Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penggunaan Campuran Material Batupasir dengan Batulempung untuk Material Perkerasan Jalan Tambang di PT Belengkong Mineral Resources Site Insani Baraperkasa Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Muhammad Rayhan Fhadillah; Agus Winarno; Oktaviani, Revia; Tommy Trides; Windhu Nugroho
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this planning, it is assumed that the CBR value of the subgrade used is the result of taking the CBR value of the field. From the results of the field CBR values obtained 7.158%. Based on Hasi plotting obtained a thick figure of 18.6 inches. That is, that the total thickness must be at least 18.6 inches above the subgrade. Road layer structure planning recommendation for 7.7 in thick subbase course using Clay R50 % sample with CBR value 29.31%, 7.3 in thick base course using Clay R40 % sample with CBR value 32.11%, and 3.1 in thick surface course using Clay R30 % sample with CBR value 36.87%.
Penentuan Tinggi Stemming Dan Jarak Burden Berdasarkan Jarak Flyrock Di Pit Inul Middle Panel 3 PT. Kaltim Prima Coal Kalimantan Timur Yekeskiel Nimsi; Windhu Nugroho; Oktaviani, Revia
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stripping overburden using the blasting method is more economical than using equipment. One of the impacts caused by blasting activities is flyrock. Flyrock influences how far people and units have to be evacuated during blasting activities, so by controlling flyrock the evacuation distance can be reduced based on existing studies, in accordance with Ministerial Decree No. 1827.K/30/MEM/2018. By using the Richard and Moore equation, the distance of the flyrock throw can be predicted by approaching constant values ​​adjusted to the actual conditions at Pit Inul Middle. The research results show that there are several factors that influence the occurrence of flyrock, namely burden with a coefficient of determination value of 0.5183 and stemming height with a coefficient of determination value of 0.4142. Both of these factors have a moderate (medium or sufficient) correlation with flyrock. The actual average distance of flyrock that occurred during data collection was 11.58 meters and the furthest was 39.74 meters. By knowing the prediction of the maximum flyrock throw and considering the safety factor of the equipment, standard values ​​for the stemming and burden height variables can be set, namely a minimum of 2 meters.
Perilaku Tanah Longsoran di Jalan Sultan Sulaiman Kecamatan Sambutan, Samarinda Kalimantan Timur Oktaviani, Revia; Benny Christian BB; Windhu Nugroho; Tommy Trides; Albertus J Pontus
Retii Vol 18 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-18 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clayey silt is one of the soils that cause many problems in infrastructure. The nature of clay depends on the dominance of the minerals it contains, this can give different behavior between clayey silt in one place and clayey silt in another place. This study aims to determine the behavior of clayey silt material in landslides on Sultan Sulaiman Road, Sambutan sub-district of Samarinda and find relationships between its physical properties including plasticity index relationship with water content and swelling. USCS classification results are included in the silt (ML) group. From the test results of moisture content ranged from 26.3% - 36.3%, Atterberg boundary tested resulted in a soil plasticity index of 28.7%, 17.3%, 14.7%, 14.7%, 13.8%, 2.6% and has an average of 15.3%. The average development percentage obtained is 1.7%, so the expansive degree of development potential is still in the low category, while the resulted of the landslide development pressure test are 135 kPa, 130 kPa, 66 kPa, 64 kPa, 39 kPa, 35 kPa with an average result of 78.2 kPa, also included in the low development potential group.
Studi Pengaruh Densitas Batu Pasir Terhadap Nilai Kuat Tekan Pada Formasi Pulau Balang, Di Daerah Kalimantan Timur Suharni, Suharni; Oktaviani, Revia; Devy, Shalaho Dina
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v11i2.11437

Abstract

Kuat tekan uniaksial (σc) adalah gambaran dari nilai tegangan maksimum yang dapat ditanggung sebuah contoh batuan sesaat sebelum contoh batuan tersebut runtuh (failure). Kuat tekan uniaksial digunakan untuk memilih metode pemberaian batuan pada kegiatan penambangan baik sistem tambang terbuka maupun bawah tanah apakah menggunakan metode peledakan atau menggunakan alat mekanis. Lokasi penelitian dilakukan pada tiga lokasi yang berbeda dengan formasi batuan yang sama. Lokasi pertama dilakukan pada lokasi penambangan batupasir tradisional milik warga setempat. Lokasi tersebut berada pada Tenggarong jalur 1 Jalan loa duri ilir, lokasi ke dua loa kulu, dan Lokasi ke tiga berada pada Jalan Kadrioning samarinda, tempatnya di pinggir jalan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan melakukan perhitungan pada uji kuat tekan uniaksial untuk mendapat nilai kuat tekan dan uji fisik untuk mendapatkan nilai densitasnya.  Nilai densitas dari tiga lokasi Formasi Pulau Balang  jenis batu pasir loa duri berada pada rentan nilai 1,72gr/cm3 – 1,94gr/cm3, loa kulu yaitu 1,78gr/cm3–1,87gr/cm3 dan kadrioning 1,81 gr/cm3 – 1,91 gr/cm3.  Sedangkan nilai kuat tekan rata-rata loa duri 6,78 Mpa, loa kulu 6,33 Mpa dan kadrioning 2,98 Mpa. Hubungan antara densitas  terhadap hasil uji kuat tekan yang didapat, Semakin tinggi Nilai kuat tekan batu pasir maka nilai densitas batu pasir yang dimiliki akan ikut meningkat. 
Efektivitas Penggunaan Arang Batang Eceng Gondok dalam Penurunan Kadar Logam Besi (Fe) dan Mangan (Mn) pada Air Asam Tambang PT. Anugerah Krida Utama Jaba, Yafet; Nugroho, Windhu; Oktaviani, Revia; Devy, Shalaho Dina; Pontus, Albertus Juvensius
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v11i2.13316

Abstract

Air asam tambang (AAT) merupakan permasalahan lingkungan yang membutuhkan penanganan yang efektif karena dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat serta dapat merusak lingkungan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan arang aktif eceng gondok dalam menurunkan kadar logam besi (Fe) dan mangan (Mn) pada PT Anugerah Krida Utama. Penelitian dilakukan melalui metode adsorpsi dengan menggunakan arang aktif eceng gondok tanpa aktivasi dan aktivasi kimia yang divariasikan dengan perbedaan penggunaan massa yaitu 1, 2, 3, dan 5 gram dengan waktu kontak 60 menit, untuk ukuran 100 mesh serta kecepatan pengadukan 100 rpm. Hasil dari perlakuan digunakan untuk mengamati pengaruh massa arang aktif yang digunakan terhadap hasil penurunan kadar logam. Pengukuran kadar logam Fe dan Mn dilakukan sebelum dan setelah perlakuan konsentrasi awal logam Fe (90,57) dan konsentrasi awal logam Mn (31,516 mg/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah arang aktif eceng gondok yang semakin bertambah mampu menurunkan kadar logam  Fe dan Mn pada AAT. Hasil penurunan logam Fe terbaik pada arang aktif tanpa aktivasi sebesar 0,1827mg/L dan logam Mn sebesar 20,138 mg/L hal ini dipengaruhi ketidak stabilan ikatan adsorben dengan ion logam, penyerapan antara adsorben itu sendiri yang memperebutkan dinding pori pada adsorben dan juga dinding pori yang tidak luas, sedangkan pada arang aktif aktivasi kimia penurunan logam Fe terbaik sebesar 0,2285 mg/L dan logam Mn sebesar 1,160 mg/L.
Studi Klasifikasi Sifat Tahan Lekang Batuserpih Formasi Balikpapan dan Formasi Pulaubalang di Samarinda Sitepu, Joe Vandame; Oktaviani, Revia; Hasan, Harjuni; Trides, Tommy; Pontus, Albertus Juvensius
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v11i1.11427

Abstract

AbstrakBatuserpih merupakan batuan sedimen yang sangat banyak di lapisan kulit bumi. Penelitian tentang batuserpih akhir – akhir ini semakin banyak dilakukan, karena banyaknya infrastruktur yang berada di atas batuserpih dengan komposisi yang rumit, bertekstur sangat halus dan sulit diamati. Batuserpih umumnya memliki daya tahan rendah, namun beberapa batuserpih memiliki daya tahan yang tinggi. Oleh sebab itu sangat diperlukan pengujian terhadap daya tahan batuserpih, salah satu metode untuk menguji ketahanan batuan adalah uji sifat tahan lekang (Id2). Pada pengujian sifat tahan lekang (Id2) batuserpih Formasi Balikpapan didapatkan 19,36% sampai 53,48%. Berdasarkan nilai tersebut maka batuserpih formasi Balikpapan memiliki ketahan sangat rendah hingga rendah. Sedangkan nilai Id² pada formasi Pulaubalang 29,15% sampai 62,48%, sehingga klasifikasi ketahanannya rendah hingga menengah.Kata Kunci : batuserpih, sifat tahan lekang
ANALISIS TINGKAT DISINTEGRASI BATULANAU BERDASARKAN PENGUJIAN SLAKING INDEX DI KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR: ANALYSIS OF THE DISINTEGRATION RATE OF BATULANAU BASED ON THE SLAKING INDEX TEST IN SAMARINDA CITY, EAST KALIMANTAN PROVINCE Situmorang, Ardo P; Oktaviani, Revia; Dina Devi, Shalaho; Winarno, Agus; Juvensius Pontus, Albert
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 23 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v23i2.10525

Abstract

Slaking is a rock behavior which when in direct contact with water and temperature often causes the destruction of particles, cracks and peeling of the surface layer of rock within a certain time. The purpose of this test was to observe the weathering and breakdown reactions of siltstone samples immersed in water in the Pulaubalang Formation and the Balikpapan Formation in the City of Samarinda, East Kalimantan Province. The research method was carried out quantitatively which produced values ​​which became the basis for determining the classification of the level of destruction of Batulanau. The siltstone samples will be classified at each level of destruction according to the level which is divided into 5 classes. From the results of testing 12 siltstone samples, the values ​​for the level of destruction 1 and 2 were obtained. Where the classification level of destruction 1 and 2 means that the rock samples tested experienced a fairly low level of disintegration or destruction due to the water immersion and drying processes. Keywords: Siltstone, Slaking Index, Disintegration Rate  
STUDI KEKUATAN BATULEMPUNG DENGAN UJI SCHMIDT HAMMER DAN UNIAXIAL COMPRESSIVE STRENGTH FORMASI BALIKPAPAN DAN PULAUBALANG SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR: STUDY OF CLAYSTONE STRENGTH USING THE SCHMIDT HAMMER TEST AND UNIAXIAL COMPRESSIVE STRENGTH BALIKPAPAN AND PULAUBALANG FORMATIONS IN SAMARINDA, EAST KALIMANTAN Silalahi, Abdi Brema; Trides, Tommy; Nugroho, Windhu; Oktaviani, Revia; Juvensius Pontusi, Albertus
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 23 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v23i2.10536

Abstract

The Schmidt hammer has been used worldwide as a rapid index test to determine rock strength and deformability characterization, this is because it is easy to use, low cost and can be performed in a short time and is non-destructive to samples. There are 6 sampling locations, where the first location was carried out on the outcrop of Jln. Kadrie Oening, the second location was carried out on the outcrop of Jln. Ringroad I, the third location is carried out on the outcrop of Jln. Ringroad II, the fourth location is done on the outcrop of Jln. Hj. Mastuang, the fifth location is done on the outcrop of Jln. Padat Karya, the sixth location is carried out on the outcrop of Jln. Mount Lingai City of Samarinda, East Kalimantan. Research uses quantitative methods, activity plans by making a framework or flowchart. There are many published papers that focus on getting a correlation between Schmidt hammer and unconfined compressive strength. The compressive strength value produced in the Pulaubalang Formation is greater than the compressive strength value in the Balikpapan Formation, where the compressive strength value in the Pulaubalang Formation is 1.187 MPa-1.445 MPa, while the compressive strength value in the Balikpapan Formation is 0.774 MPa-1.032 MPa. The reflected value in the Pulaubalang Formation is greater than the reflected value in the Balikpapan Formation, where the reflected value in the Pulaubalang Formation is 11.167-11.875, while the reflected value in the Balikpapan Formation is 10.417-10.708. There is a positive linear correlation between the compressive strength and the reflected value, where the higher the compressive strength, the higher the rebound value. Keywords: Compressive Strength Value, Rebound Number
A MODIFICATION LIMIT EQUILIBRUM SOLUTION FOR MINE BACKFILL ANALYSIS IN SEMI CUBE STOPE Kahfi, Ashabul; Oktaviani, Revia; Devy, Shalaho Dina
Indonesian Mining Professionals Journal Vol 6, No 1 (2024): April
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/impj.v6i1.90

Abstract

Mine backfill is a material that is used to fill the empty stope in an underground mine for ground control stability and to reduce ore dilution. Generally, the backfill consists of mining waste materials and ore tailings, which are added to a binder such as cement. Problems that often appear in the mining cycle using stope and backfill are the stability of the backfill on the primary stope when exposing the secondary stope. Previous researchers suggested analyzing the stability of the backfill on the narrow stope. In some cases, a semi-cube stope is often found. Obviously, the potential failure dimension, which acts as the driving force of the backfill in the semi-cube stope, is smaller than the narrow stope. This study was meant to develop a method for analyzing the stability of the backfill on the semi-cube stope by calculating the driving force according to the failure potential dimensions that could potentially occur and simulating it with numerical modeling using FEM.
Optimalisasi Pola Peledakan Dan Delay Peledakan Terhadap Ground Vibration Akibat Aktivitas Peledakan Di Pit Blok Osor Timur Pt. Kartika Selabumi Mining Kabupaten Kutai Kartanegara L. Tobing, Ciko Gratio Parkletos; Trides, Tommy; Nugroho, Windhu; Oktaviani, Revia; Pontus, Albertus Juvensius
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v12i2.17843

Abstract

Blasting adalah salah satu dari kegiatan penambangan yang bertujuan untuk melepaskan batuan dari batuan induknya. Peledakan akan menimbulkan sejumlah bahaya yang salah satunya adalah ground vibration. Selama ini ground vibration dianggap sebagai waste energy yang dapat merusak dan menjadi atensi terhadap lingkungan dan area sekitar.Sehingga pada lokasi penelitian di Pit Blok Osor Timur yang dekat dengan perkampungan dengan jarak kurang lebih 300-700 m sangat pentung dilakukan pengukuran tingkat getaran yang mengarah ke perkampungan sehingga didapatkan hasil getaran yang ditimbulkan dari hasil proses peledakan yang dilakukan. Data diperoleh dengan pengambilan data lapangan dan sekunder. Hasil analisis dan simulasi pola echelon dengan waktu tunda yang digunakan adalah 67 ms surface delay dan control delay surface 176 ms dengan isian 36 kg menghasilkan nilai PPV 0,279 mm/s dengan jarak 500 m. Hubungan nilai scaled distance dan PPV aktual di lapangan dengan regresi power didapatkan nilai K = 47148 dan e = -2,399 dan pola row by row dengan waktu tunda 394 ms control surface delay, 176 ms surface delay, dan 67 ms surface delay dengan isian 36 kg menghasilkan nilai PPV 0,542 mm/s dengan jarak 500 m. Hubungan nilai scaled distance nya mendapatkan nilai K = 2047,2 dan e = -1,787. Rekomendasi untuk perusahaan adalah menggunakan pola echelon denggan adalah 67 ms surface delay dan control delay surface 176 ms
Co-Authors Achmad Faisal Agus Winarno Agus Winarno Agus Winarno, Agus Ainayah Al Fatihah Albertus J Pontus Albertus Juvensius Pontus Albertus Juvensius Pontus Anakta Hartanta sebayang Ananda, Dea Mierela Ardhan Ismail Arif Setiawan Ashabul Kahfi, Ashabul Azzahra, Siti Maghfirah Benny Christian BB Bryan Andreas Turnip Budi Utama, Yogi D. Devy, Shalaho Daruis, Rabin Devy, Shalaho Dina Dina Devi, Shalaho Dina Devy, Shalaho Dionisyus Fransiskus Sinaga Fernando Lawangan Ginting, Emdananta Gunawan Manullang, Ronal Edi Harjuni Harjuni Hasan Harjuni Hasan Henny Magdalena Ibrahim Ibrahim Ilham, Akbar Irvantoni Simbolon, Desron Jaba, Yafet Juvensius Pontus , Albertus Juvensius Pontus, Albert Juvensius Pontus, Albertus Juvensius Pontusi, Albertus Juvensius, Albertus Kasbillah, Kasbillah Kevin Elzar Rosera A Kresna Phadiakara Krisanto Yardin Panggeso L. Tobing, Ciko Gratio Parkletos Lifia Kemala Dewi Litha Respati, Lucia Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati M. Rijal, M. Mardan Ali Masayu Widiastuti Milda Milda Muhammad Hamzah, Muhammad Muhammad Rayhan Fhadillah Mukmin, Abdul Rijal Musodiq Musodiq Nimsi, Yekeskiel Nugroho, Windhu Nur Qorima Azis Nur, Al Maida Nurhidayat, Royan Pontus, Albertus Juvensius Rafael Bonardy Gultom Respati, Lucia Litha Ronald Alvin Ifnie, Jones S Sumarlin S. Depari, Raja Kami Sabrian, Pangea Ghiyats Sandri Tandi Rapang Satria Bekti, Nanda sebayang, Anakta Hartanta Sembiring, Irianta Ibo Shalaho Dina Devy Shalizam, Shalizam Sharon Tria Kurniawati Silaban Silalahi, Abdi Brema Sitepu, Joe Vandame Situmorang, Ardo P Sokisha, Sokkia Suhaila Ridwan Suharni Suharni Supriyanto Supriyanto Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Trides, Tommy Vandrianus Felix Feto Nuwa W. S. Gumilang, W. S. Gumilang Wahyu Garini, Andini Dwi Widiastuti, Masayu Widzar, Moh. Widzar Fahmi Windhu Nugroho windhu Nugroho Windhu Nugroho Windhu Nugroho Windhu Nugroho windhu Winonazada, Rety Yekeskiel Nimsi Yufita, Zaenul Yunianto Setiawan, Yunianto