Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA MATERI BENTUK ALJABAR hangga ari saputra; Nurma Angkotasan; Asmar Bani
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.754 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v6i2.1222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw; 2) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Jenis penelitian eksperimen (Quasi Eksperimentasl Design) dan Desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 SMP N 6 Kota Ternate dengan jumlah populasi 21 Siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan awal pretest dan tes kemampuan akhir posttest yang mengukur kemampuan komunikasi matematis siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian kemampuan komunikasi matematis siswa dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dihitung menggunakan rumus nilai gain ternormalisasi.Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terdapat 8 siswa yang memperoleh kriteria sangat baik, 2 baik, 2 cukup, 6 kurang dan 3 sangat kurang. 2) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siwa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan nilai gain ternormalisasi 0,55 diinterpretasikan sedang.
Berpikir Reflektif Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Garis Singgung Lingkaran Berdasarkan Kemampuan Matematika Wa Ode Adenia; Nurma Angkotasan; Joko Suratno
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.272 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v8i2.1372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal persamaan garis singgung lingkaran berdasarkan kemampuan matematika. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan adalah instrumen tes dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah mentranskip data verbal, kategorisasi data, reduksi data, triangulasi data, menelaah data dan verifikasi data. Subjek penelitian ini adalah subjek S-29 dan S-15 yang berkemampuan tinggi, S-36 dan S-22 yang berkemampuan sedang dan S-16 dan S-18 yang berkemampuan rendah. Hasil penelitian berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal garis singgung lingkaran sebagai berikut: 1) subjek S-29 dan S-15 mampu berpikir reflektif dimana telah memahami masalah yang diberikan dengan benar, mampu mengkomunikasikan ide dalam bentuk simbol/gambar, mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu yang dimilikinya, mampu menghubungkan informasi-informasi dalam menyelesaikan soal yang diberikan sehingga dapat menarik kesimpulan dari jawaban akhir dan menyadari kesalahan kemudian memperbaiki dan atau tidak melakukan kesalahan dan membuktikan kebenaran jawaban yang diperoleh, 2) subjek S-36 dan S-22 mampu berpikir reflektif dimana telah memahami masalah yang diberikan dengan benar, mampu mengkomunikasikan ide dalam bentuk simbol/gambar, mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu yang dimilikinya, berusahan menghubungkan informasi-informasi yang dimiliki meskipun mengalama kesulitan dalam menyelesaikannya, dan menyadari kesalahan dalam menggunakan keterampilan menghitung lalu memperbaikinya tetapi tidak memperoleh jawaban akhir dari soal, dan 3) subjek S-16 dan S-18 dalam berpikir reflektif hanya mampu memahami masalah dengan benar dan mampu mengkomunikasikan ide dalam bentuk simbol/gambar, sedangkan dalam menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu yang dimiliki, dan informasi-informasi dalam menyelesaikan soal yang diberikan nampak bahwa subjek berusaha untuk menyelesaikan soal dan subjek menyadari kesalahan dalam menggunakan keterampilan menghitung lalu memperbaikinya tetapi tidak memperoleh jawaban akhir dari soal.Kata kunci: kemampuan berpikir reflektif, garis singgung lingkaran dan kemampuan matematika.
Rekontruksi Struktur Penalaran Matematis dalam menyelesaikan masalah matematika Hery Suharna; Yahya Hairun; Nurma Angkotasan
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v9i1.1845

Abstract

Belajar melibatkan proses berpikir dalam diri setiap manusia, untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan dan sikap. Berpikir selalu dilakukan oleh setiap orang atau individu, dengan demikian berpikir bersifat internal, muncul dalam diri individu dan berlangsung terus-menerus.Pada penelitian sudah rekontruksi struktur penalaran ketika menyelesaikan masalah matematika.Pada penelitian studi ini ingin mengungkapkan bagaimana rekontruksi penalaran matematika ketikan menyelesaikan masalah matematika.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mempelajari dan mengaji hasil-hasil penelitian yang termuat dalam jurnal dan buku hasil penelitian dan buku-buku teks penunjang.Berdasarkan hasil kajian disimpulkan bahwa rekontruksi struktur penalaran matematis dalam menyelesaikan masalah matematika yaitu rekontruksi di awali terjadi disekuilibrasi atau stagnasi ketika menyelesaikan soal, selanjutnya melakukan rekontruksi asimilasi dan akomodasi, sehingga terjadi rekontruksi penalaran matematika.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER UNTUK MENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA MATERI BARISAN DAN DERET ARITMETIKA Juniawanti Mahmud; Nurma Angkotasan; In H. Abdullah
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.009 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v7i1.1225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Treffinger. Penelitian ini merupakan penelitian pre experimental dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Subjek pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 2 Kota Ternate T.A 2017/2018. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah siswa sebanyak 26 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbentuk tes essay. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu perhitungan menggunakan rumus N-gain. Hasil statistik deskriptif peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Treffinger dengan perhitungan menggunakan rumus N-gain diperoleh nilai N-gain yaitu 0,70. Berdasarkan kriteria interpretasi Ngain diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berada pada interpretasi sedang.
Koneksi Produktif Matematis Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Kalkulus Berdasarkan Kemampuan Matematika Hery Suharna; Yahya Hairun; Nurma Angkotasan
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v10i2.3547

Abstract

Berpikir koneksi matematis penelitian yang menarik untuk di angkat dalam suatu penelitian. Koneksi matematis pada tingkatan universitas juga sering mengalami kesulitan dalam mengontruksi koneksi matematis, masalah yang dihadapi mahasiswa diantaranya yaitu: 1) Ketidaksesuian struktur masalah dengan struktur berpikir atau sering disebut juga dengan disekuilibrium (disekuilibrasi) pada memori jangka panjang mahasiswa; 2) Ketidaklengkapan (ketidak sesuaian) pengetahuan awal yang dimiliki oleh mahasiswa tentang konsep-konsep matematika yang bersyarat; dan 3) Struktur koneksi matematis dalam mengonseptualisasi struktur masalah matematis mahasiswa ketika menyelesaikan masalah matematis. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana koneksi produktif mahasiswa ketika menyelesaikan soal kalkulus berdasarkan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan). Metode penelitian yang digunakan dalam mengungkap permasalahan tersebut yaitu bersifat deskriptif eksploratif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa matematika semester 4 program studi pendidikan matematika Universitas Khairun yang terbagi menjadi empat yaitu 2 laki dan 2 perempuan, pada artikel ini mendeskripsikan antara laki-laki dan perempuan. Teknik analisis data penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif menurut Creswell tahun 2010 yaitu (1) mengolah dan mempersiapkan; (2) membaca keseluruhan data; (3) menganalisis lebih detail dengan men-coding data, (4) terapan proses coding, mendeskripsikan dan tema-tema ini akan disajikan kembali dalam narasi/laporan kualitatif; dan (5) menginterpretasikan atau memaknai data.Koneksi produktif matematis berdasarkan jenis kelamin perempuan yaitu diawali denga terjadinya disekuilibrasi melakukan penyelesaian dengan cara yang unik. Selanjutnya koneksi produktif laki-laki yaitu diawali dengan disekuilibrasi dan selanjutnya melakukan penyelesaian dengan cara mencoba-coba dengan berulang kali. Kata kunci : Rekontruksi, struktur koneksi, koneksi produktif dan jenis kelamin
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJARSISWA PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL Bahrun Taher; Nurma Angkotasan; Marwia Tamrin
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2014): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.922 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v3i1.128

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) dalam upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi Aritmetika Sosial di kelas VII SMP Negeri 1 Ibu, menggunakan desain penelitian Control Group Pretest-Posttest Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII Negeri 1 Ibu. Sampel penelitian ini adalah adalah sebanyak 54 siswa, yang terdiri dari 27 siswa kelas VII-C (Eksperimen) dan 27 siswa kelas VII-D (Kontrol). Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. Teknik analisis data menggunakan rumus TP (Taraf Penguasaan), N.Gain (g), uji Normalitas, uji Homogenitas, dan uji parametrik t-test. Hasil perhitungan uji homogenitas diperoleh  <  maka kedua data homogen, serta pada uji normalitas data diperoleh hitung =  dan 2tabel = 11,07 maka  untuk kelas eksperimen, dan hitung = 7,14  dan 2tabel = 11,07 untuk kelas kontrol,  maka kesimpulannya data berdistribusi normal. Pengujian hipotesis digunakan uji parametrik dengan t-test. Dari hasil perhitungan diperoleh  = 4,149 >  = 1,675 berarti Ho ditolak dan  diterima. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ibu pada materi Aritmetika Sosial.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIRSHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI SEGITIGA Sri Lestari; Nurma Angkotasan; Hasriani Ishak
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.424 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v7i2.1252

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1. kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII MTs Darul Ulum Sasa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pairs-Share. 2. penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pairs-Share dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII MTs Darul Ulum Sasa. 3.Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VII MTs Darul Ulum Sasa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pairs-Share. Desain penelitian ini adalah OneGroup Preetest-Posttest Design eksperimen. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif yaitu menggunakan kriteria kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan analisis inferensial yaitu uji normalitas sebagai uji prasyarat karena data yang diperoleh berdistribusi normal maka digunakan uji Paired t-test sebagai uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan berpikir pemecahan masalah matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperative tipe Think-Pairs-Share diperoleh 8 orang siswa berkualifikasi memuaskan, 2 orang siswa berkualifikasi baik, 6 orang siswa berkualifikasi cukup  dan 4 orang siswa berkualifikasi kurang serta 5 orang siswa berkualifikasi gagal. 2) model pembelajaran kooperatif tipe NHT meningkatkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa siswa, Pengujian hipotesis digunakan Paired t-test diperoleh hitung=3,99 tabel= 1,711 karena hitung> tabel, sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Hasil analisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dengan menggunakan uji Gain berinterprestasi sedang.  Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe tipe Think-Pairs-Share, kemampuan pemecahan masalah matematis
KEEFEKTIFAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE PADA MATERI TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA Kamri Ibrahim; Ardiana Ardiana; Nurma Angkotasan
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2016): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.712 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v5i1.170

Abstract

Penelitian inibertujuan untuk mengetahui: 1)kemampuan representasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran kooperatif tipeTTW; 2) model pembelajaran problem solving efektif ditinjau dari kemampuan representasi matematis siswa; 3)model pembelajaran kooperatif tipe TTW efektif ditinjau dari kemampuan representasi matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Penelitian ini menggunakan dua kelas eksperimen yaitu kelas yang  diterapkan model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran kooperatif tipe TTW. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 8 Kota Ternate dengan jumlah populasi 60 siswa. Dari dua kelas yang ada, secara keseluruhan dijadikan sebagai sampel penelitian yaitu kelas XI A yang akan diberi perlakuan model pembelajaran problem solving dan kelas XI B diberikan perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe TTW. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan representasi matematis siswa. Untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran kooperatif tipe TTW, data dianalisis setiiap indikator dan keseluruhan menggunakan analisis deskriptif yaitu menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) skala 5. Untuk mengetahui efektif tidaknya model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran kooperatif tipe TTW pada variabel kemampuan representasi matematis siswa, data dianalisis dengan analisis inferensial yaitu menggunakan uji one sample t-test. Hasil  analisis  data  menunjukkan   bahwa:  1)  kemampuan  representasi matematis siswa  setelah diterapkannya model pembelajaran problem solving secara keseluruhan dapat dilihat dari kualifikasinya yakni kualifikasi memuaskan, baik, cukup dan kurang. Sedangkan kemampuan representasi matematis siswa setelah  diterapkannya  model  pembelajaran  kooperatif  tipe  TTW   secara keseluruhan dapat dilihat dari kualifikasinya yakni kualifikasi cukup,kurang dan gagal,2) model pembelajaran problem solving efektif ditinjau dari kemampuan representasi matematis siswa,3)model pembelajaran kooperatif tipe TTW tidak efektif ditinjau dari kemampuan representasi matematis siswa. 
The excess of Kahoot for pre-service teacher as an evaluation tool Nurma Angkotasan; Wilda Syam Tonra; Suryani Taib
International Journal on Teaching and Learning Mathematics Vol 2, No 1 (2019): June (This issue published papers with authors/co-authors from 5 universities/in
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijtlm.v2i1.9115

Abstract

Technology-based instrument is one of the main factors in improving the quality of learning in the classroom. The purpose of the study was to see pre-service teacher' response using  Kahoot as evaluation tool. This study was carried out on third year students in  UniversitasKhairun. The study employed a questionnaire that consists of 15 items about the excess of Kahoot. A total of 23 subjects participated in this study. The students highly perceived Kahoot as a game that can increase self-confidence, a fun game, interesting game, and the most useful tools to be used later when the students become teacher
KESULITAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PROGRAM LINEAR DI SMA NEGERI 5 KOTA TERNATE Suryani Dahlan; Nurma Angkotasan; Hery Suharna
EDUKASI Vol 20, No 1 (2022): EDISI MEI 2022
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v20i1.4477

Abstract

This study aims to describe the difficulties of students' mathematical reflective thinking in solving linear programming problems. This type of research is descriptive qualitative. Data collection techniques used are test instruments, interviews and documentation. Data analysis techniques in this study are data reduction, data exposure, data triangulation and conclusion drawing. The subjects of this study were students of class XI IPA 1 SMA Negeri 5 Ternate City, totaling 24 students, then representatives were selected based on the categories of mathematical ability, high, medium and low. The results showed that students with high mathematical ability had difficulty in reflective thinking, namely, 1) difficulties in connecting new knowledge with previous understanding, students needed accuracy in translating story questions into mathematical models, 2) difficulties in evaluating aspects of the completion process, students had difficulty remembering. return to function graph material to solve problems using the graph method. Students with moderate mathematical ability, 1) difficulty in connecting new knowledge with previous understanding, students need to be thorough in solving contextual problems, 2) difficulty in finding relationships and formulating solutions, students find it difficult to recall function graph material, difficult to shade the solution area, 3 ) difficulties in evaluating the aspect of the completion process, students find it difficult to prove the truth of the answers using the graphical method. Students with low mathematical ability, 1) difficulty in connecting new knowledge with previous understanding, students find it difficult to translate story questions into mathematical models, difficult to recall material on a two-variable linear inequality system, 2) difficulty in finding relationships and formulating solutions, students have difficulty find coordinate points, draw graphs, find intersection points, substitute corner points into objective functions. 3) difficulty in evaluating aspects of the completion process, students find it difficult to prove the truth of the answers obtained by the graphical method. The difficulties experienced by students in reflective thinking were caused by students not remembering the previous material related to linear programming, as well as students' difficulties in the dimensions of fact, concept and procedural knowledge.