Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pelatihan Optimalisasi Penggunaan Aplikasi Wayground untuk Meningkatkan Kompetensi Asesmen Digital Mahasiswa PGSD Bone Syamsurijal; Nur Isra Ahmad; Ruhul Kudus; Arlian Fachrul Syahputra; Femmy Angreany
Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan Vol. 3 No. 01 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Pendidikan
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kampus VI Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation in education requires prospective elementary school teachers to develop competencies in designing, implementing, and evaluating technology-based learning assessments. This community service program aimed to improve the digital assessment competence of PGSD Bone students through training on the optimization of the Wayground application. The activity employed a participatory training approach consisting of needs identification, material presentation, application demonstration, independent practice, mentoring, digital assessment product presentation, and evaluation. Evaluation instruments included participant response questionnaires, skill observation sheets, and pretest-posttest assessments. The results indicated that the training improved students’ understanding of digital assessment concepts, skills in creating interactive quizzes, ability to manage digital classes, and competence in analyzing assessment results quickly and objectively. Therefore, this training positively contributed to strengthening the pedagogical competence and digital literacy of PGSD Bone students, particularly in designing creative, engaging, and data-based elementary school learning assessments.
Implementasi Metode Immersion dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Perguruan Tinggi: Tinjauan Strategi dan Teknik Pengajaran Ruhul kudus
Lisan An Nathiq : Jurnal Bahasa dan Pendidikan Bahasa Arab Vol. 8 No. 1 (2026): Mei (In Progres)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lan.v8i1.7152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dan teknik penerapan metode Immersion dalam pengajaran bahasa Arab di tingkat universitas melalui tinjauan literatur terkini. Latar belakang penelitian ini berasal dari terbatasnya paparan bahasa Arab di lingkungan kampus, dominasi penggunaan bahasa ibu, dan kurangnya kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat secara otentik dengan bahasa target. Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara penguasaan teoritis dan kemampuan komunikatif siswa. Metode imersi dipandang sebagai pendekatan yang mampu menjembatani kesenjangan ini, karena menempatkan pelajar dalam lingkungan bahasa yang intensif, alami, dan berorientasi pada komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur, meneliti artikel, buku, dan laporan akademik yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025 yang relevan dengan penerapan immersion bahasa dalam pembelajaran bahasa asing, khususnya bahasa Arab. Analisis mengikuti tahapan pengurangan data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan, berdasarkan model Miles dan Huberman. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi immersion dalam pengajaran bahasa Arab mencakup penggunaan bahasa Arab secara berkelanjutan sebagai bahasa utama interaksi akademik, penggunaan simulasi kehidupan nyata, diskusi dan debat akademis, paparan mendengarkan intensif, dan integrasi materi otentik. Selain itu, teknik seperti bermain peran, tugas menulis terpandu, analisis teks, kolaborasi dengan penutur asli, dan penggunaan teknologi digital memperkaya pengalaman belajar bahasa siswa. Faktor pendukung untuk immersion termasuk kebijakan kelembagaan, motivasi siswa, dan ketersediaan ruang dan komunitas berbahasa Arab. Tantangan utama meliputi kelangkaan lingkungan bahasa alami, penggunaan bahasa Arab yang tidak konsisten, dan dominasi bahasa Indonesia dalam interaksi sehari-hari siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa imersi adalah pendekatan yang komprehensif dan efektif untuk meningkatkan kemahiran bahasa Arab mahasiswa, sekaligus memberikan landasan konseptual untuk mengembangkan model pembelajaran yang lebih komunikatif dan kontekstual.
Melampaui Pembelajaran Formal di Kelas: Model Imersi Total untuk Mempercepat Akuisisi Bahasa Arab pada Penutur Non-Arab Kudus, Ruhul; Salim Al Busaidi
EL-FUSHA: Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Vol 7 No 1 (2026): EL-FUSHA : Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/el-fusha.v7i1.11686

Abstract

Academic documentation on the effectiveness of intensive language institute models in the Middle East for accelerating second language acquisition remains limited, as previous literature has predominantly focused on independent digital strategies or traditional formal classrooms. This qualitative single-case study aims to comprehensively analyze the Arabic teaching system for non-native speakers at the Sultan Qaboos Institute, Oman. Data were gathered through semi-structured interviews with teachers, students, and curriculum administrators, supported by classroom observations and curriculum document analysis. The findings reveal six integrated strategic pillars: CEFR-based placement standardization, pedagogical personalization through differentiated and competency-based learning, total immersion methods, interactive assimilation with native speakers (language partners), contextual environmental-based external laboratories within real sociocultural settings, and the holistic construction of a macro-language ecosystem. These findings conceptually demonstrate that accelerative functional Arabic acquisition is not achieved through isolative grammar instruction, but rather through the creation of an interlanguage continuum that converges Second Language Acquisition (SLA) theory with culture-rooted experiential learning. This study offers a replicable sociocultural pedagogical blueprint for global language institutions..