Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

FORMULASI, EVALUASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK TALI PUTRI (Cassytha filiformis L) Setiawan, Roby; Masrijal, Camelia Dwi Putri; Hermansyah, Oky; Rahmawati, Suci; Sari, Rose Intan Perma; Cahyani, Arinda Nur
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v3i1.27649

Abstract

Tali putri (Cassytha filiformis L) termasuk ke dalam famili lauraceae, yang memiliki aktivitas antioksidan alami. Tanaman ini banyak dijumpai di kawasan pesisir Pantai Panjang Kota Bengkulu. Tujuan penelitiaan ini adalah mendapatkan formula gel antioksidan ekstrak Tali Putri (Cassytha filiformis L) terbaik berdasarkan evaluasi dan uji stabilitasnya. Tumbuahan Tali Putri (Cassytha filiformis L) diekstrak dengan metode maserasi selama 3x24 jam menggunakan pelarut metanol. Penelitian ini menggunakan ekstrak tali putri (Cassytha filiformis L) sebanyak 3%, yang diformulasikan ke dalam 3 formula dengan variasi basis HPMC, yaitu 7% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3). Uji evaluasi yang dilakukan yaitu uji homogenitas, uji organoleptis, uji pH, dan uji viskositas. Uji stabilitas fisik menggunakan metode cycling test dilakukan selama 3 hari. Hasil pengujian randemen ekstrak yang diperoleh adalah 2,812%. Uji pH menunjukan gel memiliki pH 6,4 (F1), 6,3 (F2), dan 6,2 (F3). Uji viskositas menunjukan gel memiliki viskositas 2530 cps (F1), 1610 cps (F2), 1920 cps (F3). Uji stabilitas metode cycling test terjadi sineresis di setiap formulasi dengan waktu terlama pada F1. Gel mengandung ekstrak tali putri (Cassytha filiformis L) yang terbaik berdasarkan hasil evaluasi dan uji stabilitas adalah formula 1 (F1).
Formulasi Blush On Stick dengan Zat Pewarna Alami Ekstrak Buah Murbei (Morus alba L) dengan Variasi Lilin Carnauba Sebagai Basis: Formulasi Blush On Stick dengan Zat Pewarna Alami Ekstrak Buah Murbei (Morus alba L) dengan Variasi Lilin Carnauba Sebagai Basis Patmawati, Aprisa Riski; Rose, Rose Intan Perma Sari; Hermansyah, Oky; Masrijal, Camelia Dwi Putri; Salamet, Samwilson
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v4i2.36748

Abstract

: Blush on stick adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai pipi dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tata rias wajah. Salah satu bahan alam yang dapat dijadikan pewarna adalah buah murbei (Morus alba L.) karena mengandung antosianin yang tinggih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak buah murbei dapat dijadikan sebagai pewarna pada sediaan blush on bentuk stick dengan memvariasikan lilin carnauba sebagai basis dan mengevaluasi sediaan blush on. Formulasi sediaan blush on yang dibuat yaitu menggunakan zat warna dari ekstrak buah murbei dengan konsentrasi 10% dan konsentrasi lilin carnauba pada masing-masing formula adalah 10%, 20% dan 30%. Pengujian yang dilakukan antara lain pemeriksaan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji poles, uji keretakan, uji hedonik dan uji iritasi. Seluruh formula yang dibuat telah memenuhi persyaratan uji pH, uji poles, dan uji keretaka, sedangkan pada uji homogenitas terdapat sedikit butiran pada masing-masing sediaan. Pemeriksaan organoleptis menunjukkan bau keseluruhan sediaan blush on adalah bau khas oleum rosae dan bentuk keseluruhan sediaan blush on berbentuk batang padat (stick) dengan warna merah tua. Hasil uji iritasi menunjukkan bahwa seluruh sediaan tidak menunjukkan adanya reaksi iritasi. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa F2 (20%) yang paling disukai oleh panelis. Kata Kunci: Ckstrak Buah Murbei; Blush On; Pewarna Alami, Stick
FORMULATION AND TESTING OF SOLID SOAP CONTAINING 96% ETHANOL EXTRACT OF PURSLANE (Portulaca oleracea L.) COMBINED WITH VIRGIN COCONUT OIL (VCO) AGAINST Staphylococcus aureus Sari, Rose Intan Perma; Rahmah, Anggi Apria Faradisya; Hermansyah, Oky; Rahmawati, Suci; Sipriyadi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i4.1643

Abstract

Staphylococcus aureus is a pathogenic bacterium commonly associated with various infections. An initial step in preventing and addressing infections is the use of antibacterial soaps. The purslane extract can serve as an antibacterial agent that inhibits the growth of Staphylococcus aureus, while VCO offers additional protection through its antimicrobial properties and ability to maintain skin moisture. This study aimed to formulate a solid soap using 96% ethanol extract of purslane combined with VCO. Purslane powder was extracted using a maceration method. The physical properties of the soap were evaluated, including organoleptic evaluation, PH, homogeneity, foaming capacity, foam stability, and antibacterial activity against Staphylococcus aureus. Based on the results of the physical property evaluations, the solid soap met the required standards. The antibacterial effectiveness test showed inhibition zones for F1 at 3.21 ± 0,023 (weak category), F2 at 4,26 ± 0,102 (weak category), and F3 at 5,2 ± 0,070 (weak category). The results indicate that the purslane extract, in combination with varying amounts of VCO, can be formulated into solid soap that meets the physical property evaluation criteria and possesses antibacterial activity against the growth of Staphylococcus aureus.  Keywords: Solid Soap; Antibacterial; Purslane Plant; VCO; Staphylococcus aureus
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK KALAMANSI (Citrus microcarpa Bunge) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Septiani, Nadia; Maryanti, Evi; Hermansyah, Oky; Putri, Mutiara Wulandareka Joliet
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i1.529

Abstract

Jeruk kalamansi mengandung senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan yang sangat baik untuk mencegah dan menangkal radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai aktivitas antioksidan minyak atsiri dari kulit buah jeruk kalamansi (Citrus microcarpa Bunge). Penelitian ini dilakukan dengan mendestilasi minyak atsiri dari kulit buah jeruk kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) menggunakan metode destilasi uap air. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrozil) dan diukur Spektrofotometri UV-Vis serapan 515 nm. Data yang diperoleh kemudian dihitung nilai aktivitas antioksidan dan dinyatakan dengan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukan minyak atsiri kulit buah jeruk kalamansi memiliki aktivitas antioksidan, dengan nilai IC50 adalah 50,31 µg/mL (tergolong kuat 50 µg/mL – 100 µg/mL).
Studi Etnofarmakologi Tanaman Obat yang Digunakan Oleh Penyehat Tradisional Untuk Mengatasi Diare Di Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara Morin Anggrainy; Suci Rahmawati; Ikhsan; Yetti Purnama; Oky Hermansyah
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v8i1.43080

Abstract

Etnofarmakologi merupakan kajian yang membahas penggunaan tumbuhan sebagai obat dengan efek farmakologi pada kelompok masyarakat. Penyehat tradisional Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara secara turun menurun telah menggunakan beberapa jenis tumbuhan untuk menangani diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui famili, bagian tanaman dan cara pengelolaan tanaman obat yang digunakan penyehat tradisional di Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara untuk menangani diare. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggali informasi menggunakan lembar wawancara pada 10 orang penyehat tradisional dari teknik total sampling. Hasil studi diperoleh informasi dari 10 penyehat tradisional terdapat 11 spesies (jenis) tanaman obat yang digunakan menangani diare. Jenis tanaman yang digunakan diantaranya: sawo jambu biji, jarak pagar, temu putih, beluntas, bandotan, pisang kepok, gambir, kunyit, kencur, dan bawang merah. Famili tanaman tersebut yaitu Myrtaceae, Euphorbiaseae, Sapotaceae, Zingiberaceae, Asteraceae, Musaceae, Rubiaceae, Amaryllidaceae. Famili yang paling banyak digunakan yaitu famili Myrtaceae sebanyak 25%. Bagian tanaman yang digunakan oleh penyehat tradisional adalah daun, buah, getah, umbi. Cara pengelolaan tanaman untuk menangani diare oleh penyehat tradisional diantaranya dicincang, diparut, dilayukan, dibakar dan direbus. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tanaman yang digunakan oleh penyehat tradisional untuk menangani diare di Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara 25% dari family Myrtaceae, paling banyak digunakan adalah 54,16% bagian daun tanaman, dan cara pengolahan tanaman sebanyak 25% dengan cara direbus.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol 96% Daun Senduduk Bulu (Clidemia hirta (L.) D.Don) Terhadap Khamir Candida albicans ATCC 8934 Delyvia Clara Gita; Risky Hadi Wibowo; Camelia Dwi Putri Masrijal; Nori Wirahmi; Rose Intan Perma Sari; Oky Hermansyah
Konservasi Hayati Vol 19 No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v19i2.29543

Abstract

Candidiasis is an infection caused by the yeast of Candida albicans. C. albicans infection often affects the vaginal area which is known as vulvovaginal candidiasis. Candidiasis can be treated using traditional medicine or herbal medicine derived from plants, one of which is senduduk bulu plant (Clidemia hirta (L.) D.Don). This study aims to determine the phytochemical screening of the ethanol extract of Senduduk Bulu (C. hirta) leaves and to determine the anti-candidiasis activity of the ethanol extract of C. hirta leaves in inhibiting the growth of the C. albicans at concentrations of 10%, 25%, 50 % and 75%. Activity test of ethanol extract of C. hirta against C. albicans was analyzed by SPSS 25 application with ANOVA test analysis. The extract was prepared by maceration method with 96% ethanol solvent. Phytochemical screening is observed by the precipitation reaction and the color change reaction. The anti-candidiasis activity test was carried out with 3 replications using the disc diffusion method. The end result of making ethanol extract of C. hirta is a dark green viscous extract, with a yield calculation of 17.96%. Phytochemical test results showed that C. hirta contained flavonoids, saponins, tannins and steroids. C. hirta extract inhibited the growth of C. albicans. The most effective concentration of C. hirta extract in inhibiting the growth of the C. albicans was 75% with an inhibition power of 28.73 mm (very strong category).
PENETAPAN KADAR VITAMIN B1 PADA KACANG KEDELAI DAN SUSU KEDELAI MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Maryanti, Evi; Maryana, Dina; Hermansyah, Oky; Andini, Vicka; Dwiwibangga, Yoravika
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v5i1.41792

Abstract

Salah satu tumbuhan yang mengandung vitamin B1 adalah kacang kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar vitamin B1 (tiamin) pada kacang kedelai dan susu kedelai menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dengan penambahan bromtimol biru sebagai indikator. Sampel kacang kedelai dan susu kedelai diperoleh dari industri rumahan di Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu. Penentuan kadar vitamin B1 menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dengan baku pembanding vitamin B1 standar BPFI. Reaksi antara vitamin B1 dan indikator terjadi dalam suasana basa dan menunjukkan perubahan warna yang diukur pada panjang gelombang 615 nm. Hasil analisis menunjukkan kadar vitamin B1 dalam kacang kedelai sebesar 0,444%, sedangkan pada susu kedelai sebesar 0,190%. Hasil ini menunjukkan bahwa kadar vitamin B1 pada susu kedelai lebih rendah dibandingkan dengan kacang kedelai mentah. Fenomena ini mengindikasikan bahwa proses pengolahan kedelai menjadi susu kedelai menyebabkan penurunan kandungan vitamin B1. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya pemilihan metode pengolahan yang dapat mempertahankan kandungan nutrisi pada produk olahan kedelai, khususnya vitamin B1. Penurunan kadar vitamin B1 selama proses pengolahan menjadi perhatian utama dalam memastikan kualitas nutrisi produk olahan kedelai, terutama yang dikonsumsi sebagai sumber nutrisi tambahan.
PEMBERDAYAAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA MELALUI KEGIATAN PEMBUATAN DESINFEKTAN ORGANIK MENGGUNAKAN BAHAN BAKU ECOENZYM Komala, Encik Putri Ema; Wasalamah, Bardah; Putri, Elsa Lolita; Hermansyah, Oky; Rachmawaty, Suci
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i1.2060

Abstract

Organic waste is abundant around us, including at the Soeprapto Special Mental Hospital (RSKJS) in Bengkulu Province. This organic waste has not been fully utilized at RSKJS in Bengkulu Province, and the service team aims to maximize the utilization of organic waste by empowering People with Mental Disorders (ODGJ) through the production of organic disinfectants using ecoenzyme raw materials. This service activity aims to provide new knowledge and skills to ODGJ so that they are better prepared to reintegrate into society, particularly in the processing of organic waste, namely the production of ecoenzymes. The activities involve education, simulation (practice), and mentoring. The service team coordinates with the psychosocial rehabilitation unit at RSKJS in Bengkulu Province to discuss the current challenges faced by partners, and then develop a plan for producing organic disinfectants using ecoenzyme raw materials. The production of ecoenzymes is carried out entirely by ODGJ, while the production of disinfectants is done by professionals. The results of this service activity include products such as ecoenzymes and organic disinfectants. Keywords: Empowerment, ODGJ, Ecoenzyme, Disinfectant
Antibacterial Activity of Ethanol Extracts from Leaves and Flowers of Katang-Katang Ipomoea pes-caprae (L) R.Br Against Pseudomonas aeruginosa Wibowo, Risky Hadi; Nabella, Inastia; Fitri, Sabrina; Rahmawati, Suci; Hermansyah, Oky; Masrijal, Camelia Dwi Putri; Slamet, Samwilson; Mashudi, Mashudi; Hidayah, Thoriqul
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 10, No 1: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus March 2024
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v10i1.4779

Abstract

The resistance character and infection pathogenicity of bacteria to humans is currently increasing, so there is a need for new alternative drugs. The bioactive compounds contained in katang-katang plant are one of the new sources of antibacterials obtained from nature. This study used leaves and flower samples of Katang-katang (Ipomoea pes-caprae (L)R.Br) obtained from the coastal area of Bengkulu City. The purpose of this study was to determine the phytochemical compounds of the leaves and flower extracts of Katang-katang using color reaction test method and to determine the antibacterial activity of the extracts of the leaves and flowers of Katang-katang against the testing pathogenic bacteria (Pseudomonas aeruginosa) at concentrations of 10%,25%,50%,75% using disc diffusion method. The leaves and flowers ethanolic extracts of the Katang - katang were proven contain secondary metabolites such as alkaloids, flavanoids, saponins, tannins and steroids. Antibacterial effectiveness of the ethanol extract from leaves was classified as moderate at a concentration of 50% with a measured inhibition zone of  6.30 mm and a concentration of 75% with an inhibition zone size 8.13 mm. In contrast, effectiveness of the antibacterial extracted from flower was classified as weak at a concentration of 50% with an inhibition zone 4.50mm and moderate at a concentration of 75% with a measured inhibition zone size of 6.40 mm. The experiment revealed that the leaves and flowers of the Katang-katang have antibacterial potential against P. aeruginosa which could be developed as a medicinal ingredient in the future
IDENTIFIKASI RHODAMIN B PADA LIPSTIK YANG BEREDAR DI KOTA BENGKULU DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBEL Rahmawati, Suci; Retnowati, Dwi; Hermansyah, Oky; Slamet, Samwilson
Jurnal Pharmacopoeia Vol 3 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v3i1.579

Abstract

The use of the dye rhodamine B as a color additive in cosmetics has been prohibited by the Regulation of the Head of the Food and Drug Monitoring Agency (BPOM) Number: HK.00.05.42.1018 concerning Additional Ingredients in Cosmetics, because rhodamine B has carcinogenic properties if used long term in the body. In this research, 10 lipstick samples were used purposively obtained from the market in Bengkulu City. Lipstick samples were selected based on the criteria that they did not meet BPOM distribution requirements. Determination of rhodamine B levels was carried out using the UV-Visible Spectrophotometry method. The maximum wavelength used in the identification of Rhodamine B is 554 nm. The test results of ten lipsticks showed that nine lipsticks contained rhodamine B, in lipsticks with codes L2, L3, L4, L5, L6, L7, L8, L9 and L10 with a percentage of 0.0058%-0.0242%, and only one sample that was identified negative, L1 with an absorbance value of 0.364 with a percentage of 0%. In this study it can be concluded that there were 9 samples of 10 lipstick samples that were identified as containing Rhodamine B quantitatively.