Claim Missing Document
Check
Articles

Penentuan Tinggi Stemming Dan Crest Burden Berdasarkan Jarak Flyrock Di Pit Inul Middle Panel 3 Pt Kaltim Prima Coal Kalimantan Timur Nimsi, Yekeskiel; Nugroho, Windhu; Oktaviani, Revia; Trides, Tommy; Litha Respati, Lucia
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.526

Abstract

Peledakan merupakan salah satu metode pemberaian lapisan overburden yang digunakan PT Kaltim Prima Coal, proses pengupasan overburden menjadi salah satu hal yang sangat krusial untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan. Flyrock adalah lemparan batuan ke segala arah secara tidak terduga dari kegiatan peledakan yang berdampak paling berbahaya bagi keselamatan manusia, alat, dan bangunan. PT. Kaltim Prima Coal menetapkan radius aman pada kegiatan peledakan untuk alat 300 m dan 500 m untuk manusia. Namun pada radius ± 400 meter terdapat pemukiman warga dan jalan raya, sehingga perlu dilakukan blokade jalan dan evakuasi warga yang berada didalam radius peledakan. Dalam upaya mengurangi radius aman manusia dan alat di bawah 500 m dapat dilakukan dengan melakukan peledakan terkendali. Dengan menggunakan persamaan Richard dan Moore yang melibatkan burden dan stemming dalam memprediksi lemparan maksimum flyrock dan melakukan pendekatan terhadap nilai konstanta disesuaikan dengan kondisi di Pit Inul Middle. Hasil penelitian menunjukan rata-rata flyrock terlempar sejauh 11.58 m dan paling terjauh 39.74 m. Dengan diketahui prediksi lemparan maksimum flyrock, maka untuk mengurangi radius aman manusia dan alat di bawah 500 m serta mempertimbangkan safety factor, standar nilai variabel tinggi stemming dan face burden yaitu minimal 3.3 m dan jarak crest burden yaitu 1.03 m
Analisis Jarak Lemparan Flyrock Untuk Meminimalisir Radius Aman Alat Pada Panel L0-K1, Pt. Harmoni Panca Utama Jobsite Dta, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Sokisha, Sokkia; Litha Respati, Lucia; Oktaviani, Revia; Trides, Tommy; Juvensius Pontus, Albertus
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.527

Abstract

Salah satu efek terhadap lingkungan dari kegiatan peledakan yaitu adanya flyrock. Flyrock adalah fragmentasi batuan yang terlempar akibat hasil peledakan. Fragmentasi batuan ini apabila terlempar melebihi radius aman dapat mengakibatkan kerusakan untuk alat mekanis dan dapat mengakibatkan cidera bahkan kematian untuk manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak lemparan maksimum flyrock aktual di lapangan serta faktor yang mempengaruhi terjadinya flyrock. Penelitian ini di lakukan pada panel L0-K1 PT. Harmoni Panca Utama Jobsite DTA, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Pengamatan jarak lemparan maksimum flyrock aktual di lakukan sebanyak 31 kali pengamatan dan di peroleh jarak lemparan maksimum flyrock aktual yaitu 119,53 m. Dari 31 kali pengamatan di lapangan, kegiatan peledakan yang dilakukan masuk kedalam kategori energi terkontrol dengan nilai rata-rata Scale Depth Of Burial yaitu 1,31 m/kg1/3. Untuk memprediksi flyrock secara teoritis di gunakan metode empirik Richard & Moore serta metode analisis dimensi Ebrahim Ghasemi. Dari kedua teori tersebut, teori Ebrahim Ghasemi merupakan teori yang paling mendekati dengan hasil aktual dilapangan dengan persentase kesalahan paling kecil yaitu 14,18 %. Dari hasil korelasi antara parameter peledakan terhadap flyrock aktual di lapangan di peroleh faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya flyrock adalah stemming. Maka dari itu di berikan rekomendasi berupa tinggi stemming untuk memperkecil jarak lemparan flyrock. Setelah di lakukan kegiatan trial dan error menggunakan data rekomendasi, radius aman alat dapat di minimalisir menjadi 230 m
Pengaruh Nilai Blastability Index Dan Geometri Peledakan Terhadap Fragmentasi Batuan Pada Pit 7 Pt Ansaf Inti Resources Rijal, M.; Oktaviani, Revia; Litha Respati, Lucia; Hasan, Harjuni; Trides, Tommy
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.531

Abstract

Dalam dunia pertambangan sering di didapat batuan yang relatif keras, sehingga tidak dapat digali secara langsung karena berpengaruh pada produktifitas alat gali muat tersebut. Dengan berkembangnya teknologi, ditemukan solusi untuk memberaikan batuan tersebut yaitu dengan proses peledakan. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mencari nilai Blastability Index dan mendapatkan faktor batuan yang akan diledakkan dan prediksi fragmentasi menurut Kuz-Ram dan Split Dekstop pada PT. Ansaf Inti Resources Kabupaten kutai kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian kali ini yaitu metode kuantitatif dengan mengolah data Ketetapan Perusahaan perusahaan sesuai dengan literatur yang akan diambil. Nilai Blastability Index batuan sebesar 75, 75 dari Nilai Blastability Index batuan diatas di dapatkan factor batuan sebesar 9,09. dengan Teori geometri peledakan R.L.Ash maka didapatkan nilai geomeri peledakan yang di usulkan dengan burden 4,5 m, spacing 5,5 m, Stemming 2,5 m, Subdrilling 0 m (disesuaikan dengan ketetapan perusahaan), kedalaman lubang 6,5 m, Charger length 4 m dan tinggi jenjang 6,5 m. Perhitungan ukuran fragmentasi dengan menggunakan persamaan Kuzram diperoleh ukuran batuan 50 cm pada peledakan Ketetapan Perusahaan yang lolos sebesar 44,13% dengan tingkat boulder sebesar 55,87 % ,sedangkan pada peledakan usulan didapatkan lolos sebesar 53,83% dengan tingkat boulder sebesar 46,17% %. Sedangkan dengan menggunakan aplikasi split dekstop diperoleh ukuran batuan 50 cm pada peledakan Ketetapan Perusahaan yang boulder sebesar 49,63 % dengan tingkat Lolos sebesar 50,37 % ,sedangkan pada peledakan usulan didapatkan boulder sebesar 88,00% dengan tingkat boulder sebesar 12,00% .
Studi Korelasi Kekuatan Batulempung Dengan Uji Kuat Tekan Dan Point Load Index Formasi Pulaubalang Kota Samarinda Ronald Alvin Ifnie, Jones; Trides, Tommy; Nugroho, Windhu; Oktaviani, Revia; Juvensius Pontus , Albertus
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.534

Abstract

Uniaxial Compressive Strength (UCS) adalah kekuatan batuan utuh (intact rock) yang diperoleh dari hasil pengujian di laboratorium, satuan umumnya dinyatakan dalam Mpa. Nilai UCS yang dihasilkan dari pengujian laboratorium merupakan besar tekanan yang diberikan sehingga batuan tersebut pecah. Adapun perbedaan dangan uji point load index (PLI) adalah terletak pada permukaan sampel batuan yang akan diuji, yaitu pada pengujian PLI sampel yang ditekan pada satu titik. Hasil uji PLI merupakan salah satu metode yang cukup baik untuk mengestimasi nilai kuat tekan suatu batuan (UCS), khususnya dalam pekerjaan perancangan desain lereng tambang. Nilai densitas pada Formasi Pulaubalang sebesar 1,22 gr/cm3-1,36 gr/cm3. nilai kadar air Formasi Pulaubalang sebesar 14,23 % - 13,72%. Nilai porositas pada Formasi Pulaubalang sebesar 59,91%-51,58%. Nilai kuat tekan yang didapatkan pada Formasi Pulaubalang adalah 0,83MPa-2,43MPa. Nilai point load index yang didapatkan pada Formasi Pulaubalang adalah 0,0106-0,0222. Nilai korelasi PLI dan UCS pada Formasi Pulaubalang didapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,893 dan nilai persamaan regresi Y= 101,864-0,255
ANALISIS FAKTOR KEAMANAN LERENG TERHADAP LONGSORAN JALAN TRIKORA DENGAN PENANGANAN DINDING PENAHAN TANAH sebayang, Anakta Hartanta; Oktaviani, Revia; Winarno, Agus; Trides, Tommy; Pontus, Albertus Juvensius; Widiastuti, Masayu
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 8 No. 2 (2022): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i2 DES.41798

Abstract

Wilayah Kalimantan Timur yang memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi ditiap akhir tahun menyebabkan kemungkinan longsoran terjadi begitu besar. Berdasarkan dari data longsoran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2020 Hingga tahun 2022 Tercatat ± 3000 bencana longsor yang terjadi di Indonesia Kejadian ini menyebabkan  banyak tempat tinggal dan fasilitas umum yang rusak dan memakan korban jiwa yang cukup banyak. Pada kasus longsor di ruas jalan trikora, Kecamatan Samarinda Seberang, Kalimantan Timur terjadi Sebanyak ± 3 kali. Longsor ini terjadi karena dipengaruhi oleh curah hujan ± 200 mm dan termasuk curah hujan sedang. Longsor menyebabkan seluruh jalan terputus. Dengan cara ini, pemerintah akan melakukan tindakan korektif, salah satunya adalah pembangunan dinding penahan tanah/pipa dengan tujuan untuk mencegah terjadinya longsor susulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keamanan lereng, dan untuk menguji kekuatan tanah itu sendiri dan dinding penahan tanah. Metode yang digunakan dalam menentukan keamanan lereng itu sendiri menggunakan metode Mohr-Coloumb dengan bantuan software Plaxis atau Slide. Pengujian kali ini dilakukan pada skala laboratorium dengan menggunakan alat Direct Shear Test. Hasil analisis yang didapatkan nilai faktor keamanan lereng yaitu 1.393 dan jika diberi beban 100 Kpa nilai faktor keamanan lereng yaitu 0.819. Untuk kestabilan dinding penahan tanah didapatkan yaitu stabilitas terhadap guling 1.79, stabilitas terhadap geser 0.91, dan stabilitas terhdap daya dukung tanah yaitu 3.44. Faktor Keamanan lereng dengan pile bor 3 meter yaitu 2.459 dan faktor keamanan lereng dengan pile bor 6 meter yaitu 2.630. Hasil perhitungan yang didapatkan nilai faktor keamanan dinding aman terhadap lereng. Kata Kunci: Dinding Penahan Tanah, Faktor Keamanan,Tanah Longsor ABSTRACT The area of East Kalimantan which has a tropical climate with high rainfall at the end of each year causes the possibility of landslides to occur so large. Based on landslide data from the National Disaster Management Agency (BNPB) in 2020 Until 2022, ± 3000 landslides have been recorded in Indonesia. In the case of landslides on the Trikora road, Samarinda Seberang District, East Kalimantan, it occurred ± 3 times. This landslide occurred because it was influenced by ± 200 mm rainfall and included moderate rainfall. The landslide caused all roads to be cut off. In this way, the government will take corrective actions, one of which is the construction of retaining walls/pipes with the aim of preventing further landslides. This study aims to determine the safety factor of the slope, and to test the strength of the soil itself and the retaining wall. The method used in determining the safety of the slope itself uses the Mohr-Coloumb method with the help of Plaxis or Slide software. The test this time was carried out on a laboratory scale using the Direct Shear Test tool. The results of the analysis that the slope safety factor value is 1.393 and if given a load of 100 KPa the slope safety factor value is 0.819. For the stability of the retaining wall, it is obtained that the stability against overturning is 1.79, the stability to shear is 0.91, and the stability to the bearing capacity of the soil is 3.44. The safety factor of the slope with a 3 meter pile drill is 2.459 and the safety factor of the slope with a 6 meter pile drill is 2.630. The calculation results obtained the value of the safety factor of the wall is safe against the slope.Keywords: Safety Factor, RetainingWall, Landslide
PERSENTASE TEREDUKSI PENGARUH PENGGUNAAN SEQUENTIAL BLASTING TERHADAP GROUND VIBRATION PADA KEGIATAN PELEDAKAN DI PIT. PINANG A9, PT. BUKIT BAIDURI ENERGI, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Daruis, Rabin; Oktaviani, Revia; Winarno, Agus; Nugroho, Windhu; Respati, Lucia Litha
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i2.22818

Abstract

Kegiatan peledakan merupakan kegiatan pemberaian batuan yang membantu memudahkan pembongkaran dalam kegiatan penggalian. Pada PT. BBE masih melakukan kegiatan peledakan hingga saat ini dalam membantu memberaikan batuan yang ada dilokasi penambangan khususnya pada lokasi PIT. Pinang A9. Kegiatan peledakan sendiri memiliki dampak yang cukup membahayakan bagi lingkungan sekitar, salah satunya adalah getaran tanah yang mana dapat memberikan dampak cukup serius jika nilai getarannya cukup tinggi. Dalam upaya mlelakukan kegaiatan ini masih didapati nilai getaran yang cukup tinggi dalam perhitungan teoritisnya dengan nilai rata-rata PPV nya adalah 1,68 mm/s. Kondisi batuan yang mendominasi pada lokasi kegiatan peledakan adalah batuan claystone dan batuan sanstone dimana untuk nilai kuat tekannya cukup lemah yaitu berada pada kategori lunak dengan nilai 8 hingga 16 Mpa. Sehingga dalam proses kegiatan ini diperlukan suatu solusi untuk meredam besar getaran yang ada, dalam hal ini PT. BBE memilih langkah dengan menggunakan solusi teknik Sequential Blasting dimana dalam penerapannya diberikan Dummy Holes sebagai penambah delay untuk membuat banyaknya lubang ledak menjadi kelompok-kelompok kecil saat meledak. Setelah dilakukannya aktivitas kegiatan peledakan didapatkan nilai PPV bisa berkurang cukup drastic dengan nilai rata-ratanya menjdai 0,46 mm/s dimana dalam hal ini teknik Sequential Blasting dapat mereduksi besarnya getaran hingga 69,55%.
STUDI KASUS POMPA TAMBANG PADA PIT SELOQLAI PT. MITRA INDAH LESTARI JOBSITE PT. LANNA HARITA INDONESIA KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Mukmin, Abdul Rijal; Devy, Shalaho Dina; Oktaviani, Revia; Winarno, Agus; Respati, Lucia Litha
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i2.23907

Abstract

Kegiatan penambangan batubara yang dilakukan oleh PT Mitra Indah Lestari Jobsite PT Lanna Harita Indonesia menggunakan metode yaitu open pit yang menyebabkan terbukanya cekungan yang luas sehingga sangat potensial untuk menjadi daerah tampungan air, baik yang air limpasan permukaan maupun air tanah. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ialah belum adanya evaluasi terkait sistem pemompaan serta belum adanya main sump. Oleh karena itu, perlu adanya studi pompa tambang agar dapat mengurangi dan optimalkan penanganan air yang masuk ke pit. Metode kajiannya yaitu hidrologi, ketentuan sesuai regulasi, dan penirisan. Berdasarkan hasil perhitungan debit limpasan yaitu 1.1221,48 m3/hari. Kapasitas sump pit seloqlai yaitu 49.140 m3 , kedalaman 10 m dan luas 4.914  m2. Pada neraca air sump evaporasi yaitu 5,41 m3/hari, infiltrasi yaitu 2,9 m3/hari, dan debit pompa sebesar 1.152  m3/hari, debit tersisa di sump sebesar 61,17 m3/hari dan waktu tinggal air pada sump 40 hari. Rancangan desain saluran mampu mengalirkan debit air 1,52  m3/detik, berbentuk trapesium dimensi kemiringan 45°, CW yaitu 2,3 m, H yaitu 1 m, b yaitu 0,3 m dan, kemiringan lantai 1%. 
The Analisis Pengaruh Temperatur Air Pada Siklus Pengujian Slake Durability Terhadap Ketahanan dan Ukuran Butir Batuan Daerah Kutai Kartanegara Widzar, Moh. Widzar Fahmi; Oktaviani, Revia; Winonazada, Rety; Trides, Tommy; Pontus, Albertus Juvensius
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 2 (2025): Dewantara Journal of Technology Volume 5 Nomor 2
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i2.301

Abstract

Menurut Franklin dan Chandra (1972) uji slake durability mampu memberikan gambaran mengenai tingkat kerusakan yang dialami batuan akibat siklus pengeringan dan pembasahan. Temperatur air merupakan salah satu variabel penting terhadap hasil uji slake durability, peningkatan temperatur air dapat mempercepat laju reaksi kimia dan fisik yang terjadi pada batuan selama proses pelapukan. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya untuk menganalisis ketahanan dan pengaruh temperatur air pada siklus pengujian slake durability, batulempung dan batulanau dipilih karena memiliki ukuran butir yang berbeda yang nantinya akan dilakukan pengujian ukuran butir untuk mengetahui dominasi material dari setiap lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penenlitian didapatkan hasil pengaruh index durability (Id2) terhadap temperatur air didapatkan pada sampel batulanau formasi Balikpapan pengaruh temperatur air sangat kuat dengan nilai (R2) 0.9998, formasi Pulau Balang pengaruh temperatur air kuat dengan nilai (R2) 0.9879, sedangkan sampel batulempung formasi Balikpapan pengaruh temperatur air cukup kuat dengan nilai (R2) 0,791, formasi Pulau Balang pengaruh temperatur air sangat kuat dengan nilai (R2) 0.9659. Untuk dominasi material pada lokasi penelitian didapatkan sampel batulanau formasi Balikpapan sebesar 60,17%, formasi Pulau Balang sebesar 61, 06% sedangkan sampel batulempung formasi Balikpapan sebesar 54,51%, dan formasi Pulau Balang sebesar 61,87%.
Analisis Rebound Number dan Sifat Fisik Batuan Sandstone di Samarinda Ulu Kalimantan Timur Hamzah, Muhammad; Trides, Tommy; Oktaviani, Revia; Respati, Lucia Litha; Juvensius, Albertus
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 2 (2025): Dewantara Journal of Technology Volume 5 Nomor 2
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i2.302

Abstract

Karakterisasi sifat mekanik batuan merupakan aspek penting dalam kegiatan pertambangan, terutama untuk mendukung perencanaan geoteknik dan evaluasi kestabilan massa batuan. Pengujian kuat tekan uniaksial (Uniaxial Compressive Strength/UCS) umumnya digunakan untuk menilai kekuatan batuan, namun metode ini memerlukan waktu dan biaya yang relatif besar. Oleh karena itu, uji non-destruktif menggunakan Schmidt Hammer dengan parameter rebound number banyak diterapkan sebagai alternatif yang lebih praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sifat fisik batuan, yaitu kadar air, porositas, dan derajat kejenuhan, terhadap nilai rebound number. Metode penelitian meliputi pengujian Schmidt Hammer dan pengujian sifat fisik batuan di laboratorium, yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar air, porositas, dan derajat kejenuhan cenderung menurunkan nilai rebound number. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi fisik batuan memiliki peran penting dalam interpretasi nilai rebound number. Dengan demikian, penggunaan Schmidt Hammer sebagai alat estimasi sifat mekanik batuan perlu mempertimbangkan pengaruh sifat fisik batuan agar hasil yang diperoleh lebih akurat dan representatif.
The Role of the Mining Sector in Regional Economic Development: A Case Study of East Kutai Regency Ismail, Ardhan; Ananda, Dea Mierela; Winarno, Agus; Oktaviani, Revia; Setiawan, Arif; Winonazada, Rety; Supriyanto, Supriyanto
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 4 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i4.1765

Abstract

This study examines the role of the mining sector in East Kutai Regency's regional economic development, where mining contributes over 40% to GRDP. An integrated analytical framework combining Input-Output analysis with overlay analysis techniques (Location Quotient, Klassen Typology, and Shift-Share) was employed to comprehensively assess the mining sector's structural position, inter-sectoral linkages, and development impact. The Input-Output analysis utilized East Kalimantan's 2016 table updated via RAS method to generate regency specific coefficients, while overlay analysis employed GRDP statistics for 2014 to 2023 to evaluate spatial concentration and competitive dynamics. Input-Output findings reveal the mining sector exhibits weak backward linkage of 1.0 and forward linkage of 0.95, positioning it in Quadrant III with minimal inter-sectoral integration and limited multiplier effects on the regional production system. Overlay analysis through Location Quotient demonstrates the mining sector's highest comparative advantage at 1.76, indicating strong export orientation and spatial concentration. However, Klassen Typology classifies it in Quadrant IV as a lagging sector with growth coefficient of 0.94 and contribution coefficient of 0.93, reflecting stagnant development performance. Shift-Share analysis within the overlay framework confirms the mining sector's severe competitiveness decline at negative 35,714.67, the worst among seventeen evaluated sectors. The convergent results from Input-Output and overlay analyses indicate the mining sector operates as an extractive enclave with insufficient value-added generation and constrained developmental spillovers. Enhancing the mining sector's developmental role requires strengthening backward and forward linkages through downstream processing facilities, local content requirements, and technology transfer mechanisms to transform the sector from an extractive enclave into an integrated regional growth driver.
Co-Authors Abdul Malik Achmad Faisal Achmad Jefry Yandus Agus Winarno Agus Winarno Agus Winarno, Agus Ainayah Al Fatihah Albertus J Pontus Albertus Juvensius Pontus Albertus Juvensius Pontus Anakta Hartanta sebayang Ananda, Dea Mierela Ardhan Ismail Ardhan Ismail Arif Setiawan Ashabul Kahfi, Ashabul Azzahra, Siti Maghfirah Benny Christian BB Bryan Andreas Turnip Budi Utama, Yogi D. Devy, Shalaho Daruis, Rabin Deni Saldi Dina Devi, Shalaho Dina Devy, Shalaho Dionisyus Fransiskus Sinaga Fernando Lawangan Ginting, Emdananta Gunawan Manullang, Ronal Edi Harjuni Harjuni Hasan Harjuni Hasan Haviluddin Haviluddin Henny Magdalena Ilham, Akbar Irvan Erika Pangestu Irvantoni Simbolon, Desron Jaba, Yafet Joe Vandame Juvensius Pontus , Albertus Juvensius Pontus, Albert Juvensius Pontus, Albertus Juvensius Pontusi, Albertus Juvensius, Albertus Kasbillah, Kasbillah Ketut Swarningsih Kevin Elzar Rosera A Kresna Phadiakara Krisanto Yardin Panggeso L. Tobing, Ciko Gratio Parkletos Lifia Kemala Dewi Litha Respati, Lucia Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati M. Rijal, M. Mardan Ali Masayu Widiastuti Milda Milda Muhammad Hamzah, Muhammad Muhammad Rayhan Fhadillah Mukmin, Abdul Rijal Musodiq Musodiq Natasya Amanda Putri Nimsi, Yekeskiel Nugroho, Windhu Nur Aqsa Syahban Irwan Nur Qorima Azis Nur, Al Maida Nurhidayat, Royan Pontus, Albertus Juvensius Putri Lufian Tika Rafael Bonardy Gultom Respati, Lucia Litha Rety Winonazada Ronald Alvin Ifnie, Jones S. Depari, Raja Kami Sandri Tandi Rapang Satria Bekti, Nanda sebayang, Anakta Hartanta Sembiring, Irianta Ibo Shalaho Dina Devy Shalizam, Shalizam Sharon Tria Kurniawati Silaban Silalahi, Abdi Brema Sitepu, Joe Vandame Situmorang, Ardo P Sokisha, Sokkia Suhaila Ridwan Suharni Suharni Tanjung, Afdal Jamil Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Trides, Tommy Vandrianus Felix Feto Nuwa W. S. Gumilang, W. S. Gumilang Wahyu Garini, Andini Dwi Widiastuti, Masayu Widzar, Moh. Widzar Fahmi Windhu Nugrho windhu Nugroho Windhu Nugroho Windhu Nugroho windhu Winonazada, Rety Yekeskiel Nimsi Yufita, Zaenul