Claim Missing Document
Check
Articles

Sebaceous Adenoma in a Geriatric Poodle Dog: A Case Report Winaya, Ida Bagus Oka; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Sudimartini, Luh Made; Merdana, I Made; Sudipa, Putu Henrywaesa; Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra; Sewoyo, Palagan Senopati
Jurnal Medik Veteriner Vol. 7 No. 2 (2024): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol7.iss2.2024.413-419

Abstract

A 14-year-old black male Poodle was brought to the Animal Teaching Hospital, Udayana University by its owner with clinical signs of frequent licking of its left front paw. Upon examination, red bumps were observed on the left front leg, accompanied by small, round black spots scattered on the dorsal side of the body. Additionally, black nodules were present on the lower eyelids and hind limbs. Surgical intervention was undertaken to excise the tumor mass, with the animal under anesthesia induced by ketamine at 5 mg/kg BW intravenously. The reddish nodule was excised by performing an elliptical incision at the base of tumor. Postoperatively, the animal received an antibacterial injection comprising ceftriaxone and tazobactam at 25 mg/kg BW intramuscularly and antiseptic wound dressing for supportive care. Microscopic examination revealed neoplastic cells arranged into lobules of varying sizes and shapes within the tumor mass. These lobules consisted of differentiated sebocytes and basaloid cells. At the periphery of the neoplastic lobules, the basaloid cells displayed several layers and exhibited invasion with moderate anisocytosis. The mitotic index was no more than ten cells in one field of view. Based on these histopathological features, the tumor was confirmed to be a sebaceous adenoma. After a 10-month follow-up period, there were no signs of tumor recurrence observed.
Indonesian Newcastle Disease Virus Field Isolate Reduces c-Jun Expression in Rat Mammary Cancer Models Marson, Fransiska Gratia Sonita; Sewoyo, Palagan Senopati; Astawa, I Nyoman Mantik; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Suardana, Ida Bagus Kade; Winaya, Ida Bagus Oka; Berata, I Ketut
Media Kedokteran Hewan Vol. 36 No. 1 (2025): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v36i1.2025.13-20

Abstract

c-Jun is often found to be overexpressed in various cancers, so this gene might be a target for cancer therapy. Newcastle disease virus (NDV) is recognized for its oncolytic properties and potential as a cancer virotherapy agent, with various mechanisms reported to trigger cancer cell death. This study aimed to assess the c-Jun expression in rat mammary cancer models. Rat mammary cancer models were categorized into two treatment groups: the control group (C) and the virotherapy group (V). Group C was administered with 0.5 cc of sterile PBS, while group V received 7 log 2 HAU per 0.5 cc of the Indonesian NDV field isolate Tabanan-1/ARP/2017 intratumorally. The treatment was carried out for four days in a row. Two weeks after treatment, all rats were humanely euthanized, and mammary cancer tissues were excised for further examination. Mammary cancer tissues were examined histopathologically and analyzed using immunohistochemistry to determine intranuclear c-Jun expression, quantified by the H-Score. The results demonstrated that NDV significantly reduced c-Jun expression. It can be inferred that NDV Tabanan-1/ARP/2017 holds potential as a mammary cancer therapy agent by reducing c-Jun expression. This finding is considered novel, as there have been no previous reports of decreased c-Jun expression following virotherapy with NDV.
Pengaruh Tepung Komposit Ubi Jalar Kuning, Kacang Turi dan Kulit Buah Naga Merah Terhadap Kandungan Gizi dan Daya Terima Flake Anak Agung Ayu Mirah Adi; Juni Gressilda L. Sine; Meirina S.. Loaloka; Regina Maria Boro
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 12: November 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v1i12.1051

Abstract

Pemberian makanan tambahan (PMT) dapat mengurangi masalah gizi kurang pada ibu hamil. Produk MT yang selama ini diberikan adalah biscuit lapis dengan penambahan vitamin dan mineral (Kemenkes RI,2018). Produk MT tersebut berbahan dasar terigu, untuk mengurangi ketergantungan penggunaan terigu perlu adanya inovasi baru dalam pembuatan MT dengan menggunakan bahan pangan lokal. Salah satu inovasi dalam mengolah produk MT adalah flake. Pengembangan fake dengan menggunakan tepung komposit ubi jalar kuning, kacang turi dan kulit buah naga merah dapat meningkatkan kandungan gizi flake yang dihasilkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh tepung komposit ubi jalar kuning, kacang turi dan kulit buah naga merah terhadap kandungan gizi dan daya terima flake. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perbandingan tepung : ubi jalar kuning, , kacang turi dan kulit buah naga merah berturut-turut, P1 (80 :15:5) ,P2 (70:20:10), P3(60:25:15), P4(50:30:20) dengan 3 kali pengulangan. Hasil : ada pengaruh tepung komposit ubi jalar kuning, kacang turi dan kulit buah naga merah terhadap kandungan gizi flake (p=0.000) sedangkan terhadap daya terima flake tidak ada pengaruh (tekstur p=0,234, aroma p=0,555, warna p=0,956 dan rasa p=0,097). Hasil flake terbaik dari segi kandungan gizi dan daya terima panelis adalah flake dengan perbandingan tepung komposit (ubi jalar kuning, kacang turi dan kulit buah naga merah) = 60:25:15.
Gambaran Asupan Zat Gizi Mikro di Masa Pandemi Pada Mahasiswa Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang Meirina S Loaloka; Asweros Umbu Zogara; A.A. Ayu Mirah Adi; Maria Vinsensia D.P Kewa Niron
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 12: November 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v1i12.1052

Abstract

Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Gambaran Asupan Zat Gizi Mikro Di Masa Pandemi Covid 19 Bagi Mahasiswa Prodi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang Metode Penelitian: Penelitian gambaran asupan nutrisi mikro menggunakan pendekatan crossectional, desain penelitian diskristif analitik. Sampel 86 Orang. Kriteria inklusi meliputi mahasiswa yang sehat, eksklusi meliputi, mahasiswa yang tidak memiliki akses internet, sakit. instrumen yang digunakan geogle form. Hasil dan Pembahasan : Dari hasil penelitian ini menunjukkan asupan zat gizi mikro meliputi Fe dan kalsium menunjukkan kategori defesit yaitu sebesar 48 % dan 40 %. Penelitian ini menjelaskan sebagian besar mahasiswa asupan zat gizi mikro khususnya Fe dan kalsium kategori defesit Hal ini berdasarkan hasil recall yang dilakukan pada mahasiswa dengan rata – rata asupan yang dikonsumsi jarang mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau dan daging merah. Menurut Food Recall 24 jam selama 3 hari tidak berturut-turut, diperoleh bahwa responden lebih suka jajan, konsumsi nasi dan mie instan. Responden juga sering melewatkan waktu makan siang. Kesimpulan: Asupan Zat Gizi Mikro Meliputi Fe Yaitu sebesar 48 % kategori defesit dan Asupan Zat Gizi Mikro Meliputi Kalsium Yaitu sebesar 40 % kategori defesit
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENGEMBANGAN PANGAN LOKAL BERBASIS KELOR DI KOTA KUPANG Meirina Sulastri Loaloka; Asweros Umbu Zogara; Anak Agung Ayu Mirah Adi; Maria Goreti Pantaleon
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.849

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu pangan lokal yang memiliki kandungan yang gizi yang tinggi. Daun kelor kaya akan beta karoten, vitamin C, vitamin E, polifenol, dan sumber antioksidan alami yang baik. Akan tetapi tanaman kelor masih kurang dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan pangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan kader posyandu dan ibu balita tentang olahan kelor, yaitu kroket kelor, cendol kelor dan bolu kelor. Sasaran kegiatan ini adalah kader dan ibu balita di Posyandu Kamboja II, Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 metode, yaitu ceramah dan demo/praktik. Hasil kegiatan ini adalah seluruh peserta paham tentang pembuatan makanan berbasis kelor dan mampu menghasilkan keuntungan dari penjualan produk tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat ibu balita memiliki variasi makanan yang diberikan kepada balita dan juga produk ini dapat dijual untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Peluang Usaha Abon Ikan Kelor Sebagai Usaha Prospektif dan Inovatif Bagi Alumni Mahasiswa Prodi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang Meirina S Loaloka; Anak Agung Mirah Adi; Santa Luciana da Costa; Agustina Setia; Astuti Nur
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i1.992

Abstract

Tujuan Pengabdian ini adalah untuk mengetahui peluang usaha abon ikan kelor sebagai usaha prospektif dan inovatif bagi alumni mahasiswa prodi gizi poltekkes kemenkes kupang. Metode pengabdian dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2022 . Penanggung jawab kegiatan adalah empat orang dosen dari Poltekkes Jurusan Gizi serta di bantu oleh 10 orang mahasiswa alumni. Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan beberapa narasumber sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Target pengabdian alumni gizi yang stay di kota kupang dengan total peserta 10 orang.kegiatan ini dilakukan dengan 2 metode yaitu ceramah dan demo praktik. praktik yang dilakukan untuk mempelajari cara pembutan abon ikan tuna. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan ilmu berwirausaha dan ketrampilan dalam membuat abon ikan kelor. selain itu yang didapatkan alumni adalah keuntungan yang bisa dipakai sebagai modal usaha mereka serta produk laku terjual cukup banyak karena di minati banyak orang karena rasanya yang enak dan gurih serta kemasan yang sangat menarik.
Upaya Peningkatan Status Gizi Lansia Melalui Pendampingan Kader Posyandu di Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang Anak Agung Mirah Adi; Meirina S Loaloka; Santa Luciana da Costa
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.1001

Abstract

Periode lansia merupakan periode kehidupan yang rentan terhadap penyakit degeneratif dan kualitas hidup semakin menurun. Prevalensi penderita hipertensi pada Lansia di wilayah kerja Puskesmas Oesapa Sebagian besar berjenis kelamin laki-laki yaitu dengan kategori hipertensi ringan sebanyak 76,10 %, hipertensi sedang sebanyak (16,28 dan hipertensi berat sebanyak (7,08 %). Pola makan suka gorengan memicu timbulnya obesitas, sementara kunjungan ke posyandu lansia belum mencapai 100% sehingga tidak maksimal dalam memantau kesehatan lansia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui status gizi lansia, meningkatkan pengetahuan kader dan lansia terkait gizi seimbang, mengajarkan pengolahan menu kudapan sehat bagi lansia yang berbasis pangan lokal . Sasaran kegiatan ini adalah kader dan lansia di Posyandu Lansia, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 metode, yaitu ceramah dan demo/praktik. Hasil kegiatan ini adalah diketahuinya status gizi lansia, seluruh peserta mengalami peningkatan pengetahuan tentang gizi seimbang bagi lansia dan memahami pembuatan kudapan sehat berbasis pangan local. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat lansia mampu menjaga kesehatannya dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan memiliki variasi menu kudapan sehat yang dapat diinfomasikan kepada keluarganya.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI PROTEIN DAN LAMANYA MENJALANI HEMODIALISA DENGAN STATUS GIZI PADA PASIEN GINJAL KRONIK DI RSUD PROF W.Z JOHANNES KUPANG Benu, Lolang Loriana; Adi, Anak Agung Ayu Mirah
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 6 No. 1 (2025): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/kjfnr.v6i1.1956

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is considered a significant health challenge due to its increasing prevalence and poor prognosis. The incidence of chronic kidney disease in East Nusa Tenggara was 0.33% in 2018, while Kupang City had a lower prevalence of 0.45 %, according to Riskesdas. Based on data from the medical records section of RSUD.WZ. According to Johannes Kupang, the number of sufferers of chronic kidney disease in January-June 2023 was 44 people at RSUD W.Z.Johanes Kupang. This research method is included in the analytical descriptive research category which uses a cross-sectional framework. Findings Specifically, participants' energy expenditure (63.2%) fell into the "severe deficit" category. The majority of participants' protein intake (68.2%) fell into the severe protein deficiency category. The majority of patients undergoing hemodialysis were over 2 years old and included 54.5% of the sample. The nutritional status of most respondents (77.3%) was classified as normal. The results of the chi-square test showed that there was no significant relationship between the duration of hemodialysis and nutritional status (P=0.550). Based on the research results, the results of the chi-square test showed that in chronic stable patients there was no significant relationship between energy intake and nutritional status (P = 0.458), and protein intake and nutritional status also did not show a significant relationship. (P = 0.267) between conditions. RSUD Dr. W.Z. Johanes Kupang.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Picky Eating pada Balita Usia 24-59 Bulan Zogara, Asweros Umbu; Pantaleon, Maria Goreti; Loaloka, Meirina Sulastri; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; da Costa, Santa Luciana Diaz Vera
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v9i1.1879

Abstract

Picky eating pada balita usia 24-59 bulan dapat mengakibatkan masalah gizi. Hal ini dikarenakan balita akan memilih-milih atau bahkan menolak makanan sehingga asupan zat gizi tidak terpenuhi. Banyak penyebab munculnya masalah picky eating pada balita, antara lain umur balita, jumlah kelahiran, pemberian ASI, dan pendidikan ibu. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku picky eating pada balita. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian, yaitu balita usia 24-59 bulan berjumlah 366 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel bebas yang diteliti, yaitu jenis kelamin, Pendidikan orang tua, jumlah balita dalam rumah, riwayat ASI eksklusif, inisiasi menyusui dini, berat badan lahir, dan riwayat sakit dalam 6 bulan terakhir, sedangkan variabel terikat adalah perilaku picky eating. Analisis data yang digunakan adalah chi square. Variabel yang berhubungan dengan perilaku picky eating pada balita, yaitu ASI eksklusif (p value = 0,000), BBLR (p value = 0,008), dan riwayat sakit (p value = 0,001). Variabel-variabel yang tidak berhubungan dengan perilaku picky eating pada balita, yaitu jenis kelamin (p value = 0,918), pendidikan ayah (p value = 0,398), pendidikan ibu (p value = 0,054), jumlah balita (p value = 0,752), dan IMD (p value = 0,122). Variabel yang berhubungan dengan perilaku picky eating pada balita, yaitu pemberian ASI eksklusif, BBLR, dan riwayat sakit. Para ibu sebaiknya memberikan makanan yang bervariasi agar balita tidak bosan dengan bentuk dan rasa makanan sehari-hari.
DAYA TERIMA BISKUIT “JATISAR” BAGI BALITA STUNTING Maria F Vinsensia D P Kewa Niron; Maria Goreti Pantaleon; Jane Austen Peni; Regina Maria Boro; Agustina Setia; Anak Agung Ayu Mirah Adi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biscuits are a type of food made from wheat flour combined with other ingredients through a heating and molding process. This widely recognized food is often used as a medium for fortification, allowing additional nutrients to be consumed by more people. One of the high-protein food ingredients is sardines. Besides sardines, titi corn can also be used as a protein source because it contains a relatively high amount of protein. This study aimed to determine the acceptability and nutritional content of biscuits substituted with titi corn flour and sardine flour. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) consisting of original (control) biscuits and formulated biscuits. The results indicated that the selected formulated biscuit was formula A1 (45% titi corn flour and 5% sardine flour). The best formula of titi corn flour and sardine flour biscuits can be consumed as a snack, especially by toddlers, with a serving size of three 15-gram pieces per snack time to help meet their nutritional needs, making it an effective additional nutrient source in combating stunting
Co-Authors Agung Arta Putra, I Gusti AGUSTINA SETIA Aida Lousie Tenden Rompis Alberto Agustinho Pereira Da Costa Joao Anak Agung Bagus Bramardipa Anak Agung Bagus Bramardipa Anak Agung Keswari Krisnandika Anak Agung Oka Wijaya Aras, Fatmawati Aristawati, I Dewa Agung Ayu Irma Astuti Nur Astuti Nur ASWEROS UMBU ZOGARA Bayu Setiabudi Benu, Lolang Loriana Bire, Ienoliski Rohi BORO, REGINA MARIA Chiharu Hongo Costa, Santa Luciana LDV da da Costa, Santa Luciana Diaz Vera Dewa Ayu Agus Sri Laksmi Dzikri Nurma'rifah Takariyanti Eisaku Tamura Elyda . Fedri Rell Ferbian Milas Siswanto Gusti Ayu Yuniati Kencana Hernomoadi Huminto Hidayatullah, Lalu Syarif I Dewa Made Adhiwitana I Gede Hendra Prasetya Wicaksana I Gusti Agung Arta Putra I GUSTI AGUNG AYU AMBARAWATI I Gusti Agung Dewi Sarihati I Gusti Agung Gede Putra Pemayun I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Kadek Swastika I Ketur Berata I Ketut Berata I Ketut Berata, I I KETUT ELI SUPARTIKA I Ketut Eli Supartika I Ketut Suastika I Made Anom Sutrisna Wijaya I Made Galih Diparayoga I Made Kardena I Made Kardena, I I Made Merdana I Made Sudarmaja I Made Sukada i Nengah Wandia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suartha I Wayan Wirata I Wayan Wita Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Oka Winaya, Ida Ida Bagus Windia Adnyana Jane Austen Peni Jayawardhita, Anak Agung Gde Juni Gressilda L. Sine Kadek Karang Agustina Komang Andika Purnama Komang, Nadia Eprillia Sary Darma Ni L.Sin, Juni Gressilda Lies Parede Hernomoadi Loaloka, Meirina S Loaloka, Meirina S Loaloka Luh Made Sudimartini M. Farhan Al Ma'arif Mada, Maria Magdalena Ki Maria F Vinsensia D P Kewa Niron Maria Goreti Pantaleon Marissa Divia Dayanti Marissa Divia Dayanti Marson, Fransiska Gratia Sonita Meirina S Loaloka Meirina Sulastri Loaloka Mia Monica Nadira, Laras Ayu Ni Luh Putu Eka Diarthini Nita, Maria Helena Dua Nofantri, Lidia Nopita Wati, Ni Made Nur Baiti Palagan Senopati Sewoyo Palagan Senopati Sewoyo Pinem, Nuh Lasjuardi Purnasari, Maria Elisabeth Putra, I Putu Werdikta Jayantika Putu Agus Trisna Kusuma Antara Putu Ayu Asri Damayanti Putu Henrywaesa Sudipa Rahmat Grahadi Regina Maria Boro Ruwa idah, Ruwa Sampelimbong, Marissa Santa Luciana da Costa Sartika, Nola Alfien Sartika, Nola Alfieni Sembiring, Anita Ch Sewoyo, Palagan Senopati Sine, Juni Gressilda L Sine, Juni Gressilda L. Tampubolon, Yandri Putra Lumatas Wijaya, Anak Agung Gede Oka Wira, Amar Yasunobu Matsumoto Yeni Ratna Sari