakan dalam Mpa. Nilai UCS yang dihasilkan dari pengujian laboratorium merupakan besar tekanan yang diberikan sehingga batuan tersebut pecah. Adapun perbedaan dangan uji point load index (PLI) adalah terletak pada permukaan sampel batuan yang akan diuji, yaitu pada pengujian PLI sampel yang ditekan pada satu titik. Hasil uji PLI merupakan salah satu metode yang cukup baik untuk mengestimasi nilai kuat tekan suatu batuan (UCS), khususnya dalam pekerjaan perancangan desain lereng tambang. Nilai densitas pada Formasi Pulaubalang sebesar 1,22 gr/cm3-1,36 gr/cm3. nilai kadar air Formasi Pulaubalang sebesar 14,23 % - 13,72%. Nilai porositas pada Formasi Pulaubalang sebesar 59,91%-51,58%. Nilai kuat tekan yang didapatkan pada Formasi Pulaubalang adalah 0,83MPa-2,43MPa. Nilai point load index yang didapatkan pada Formasi Pulaubalang adalah 0,0106-0,0222. Nilai korelasi PLI dan UCS pada Formasi Pulaubalang didapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,893 dan nilai persamaan regresi Y= 101,864-0,255
Penentuan kedalaman zona degradasi pada lereng highwall di PT putra karya borneo Natasya Amanda Putri; Tommy Trides; Revia Oktaviani; Albertus Juvensius Pontus; Rety Winonazada
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 7 No. 5 (2026): Mei
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v7i5.6331

Abstract

lope stability in open-pit mining is a critical aspect influenced by the geotechnical conditions of slope-forming materials, particularly the presence of a degradation zone. This study aims to determine the depth of the degradation zone or Fully Disturbed Limit (FDL) and to analyze its role in the stability of the highwall slope at Pit North, PT Karya Putra Borneo. The research employs a quantitative approach using secondary data, including slope geometry and geotechnical parameters, combined with slope modeling using Slide 6.0 software. The depth of the degradation zone is determined based on a disturbance factor (D) value of 0.7, representing mechanical excavation methods. The results indicate that the degradation zone extends to a depth of approximately 3.9 meters from the slope surface, forming a relatively weaker layer compared to the underlying material. This zone has the potential to act as a weak plane that controls slope failure mechanisms. Therefore, the depth and position of the degradation zone are key factors that must be considered in slope stability analysis to support safer and more effective slope design in open-pit mining.
Permodelan hidrogeologi kondisi natural pada daerah luyo kabupaten polewali mandar provinsi sulawesi barat Nur Aqsa Syahban Irwan; Shalaho Dina Devy; Albertus Juvensius Pontus; Revia Oktaviani; Agus Winarno
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol7iss5pp741-752

Abstract

The Luyo area, Polewali Mandar Regency, West Sulawesi Province, has a high dependence on groundwater as the main source of water for domestic and community activities. Increasing groundwater utilization may potentially disturb the natural hydrogeological balance if it is not properly managed. Therefore, a comprehensive understanding of natural hydrogeological conditions is essential as a basis for sustainable groundwater management. This study aims to determine the hydrogeological conditions of the study area, the natural groundwater balance, and the groundwater flow pattern and hydraulic head distribution through natural-condition hydrogeological modeling. The research methods include hydrological analysis, groundwater level measurements, electrical resistivity surveys using the Schlumberger configuration, pumping tests, and steady-state numerical groundwater modeling based on conceptual and mathematical approaches. The results indicate that the hydrogeological system in the study area consists of unconfined and semi-confined aquifers controlled by local lithological and geomorphological conditions. The natural groundwater balance shows that the study area remains in a relatively balanced condition, with groundwater recharge primarily derived from rainfall infiltration. Groundwater flow generally follows the topography, moving from recharge areas toward discharge zones such as rivers and springs. Model calibration results show good agreement between simulated and observed hydraulic heads. The developed natural-condition hydrogeological model is expected to serve as a baseline reference for evaluating future changes in the groundwater system due to human activities and environmental changes
Rekomendasi perencanaan sistem penyaliran pada disposal selatan PT victor dua tiga mega Putri Lufian Tika; Agus Winarno; Ardhan Ismail; Shalaho Dina Devy; Revia Oktaviani
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 7 No. 6 (2026): (in progress)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol7iss6pp827-836

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of drainage in the southern disposal pit dump 4 area. It uses a descriptive quantitative method with primary data collection in the form of actual channel conditions and dimensions, as well as flow velocity measurements using the float method. Secondary data includes rainfall data, disposal design, topography, and mine progress maps. The analysis uses the Mononobe method to calculate rainfall intensity, the rational method based on a 10-year return period to calculate planned runoff discharge, and the Manning equation to determine channel capacity. The results of this study indicate that the actual open channel in the disposal area of pit dump 4 south has a discharge of 0.50 m3/s under light rain conditions and a discharge of 1.12 m3/s under heavy rain conditions, and experiences a decrease in hydraulic performance due to erosion on the channel walls and sediment deposition at the bottom of the channel. Therefore, the current channel cannot accommodate and drain the maximum discharge that may occur under extreme conditions. It is recommended that an open channel with a channel capacity of 8.45 m3/s can accommodate a planned runoff discharge of 7.68 m3/s, which indicates that the drainage system is capable of accommodating and draining water safely, efficiently, and sustainably
The Role of the Mining Sector in Regional Economic Development: A Case Study of East Kutai Regency Ardhan Ismail; Dea Mierela Ananda; Agus Winarno; Revia Oktaviani; Arif Setiawan; Rety Winonazada; Supriyanto Supriyanto
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 4 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i4.1765

Abstract

This study examines the role of the mining sector in East Kutai Regency's regional economic development, where mining contributes over 40% to GRDP. An integrated analytical framework combining Input-Output analysis with overlay analysis techniques (Location Quotient, Klassen Typology, and Shift-Share) was employed to comprehensively assess the mining sector's structural position, inter-sectoral linkages, and development impact. The Input-Output analysis utilized East Kalimantan's 2016 table updated via RAS method to generate regency specific coefficients, while overlay analysis employed GRDP statistics for 2014 to 2023 to evaluate spatial concentration and competitive dynamics. Input-Output findings reveal the mining sector exhibits weak backward linkage of 1.0 and forward linkage of 0.95, positioning it in Quadrant III with minimal inter-sectoral integration and limited multiplier effects on the regional production system. Overlay analysis through Location Quotient demonstrates the mining sector's highest comparative advantage at 1.76, indicating strong export orientation and spatial concentration. However, Klassen Typology classifies it in Quadrant IV as a lagging sector with growth coefficient of 0.94 and contribution coefficient of 0.93, reflecting stagnant development performance. Shift-Share analysis within the overlay framework confirms the mining sector's severe competitiveness decline at negative 35,714.67, the worst among seventeen evaluated sectors. The convergent results from Input-Output and overlay analyses indicate the mining sector operates as an extractive enclave with insufficient value-added generation and constrained developmental spillovers. Enhancing the mining sector's developmental role requires strengthening backward and forward linkages through downstream processing facilities, local content requirements, and technology transfer mechanisms to transform the sector from an extractive enclave into an integrated regional growth driver.
Finite Element Analysis of Strength Degradation and Interface Behavior Controlling Bund Wall Stability in an Ex-Mining Pit Revia Oktaviani; Tommy Trides; Albertus Juvensius Pontus; Afdal Jamil Tanjung; Haviluddin Haviluddin
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v6i1.1786

Abstract

This study presents a finite element analysis of the stability and interface behavior of a bund wall constructed under tropical mining conditions at the Banda Mine, East Kalimantan, Indonesia. The research aims to evaluate the effects of strength degradation and geometric interfaces on the overall stability of the embankment system, which was designed to retain overburden material and mitigate slope failure under combined rainfall and seismic loading. The bund wall, with an overall height of 75 m and a base width of 130 m, was constructed using compacted sandy loam sourced from site overburden. Laboratory testing determined the geotechnical parameters of the materials, including soft clay, sandy loam, and siltstone foundation. Finite element modeling was performed on six critical cross sections to simulate progressive strength reduction representing 0%, 25%, and 50% cohesion loss. The calculated factors of safety ranged from 1.87 to 2.55 along the slope, 3.40 to 5.81 at the bund wall base, and 7.79 to 10.27 within the foundation, confirming overall structural stability under all modeled scenarios. However, local reductions in stability were observed near the interface zones and the central section of the wall at depths exceeding 25 m. These findings highlight the influence of interface geometry and strength degradation on stability performance and emphasize the need for improved compaction and continuous stress monitoring during operation
PERSENTASE TEREDUKSI PENGARUH PENGGUNAAN SEQUENTIAL BLASTING TERHADAP GROUND VIBRATION PADA KEGIATAN PELEDAKAN DI PIT. PINANG A9, PT. BUKIT BAIDURI ENERGI, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Rabin Daruis; Revia Oktaviani; Agus Winarno; Windhu Nugroho; Lucia Litha Respati
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i2.22818

Abstract

Kegiatan peledakan merupakan kegiatan pemberaian batuan yang membantu memudahkan pembongkaran dalam kegiatan penggalian. Pada PT. BBE masih melakukan kegiatan peledakan hingga saat ini dalam membantu memberaikan batuan yang ada dilokasi penambangan khususnya pada lokasi PIT. Pinang A9. Kegiatan peledakan sendiri memiliki dampak yang cukup membahayakan bagi lingkungan sekitar, salah satunya adalah getaran tanah yang mana dapat memberikan dampak cukup serius jika nilai getarannya cukup tinggi. Dalam upaya mlelakukan kegaiatan ini masih didapati nilai getaran yang cukup tinggi dalam perhitungan teoritisnya dengan nilai rata-rata PPV nya adalah 1,68 mm/s. Kondisi batuan yang mendominasi pada lokasi kegiatan peledakan adalah batuan claystone dan batuan sanstone dimana untuk nilai kuat tekannya cukup lemah yaitu berada pada kategori lunak dengan nilai 8 hingga 16 Mpa. Sehingga dalam proses kegiatan ini diperlukan suatu solusi untuk meredam besar getaran yang ada, dalam hal ini PT. BBE memilih langkah dengan menggunakan solusi teknik Sequential Blasting dimana dalam penerapannya diberikan Dummy Holes sebagai penambah delay untuk membuat banyaknya lubang ledak menjadi kelompok-kelompok kecil saat meledak. Setelah dilakukannya aktivitas kegiatan peledakan didapatkan nilai PPV bisa berkurang cukup drastic dengan nilai rata-ratanya menjdai 0,46 mm/s dimana dalam hal ini teknik Sequential Blasting dapat mereduksi besarnya getaran hingga 69,55%.
STUDI KASUS POMPA TAMBANG PADA PIT SELOQLAI PT. MITRA INDAH LESTARI JOBSITE PT. LANNA HARITA INDONESIA KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Abdul Rijal Mukmin; Shalaho Dina Devy; Revia Oktaviani; Agus Winarno; Lucia Litha Respati
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i2.23907

Abstract

Kegiatan penambangan batubara yang dilakukan oleh PT Mitra Indah Lestari Jobsite PT Lanna Harita Indonesia menggunakan metode yaitu open pit yang menyebabkan terbukanya cekungan yang luas sehingga sangat potensial untuk menjadi daerah tampungan air, baik yang air limpasan permukaan maupun air tanah. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ialah belum adanya evaluasi terkait sistem pemompaan serta belum adanya main sump. Oleh karena itu, perlu adanya studi pompa tambang agar dapat mengurangi dan optimalkan penanganan air yang masuk ke pit. Metode kajiannya yaitu hidrologi, ketentuan sesuai regulasi, dan penirisan. Berdasarkan hasil perhitungan debit limpasan yaitu 1.1221,48 m3/hari. Kapasitas sump pit seloqlai yaitu 49.140 m3 , kedalaman 10 m dan luas 4.914  m2. Pada neraca air sump evaporasi yaitu 5,41 m3/hari, infiltrasi yaitu 2,9 m3/hari, dan debit pompa sebesar 1.152  m3/hari, debit tersisa di sump sebesar 61,17 m3/hari dan waktu tinggal air pada sump 40 hari. Rancangan desain saluran mampu mengalirkan debit air 1,52  m3/detik, berbentuk trapesium dimensi kemiringan 45°, CW yaitu 2,3 m, H yaitu 1 m, b yaitu 0,3 m dan, kemiringan lantai 1%. 
Evaluasi Trigger Action Response Plan (TARP) Pergerakan Lereng Disposal Menggunakan Alat Slope Stability Radar (SSR) Pada Disposal PT. Bara Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Irianta Ibo Sembiring; Tommy Trides; Windhu Nugroho; Revia Oktaviani; Albertus Juvensius Pontus
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i1.19258

Abstract

PT Bara Tabang merupakan salah satu perusahaan tambang batubara yang menggunakan alat Slope stability radar (SSR) sebagai alat monitoring lereng. SSR merupakan salah satu alat pemantauan lereng yang memiliki kelebihan dalam memantau keadaan lereng secara real time. SSR dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam pengembangan dan penerapan Trigger Action Response Plan (TARP) untuk manajemen risiko. TARP merupakan sistem respon terstruktur yang mengatur langkah-langkah yang perlu diambil berdasarkan pemicu tertentu (trigger) yang terdeteksi di lapangan, guna mencegah kecelakaan dan kerugian. Penerapan SSR dalam menentukan TARP fokus pada identifikasi pemicu yang terkait dengan pergerakan lereng yang berbahaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ambang batas pada alarm dengan menggunakan metode Upper Control Limit (UCL) dan merekomendasikan nilai Trigger Action Response Plan (TARP). Hasil penelitian didapatkan nilai ambang batas pada VCP 1440, nilai rekomendasi alarm ialah 5.71 mm/jam dengan critical value sebesar 15.871 mm/jam dan berdasarkan nilai VCP 1440, tindakan yang diperlukan dapat disesuaikan terhadap status kestabilan lereng Disposal Pit Bara Tabang yang dikategorikan menjadi empat yaitu kondisi hijau – aman (< -1.48 mm/jam), kondisi kuning – awas (-1.48 – 4.28 mm/jam), kondisi oranye – kritis (4.28 -5.71) mm/jam, dan kondisi merah – longsor (>15.871 mm/jam).`
Co-Authors Abdul Malik Abdul Rijal Mukmin Achmad Faisal Achmad Jefry Yandus Afdal Jamil Tanjung Agus Winarno Agus Winarno Agus Winarno, Agus Ainayah Al Fatihah Aisyatur Ridho Akbar Ilham Albertus J Pontus Albertus Juvensius Albertus Juvensius Pontus Anakta Hartanta sebayang Ardhan Ismail Arif Setiawan Ashabul Kahfi, Ashabul Azzahra, Siti Maghfirah Benny Christian BB Bryan Andreas Turnip Budi Utama, Yogi D. Devy, Shalaho Dea Mierela Ananda Deni Saldi Dina Devi, Shalaho Dina Devy, Shalaho Dionisyus Fransiskus Sinaga Fernando Lawangan Ginting, Emdananta Gunawan Manullang, Ronal Edi Harjuni Harjuni Hasan Harjuni Hasan Haviluddin Haviluddin Henny Magdalena Irianta Ibo Sembiring Irvan Erika Pangestu Irvantoni Simbolon, Desron Jaba, Yafet Joe Vandame Juvensius Pontus, Albert Juvensius Pontusi, Albertus Kasbillah, Kasbillah Ketut Swarningsih Kevin Elzar Rosera A Kresna Phadiakara Krisanto Yardin Panggeso L. Tobing, Ciko Gratio Parkletos Lifia Kemala Dewi Litha Respati, Lucia Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati M. Rijal, M. Mardan Ali Masayu Widiastuti Milda Milda Muhammad Hamzah Muhammad Rayhan Fhadillah Musodiq Musodiq Natasya Amanda Putri Nimsi, Yekeskiel Nugroho, Windhu Nur Aqsa Syahban Irwan Nur Qorima Azis Nur, Al Maida Nurhidayat, Royan Perdi Perdi Putri Lufian Tika Rabin Daruis Rafael Bonardy Gultom Respati, Lucia Litha Rety Winonazada Ronald Alvin Ifnie, Jones S. Depari, Raja Kami Sandri Tandi Rapang Satria Bekti, Nanda Shalaho Dina Devy Shalizam, Shalizam Sharon Tria Kurniawati Silaban Silalahi, Abdi Brema Sitepu, Joe Vandame Situmorang, Ardo P Sokisha, Sokkia Suhaila Ridwan Suharni Suharni Supriyanto Supriyanto Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Trides, Tommy Vandrianus Felix Feto Nuwa W. S. Gumilang, W. S. Gumilang Wahyu Garini, Andini Dwi Windhu Nugrho windhu Nugroho Windhu Nugroho Windhu Nugroho windhu Yekeskiel Nimsi Yufita, Zaenul