Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan E-book Kalkulus Integral Berbasis Project Based Learning (PjBL) Berbantuan Aplikasi Flip Pdf Corporate Angkotasan, Nurma; Syam Tonra, Winda; Ruhama, Musftafa A H; Wahyudi, Dahlan; Syam Tonra, Wilda
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2024): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v7i1.16913

Abstract

Project based learning (PjBL) pada mata kuliah kalkulus integral dapat membantu mahasiswa untuk mengetahui penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, namun model PjBL masih jarang digunakan dalam kelas, salah satu faktornya adalah kurangnya referensi buku yang bisa digunakan oleh mahasiswa dan dosen. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-book kalkulus integral berbasis PjBL berbantuan flip PDF Corporate yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif agar dosen dapat mengakses e-book secara online. Subjek penelitian yaitu 22 mahasiswa semester 3 pendidikan matematika. Instrumen yang digunakan untuk menilai efektivitas e-book yaitu nilai hasil proyek mahasiswa, instrumen yang digunakan untuk menilai keabsahan e-book menggunakan lembar validasi ahli, sedangkan angkat kepraktisan untuk menilai kepraktisan e-book yang dikembangkan. Penelitian menggunakan metode penelitian R&D dengan model 4D. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa: 1) e-book kalkulus integral memenuhi kriteria valid dengan nilai validitas 81,57%; 2) nilai kepraktisan sebesar 82,45% yang menunjukkan bahwa e-book yang dikembangkan masuk kategori sangat praktis; dan 3) ketuntasan nilai mahasiswa dalam menyelesaikan proyek sebesar 80,59% yang menunjukan bahwa e-book yang dikembangkan masuk kategori efektif sehingga mahasiswa dapat menggunakan e-book dalam menyelesaikan proyek dengan sangat baik. Sehingga e-book kalkulus integral berbasis PjBL berbantuan flip PDF Corporate yang dibuat memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
Keefektifan Mmodel Problem Based Learning (PBL) Ditinjau dai Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis dan Keyakinan Diri Siswa dalam Menyelesaikan Soal Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) Rasid, Asrinto; Angkotasan, Nurma; Hamid, Hasan
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i2.9934

Abstract

Study This done with objective for now: (1) How ability think reflective mathematical student after the Problem Based Learning (PBL) model is applied. (2) How confidence self-student after the Problem Based Learning (PBL) model is applied. (3) Is the Problem Based Learning (PBL) model effective reviewed from ability think reflective mathematical and confidence self-student. Type research used is type study experiment. Study This with two groups pretest - posttest design, instruments used form question test and questionnaire student. Samples taken is student class XA has 30 students and class XB has 30 students. Technique deep data collection study This obtained with method see scored score roleh from each class. Whereas technique data analysis using analysis descriptive and analysis inferential. Based on results calculation the ability thinks reflective mathematical on test normality test end obtained sample No normally distributed, then non- parametric testing that is test sign for now ability think reflective mathematical student on class control and class experiment Zh = 28.03 means Zh and Ho rejected H1 accepted It means ability think reflective mathematical student through an effective Problem Based Learning (PBL) model. Confidence self-student in testing hypothesis uses independent sample test, value tcount = 8.575 at level significant 0.05, and dk = (n-1) is obtained ttable = 2.001. so tcount ttable = so that Ha accepted and H0 is rejected, meaning the application of the Problem Based Learning (PBL) model is effective, so can concluded that effective application of the Problem Based Learning (PBL) model reviewed from ability think reflective mathematical and confidence self-student.
Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematik Siswa Sekolah Menengah Atas Melalui Pembelajaran Penemuan Terbimbing Bani, Asmar; Angkotasan, Nurma; Jalal, Ariyanti
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i2.9723

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) apakah peningkatan kemampuan penalaran matematik siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa, dan (2) sikap siswa terhadap pembelajaran matematika melalui pendekatan metode penemuan terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang terdiri dari kelompok eksperimsen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dengan menggunakan metode penemuan terbimbing dan kelompok kontrol pembelajaran konvensional. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan intrumen tes kemampuan penalaran matematik, dan skala sikap siswa. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas, dengan populasi adalah siswa SMA dengan sampel penelitian siswa kelas XI di salah satu SMA Negeri 10 Kota Ternate, dengan responden penelitian siswa kelas XI sebanyak dua kelas yang dipilih secara acak kelas dari enam kelas. Analisis data dilakukan secara kuantitatif yang digunakan untuk menghitung rataan gain ternormalisasi antara kedua kelompok sampel dengan menggunakan Uji-t dan analasis kualitatif untuk menelah sikap siswa terhadap pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematik siswa. Analisis data angket memperlihatkan bahwa siswa yang pembelajaran dengan pendekatan penemuan terbimbing sebagian besar bersikap positif terhadap pembelajaran matematika. Pembeajaran matematika dengan metode penemuan terbimbing secara signifikan lebih baik dapat menigkatkan penalaran matematik siswa dari pada pembelajaran dengan pendekatan konvensional. Pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing dapat dijadikan sebagai salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan di Sekolah Menengah Atas.
Pembuatan Video Pembelajaran Matematika menggunakan Aplikasi Tiktok pada MGMP Matematika SMP Di Kota Ternate Syam Tonra, Winda; Wahyudi, Dahlan; Angkotasan, Nurma
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v6i1.1131

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru matematika SMP di Kota Ternate dalam membuat video pembelajaran menggunakan aplikasi TikTok. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan media video dalam pembelajaran serta kurangnya pengetahuan guru mengenai pengeditan video edukatif. Metode yang digunakan meliputi presentasi, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Para guru dilatih mulai dari instalasi aplikasi, proses pembuatan, hingga pengunggahan video ke TikTok. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan kemampuan guru secara signifikan, dari yang semula belum memahami fitur TikTok hingga mampu membuat dan membagikan video pembelajaran sendiri. Sebanyak 96,39% peserta memberikan respon positif terhadap pelatihan ini. Kegiatan ini menunjukkan bahwa aplikasi TikTok dapat dimanfaatkan sebagai media ajar yang inovatif dan menarik, serta mendorong guru untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dalam mendukung proses pembelajaran.
Eksplorasi etnomatematika pada aktivitas bercocok tanam dipulau Halmahera Desa Waidamo kecamatan Sahu Timur Suharna, Hery; Ishak, Hasriani; Ardiana, Ardiana; Angkotasan, Nurma; Waliyanti, Ida Kurnia
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v13i2.8870

Abstract

Etnomatematika merupakan eksplorasi matematika dalam aktivitas kehidupan masyarakat terutama budaya. Matematika bagian dari kebudayaan dan bersifat universal, demikian juga dengan objek etnomatematika yang konkret dapat mendukung dan membantu siswa dalam memahami matematika yang sifatnya abstrak. Oleh karena itu pembelajaran matematika yang berbasis budaya akan lebih menarik sehingga dapat menjadikan siswa lebih aktif dan berfikir kreatif dalam mengeksplorasi kan temuannya. Metode Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode yang digunakan untuk memperoleh data yaitu dengan metode studi lapangan, eksplorasi, observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini, terfokus pada kerajinan aktivitas bercocok tanam pada petani di Desa Waidamo dan melibatkan dua orang dosen 3 orang dosen dengan berbagai keahlian dan 2 mahasiswa untuk membantu peneliti dalam mengeksplorasi unsur-unsur geometri yang ditemukan pada kerajinan aktivitas bercocok tanam. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi etnomatematika pada aktivitas bercocok tanam. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan triangulasi yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Reduksi data digunakan untuk menajamkan, menggolongkan, dan membuang data yang tidak diperlukan dalam penelitian. Data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi direduksi dengan memilih informasi-informasi yang dibutuhkan sehingga memperoleh data yang valid. Berdasarkan hasil penelitian bahwa etnomatematika yang ditemukan yakni aktivitas menghitung, ritual dan membandingkan. Kata kunci : Etnomatematika, menghitung, ritual dan membandingkan
Epistemology Obstacle dalam Pemecahan Matematis Siswa pada Matei Sistem Pesamaan Linea Dua Variabel Umasangadji, Fadila; Suratno, Joko; Angkotasan, Nurma
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i1.9509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan epistemology obstacles yang dialami siswa dalam pemecahan masalah matematis pada materi SPLDV. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis dan pedoman wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, triangulasi data, dan penarikan kesimpulan, subjek dalam penelitian ini meliputi siswa kelas VIII-8 SMP Negeri 2 Kota Ternate yang terdiri 27 siswa dan diambil 5 siswa sebagai perwakilan untuk dianalisis dan wawancarai. Terdapat 1 siswa yang berkemampuan tinggi, 2 orang berkemampuan sedang, dan 2 orang berkemampuan sangat rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang mengalami epistemological obstacles (hambatan epistemology) pada materi SPLDV. Epistemological obstacles siswa terdapat pada semua indikator pemecahan masalah SPLDV, yaitu 1) sebagian siswa tidak dapat memahami permasalahan pada soal dengan baik, 2) sebagian siswa tidak dapat merencanakan penyelesaian atau mengidentifikasi masalah dalam hal membuat pemisalan objek yang melibatkan variabel dan membuat persamaan atau model matematika, 3) sebagian siswa melakukan kesalahan dalam melaksanakan rencana penyelesaian atau melakukan perhitungan, 4) siswa tidak mampu mengoperasikan bentuk pecahan, hal ini terjadi karena keterbatasan pada konsep perkalian dan pengurangan pada pecahan, dan 5) siswa tidak dapat melakukan pemeriksaan kembali dengan tepat. Hal ini menunjukkan adanya epistemological obstacles pada siswa.
Analisis Kemampuan Liteasi Numerasi Siswa SMA Kota Ternate dalam Menyelesaikan Soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Angkotasan, Nurma; Ahmadi, La Ode
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 5, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v5i3.10790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi numerasi matematis murid dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, subjek pada penelitian ini adalah murid kelas XI SMA Negeri di Kota Ternate, yaitu SMA Negeri 1 Kota Ternate, SMA Negeri 2 Kota Ternate, dan SMA Negeri 4 Kota Ternate. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan instrumen tes soal sistem persamaan linear dua variabel berbentuk essay sebanyak 1 butir soal serta telah divalidasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis data yang dipopulerkan oleh Miles and Hubermas. Model tersebut terdiri dari tiga tahapan yaitu, reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion). Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan murid dalam materi yang diukur di tiga sekolah (SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, dan SMA Negeri 4 Kota Ternate) masih didominasi pada kategori rendah dan sedang. Pada SMA Negeri 1 Kota Ternate, sebagian besar murid berada pada kategori sedang (42,86%), meskipun masih terdapat 33,33% murid berkategori rendah. Pada SMA Negeri 2 Kota Ternate, persentase murid kategori rendah justru paling tinggi (45%), sedangkan kategori sedang hampir seimbang (40%), dan hanya sebagian kecil (15%) yang berada pada kategori tinggi. Sementara itu, pada SMA Negeri 4 Kota Ternate, mayoritas murid berada pada kategori rendah (60%), dengan jumlah yang sangat sedikit pada kategori tinggi (6,67%).
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP IT Albina Kota Ternate pada Materi Operasi Bilangan Bulat Hamam, Nurfajri; Abdullah, In Hi.; Angkotasan, Nurma
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i1.4125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VII-A SMP IT Albina Kota Ternate dalam menyelesaikan soal pada materi operasi bilangan bulat. Pengumpulan data kemampuan berpikir kreatif matematis siswa menggunakan teknik observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen tes yang digunakan adalah 3 butir soal tentang kemampuan berpikir kreatif matematis yang telah divalidasi. Data kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif dengan cara mereduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A SMP IT Albina Kota Ternate sebanyak 26 siswa, kemudian dipilih 4 siswa sebagai perwakilan subjek penelitian berdasarkan kategori kemampuan berpikir kreatif matematis (baik, cukup, kurang, dan sangat rendah) untuk diwawancarai sebagai bentuk triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VII-A SMP IT Albina Kota Ternate dalam mempelajari materi operasi bilangan bulat dengan rata-rata sebesar 35.173 dalam kategori kurang. Kualifikasi kemampuan berpikir kreatif matematis dalam kategori baik dicapai 2 siswa (7.69%) yang mampu: Berpikir lancar (fluency), Berpikir keaslian (originality), Berpikir terperinci (elaboration), Berpikir Keluwesan (flexibility), sehubungan dengan penyelesaian masalah operasi bilangan bulat. Selanjutnya, 13 siswa (50%) dalam kategori cukup mampu: Berpikir lancar (fluency), Berpikir keaslian(originality), Berpikir terperinci (elaboration), Berpikir Keluwesan (flexibility), sehubungan dengan penyelesaian masalah operasi bilangan bulatdengan benar tetapi tidak lengkap. Sebanyak 8 siswa (30.78%) dalam kategori kurang mampu: Berpikir terperinci (elaboration) dan Berpikir Keluwesan (flexibility), sehubungan dengan penyelesaian masalah operasi bilangan bulat namun salah, Terdapat 3 siswa (11.53%) dengan kategori sangat rendah tidak mampu atau tidak memenuhi semua indikator.
Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Program Linear di SMA Negeri 4 Kota Ternate Badjiser, Nuraini Lestari; Suratno, Joko; Angkotasan, Nurma
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 1, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v1i1.2655

Abstract

Tujuan diadakannya penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program liner. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah instrumen tes dan wawancara. Siswa diminta untuk mengerjakan soal tes kemampuan berpikir reflektif matematis (TKBRM), kemudian diwawancarai untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah mentranskip data verbal, kategorisasi data, reduksi data, paparan data, memeriksa keabsahan data atau triangulasi data, penarikan kesimpulan verifikasi. Subjek peneitian ini adalah 25 siswa, masing-masing perwakilan dari subjek S-8 yang berkemampuan tinggi, S-24 yang berkemampuan sedang dan S-5 yang berkemampuan rendah. Hasil penelitian berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear sebagai berikut: 1) subjek S-8 memperoleh nilai 83,3 sehingga mampu berpikir reflektif dimana telah mampu menuliskan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut dengan tepat dan benar, subjek mampu menentukan nilai minimum dengan benar dan subjek mampu mengecek jawaban dan mampu menjelaskan kesimpulan dari jawaban yang diperoleh, 2) subjek S-24 memperoleh nilai 67,7 sehingga mampu berpikir reflektif dimana telah mampu menuliskan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut dengan benar, subjek mampu menentukan nilai minimum dengan benar, dan subjek tidak mampu mengecek jawaban yang diperoleh tetapi mampu menjelaskan kesimpulan dari jawaban dengan benar, 3) subjek S-5 memperoleh nilai 41,7 dalam berpikir reflektif hanya mampu menuliskan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut dengan benar, subjek mampu menentukan nilai minimum tetapi jawaban yang diperoleh tidak maksimal dan subjek tidak mampu mengecek jawaban yang diperoleh dan tidak mampu menjelaskan kesimpulan dari jawaban.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Abjad, Raeda; Angkotasan, Nurma; Alhaddad, Idrus
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v2i3.5148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara dan dokumentasi. Siswa diminta untuk mengerjakan soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM), kemudian diwawancarai berdasarkan kemampuan matematika siswa yang dimiliki untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data (Data reduction), paparan data (Data display), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel sebagai berikut: 1) sebanyak 3 siswa (20%) mencapai kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kategori tinggi, 2) sebanyak 4 siswa (26,6%) mencapai kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan kategori sedang dan 3) sebanyak 8 siswa (53,3%) yang berkategori rendah. Sebagian siswa belum mencapai kemampuan pemecahan masalah matematis pada soal sistem persamaan linear dua variabel pada indikator Kemampuan memilih dan mengembangkan strategi pemecahan (meliputi kemampuan memunculkan berbagai kemungkinan atau alternatif cara penyelesaian, rumus-rumus atau penegetahuan yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah tersebut), dan Kemampuan menjelaskan dan memeriksa kebenaran jawaban yang diperoleh (meliputi kemampuan mengidentifikasi kesalahan-kesalahan perhitungan, kesalahan penggunaan rumus, memeriksa kecocokan antara yang telah ditemukan dengan apa yang ditanyakan, dan dapat menjelaskan kebenaran jawaban).