Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS USAHA NELAYAN BAGAN APUNG DI DESA KALEROANG KECAMATAN BUNGKU SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGAH Mbato, Irfan; Nurdiana, -; Riani, Irdam
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 5, No 4 (2020): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.159 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v5i4.15704

Abstract

ABSTRAKPenelitan ini bertujuan untuk mengetahui analisis usaha nelayan Bagan Apung, dimana kegiatan usaha nelayan Bagan Apung untuk mengetahui proses penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap Bagan Apung, mengetahui seberapa besar biaya produksi pada  usaha bagan apung, dan mengetahui seberapa besar penerimaan dan pendapatan usaha Bagan Apung.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kaleroang Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali. Analisis yang digunakan adalah deskriptif dan analisis kelayakan R/C Rasio. Proses penelitian ini dilakukan dengan cara poposive (sengaja), dengan menggunakan tehnik observasi dan wawancara, populasi dalam penelitian ini seluruh pelaku usaha alat tangkap bagan apung dengan jumlah penentuan sampel sebanyak 6 orang. penggunaan bagan apung dilakukan 10 jam pada malam hari. Berdasarkan aspek usaha bagan apung diperoleh rata-rata total biaya yang dikeluarkan Rp8.315.047/bulan, dengan nilai rata - rata penerimaan sebesar Rp17.166.667/bulan, sedangkan pendapatan bersih rata - rata Rp8.851.047/bulan dan R/C Rasio sebesar 2,06>1 yang berarti bahwa usaha Bagan Apung di Desa Kaleroang Kecamatan Bungku Selatan layak dikembangkan.Kata Kunci : Bagan Apung, Biaya Produksi, Penerimaan, Keuntungan.
ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN ABON IKAN DENGAN JENIS ABON LAIN (STUDI KASUS UD. “BONESA” KELURAHAN KAMBU KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI) Sila, Nur; Budiyanto, -; Riani, Irdam
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 5, No 2 (2020): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.194 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v5i2.14613

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di UD. Bonesa Kelurahan Kambu Kecamatan Poasia Kota Kendari pada bulan Januari sampai Febuari 2018, dengan tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pendapatan abon ikan dengan jenis abon lain (abon sapi, abon ayam) pada UD. Bonesa.Penelitian ini adalah penelitian studi kasus, Respoden penelitian adalah pemilik usaha dan tenaga kerja yang berjumlah 7 orang. Variabel yang diukur/diamati adalah kegiatan produksi yaitu persiapan alat dan bahan, proses pembuatan, proses pengemasan, proses pemasaran dan biaya-biaya yang digunakan untuk memproduksi abon ikan antara lain biaya tetap dan biaya variabel. Data tersebut diperoleh melalui observasi, wawancara langsung dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis pendapatan dan t-test independent (uji beda 2  mean). Hasil analisis menunjukkan rata-rata pendapatan abon ikan yang diperoleh sebesar Rp 71.849/kg, sedangkan rata-rata pendapatan jenis abon lain (abon sapi, abon ayam) sebesar Rp 59.567/kg. Pendapatan abon ikan lebih besar karena jumlah produksi yang dihasilkan lebih banyak dan permintaan dari konsumen terus meningkat dibandingkan jenis abon lain. Hasil uji t juga menunjukan bahwa kedua pendapatan tersebut berbeda nyata (t hitung > t tabel).Kata kunci: Abon Ikan, pendapatan, permintaan
ANALISIS POLA PRODUKSI DAN KONSUMSI NELAYAN MINI TRAWL (CANTRANG) DI DESA KAMPUNG BARU KECAMATAN RUMBIA TENGAH KABUPATEN BOMBANA Sartika, -; Yusuf, Sarini; Riani, Irdam
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 5, No 2 (2020): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.453 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v5i2.14614

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilakukan di Desa Kampung Baru Kecamatan Rumbia Tengah Kabupaten Bombana, pada bulan Oktober sampai November 2018 dengan tujuan untuk mengetahui 1) Pola produksi, 2) Menganalisis biaya produksi, 3) Penerimaan nelayan per trip, 4) Pola konsumsi nelayan mini trawl. Sampel penelitian ini sebanyak 15 nelayan mini trawl dengan populasi sebanyak 149 nelayan mini trawl. Variabel yang diamatai yaitu karakteristik nelayan (umur, pendidikan, pengalaman, dan jumlah tanggungan keluarga), jumlah produksi, jumlah trip, biaya produksi, jenis konsumsi, jumlah konsumsi.Pengumpulan diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumetasi.Data kualitatif digunakan untuk mengetahui pola produksi dan konsumsi. Data kuantitatif digunakan untuk mengetahui total penerimaan dengan persamaan (TR = P.Q) dan total pengeluaran dengan persamaan (TC = TVC + TFC). Pola produksi nelayan mini trawl mengalami flukuasi, karena memiliki jumlah produksi yang berbeda-beda pada setiap trip penangkapan. Biaya penangkapan tertinggi nelayan mini trawl sebesar Rp5.167.579/minggu, biaya terendah sebesar Rp2.067.578/minggu, dan biaya rata-rata sebesar Rp3.609.575/minggu. Penerimaan tertinggi nelayan mini trawl sebesar Rp3.185.000/minggu, penerimaan terendah sebesar Rp535.000/minggu, dan penerimaan rata-rata sebesar Rp1.522.133/minggu. Konsumsi tertinggi nelayan mini trawl sebesar Rp1.129.333/minggu,konsusmsi terendah sebesar Rp441.333/minggu, dan konsumsi rata-rata sebesar Rp778.995/minggu.Pola konsumsi nelayan mini trawl adalah konsumsi non pangan karena pengeluaran yang cukup tinggi dibandingkan dengan pengeluaran pangan.Kata kunci : Nelayan Mini Trawl, Pola Produksi, Pola Konsumsi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BUDIDAYA TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI KECAMATAN WUNDULAKO KABUPATEN KOLAKA Pisi, Diana; Budiyanto, -; Riani, Irdam
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 6, No 2 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.361 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v6i2.20236

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2019 di Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka, dan bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi budidaya tambak udang vaname dan bagaimana pengaruh faktor produksi terhadap produksi udang vaname. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive). Populasi dalam penelitian ini yaitu semua pembudidaya yang melakukan kegiatan budidaya tambak udang vaname di Kecamatan Wundulako yang berjumlah 17 orang. Penentuan sampel dilakukan secara sensus sehingga jumlah sampel sebanyak 17 pembudidaya. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara secara langsung menggunakan kuesioner yang telah disiapkan, data yang diamati meliputi : identitas responden, umur, pendidikan, pengalaman usaha, dan input produksi yang digunakan dalam usaha budidaya udang vaname (luas lahan, jumlah benur, jumlah pakan, jumlah  pupuk, tenaga kerja dan jumlah produksi). Data dianalisis menggunakan regresi non linear berganda dengan bantuan program SPSS 16.0. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dan bersifat positif terhadap produksi udang vaname adalah jumlah benur, jumlah pakan dan jumlah pupuk. Sedangkan faktor yang berpengaruh tidak signifikan dan bersifat negatif adalah luas lahan dan tenaga kerja. Kata kunci : budidaya; udang vaname; wundulako
EFISIENSI PEMASARAN USAHA PENGOLAHAN KEPITING RAJUNGAN DI DESA TIGA KECAMATAN TIWORO UTARA KABUPATEN MUNA BARAT (STUDI KASUS MINI PLANT AYU JAYA) Ahyar, -; Budiyanto, -; Riani, Irdam
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 6, No 1 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.052 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v6i1.19118

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, dan efisiensi pemasaran pada usaha pengolahan kepiting rajungan di MP. Ayu Jaya. Penelitian ini dilakukan pada MP. Ayu Jaya yang terletak di Desa Tiga, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. jumlah responden dalam penelitian ini adalah dua orang yaitu pemilik usaha dan tenaga kerja tetap yang diperoleh melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan meliputi, jumlah dan harga faktor produksi, jumlah dan harga produk yang dipasarkan, proses produksi dan proses pemasaran . Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis efisiensi pemasaran dengan rumus EP = Total biaya/nilai produk, (EP = Efisiensi pemasaran). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jumlah saluran pemasaran pada MP. Ayu Jaya adalah satu saluran dengan empat lembaga pemasaran yaitu Nelanyan tangkap – MP. Ayu Jaya – pengumpul - eksportir. Hasil analisis menunjukkan rata-rata efisiensi pemasaran 0,413. Hasil analisis efisiensi pemasaran menunjukkan EP<1, yang menunjukan bahwa pemasaran pada MP. Ayu Jaya tergolong efisien.Kata Kunci : MP. Ayu Jaya, Olahan Kepiting Rajungan, Efisiensi Pemasaran
PERBEDAAN PRODUKSI DAN KINERJA MODAL DALAM USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT ANTARA METODE RAKIT DI PANTAI BANDAR BATAUGA KABUPATEN BUTON SELATAN DAN METODE JALUR DI PANTAI LAKEBA KOTA BAUBAU - sumina; Nurdiana A.; Irdam Riani
Jurnal Bisnis Perikanan (Journal of Fishery Business) Vol 5, No 1: APRIL 2021 : JURNAL BISNIS PERIKANAN
Publisher : Program Studi Agrobisnis Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan produksi dan kinerja modal  dalam usaha budidaya rumput laut antara metode rakit dan metode Jalur. Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Bandar Batauga dan di Pantai Lakeba pada bulan Januari-Februari 2019. Data tersebut diperoleh melalui Observasi, interview, dan dokumentasi. Penelitian sampel untuk metode rakit dilakukan secara purposive yaitu 10 responden dari 30 responden dan metode jalur dilakukan dengan metode sensus yaitu 3 responden. Data yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif yaitu R/C Ratio (Total Penerimaan/Total Cost) dan Rentabilitas (Laba/Total Modal x 100%). Hasil analisis didapatkan pada rumput laut metode rakit ada 1.075 kg/siklus dan metode jalur 1.033 kg/siklus. Nilai R/C Ratio metode rakit 2,94 dan metode jalur 2,90 artinya setiap mengeluarkan biaya sebesar Rp1, maka akan diperoleh penerimaan sebesar Rp2,94 dan metode jalur Rp2,90. Rata-rata nilai Rentabilitas metode rakit 1,94% dan metode jalur 1,90% artinya setiap satu rupiah dari modal yang digunakan akan menghasilkan keuntungan sebesar 1,94 atau 94% dan metode jalur 1,90 atau 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi rumput laut persiklus dan kinerja modal lebih dipengaruhi oleh perbedaan lokasi daripada metode budidaya.  Kata Kunci:   Budidaya, Rumput Laut, Metode Rakit, Metode Jalur, Kinerja Modal
PENDAPATAN DAN PRODUKTIVITAS NELAYAN TANGKAP JARING INSANG (GILLNET) DI KECAMATAN TOMIA KABUPATEN WAKATOBI - Nurmawati; - Budiyanto; Irdam Riani
Jurnal Bisnis Perikanan (Journal of Fishery Business) Vol 5, No 1: APRIL 2021 : JURNAL BISNIS PERIKANAN
Publisher : Program Studi Agrobisnis Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJaring insang merupakan alat penangkapan ikan yang umum digunakan oleh nelayan di Kecamatan Tomia konstruksinya sangat sederhana dan mudah dioperasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, produktivitas, kelayakan usaha, dan korelasi di Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi selama periode bulan Agustus sampai dengan September 2018. Responden penelitian ini berjumlah 33 orang yang diperoleh dengan menggunakan rumus slovin dari 49 orang populasi nelayan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi ,wawancara langsung dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan rumus pendapatan, produktivitas, R/C ratio dan korelasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa rata-rata pendapatan jaring insang sebesar Rp233.808/trip, dengan produktivitas alat tangkap sebesar Rp7,07 kg/trip sedangkan produktivitas tenaga kerja sebesar Rp12,67kg/HOK, dan rata-rata R/C ratio sebesar 1,3. Korelasi  didapat dari hubungan sebab akibat antara variabel X dan Y variabel X adalah alat tangkap dan tenaga kerja sedangkan variabel Y adalah pendapatan, jadi korelasi antara produktivitas alat tangkap dengan pendapatan menujukkan korelasi positif dan sangat lemah sedangkan produktivitas tenaga kerja menunjukkan korelasi positif dan kuat. Berdasarkan hasil penelitian maka usaha penangkapan nelayan dengan menggunakan alat tangkap  jaring insang (gillnet) menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.Kata Kunci : Nelayan Tangkap jaring insang, Pendapatan, Produktivitas
STUDI PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN NILAI EKONOMIS IKAN MAS (Cyprinus carpio Lin.) DENGAN MENGGUNAKAN PAKAN BUATAN NON KOMERSIL Abdul Muis Balubi; Irdam Riani; Ngadiyo Ngadiyo
Jurnal Bisnis Perikanan (Journal of Fishery Business) Vol 4, No 2: OKTOBER 2017 : JURNAL BISNIS PERIKANAN
Publisher : Program Studi Agrobisnis Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2010.419 KB)

Abstract

Feed is one of the key factors for the success of carp cultivation. But the price of feed on the market is quite expensive, causing farmers to reduce the amount of feed. The impact is that the amount of goldfish production is low. This study aims to determine the growth, production and economic value of carp (C. carpio Lin.) Using non-commercial artificial feed. This research was conducted in May-August 2016 at Rakawuta Village, Mowila District, South Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province. The study design used was a randomized block design with 5 treatments and 3 replications. The results showed that the treatment of non-commercial artificial feed had a significant effect on absolute growth, specific growth rates, survival rates, production and some economic values. The absolute growth of individuals and the highest specific growth rate resulted in treatment B of 204.04 gr / head (4.38%) and the lowest treatment of 100% commercial feed with absolute growth of 92.80 gr / head (3.09%). The highest survival and production was produced by B at 96.67% (94.75 kg) and the lowest treatment D with survival of 92.89%, while the lowest production resulted in treatment E of 45.74 kg. The highest economic value in the form of a Cost Ratio and Payback period resulted in treatment B amounting to 6.16 with a Payback period of Rp1,894,980 and the lowest treatment E with a cost ratio of 2.97 payback period of Rp914,780. Non-commercial feed use of artificial has not fully provided important growth, production, and economic value for farmers.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR NELAYAN KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA Irdam Riani; Ashar Bafadal; Rahmat Sofyan Patadjai
Jurnal Bisnis Perikanan (Journal of Fishery Business) Vol 3, No 1: APRIL 2016 : JURNAL BISNIS PERIKANAN
Publisher : Program Studi Agrobisnis Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.73 KB)

Abstract

Exchange rate of farmers (NTN) can depict term of trade of the farmers from a farming conserning the need of produktion faktors and consumption on products or services. This research aims to studi same faktors significantly influencing end studi elasticity the  NTN of farmers in Konawe District. The regretiossion analysis result show that production, seeds weight, the amount of fuels, stretch of ropes, the amount of sugar and cigarette consumptionnymber of dependents, weather and tribes are all obviously influencing the NTN of seaweed in Konawe.  Partially faktors that correlate positively and influence signifikcantly with the NTN of seaweed are production, seeds wiight, and streatch of ropes, whereas the amount of fuels and comsumption  of sugar are negetifly correlated but obviously influential.  Some variabeles seem not real influencing to the NTN such as cigarette comsumption, the number of dependents, weather and the tribes.  Based on elasticity analysis, the NTN will increase as 62% if the farmers can increase 100% of production, then in increase as 15% if the seeds weight are lifted to 100%, and will increase as 11,6% if the stretch of ropes is added to 100%.  Additionaly, the NTN wil decrease as 23% if the use fuels rises  100% and will decrease as 12% if the sugar consumption increase as much as 100%Keywords : Exchange Rate Farmers, Farmers See Grass, Signifikcant, Elasticity
NILAI TUKAR PETANI RUMPUT LAUT DI KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA Irdam Riani; Sofyan Patadjai; Ashar Bafadal
Jurnal Bisnis Perikanan (Journal of Fishery Business) Vol 2, No 1: OKTOBER 2015 : JURNAL BISNIS PERIKANAN
Publisher : Program Studi Agrobisnis Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.835 KB)

Abstract

Indicators of the farmers wealth can be seen from exchange rate of farmers (NTP), it can depict term of trade of the farmers from a farming conserning the need of produktion factors and consumption on products or services. This research aims to understand farmers revenue from seaweed farming and know the exchenge rate of seaweed farmers in Konawe District. The analysis result show that if power wages are thoroughly calculated, then average revenue of the farmers are IDR3.659.108/years. Mean while if calculated man power wages are those form outside the farmers’s family, then the average revenues of the farmers are IDR6.688.268/year. Exchange rate analysis of seaweed farmer production factors NTFP > 1 (1534 – 203,3) show that the farmers revenue from seaweed farming can fully all farmers expenses for production factors whereby at the same time they still can make profit as 53,4 % – 103,3 %. In eddition, the term of trade consumtion analysis of seaweed farmers NTKP <1 (0,154 – 0,634) shows that the seaweed farmers revenue not yet fully satisfy the revenue consumption of the farmers familly as 15,4 – 0,63,4 %.
Co-Authors - Nurmawati - Siswanto - sumina . Budiyanto, . Abdul Sarifin Abdullah Adrianto, Yogi Afyudi, Bobby Ahyar, - Akhmad Mansyur Akhmad Mansyur Akhmad Mansyur, Akhmad Albar, - Amir, Fitriah Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andi Irwan Nur, Andi Irwan Annaastasia, Nurhuda Ansa, Ardin Arami, Hasnia Ardin Ardin Ansa Ashar Bafadal Asis, Nurdiana Asmidar, - Asmirun, La Ode Asnani Asnani Asri, Maya Asriyana, . Aulya, Nova Azwar Siddiq Azwar Sidiq Balubi, Abdul Muis Budianto Budianto BUDIYANTO Budiyanto Budiyanto, - Daniel Happy Putra Destriani, Restu Desy Sriwulan Effendi, Wa Ode Nilda A. Eko Aprianto Johan Erlan Sucipto Ermayanti Ishak, Ermayanti Erwin Erwin Fadhilah Nur Hanifah Farilanda, . Fina Amalia Masri Harfin, Wa Ode Shafira Hasnia Arami I Nyoman Sujana Iba, Wa Ika Novitasari, Ika Indriyani Intan Mustafa Jali, Wa Kamri, Syamsul Kardianto, La Ode Kartika, Eka Dewi Kiran La Ode Abdul Rajab Nadia La Ode Huli La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Onu, La Ola La Sara Lawelle, Sjamsu Alam Lina Solissa Lipogena, Kifin T. Lora, Wa Ode Mainar Nasari Maruf, Amar Maun, Raus Hidayat Mbato, Irfan Milyani Wabula Mirnawati Firdaus Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhammad Akbar Muhammad Idris Muhammad Ramli Muhammad Sutrisno Munier, Muhammad Taswin Mursiq, Sa'adilal Muskita, Wellem H Mustiharian, Dewi Nadia, La Ode Abdul Rajab Nasari, Mainar Naslina Alimina Ngadiyo Ngadiyo Nining Putriyani Noval, A. Ismail Nurdiana A Nurdiana A Nurdiana A Nurdiana, - Nurhuda Annaastasia Nurmut Mainah Nurmut Mainah Nurul Safitri Nuslan, - Oce Astuti Onu La Ola Onu La Ola, Onu Patiung, Seventry Meliana Piliana, Wa Ode Pini Ariska Pisi, Diana Ragil Larasati Rahmasari, Wa Ode Fahniyola Rahmat Sofyan Patadjai Raisi, La Raniwati, - Restu Destriani Risfandi Roslindah Daeng Siang Rosmawati Rosmawati . Rosmawati Rosmawati Ruslaini Ruslaini Ruwiah S. Sardiana Saharuddin Saipa, Saipa Saleh, Linda Fatmawati Samsuddin Samsuddin Sardiana Sarifin, Abdul Sarinah Sarini Yusuf Sartika, - Sawy, Magdalena Sawy, Riani Septiyanti, Feni Seventry Meliana Patiung Sidiq, Azwar Sila, Nur Sofyan Patadjai Solissa, Lina Sri Wahyuni Sriwulan, Desy Sucipto, Erlan Sutra, Irah Ani Tosemba, Afrizal Tri Yulianingsih Wa Ode, Piliana Wahwudi, Bima Dwiki Wellem H. Muskita Wulan, Desi Sri Yarni, Wa Ode Yosan Yulianingsih, Tri Yulita Chorolina Mangidi Yuni, Wa Yusnaini Yusnaini Yusnaini