Claim Missing Document
Check
Articles

PERSENTASE TEREDUKSI PENGARUH PENGGUNAAN SEQUENTIAL BLASTING TERHADAP GROUND VIBRATION PADA KEGIATAN PELEDAKAN DI PIT. PINANG A9, PT. BUKIT BAIDURI ENERGI, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Daruis, Rabin; Oktaviani, Revia; Winarno, Agus; Nugroho, Windhu; Respati, Lucia Litha
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i2.22818

Abstract

Kegiatan peledakan merupakan kegiatan pemberaian batuan yang membantu memudahkan pembongkaran dalam kegiatan penggalian. Pada PT. BBE masih melakukan kegiatan peledakan hingga saat ini dalam membantu memberaikan batuan yang ada dilokasi penambangan khususnya pada lokasi PIT. Pinang A9. Kegiatan peledakan sendiri memiliki dampak yang cukup membahayakan bagi lingkungan sekitar, salah satunya adalah getaran tanah yang mana dapat memberikan dampak cukup serius jika nilai getarannya cukup tinggi. Dalam upaya mlelakukan kegaiatan ini masih didapati nilai getaran yang cukup tinggi dalam perhitungan teoritisnya dengan nilai rata-rata PPV nya adalah 1,68 mm/s. Kondisi batuan yang mendominasi pada lokasi kegiatan peledakan adalah batuan claystone dan batuan sanstone dimana untuk nilai kuat tekannya cukup lemah yaitu berada pada kategori lunak dengan nilai 8 hingga 16 Mpa. Sehingga dalam proses kegiatan ini diperlukan suatu solusi untuk meredam besar getaran yang ada, dalam hal ini PT. BBE memilih langkah dengan menggunakan solusi teknik Sequential Blasting dimana dalam penerapannya diberikan Dummy Holes sebagai penambah delay untuk membuat banyaknya lubang ledak menjadi kelompok-kelompok kecil saat meledak. Setelah dilakukannya aktivitas kegiatan peledakan didapatkan nilai PPV bisa berkurang cukup drastic dengan nilai rata-ratanya menjdai 0,46 mm/s dimana dalam hal ini teknik Sequential Blasting dapat mereduksi besarnya getaran hingga 69,55%.
STUDI KASUS POMPA TAMBANG PADA PIT SELOQLAI PT. MITRA INDAH LESTARI JOBSITE PT. LANNA HARITA INDONESIA KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Mukmin, Abdul Rijal; Devy, Shalaho Dina; Oktaviani, Revia; Winarno, Agus; Respati, Lucia Litha
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i2.23907

Abstract

Kegiatan penambangan batubara yang dilakukan oleh PT Mitra Indah Lestari Jobsite PT Lanna Harita Indonesia menggunakan metode yaitu open pit yang menyebabkan terbukanya cekungan yang luas sehingga sangat potensial untuk menjadi daerah tampungan air, baik yang air limpasan permukaan maupun air tanah. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ialah belum adanya evaluasi terkait sistem pemompaan serta belum adanya main sump. Oleh karena itu, perlu adanya studi pompa tambang agar dapat mengurangi dan optimalkan penanganan air yang masuk ke pit. Metode kajiannya yaitu hidrologi, ketentuan sesuai regulasi, dan penirisan. Berdasarkan hasil perhitungan debit limpasan yaitu 1.1221,48 m3/hari. Kapasitas sump pit seloqlai yaitu 49.140 m3 , kedalaman 10 m dan luas 4.914  m2. Pada neraca air sump evaporasi yaitu 5,41 m3/hari, infiltrasi yaitu 2,9 m3/hari, dan debit pompa sebesar 1.152  m3/hari, debit tersisa di sump sebesar 61,17 m3/hari dan waktu tinggal air pada sump 40 hari. Rancangan desain saluran mampu mengalirkan debit air 1,52  m3/detik, berbentuk trapesium dimensi kemiringan 45°, CW yaitu 2,3 m, H yaitu 1 m, b yaitu 0,3 m dan, kemiringan lantai 1%. 
The Analisis Pengaruh Temperatur Air Pada Siklus Pengujian Slake Durability Terhadap Ketahanan dan Ukuran Butir Batuan Daerah Kutai Kartanegara Widzar, Moh. Widzar Fahmi; Oktaviani, Revia; Winonazada, Rety; Trides, Tommy; Pontus, Albertus Juvensius
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 2 (2025): Dewantara Journal of Technology Volume 5 Nomor 2
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i2.301

Abstract

Menurut Franklin dan Chandra (1972) uji slake durability mampu memberikan gambaran mengenai tingkat kerusakan yang dialami batuan akibat siklus pengeringan dan pembasahan. Temperatur air merupakan salah satu variabel penting terhadap hasil uji slake durability, peningkatan temperatur air dapat mempercepat laju reaksi kimia dan fisik yang terjadi pada batuan selama proses pelapukan. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya untuk menganalisis ketahanan dan pengaruh temperatur air pada siklus pengujian slake durability, batulempung dan batulanau dipilih karena memiliki ukuran butir yang berbeda yang nantinya akan dilakukan pengujian ukuran butir untuk mengetahui dominasi material dari setiap lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penenlitian didapatkan hasil pengaruh index durability (Id2) terhadap temperatur air didapatkan pada sampel batulanau formasi Balikpapan pengaruh temperatur air sangat kuat dengan nilai (R2) 0.9998, formasi Pulau Balang pengaruh temperatur air kuat dengan nilai (R2) 0.9879, sedangkan sampel batulempung formasi Balikpapan pengaruh temperatur air cukup kuat dengan nilai (R2) 0,791, formasi Pulau Balang pengaruh temperatur air sangat kuat dengan nilai (R2) 0.9659. Untuk dominasi material pada lokasi penelitian didapatkan sampel batulanau formasi Balikpapan sebesar 60,17%, formasi Pulau Balang sebesar 61, 06% sedangkan sampel batulempung formasi Balikpapan sebesar 54,51%, dan formasi Pulau Balang sebesar 61,87%.
Analisis Rebound Number dan Sifat Fisik Batuan Sandstone di Samarinda Ulu Kalimantan Timur Hamzah, Muhammad; Trides, Tommy; Oktaviani, Revia; Respati, Lucia Litha; Juvensius, Albertus
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 2 (2025): Dewantara Journal of Technology Volume 5 Nomor 2
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i2.302

Abstract

Karakterisasi sifat mekanik batuan merupakan aspek penting dalam kegiatan pertambangan, terutama untuk mendukung perencanaan geoteknik dan evaluasi kestabilan massa batuan. Pengujian kuat tekan uniaksial (Uniaxial Compressive Strength/UCS) umumnya digunakan untuk menilai kekuatan batuan, namun metode ini memerlukan waktu dan biaya yang relatif besar. Oleh karena itu, uji non-destruktif menggunakan Schmidt Hammer dengan parameter rebound number banyak diterapkan sebagai alternatif yang lebih praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sifat fisik batuan, yaitu kadar air, porositas, dan derajat kejenuhan, terhadap nilai rebound number. Metode penelitian meliputi pengujian Schmidt Hammer dan pengujian sifat fisik batuan di laboratorium, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar air, porositas, dan derajat kejenuhan cenderung menurunkan nilai rebound number. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi fisik batuan memiliki peran penting dalam interpretasi nilai rebound number. Dengan demikian, penggunaan Schmidt Hammer sebagai alat estimasi sifat mekanik batuan perlu mempertimbangkan pengaruh sifat fisik batuan agar hasil yang diperoleh lebih akurat dan representatif.
PENGGUNAAN FOTO UDARA UNTUK MONITORING LERENG TIMBUNAN IPD PIT 1 LAHAN PASCATAMBANG PT MEGAPRIMA PERSADA Sumarlin, Sumarlin; Ibrahim, Ibrahim; Setiawan, Yunianto; Oktaviani, Revia; Sabrian, Pangea Ghiyats
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i2.25604

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam pascatambang adalah pemantauan stabilitas lereng timbunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketelitian penggunaan foto udara dari Unmanned Aerial Vehicles (UAV) dalam mengidentifikasi lereng timbunan lahan pascatambang, dengan pendekatan kuantitatif berbasis parameter spasial. Dari hasil penelitian penggunan drone/UAV dalam kegiatan identfikasi lereng lahan pascatambang IPD (In pit dump) Pit 1 lahan pascatambang PT Megaprima berdasarkan ketentuan (standart) yang berlaku didapat nilai  CE90 yang dihasilkan nilai horisontal adalah 0,64 meter dan nilai LE90 ketetlitian secara vertikal adalah 2,02 meter secara ketentuan masih masuk dalam Kelas 1 pada ketelitian horizontal dan masuk kedalam kelas 3 ketetlitian secara vertikal. Dari data spasial yang dihasilkan dari pemetaan menggunakan drone atau UAV pada daerah peneltian IPD Pit 1 berdasarkan analisis ulang (back analysis) geoteknik nilai Faktor Keamanan (FK) adalah 0,77 dalam kondisi FK Dinamis pada salah titik lereng timbunan yang diteltiti, sehingga jika mengacu kepada ketentuan Kepmen ESDM nomor : 1827.K/30/MEM/2018 masuk kedalam kataegori keparahan konsekuensi tinggi. Secara lingkungan daerah peneltian masih terdapat void, kurangnya vegetasi yang menutupi, banyak terbentuk gulir erosi dan dekat dengan pemukiman Masyarakat serta daerah penelitian merupakan lereng timbunan yang terbentuk pada lubang bekas tambang seluas 70 Ha.
The Role of the Mining Sector in Regional Economic Development: A Case Study of East Kutai Regency Ismail, Ardhan; Ananda, Dea Mierela; Winarno, Agus; Oktaviani, Revia; Setiawan, Arif; Winonazada, Rety; Supriyanto, Supriyanto
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 4 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i4.1765

Abstract

This study examines the role of the mining sector in East Kutai Regency's regional economic development, where mining contributes over 40% to GRDP. An integrated analytical framework combining Input-Output analysis with overlay analysis techniques (Location Quotient, Klassen Typology, and Shift-Share) was employed to comprehensively assess the mining sector's structural position, inter-sectoral linkages, and development impact. The Input-Output analysis utilized East Kalimantan's 2016 table updated via RAS method to generate regency specific coefficients, while overlay analysis employed GRDP statistics for 2014 to 2023 to evaluate spatial concentration and competitive dynamics. Input-Output findings reveal the mining sector exhibits weak backward linkage of 1.0 and forward linkage of 0.95, positioning it in Quadrant III with minimal inter-sectoral integration and limited multiplier effects on the regional production system. Overlay analysis through Location Quotient demonstrates the mining sector's highest comparative advantage at 1.76, indicating strong export orientation and spatial concentration. However, Klassen Typology classifies it in Quadrant IV as a lagging sector with growth coefficient of 0.94 and contribution coefficient of 0.93, reflecting stagnant development performance. Shift-Share analysis within the overlay framework confirms the mining sector's severe competitiveness decline at negative 35,714.67, the worst among seventeen evaluated sectors. The convergent results from Input-Output and overlay analyses indicate the mining sector operates as an extractive enclave with insufficient value-added generation and constrained developmental spillovers. Enhancing the mining sector's developmental role requires strengthening backward and forward linkages through downstream processing facilities, local content requirements, and technology transfer mechanisms to transform the sector from an extractive enclave into an integrated regional growth driver.
Co-Authors Achmad Faisal Agus Winarno Agus Winarno Agus Winarno, Agus Ainayah Al Fatihah Albertus J Pontus Albertus Juvensius Pontus Albertus Juvensius Pontus Anakta Hartanta sebayang Ananda, Dea Mierela Ardhan Ismail Arif Setiawan Ashabul Kahfi, Ashabul Azzahra, Siti Maghfirah Benny Christian BB Bryan Andreas Turnip Budi Utama, Yogi D. Devy, Shalaho Daruis, Rabin Devy, Shalaho Dina Dina Devi, Shalaho Dina Devy, Shalaho Dionisyus Fransiskus Sinaga Fernando Lawangan Ginting, Emdananta Gunawan Manullang, Ronal Edi Harjuni Harjuni Hasan Harjuni Hasan Henny Magdalena Ibrahim Ibrahim Ilham, Akbar Irvantoni Simbolon, Desron Jaba, Yafet Juvensius Pontus , Albertus Juvensius Pontus, Albert Juvensius Pontus, Albertus Juvensius Pontusi, Albertus Juvensius, Albertus Kasbillah, Kasbillah Kevin Elzar Rosera A Kresna Phadiakara Krisanto Yardin Panggeso L. Tobing, Ciko Gratio Parkletos Lifia Kemala Dewi Litha Respati, Lucia Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati M. Rijal, M. Mardan Ali Masayu Widiastuti Milda Milda Muhammad Hamzah, Muhammad Muhammad Rayhan Fhadillah Mukmin, Abdul Rijal Musodiq Musodiq Nimsi, Yekeskiel Nugroho, Windhu Nur Qorima Azis Nur, Al Maida Nurhidayat, Royan Pontus, Albertus Juvensius Rafael Bonardy Gultom Respati, Lucia Litha Ronald Alvin Ifnie, Jones S Sumarlin S. Depari, Raja Kami Sabrian, Pangea Ghiyats Sandri Tandi Rapang Satria Bekti, Nanda sebayang, Anakta Hartanta Sembiring, Irianta Ibo Shalaho Dina Devy Shalizam, Shalizam Sharon Tria Kurniawati Silaban Silalahi, Abdi Brema Sitepu, Joe Vandame Situmorang, Ardo P Sokisha, Sokkia Suhaila Ridwan Suharni Suharni Supriyanto Supriyanto Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Trides, Tommy Vandrianus Felix Feto Nuwa W. S. Gumilang, W. S. Gumilang Wahyu Garini, Andini Dwi Widiastuti, Masayu Widzar, Moh. Widzar Fahmi Windhu Nugroho Windhu Nugroho Windhu Nugroho windhu Nugroho Windhu Nugroho windhu Winonazada, Rety Yekeskiel Nimsi Yufita, Zaenul Yunianto Setiawan, Yunianto