Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Dampak Gangguan Okupasi terhadap Perkembangan Sosial dan Akademik Anak Usia Dini Sayyidah Qurratu’ Aini; Tri Whayuningsih; Malpaleni Satriana
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8440

Abstract

Gangguan okupasi pada anak merupakan kondisi yang dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk bermain, belajar, dan berinteraksi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak gangguan okupasi terhadap perkembangan sosial dan akademik anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap 15 artikel ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2018-2023 dan diperoleh dari Google Scholar serta PubMed. Hasil kajian menunjukkan bahwa gangguan okupasi berpengaruh terhadap kemampuan sosial anak, seperti interaksi dengan teman sebaya, komunikasi, dan partisipasi dalam lingkungan sosial. Selain itu, gangguan okupasi juga berdampak pada aspek akademik, terutama dalam konsentrasi, mengikuti instruksi, dan keterlibatan dalam kegiatan belajar. Berbagai faktor pendukung, seperti lingkungan keluarga yang positif, intervensi terapi okupasi, dan dukungan sekolah, berperan dalam mengurangi dampak yang muncul. Oleh karena itu, kerja sama orang tua, guru, dan tenaga profesional diperlukan untuk mendukung perkembangan sosial dan akademik anak secara optimal.
Perspektif Guru tentang Pemanfaatan Boneka Wayang Profesi Sebagai Alternatif Pembelajaran Kontekstual Mega Alya; Nur Amalia Olby Anwar; Malpaleni Satriana
Journal of Education Research Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i2.3564

Abstract

Pembelajaran kontekstual pada PAUD memerlukan media yang relevan dengan pengalaman nyata anak, namun kajian mengenai pemanfaatan boneka wayang profesi dari perspektif guru masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif guru terhadap penggunaan boneka wayang profesi dalam pembelajaran kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif naratif dengan subjek 5 guru PAUD yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan) dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boneka wayang profesi dipandang mampu mendorong keterlibatan aktif anak, memperkuat pemahaman konsep profesi dan peran sosial, serta menanamkan nilai budaya lokal. Namun, penggunaannya belum terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan media berbasis budaya dalam pembelajaran kontekstual di PAUD.
Implementasi Kegiatan Luar Kelas dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Anak Usia Dini Nur Rilla Safitri; Ayu Aprillia Pangestu Putri; Azainil Azainil; Makmun Makmun; Wilda Isna Kartika; Malpaleni Satriana; Tri Wahyuningsih
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1777

Abstract

Pembelajaran di luar kelas perlu menerapkan strategi yang diterapkan guru untuk meningkatkan kemampuan belajar anak melalui pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada anak usia 5–6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 3 Samarinda. Penelitian dilaksanakan selama dua minggu, yaitu pada 14–26 Juli 2025, dan melibatkan empat mahasiswa peneliti. Penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan dokumentasi. Analisis data ini dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup mereduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan luar kelas seperti praktik berwudhu, senam pagi, permainan lempar bola, tur kelas, mencuci tangan, dan bermain bebas memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan anak. Kegiatan tersebut membantu anak mengenal lingkungan sekolah, membentuk kebiasaan hidup bersih, meningkatkan keterampilan motorik kasar, serta menumbuhkan nilai sosial dan spiritual. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru dan pendamping dalam membimbing anak serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif selama pelaksanaan MPLS.
Studi Kasus: Pola Asuh Demokratis pada Anak Usia Prasekolah dalam Keluarga Etnis Kutai Cindy Cindy; Fachrul Rozie; Riyana Riyana; Azainil Azainil; Makmun Makmun; Wilda Isna Kartika; Malpaleni Satriana; Tri Wahyuningsih
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2038

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan pola asuh usia prasekolah dalam keluarga etnis kutai. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan partisipan orang tua dan tokoh masyarakat. Data yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data penyajian data serta penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan adalah pola asuh demokratis. Orang tua etnis Kutai memberikan kehangatan, dukungan emosional yang tinggi, dan juga memberikan kebebasan yang cukup besar kepada anak. Nilai-nilai budaya Kutai ditemukan seperti mengayun anak dengan sarung juga diberi berbagai bacaan doa . Tradisi adat Kutai memiliki rangkaian upacara penting yang menandai tahapan kehidupan seorang anak, yaitu dimulai dengan upacara menginjak tanah saat anak pertama kali menapakkan kaki di bumi, diikuti dengan tradisi naik ayun yang merupakan ritual simbolis. orang tua dan keluarga mendoakan agar anak tumbuh sehat, berakhlak baik, dan terhindar dari hal-hal buruk. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana budaya kutai mempengaruhi praktik pengasuhan anak. Kontribusi pada penelitian ini yaitu.  sebagai upaya mempertahankan  nilai budaya Kutai dalam konteks pola pengasuhan serta penguatan karakter berbasis kearifan lokal Kutai pada anak usia dini.
Efektivitas MPLS dalam Menguatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini berbasis Transisi Sekolah Menyenangkan Sarlina Sarlina; Fitri Anjarwati; Malpaleni Satriana; Suci Rohana
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2044

Abstract

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan tahap awal penting dalam membantu anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menstimulasi perkembangan sosial emosional anak. Namun, pelaksanaannya di PAUD masih cenderung berfokus pada pengenalan lingkungan fisik dan belum optimal mengembangkan aspek sosial emosional anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan MPLS serta dampaknya terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 4–5 tahun di TK ABA 3 Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan naratif. Partisipan penelitian meliputi 38 anak usia 4–5 tahun dan 4 guru yang mengajar di kelas A1 dan A2. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi dengan indikator yang mencakup kemampuan beradaptasi, interaksi sosial, pengendalian emosi, kepercayaan diri, dan kemandirian anak selama kegiatan MPLS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPLS yang dirancang secara terstruktur dan menyenangkan mampu meningkatkan adaptasi, interaksi sosial, kepercayaan diri, serta kestabilan emosi anak dan mengurangi kecemasan pada awal masuk sekolah. Oleh karena itu, MPLS perlu diposisikan sebagai strategi pedagogis dalam memperkuat perkembangan sosial emosional anak usia dini.
Penerapan Panggung Boneka dalam Menstimulasi Kemampuan Percaya Diri Anak Usia 4-6 Tahun Nayla Aura Alifia; Fitri Anjarwati; Malpaleni Satriana; Noor Chairani
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2054

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media panggung boneka dalam menstimulasi kepercayaan diri anak usia 4–6 tahun di TK Negeri 04 Tenggarong. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2025 menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B, dengan wali kelas TK B sebagai informan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik, yaitu observasi partisipatif untuk mengamati perilaku anak secara langsung, wawancara mendalam dengan guru guna menggali persepsi dan pengalaman selama pembelajaran, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Data kemudian dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media panggung boneka efektif menstimulasi lima aspek kepercayaan diri anak, yakni ekspresi diri, partisipasi aktif, inisiatif, kemampuan mengatasi rasa takut atau malu, dan interaksi sosial. Sebanyak 12 dari 15 anak mencapai perkembangan kepercayaan diri pada kategori sesuai harapan hingga sangat baik. Dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif, media panggung boneka terbukti menjadi alternatif pembelajaran inovatif yang relevan untuk anak usia dini, termasuk anak berkebutuhan khusus dalam setting pendidikan inklusif.
Efektivitas Media Fun Book Berbasis Kearifan Lokal Kalimantan terhadap Minat Belajar Anak Usia Dini Alya Sagita Yumarnis; Evie Palenewen; Malpaleni Satriana; Tri Wahyuningsih; Makmun Makmun; Azainil Azainil; Wilda Isna Kartika
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2077

Abstract

Minat belajar pada anak usia dini merupakan komponen penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Namun, keterbatasan media pembelajaran yang inovatif, menarik, dan relevan dengan konteks kehidupan anak berdampak pada rendahnya keterlibatan serta minat belajar, terutama dalam pengenalan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Fun Book berbasis kearifan lokal Kalimantan sekaligus menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan minat belajar anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, dan uji coba produk. Penelitian melibatkan 2 guru sebagai informan utama dan 17 anak usia 4–5 tahun sebagai subjek uji coba. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Fun Book berbasis kearifan lokal Kalimantan mampu meningkatkan minat belajar anak secara signifikan, yang terlihat dari peningkatan perhatian, antusiasme, dan partisipasi aktif dalam pembelajaran. Selain itu, media ini juga mendukung terciptanya interaksi pembelajaran yang lebih komunikatif serta memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal secara kontekstual dan menyenangkan. Dengan demikian, media Fun Book berbasis kearifan lokal Kalimantan efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini.
Analisis Faktor Internal dan Eksternal Penyebab Kekerasan Fisik Anak Usia Dini Iqbal Hadifad; Tri Wahyuningsih; Azainil Azainil; Makmun Makmun; Wilda Isna Kartika; Malpaleni Satriana
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara operasional faktor Internal dan Eksternal yang menyebabkan perilaku kekerasan fisik pada anak usia 4–5 tahun di lingkungan PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri dari 2 anak usia 4–5 tahun, 1 guru kelas, serta orang tua sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif meliputi reduksi data, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan dua kategori utama penyebab kekerasan fisik, yaitu faktor internal (ketidakmampuan regulasi emosi, temperamen impulsif, dan keterbatasan komunikasi) serta faktor eksternal (pola asuh kurang responsif, konflik keluarga, pengaruh teman sebaya, dan paparan media kekerasan). Hal ini menegaskan bahwa perilaku kekerasan muncul dari interaksi kompleks antar faktor. Implikasi praktis penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi guru dan orang tua dalam penguatan regulasi emosi, penerapan pola asuh positif, serta pengawasan lingkungan anak guna mencegah perilaku agresif sejak dini.
Peran Prestasi Pendidik dalam Meningkatkan Kualitas Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Windyta Luthfiah Agustineva; Malpaleni Satriana; Fachrul Rozie; Nur Amalia Olby Anwar
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2463

Abstract

Prestasi pendidik merupakan salah satu indikator profesionalisme guru yang berkontribusi pada peningkatan kualitas lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), namun kajian mengenai perannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran prestasi pendidik dalam meningkatkan kualitas lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif mengacu pada teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa prestasi pendidik berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan pembelajaran aktif dan berbasis pengalaman langsung. Dukungan sekolah melalui pelatihan, pengembangan kompetensi, dan pemberdayaan guru turut mendorong lahirnya prestasi pendidik dan peningkatan mutu lembaga. Selain itu, publikasi prestasi pendidik melalui media sosial sekolah memperkuat citra lembaga, membangun persepsi positif masyarakat, dan menjadi daya tarik bagi lembaga PAUD. Temuan ini menunjukkan bahwa prestasi pendidik merupakan aset strategis bagi peningkatan kualitas lembaga PAUD. Pengelola lembaga maupun para pemangku kebijakan terhadap pengembangan kompetensi serta pencapaian prestasi pendidik merupakan salah satu strategi penting untuk memperkuat mutu sekaligus meningkatkan reputasi lembaga pendidikan anak usia dini.
Peran Guru dalam Pembelajaran Sentra Balok untuk Menstimulasi Kemampuan Mengenal Bentuk dan Ukuran Anak Usia 5-6 Tahun Melda Krisdiana; Malpaleni Satriana; Evie Palenewen; Febry Maghfirah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2464

Abstract

Kemampuan mengenal bentuk dan ukuran merupakan bagian penting dari perkembangan kognitif anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam pembelajaran sentra balok untuk menstimulasi kemampuan mengenal bentuk dan ukuran pada anak usia 5–6 tahun di TK Negeri 1 Samarinda. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian adalah satu orang guru kelompok B, sedangkan subjek yang diamati berjumlah 19 anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator melalui pemberian pijakan, pendampingan, dan pertanyaan pemantik selama kegiatan bermain balok. Sebagian besar anak mampu mengenali bentuk dasar, mengelompokkan balok berdasarkan bentuk yang sama, serta membedakan ukuran balok. Pembelajaran sentra balok memberikan pengalaman konkret yang membantu anak memahami konsep bentuk dan ukuran. Dengan demikian, peran guru dalam pembelajaran sentra balok dapat menstimulasi kemampuan mengenal bentuk dan ukuran pada anak usia 5–6 tahun.
Co-Authors . Muhammad Ramli Buhari Adharina Dian Pertiwi Alfitriani, Linda Ali Abu Bakar Alya Sagita Yumarnis Amalia Fitri, Nor Andika, Windi Dwi Antung Dewi Nurliana Sagita Antung Dewi Nurliana Sagita Antung Dewi Nurliana Sagita Ariska Ariska Ayu Aprilia Pangestu Putri Ayu Aprilia Pangestu Putri Ayu Aprillia Pangestu Putri Azainil Azainil Cindy Cindy Danya Oxsi Pebrianti Diva Shally Mayumi Evie Palenewen Evie Palenewen Fachrul Rozie Fachrul Rozie Farny Sutriany Jafar Febry Maghfirah Febry Maghfirah Fitri Anjarwati Fitriyani, Luluk Farida Ghina Rahmawati Hadi Wardana Handayani, Septia Nur Hasbi Sjamsir Hasnur, Reyzia Anggriani Heny Djoehaeni Huda, Muchamad Samsul Iqbal Hadifad Isna Kartika, Wilda Jupri Jupri Kale, Sartika Kartika, Wilda Isna Krisma, Krisma Makmun Makmun Makmun Makmun Makmun Makmun Mega Alya Melda Krisdiana Nayla Aura Alifia Noor Chairani Norhafifah Norhafifah Novelius, Novelius Nur Amalia Olby Anwar Nur Rilla Safitri Okana Okana oktamarina, lidia Paryadi Paryadi, Paryadi Pertiwi, Adharina Dian Putri, Ayu Aprilia Pangestu Raihan Febriana Reyzia Anggriani Hasnur Rina Pujiati Pertiwi Riyana Riyana Rozie, Fachrul Sandy, Ricky Ari Sapulete, Jance Jacob Sarlina Sarlina Sayyidah Qurratu’ Aini Sjamsir, Hasbi Sri Tatminingsih Suci Rohana Sugeng Santoso tia, Siti Mutia Tasyah Tri Wahyuningsih Tri Wahyuningsih Tri Wahyuningsih Tri Whayuningsih Wilda Isna Kartika Windyta Luthfiah Agustineva Wiwik Haryani Wiwik Haryani Yeni Solfiah Yindayati Yindayati Yuniar, Alfhina Zannah, Raudatul