Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Idea Nursing Journal

PEROLEHAN IMUNISASI CAMPAK MENURUT FAKTOR PREDISPOSISI, PENDUKUNG DAN PENDORONG DI PUSKESMAS LHOKNGA Agus Hendra Al Rahmad
Idea Nursing Journal Vol 6, No 1 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.339 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i1.6639

Abstract

ABSTRAKPerolehan imunisasi campak dapat dipengaruhi oleh faktor perilaku dari masyarakat. Aceh Besar menduduki peringkat ketiga dalam hal rendahnya cakupan imunisasi campak serta tingginya kasus campak. Cakupan Imunisasi campak di wilayah kerja Puskemas Lhoknga masih rendah yaitu 63,5%. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor perilaku masyarakat (predisposisi, pendukung, pendorong) terhadap perolehan imunisasi campak, desain penelitian Explanatory Research dilakukan terhadap 75 responden yang mempunyai bayi 9-12 bulan. Hasil statistik yang mempengaruhi perolehan imunisasi campak menurut faktor predisposisi adalah pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,018), pendidikan (p=0,014), faktor pendukung yaitu jarak kepelayanan kesehatan (p=0,045), serta faktor pendorong yaitu tindakan petugas imunisasi (0,003), sedangkan faktor dominan yaitu tindakan petugas imunisasi (OR=10,4). Kesimpulan yaitu faktor perilaku masyarakat yang mempengaruhi perolehan imunisasi campak adalah pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, jarak fasilitas pelayanan kesehatan dan tindakan petugas imunisasi. Kelima faktor tersebut yang paling dominan yaitu tindakan petugas imunisasi. Selayaknya dinas terkait dapat meningkatkan promosi kesehatan pada masyarakat melalui kampanye imunisasi campak, serta pemberdayaan kader-kader kesehatan.Kata Kunci: Imunisasi, Campak, Predisposisi, Pendukung, PendorongABSTRACTThe reports on measles immunization can be influenced by the factor of community’s behavior. In the Aceh Besar District a third rank in term of low coverage of measles immunization and excessive cases. The working areas of Community Health Center in Lhoknga, is the one with low immunization coverage which only 63,5%.The purpose of this study is to analyzed the influence of the factor community’s behavior (predisposition, support, motivation)on the reports on measles immunization. Explanotory Research design was done 75 respondens with child of 6 – 12 months. The statistical result of the factors that influence the reports on measles immunization from are knowledge (p=0,001), attitude (p=0,018), education (p=0,014), distance to health services (p=0,045), and by the immunization worker (0,003), and where the most dominant factor is the action taken by the immunization worker (OR=10,4).The conclusion is that the community’s behavior are knowledge, attitude, education, distance to health services and the action taken by the immunization worker. The factor to most dominant which influences the community’s behavior on the reports on measles immunization in the working. It is suggested that improve the promotion of their healt program for people through measles immunization campaign, and useful health cadres.Keywords : immunization, predisposition, support, motivation
MALNUTRISI PADA BALITA PEDESAAN DENGAN PERKOTAAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK KELUARGA: DATA PSG 2015 Agus Hendra Al Rahmad
Idea Nursing Journal Vol 7, No 3 (2016): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.802 KB) | DOI: 10.52199/inj.v7i3.6445

Abstract

ABSTRAKFramework balita malnutrisi secara tidak langsung akibat kondisi sosial ekonomi daerah meliputi aksebilitas pangan, karateristik keluarga, dan pelayanan kesehatan dasar. Kondisi daerah pedesaan memungkinkan rendahnya aksebilitas tersebut sehingga berdampak terhadap status gizi anak. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi balita malnutrisi antara daerah pedesaan dengan perkotaan berdasarkan karakteristik keluarga. Desain penelitian menggunakan Crossectional Study secara analitik. Tempat penelitian daerah pedesaan (Kabupaten Aceh Besar) dan daerah perkotaan (Kota Banda Aceh) dengan sampel 600 RT. Pengumpulan data menggunakan data sekunder diperoleh dari Pemantauan Status Gizi (PSG) di Provinsi Aceh tahun 2015, analisis menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh prevalensi masalah gizi lebih tinggi di pedesaan dibandingkan perkotaan, dengan perbandingan balita underweight 59,7%:40,3%, stunting 51,0%:49,0%, dan wasting 52,3%:47,7%. Tidak terdapat perbedaan prevalensi balita underweight dan stunting antara pedesaan dengan perkotaan berdasarkan pekerjaan, pendidikan ibu dan jumlah anggota keluarga (p-value0,05). Prevalensi wasting menunjukan perbedaan berdasarkan pekerjaan dan pendidikan ibu (p-value0,05), sedangkan jumlah anggota keluarga tidak terdapat perbedaan (p-value0,05). Kesimpulan, balita underweight dan stunting tidak berbeda prevalensinya, sedangkan balita wasting menunjukan perbedaan prevalensi berdasarkan pekerjaan dan pendidikan ibu. Saran, perlu ditingkatkan kerja sama lintas sektoral untuk mengatasi permasalahan gizi didaerah pedesaan. Upaya untuk mengurangi kendala sosial ekonomi dianggap paling penting dan menjadi program prioritas.Kata Kunci: Balita, malnutrisi, perkotaan dan pedesaan  ABSTRACT The framework toddler of malnutrition indirectly through socio-economic conditions includes the accessibility of local food, family characteristics, and basic health services. Conditions of rural areas enable children with nutritional problems. The aim of research to identify malnourished toddlers between rural and urban areas based on the characteristics of the family. Study cross-sectional design analytically. Location rural (Aceh Besar) and urban areas (Banda Aceh) with a sample of 600 household. Sources of secondary data obtained from Monitoring of Nutritional Status (MNS) in Aceh, 2015. The research showed were the prevalence of malnutrition is higher in rural than urban areas, with a ratio underweight: 59,7%:40,3%, stunting 51,0%:49,0%, wasting 52,3%:47,7%. There is no difference in the prevalence of underweight and stunting toddlers between rural and urban areas based on employment, maternal education and the family members (p-value0,05). The prevalence of wasting showed differences based on the work and education (p-value0,05), while the number of family members there was no difference (p-value0,05). Conclusion, a toddler underweight, and stunting prevalence did not differ while wasting toddlers showed differences in prevalence by occupation and mother's education. Suggestions should be increased cross-sectoral cooperation to stem malnutrition in rural areas, through solving socio-economic problems as a priority program. Keywords :  Malnutrition, rural and urban, toddler
Co-Authors . Zulfan Abdul Hadi Abdul Hadi Abdul Hadi Abdul Hadi Abdul Hadi Adithia Chanda Ainun Mardiah Alamsyah, Putri Rahmah Alamsyah, Teuku Alfridsyah Alfridsyah Alfridsyah Alfridsyah Alfriedsyah Alfriedsyah Almunadia Almunadia Ampera Miko Ampera Miko Andriaty, S. Nora Annaria Annaria Annisa, Siti Fainurryzky Anshory, Jamil Apripin Ahmad Arifin, Syuja’ Rafiqi Aripin Ahmad, Aripin Arnisam Arnisam Asma Asma Azhari Azhari Azhari Azhari Binti Firdaus, Shausan Cut Affianijar Cut Aja Nuraskin Cut Rizka Rahmi Darwitri, Darwitri Dedy Rusmawar Devi Utari Dewi, Silfia Dini Junita Dwi Lestari Een Nuraenah Effendy, Nurul Hajmi Emilda AS, Emilda AS Emilda Emilda Emilda, Emilda Erwandi Erwandi Erwandi Erwandi Eva Fitriyaningsih Eva Fitriyaningsih Evi Zahara Fadjri, T Khairul Fadjri, T. Khairul Fahmi Hafid Fajarna, Farah Farid Bastian Farida Hanum Fauziati, Mirna Halimatussakdiah Halimatussakdiah Herry Imran Hizir Sofyan Husnul Khotimah Ichsan Ichsan Ichsan Ichsan Ichsan Ichsan Ika Fadillah Ika Fadillah Ilzana, Teuku Muhammad Imran, Herry Indah Yusra Indra Kurniawan Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junita, Dini Juwita Kalsumy, Umi Kaluku, Khartini Khazanah, Wiqayatun Kusuma Wardani, Dyah Ayu Lia Lajuna Lina Lina Liza Salawati, Liza M. Nur Dewi Kartikasari Maha, Inike Gujamela Mahjuri Mahjuri Masyudi Masyudi Maulidiya, Rizki Mohammad Muljohadi Ali Mudatsir Mudatsir Muhammad Antor Riady Muhammad Yani Niakurniawati Niakurniawati Noni Zakiah Nora Usrina Nora Veri Nunung Sri Muliyani Nunung Sri Muliyani Nunung Sri Mulyani Nunung Sri Mulyani Nurbaiti Nurbaiti Nurlaili Ramli Nurzinah, Risa Putri, Isnaini Rachmawati Rachmawati Rahmi, Maulianur Raihan Raihan Rasidah Rasidah, Rasidah Ratna Wilis Ratna Wilis Ratna Wilis Ratu Laili Amelia Raudatul Jannah Reca Reca Rini Handayani Rosa Galica Gita Gressia Rosi Novita Safwan Safwan, Safwan Salsabila, Jeumpa Syahrana Sembiring, Rinawati Shavira, Najwa Silvia Wagustina, Silvia Sudiarto, Dwi Suryana Suryana Suryana Suryana Syahnaz Salsabila Syahrizal T Khairul Fadjri T Khairul Fajri T. Khairul Fadjri T. Khairul Fadjri T. Khairul Fadjri T. Khairul Fadjri Taufik Hidayat Tri Yuliyani Trini Sudiarti Ummul Hijriah Usman, Said Utami, Kurniati Dwi Wiqayatun Khazanah Wiyasa, I Wayan Arsana Yani, M. Yulia Fitri Yulia Fitri Yuniwati, Cutyuniwati