Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penurunan malondialdehyde serum setelah latihan interval dan continuous di pagi hari pada perempuan obesitas Firsta Yosika, Ghana; Sukoco, Pamuji; Pranoto, Adi; Purwoto, Septyaningrum Putri
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 6 No 2 (2020): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.862 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.vi.14289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan malondialdehyde (MDA) setelah latihan interval dan continuous di pagi hari pada perempuan obesitas. Penelitian ini adalah true experiment dengan rancangan penelitian a Basic Time Series Design dengan menggunakan subjek 27 perempuan obesitas usia 20-25 tahun, body mass index (BMI) 25-35 kg/m2, percentage body fat (PBF) di atas 30% dan VO2max 25-35 ml/kg/min dan secara random dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu CON (n=9, kontrol tanpa intervensi), MIE (n=9, moderate interval exercise) dan MCE (n=9, moderate continuous exercise). Intervensi dilakukan di pagi hari pukul 07.00-09.00 WIB. Intervensi MIE dan MCE dilakukan selama 40 menit menggunakan treadmill. Pengambilan sampel darah dilakukan pre-exercise, 10 menit dan 6 jam post-exercise. Pengukuran serum MDA menggunakan metode Thiobarbituric Acid Reactive substance (TBARs). Teknik analisis data menggunakan uji ANOVA dan LSD post hoc test dengan Statistic Package for Social Science (SPSS) versi 21. Serum MDA menurun signifikan setelah 10 menit dan 6 jam pasca intervensi MIE dan MCE (P<0.05), tetapi tidak pada CON (P>0.05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa serum MDA menurun setelah 10 menit dan 6 jam pasca intervensi MIE dan MCE dibandingkan dengan CON pada perempuan obesitas. Tetapi pola penurunan serum MDA pada MCE lebih rendah dibandingkan dengan MIE dan CON.
A Systematic Literature Review: Business Feasibility Analysis Using Net Present Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR) Methods in the Automotive Industry Pranoto, Adi; Hermawan, Hery; Albart, Nicko
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i1.1577

Abstract

This research evaluates business feasibility in the manufacturing sector using the Net Present Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR) methods. Both of these methods are financial analysis tools that play an important role in making investment decisions, especially in projects that require large capital investments and face market uncertainty. The NPV method assesses the potential profit of a project based on the time value of money, while the IRR identifies the minimum rate of return required for the investment to be viable. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) approach to compile and analyze various studies that discuss the application of NPV and IRR in the manufacturing industry. By comprehensively understanding the application of these two methods, it is hoped that manufacturing companies can conduct more accurate investment assessments and maximize the sustainability of business projects.
Analisis Kesehatan Keuangan Perusahaan Di Papan Akselerasi Dengan Pendekatan Altman Z-Score Pranoto, Adi; Nurul Huda
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 3: Maret 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i3.7261

Abstract

Penelitian ini menganalisis kondisi keuangan perusahaan yang terdaftar di Papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia menggunakan metode Altman Z-Score. Papan Akselerasi dirancang untuk membantu perusahaan skala kecil hingga menengah yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dalam memperoleh pendanaan serta meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan. Perusahaan yang menjadi objek penelitian ini adalah PT. Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO), PT. Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH), dan PT. Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN). Ketiga perusahaan tersebut mewakili sektor yang berbeda, memberikan pandangan beragam tentang stabilitas keuangan dan kinerja di Papan Akselerasi. Altman Z-Score digunakan sebagai alat untuk menilai risiko keuangan pada perusahaan. Penelitian ini menggunakan laporan keuangan tahun 2023 sebagai data utama, dengan fokus pada rasio-rasio kunci seperti modal kerja terhadap total aset, laba ditahan terhadap total aset, laba sebelum bunga dan pajak terhadap total aset, serta nilai pasar ekuitas terhadap total kewajiban. Hasil penelitian memberikan wawasan penting mengenai kondisi keuangan perusahaan, yang dapat menjadi acuan bagi investor, pembuat kebijakan, dan manajemen perusahaan dalam merumuskan strategi untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan.
Transformasi Pembinaan Olahraga Prestasi Di Sekolah: Implementasi Metode Sport Search Dalam Mengidentifikasi Dan Mengembangkan Bakat Olahraga Peserta Didik Angga, Prayogi Dwina; Sugiharto, Sugiharto; Hariyanto, Eko; Merawati, Desiana; Pranoto, Adi; Kardiyanto, Deddy Whinata
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/t8mtp686

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengoptimalkan pembinaan prestasi olahraga pada peserta didik di sekolah melalui pendekatan pemanduan bakat dengan menggunakan metode sport search. kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Kabupaten Malang. Metode bimbingan teknis digunakan dalam kegiatan ini yang meliputi beberapa tahapan, yakni identofikasi masalah dan potensi mitra, pemaparan materi pemanduan bakat dan metode sport search, praktik tes pemanduan bakat, analisis hasil menggunakan aplikasi sport search, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini telah memberikan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengidentifkasi bakat olahraga siswa secara lebih objektif dan ilmiah. Pendekatan metode sport serach yang digunakan dalam pemanduan bakat sangat membantu guru dalam mengenali potensi atau bakat olahraga peserta didik dengan lebih akurat. Evaluasi kepuasan yang disampaikan oleh peserta dalam kegiatan ini juga mengindikasikan bahwa kegiatan ini memberikan kontribusi secara nyata dalam pembinaan olahraga yang berbasis ilmiah di sekolah. Kegiatan ini dapat menjadi solusi inovatif dalam upaya mengoptimalkan potensi peserta didik dan pembinaan prestasi olahraga di sekolah. Keberlanjutan kegiatan ini perlu diperkuat dengan melakukan pendampingan yang berkesinambungan serta melaksanakan kolaborasi dengan berbagai pihak agar implementasinya dapat diperluas di sekolah lainnya.
Pengaruh latihan interval dan latihan push-up terhadap daya tahan kardiovaskular dan kekuatan tubuh bagian atas pada remaja Kornia, Muhammad Rizqi; Suyoko, Andri; Pranoto, Adi; Nugraha, Devid Prisma
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 11 No 2 (2025): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v11i2.26379

Abstract

Adolescent physical fitness is a crucial determinant of health and long-term well-being, yet global data show that most adolescents fail to achieve recommended activity levels. This study aimed to evaluate the effectiveness of combining interval training with push-up exercises in enhancing specific components of physical fitness, namely cardiorespiratory endurance and upper body strength. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was employed with 29 adolescents who met predetermined inclusion criteria. Physical fitness was assessed using the 12-minute run test (Cooper test) to measure aerobic endurance and a 1-minute push-up test to assess upper-body muscular strength. Data analysis included parametric and non-parametric tests based on normality results. The findings demonstrated a significant increase in VO₂Max from 44.7 to 47.8 ml/kg/min (p = 0.002), alongside a meaningful improvement in push-up performance (p = 0.019). These outcomes confirm that the six-week intervention program effectively enhanced both aerobic endurance and muscular strength. The study concludes that interval training and push-ups, when combined, offer a practical, low-cost, and adaptable exercise model for adolescent fitness development. Beyond the statistical results, the contribution of this study lies in demonstrating how two simple training modalities can be systematically integrated to address key aspects of adolescent health and performance, with direct implications for school-based physical education and youth sports programs.
High-intensity interval training was more effective than moderate-intensity interval training in lowering creatine kinase and interleukin 6 levels among sports students Nurpratiwi, Resti; Suyoko, Andri; Rusdiawan, Afif; Ciptorini, Ariesia Dewi; Sidik, Muhammad Asrul; Lestari, Bhekti; Samudra, Fajar Eka; Triardhana, Yanuar; Pranoto, Adi; Andriana, Laily Mita; Kusuma, I Dewa Made Aryananda Wijaya; Ismalasari, Rini
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v6i2.253

Abstract

Background: This study aimed to prove that high-intensity interval training (HIIT) is superior to medium-intensity continuous training (MICT) in reducing creatine kinase and interleukin 6 (IL-6) levels in sports students after 4 weeks of exercise. Methods: The study examined the effects of two different training methods—MICT and HIIT. This study included 30 students aged 19-22 years, using a pretest-posttest control group design. Participants were randomly assigned to MICT, HIIT, or control groups (no training) and trained three times a week for four weeks. Creatine and IL-6 levels were analyzed by blood sampling. Data analysis included descriptive statistics, normality tests, and ANOVA tests to evaluate group differences. Results: HIIT was found to be more effective than MICT and the control group in reducing CK and IL-6 levels in sports students after 4 weeks of training (p< 0.001). Conclusion: The HIIT and MICT reduced creatine kinase and IL-6 levels compared to the control group, but HIIT was more effective in reducing creatine kinase and IL-6 levels than MICT in sports students after 4 weeks of exercise.
The Increase of Brain-Derived Neurotrophic Factor Expression after Moderate-Intensity Aerobic Exercise in Obese Women Gumelar, Rixco Gesang; Sugiharto, Sugiharto; Merawati, Desiana; Nowak, Agnieszka Magdalena; Pranoto, Adi
Journal of Sport Science and Education Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Sport and Health Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jossae.v9n1.p28-35

Abstract

Obesity is closely related to a decrease in brain-derived neurotrophic factor (BDNF) expression, which will pose a risk for metabolic disorders. Therefore, this study aims to prove the effect of moderate-intensity aerobic exercise on increasing BDNF expression in obese women. A total of sixteen obese women were selected based on predetermined criteria and were divided into 2 groups, namely the aerobic exercise group (AE) and the control group (CN). Aerobic exercise was carried out by running on a treadmill at moderate intensity (60-70 HRmax) for 40 minutes/session with a frequency of 5x/week for 2 weeks. Blood samples were taken twice before and after exercise intervention to see BDNF expression using the Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA-kit) method. The results of the analysis showed differences in increase between the control group (1816.66 ± 689.48 vs. 1822.86 ± 467.87 pg/mL; p = 0.974) and the intervention group (2173.81 ± 705.89 vs. 3635.01 ± 699.71 pg/mL; p = 0.013). This shows that moderate-intensity aerobic exercise carried out for 2 weeks has proven effective in increasing BDNF expression in obese women.
Changes in Serum Betatrophin Levels in Obese Women after Two-Weeks of Moderate-intensity Aerobic Exercise Mubasyiroh, Nabila Ainaya; Sugiharto, Sugiharto; Merawati, Desiana; Fathil, Nur Ezza Fazleen Mohd; Rejeki, Purwo Sri; Widyatama, Fikri Sasongko; Pranoto, Adi
Journal of Sport Science and Education Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Sport and Health Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jossae.v9n1.p1-7

Abstract

Obesity is associated with increased betatrophin levels, which can lead to fat metabolism disorders. Increased levels of betatrophin may inhibit the performance of the lipoprotein lipase (LPL) enzyme, making it difficult for triglycerides (TG) in the blood to be converted into energy and causing excessive fat accumulation in adipose tissue. Physical exercise has been reported to increase energy expenditure in obesity. This study aims to determine changes in betatrophin in obese women after moderate-intensity aerobic exercise. A total of twenty obese women aged 20-30 years took part in the study. The participants were administered into two groups: control (K1) and moderate-intensity aerobic exercise (K2). Moderate-intensity aerobic exercise (60-70% HRmax) was performed five times a week for two weeks. Pretest and posttest betatrophin levels were measured using the Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) Kit method. Data were analyzed using a paired samples t-test with a significance level of p ≤ 0.05. The results showed the average pretest and posttest betatrophin levels in K1 (0.44±0.14 vs 0.44±0.13 ng/mL; p=0.894), and K2 (0.41±0.05 vs 0.31±0.03 ng/mL; p=0.000). According to the study's findings, moderate-intensity aerobic exercise (60-70% HRmax) performed five times per week for two weeks positively impacted alterations in betatrophin levels in obese women.
A Systematic Literature Review: Business Feasibility Analysis Using Net Present Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR) Methods in the Automotive Industry Pranoto, Adi; Hermawan, Hery; Albart, Nicko
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i1.1577

Abstract

This research evaluates business feasibility in the manufacturing sector using the Net Present Value (NPV) and Internal Rate of Return (IRR) methods. Both of these methods are financial analysis tools that play an important role in making investment decisions, especially in projects that require large capital investments and face market uncertainty. The NPV method assesses the potential profit of a project based on the time value of money, while the IRR identifies the minimum rate of return required for the investment to be viable. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) approach to compile and analyze various studies that discuss the application of NPV and IRR in the manufacturing industry. By comprehensively understanding the application of these two methods, it is hoped that manufacturing companies can conduct more accurate investment assessments and maximize the sustainability of business projects.
Implementasi Pre-Rehabilitasi, Perbaikan Postur, dan Pencegahan Cedera untuk Meningkatkan Performa Atlet Bolavoli di PBVSI Bantul Muhammad; Irsyada, Machfud; Suyoko, Andri; Samudra, Fajar Eka; Pranoto, Adi; Angga, Prayogi Dwina
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/fs5p5a08

Abstract

Liga bolavoli baik tingkat amatir maupun profesional di Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini berkembang sangat pesat dan telah menjadi bagian dari industri olahraga yang melibatkan banyak disiplin ilmu, serta melibatkan ribuan atlet dari berbagai kelompok usia. Tingginya intensitas kompetisi dan padatnya kalender pertandingan meningkatkan peluang terjadinya cedera, terutama karena karakteristik gerak bolavoli yang menuntut eksplosivitas seperti jump smash, blocking, serta repetisi lompatan dan pendaratan. Tanpa persiapan gerak yang tepat sejak tahap pemanduan bakat, pembinaan usia muda hingga level atlet profesional, risiko cedera akut maupun overuse dapat meningkat. Pre-rehabilitasi, perbaikan postur, dan pencegahan cedera merupakan intervensi preventif yang berfokus pada penataan postur, aktivasi otot fungsional, kontrol gerak, serta stabilitas sendi untuk menurunkan risiko cedera serta menunjang performa optimal dan berkelanjutan. Kegiatan PKM Kolaborasi Nasional ini dilaksanakan di PBVSI Bantul, berlokasi di SMA N 1 Sewon pada 12 Oktober 2024, dan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari atlet, pelatih, dan tenaga pendukung. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan edukasi teori dan praktik mengenai pre-rehab, postural correction, dan injury prevention berbasis kebutuhan gerak spesifik bolavoli. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman atlet mengenai pentingnya prinsip pencegahan cedera untuk meminimalkan risiko pada struktur muskuloskeletal. Selain itu, pelatih juga memahami bahwa implementasi pre-rehab dan perbaikan postur tidak hanya berfungsi mencegah cedera, namun berkaitan langsung dengan peningkatan kesiapan fisik dan performa teknis di lapangan.