Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matriks Ditinjau dari Gaya Belajar Yanti Sarif; In Hi Abdullah; Nurma Angkotasan
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 1 (2023): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.36 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal matriks ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan adalah instrument tes, angket, wawancara dan dokumentasi. Instrumen tes yang digunakan adalah 2 butir soal uraian tentang kemampuan representasi matematis siswa yang telah divalidasi dan 30 butir pernyataan angket gaya belajar. Siswa diminta untuk mengerjakan soal tes representasi matematis siswa, kemudian diwawancarai untuk memperoleh lebih mendalam tentang kemampuan representasi matematis dalam menyelesaikan soal matriks. Teknik analisis pada penelitian ini adalah reduksi data, paparan data, tringulasi data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 Madrasah Aliyah Negeri 2 Tidore Kepulauan yang berjumlah 23 subjek, dengan perwakilan subjek pada penelitian ini adalah kemampuan representasi matematis dengan kategori tinggi, sedang, dan rendah pada gaya belajar visual yaitu sebanyak 3 siswa. Untuk kemampuan representasi matematis pada gaya belajar auditori yaitu sebanyak 3 siswa. Sedangkan pada kemampuan representasi matematis pada gaya belajar kinestetik yaitu sebanyak 3 siswa. Hasil penelitian kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal matriks yang ditinjau dari gaya belajar sebagai berikut: 1) Kemampuan representasi matematis siswa dengan kategori tinggi sebanyak 6 siswa atau 26,08%. Untuk kemampuan representasi matematis siswa dengan kategori tinggi pada gaya belajar visual terdapat 2 siswa, namun kemampuan representasi matematis siswa pada gaya belajar berada pada kategori sangat rendah atau 40,82%. 2) Kemampuan representasi matematis siswa dengan kategori sedang sebanyak 5 siswa atau 13,04 %. Untuk kemampuan representasi matematis siswa dengan kategori sedang pada gaya belajar visual terdapat 1 siswa, namun kemampuan representasi matematis siswa pada gaya belajar berada pada kategori sangat rendah atau 40,82%. 3) Kemampuan representasi matematis siswa dengan kategori rendah sebanyak 12 siswa atau 52,17 %. Untuk kemampuan representasi matematis siswa dengan kategori rendah pada gaya belajar visual terdapat 3 siswa, namun kemampuan representasi matematis siswa pada gaya belajar berada pada kategori sangat rendah atau 40,82%.
Penerapan Pendekatan Open-Ended untuk Meningkatkan Kemampuan berpikir Kritis Matematis Siswa pada Materi Persamaan Kuadrat Siswa SMP Nasrun Ode Amir; Nurma Angkotasan; Soleman Saidi
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 2 (2022): Mei
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.265 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kritis sangat penting dan butuhkan untuk menyikapi kemajuan ilmu pengetahuan yang kian pesat di zaman modern ini. Oleh karenanya, kemampuan berpikir kritis disetiap jenjang pendidikan mulai dilatih dengan diterapkannya berbagai model dan pendekatan pembelajaran. Berkaitan dengan hal-hal tersebut, peneliti mulai melakukan penelitian dengan judul Penerapan Pendekatan Open-Ended Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Pada Materi Persamaan Kuadrat Siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis siswa sebelum dan setelah penerepan pendekatan Open-Ended pada materi persamaan kuadrat. 2) Untuk mendiskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan pendekatan Open-Ended pada materi persamaan kuadrat. 3) Mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan pendekatan Open-Ended. Desain penelitian ini yaitu One Group Pretests-Posttest Design. Subjek penelitian ini yaitu kelas VIII-3 denga jumlah siswa sebanyak 22 orang siswa. Instrument pengumpulan data terdiri atas soal Pretest dan Posttest berbentuk soal uraian yang disusun berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah penerapan pendekatan Open-Ended pada materi persamaan kuadrat, teknik analisis data menggunakan Pedoman Acuan Patokan (PAP) Skala 5. Untuk mendiskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis setelah diterapkan pendekatan Open-Ended pada materi persamaan kuadrat, teknik analisis data menggunakan uji hipotesis. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui pembelanjaan Open-Ended, data dianalisis dengan menggunakan kriteria N-Gain. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran pendekatan Open-Ended dapat diklasifikasikan untuk Pre-test kategori baik sekali 1 siswa, baik 3 siswa, cukup 3 siswa, kurang baik 3 siswa, dan gagal 12 siswa. Sedangkan untuk Post-test kategori baik sekali 6 siswa, baik 7 siswa, cukup 6 siswa, kurang baik 2 siswa, dan gagal 1 siswa. 2) Pendekatan Open-Ended dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada materi persamaan kuadrat setelah diberikan perlakuan. 3) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan pendekatan Open-ended dengan nilai N-Gain yaitu 0,45 terdapat pada interpretasi sedang.
Proses Berpikir Reflektif Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Program Linear Lasmi Nasir; Hery Suharna; Nurma Angkotasan; Nurningsih Abdullah
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 2, No 1 (2022): Januari
Publisher : Jurnal Pendidikan Guru Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.877 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara dan dokumentasi. Siswa diminta untuk mengerjakan soal tes proses berpikir reflektif matematis siswa, kemudian diwawancarai untuk memperoleh lebih mendalam tentang proses berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah reduksi data, paparan data, triangulasi data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini siswa kelas XI MIPA-1 SMA Negeri 8 Kota Ternate yang berjumlah 25 siswa, dengan perwakilan subjek pada penelitian adalah L-22 dan P-25 dengan KBRMS kategori tinggi, P-13 dan L-11 dengan KBRMS kategori sedang. Hasil penelitian proses berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal program linear sebagai berikut: 1) Proses berpikir reflektif matematis siswa dengan kategori tinggi, mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu benar dan lengkap, subjek L-22 mampu menemukan hubungan dan memformulasikan penyelesaian benar dan lengkap dan subjek P-25 mampu menemukan hubungan dan memformulasikan penyelesaian benar tetapi tidak lengkap, mampu mengevaluasi proses penyelesaian benar tetapi tidak lengkap ; 2) Proses berpikir reflektif matematis siswa dengan kategori sedang, mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu benar dan lengkap pada soal nomor 1a dan subjek menghubungkan pengetahuan baru dengan pemahaman terdahulu salah pada soal nomor 2a, subjek P-13 mampu menemukan hubungan dan memformulasikan penyelesaian benar dan lengkap dan subjek L-11 mampu menemukan hubungan dan memformulasikan penyelesaian benar tetapi tidak lengkap, mampu mengevaluasi proses penyelesaian benar tetapi tidak lengkap pada soal nomor 1c dan mengevaluasi proses penyelesaian salah pada soal nomor 2b.
Kesulitan Berpikir Reflektif Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel Ditinjau dari Gaya Belajar Meidayanti Buyung; Nurma Angkotasan; Ariyanti Jalal
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i2.6134

Abstract

Penelitian ini untuk mendeskripsikan kesulitan berpikir reflektif matematis siswa dalam menyelesaikan soal sistem pertidaksamaan linear dua variabel di tinjau dari gaya belajar pada siswa SMA Negeri 4 Kota Ternate. Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket atau kuisioner, instrument tes, dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, triangulasi data, dan penarikan simpulan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-8 di SMA Negeri 4 Kota Ternate, kemudian diambil 6 siswa sebagai subjek yang diwawancarai diantaranya 2 siswa dengan gaya belajar visual, 2 siswa dengan gaya belajar auditori, dan 2 siswa dengan gaya belajar kinestetik. Hasil penelitian menunjukan: 1) Subjek V-1 dan subjek V-2 dengan gaya belajar visual mengalami kesulitan berpikir reflektif matematis, diantaranya kesulitan menentukan daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua variabel, menentukan titik-titik koordinat, mensubstitusikan nilai nol, membuat model matematika, membaca grafik, menjabarkan titik-titik koordinat pada grafik dalam bentuk kalimat matematis, mengingat rumus mencari sebuah persamaan, menentukan simbol pertidaksamaan, menggambar grafik, menentukan daerah himpunan penyelesaian, menentukan sistem pertidaksamaan linear variabel dari sebuah grafik, dan kesulitan memeriksa kebenaran jawaban. 2) Subjek A-1 dan subjek A-2 dengan gaya belajar auditori mengalami kesulitan berpikir reflektif matematis, diantaranya kesulitan menghitung dan menentukan titik-titik koordinat, membuat model matematika, membaca grafik, menjabarkan titik-titik koordinat pada grafik dalam bentuk kalimat matematika, mengingat rumus mencari sebuah persamaan, menentukan simbol pertidaksamaan, menggambar grafik, menentukan daerah himpunan penyeesaianl, menentukan pertidaksamaan linear dua variabel berdasarkan grafik dan kesulitan memeriksa kebenaran jawaban. 3) Subjek K-1 dan subjek K-2 dengan gaya belajar kinestetik mengalami kesulitan berpikir reflektif matematisa, diantaranya kesulitan menghitung dan menentukan titik-titik koordinat, membuat model matematika, membaca grafik, menjabarkan titik-titik koordinat pada grafik dalam bentuk kalimat matematika, mengingat rumus mencari sebuah persamaan, menentukan simbol pertidaksamaan, kesulitan menggambar grafik, menentukan daerah himpunan penyelesaian, mencari sistem pertidaksamaan linear dua variabel berdasarkan grafik yang diketahui dan kesulitan memeriksa kembali kebenaran jawaban.
Menjadi Guru Kreatif melalui Aplikasi Canva Wilda Syam Tonra; Nurma Angkotasan; Diah Prawitha Sari; Muhammad Ikhsan
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2023): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v8i1.7152

Abstract

The results of observations and interviews with teachers and principals at SD Islamiyah 6 Ternate City in early 2022 found several problems in the learning process (a) Teachers have not been creative in implementing learning, especially the use of technology (b) Teacher competence in utilizing media in learning is still needs to be improved (c) there is no good integration of each subject with blended-based learning media during the covid-19 pandemic. Therefore, there is a great need for training on the use of Canva for teachers. The purpose of implementing this community service (PKM) is to provide insight and creativity to teachers through Canva so that they can improve the abilities and competencies in providing interesting media in classroom learning. The participants are the 10 teachers at SD Islamiyah 6 City of Ternate. The training method are presentation and discussion. Then demonstration and practical training. The result obtained in this activity is an increase in teacher competence through Canva. This can be seen from the results of the teacher's own design on teachers’ device/handphone respectively. After the training, the teachers gave an assessment of the respondent's questionnaire in the implementation of this PKM activity with a very good category.
Keefektifan Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Ditinjau dari Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa SMP Djarifa Bulawa; Nurma Angkotasan; Ardiana Ardiana
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6590

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan  adalah Penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (1). Motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. (2). Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model  pembelajaran kooperatif tipe STAD .(3). Pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif ditinjau dari motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dengan rancangan two groups pretest-posttest design. Instrument yang digunakan berupa soal tes dan angket siswa. Sampel yang diambil adalah siswa  kelas VII-1 berjumlah 24 siswa dan VII-2 berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara melihat skor yang diperoleh dari masing-masing kelas. Analisis data menggunakan Analisis deskriptif Pedoman Acuan Patokan (PAP) skala 5 dan analisis inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa, motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terdapat 11 siswa yang berkriteria tinggi dan 13 siswa berkriteria sedang. Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terdapat 7 siswa yang berkualifikasi memuaskan, 9 siswa berkualifikasi baik, dan 8 siswa berkualifikasi cukup. Sedangkan hasil analisis inferensial menunjukan bahwa uji normalitas motivasi belajar siswa berdistribusi normal dan hasil belajar siswa tidak berdistribusi normal. Pengujian hipotesis motivasi belajar siswa mengunakan uji independent sampel t test sedangkan hasil belajar siswa mengunakan uji non parametrik yaitu uji tanda. Hasil independent sampel t test, diperoleh thitung = 3,70 pada taraf signifikan 0,05 dan dk 23. ttabel = 3,01 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak artinya pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif ditinjau dari motivasi belajar siswa. Hasil uji tanda diperoleh Zh = 22,04 dan Zt = 3,84, sehingga Ho ditolak dan H1 diterima, artinya Pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif pada hasil belajar siswa. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif ditinjau dari motivasi dan hasil belajar siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Mirna Basir; Ahmad Afandi; Nurma Angkotasan
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6625

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk: 1). Mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi persamaan linier dua variabel kelas VIII MTs Muhamadiyah Halmahera Selatan.  2). Mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII MTs Muhamadiyah Halmahera Selatan pada materi persamaan linier dua variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Muhamadiyah Halmahera Selatan yang berjumlah 43 siswa yang kemudian tersebar pada dua kelas dan Sampel yang secara acak di ambil yaitu siswa kelas VIII1 yang berjumlah 20 siswa, Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan 6 butir soal sebagai instrumen yang telah divalidasi oleh validator. Analisis data yang digunakan adalah Kriteria kemampuan berpikir kritis, N Gain (g), uji normalitas dan uji one sample t-test. Sesuai dengan hasil perhitungan dengan menggunakan Kriteria Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, diperoleh 12 atau 60% yang sudah mencapai nilai di atas rata-rata 82,5 dan 8 atau 40% siswa mencapai nilai di bawah rata-rata sehingga dikategorikan sebagai siswa yang kemampuan pemecahannya kurang. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe think talk write dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
MENJADI GURU KREATIF MELALUI APLIKASI KAHOOT PADA MGMP MAPEL MATEMATIKA TINGKAT SMP DI KOTA TERNATE Nurma Angkotasan; Diah Prawitha Sari; Winda Syam Tonra; Wilda Syam Tonra; Dahlan Wahyudi; Muhammad Ikhsan
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 5 No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 : Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jppnu.v5i2.214

Abstract

Masalah motivasi belajar menjadi momok tersendiri yang harus dihadapi guru. Guru sebaiknya mencari cara yang lebih kreatif sehingga suasana kelas tidak membosankan. Berdasarkan observasi di salah satu sekolah SMP anggota MGMP mapel Matematika Kota Ternate sebagai mitra yaitu SMP Negeri 2 Kota Ternate diperoleh informasi bahwa mitra memiliki permasalahan yaitu 1) Kurangnya pembelajaran kreatif di sekolah yang sangat diperlukan oleh siswa, 2) Guru masih kurang memiliki kompetensi penggunaan aplikasi media untuk meningkatkan pemahaman siswa, 3) Guru membutuhkan media yang cocok digunakan dalam pembelajaran, 4) Belum ada integrasi yang baik tiap mata pelajaran dengan media pembelajaran, 5) Kurangnya penguatan kompetensi guru terkait pembuatan alat evaluasi yang membantu guru untuk langsung mengetahui nilai perolehan siswa tanpa harus memeriksa secara manual. Salah satu pemanfaatan teknologi informasi yang dapat dilakukan oleh pendidik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu menggunakan aplikasi kahoot sebagai alat evaluasi dalam pembelajaran. Kahoot dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar seperti mengadakan pre-test, post-test, latihan soal, penguatan materi, remedial, pengayaan dan lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 5 September 2023 pukul 14.00-16.30. Bertempat di SMPN 2 Kota Ternate. Jumlah guru yang bergabung dalam MGMP guru Pendidikan Matematika adalah 21 guru sekota Ternate. Adapun Metode pelatihan dilakukan dalam pelatihan ini adalah dengan menggunakan tiga metode yaitu metode presentasi, metode tanya jawab dan diskusi, metode demonstrasi dan evaluasi. Hasil dari evaluasi kegiatan yang di dinilai oleh peserta pelatihan berdasarkan pengisian angket yaitu mencapai 96,46%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan dilaksanakan dengan baik dan mendapat respon yang positif dari para guru Matematika SMP di Kota Ternate. Kata Kunci : Kahoot; guru matematika; teknologi pembelajaran, alat evaluasi, guru kreatif
Eksplorasi etnomatematika pada aktivitas bercocok tanam dipulau Halmahera Desa Waidamo kecamatan Sahu Timur Suharna, Hery; Ishak, Hasriyani; Ardiana, Ardiana; Angkotasan, Nurma; Waliyanti, Ida Kurnia
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dpi.v13i2.8870

Abstract

Etnomatematika merupakan eksplorasi matematika dalam aktivitas kehidupan masyarakat terutama budaya. Matematika bagian dari kebudayaan dan bersifat universal, demikian juga dengan objek etnomatematika yang konkret dapat mendukung dan membantu siswa dalam memahami matematika yang sifatnya abstrak. Oleh karena itu pembelajaran matematika yang berbasis budaya akan lebih menarik sehingga dapat menjadikan siswa lebih aktif dan berfikir kreatif dalam mengeksplorasi kan temuannya. Metode Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode yang digunakan untuk memperoleh data yaitu dengan metode studi lapangan, eksplorasi, observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini, terfokus pada kerajinan aktivitas bercocok tanam pada petani di Desa Waidamo dan melibatkan dua orang dosen 3 orang dosen dengan berbagai keahlian dan 2 mahasiswa untuk membantu peneliti dalam mengeksplorasi unsur-unsur geometri yang ditemukan pada kerajinan aktivitas bercocok tanam. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi etnomatematika pada aktivitas bercocok tanam. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan triangulasi yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Reduksi data digunakan untuk menajamkan, menggolongkan, dan membuang data yang tidak diperlukan dalam penelitian. Data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi direduksi dengan memilih informasi-informasi yang dibutuhkan sehingga memperoleh data yang valid. Berdasarkan hasil penelitian bahwa etnomatematika yang ditemukan yakni aktivitas menghitung, ritual dan membandingkan. Kata kunci : Etnomatematika, menghitung, ritual dan membandingkan
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tip Think Talk Write Ditinjau dai Aspek Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Matei Persamaan Kuadrat Fatah, Nurlayly; Abdullah, In Hi; Angkotasan, Nurma
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 4, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v4i3.8896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW); 2) terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write  (TTW); 3) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi persamaan kuadrat setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TTW. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dan desain penelitian one-grup pretest-posttest Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara dan soal tes yang mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis. Teknis analisis data adalah analisis deskripstif dan analisis inferensial. Untuk analisis deskriptif menggunakan penilaian  Pedoman Acuan Patokan (PAP) Skala 5 dan perhitungan gain ternormalisasi (N-Gain). Sedangkan analisis inferensial  yaitu untuk pengujian hipotesis menggunakan uji statistik parametri karena data posttest  berdistribusi normal yakni uji One Sampel T-test dan uji prasyarat digunakan uji  Shapiro Wilk. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran kooperatif  tipe TTW secara keseluruhan dapat dilihat dari kualifikasi amat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang, 2) terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe TTW, 3) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi persamaan kuadrat setelah diterapkan model pembelajaran koopertif tipe TTW  tergolong sedang.