Sidartha Adi Gautama
Buddhist Communication Science Department, STIAB Jinarakkhita, Lampung, Indonesia

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

TRANSFORMASI PENGETAHUAN KOMUNIKASI RELIGIUS PENYULUH AGAMA BUDDHA DI BANDAR LAMPUNG: SEBUAH KAJIAN EMPIRIS Gautama, Sidartha Adi; Gelgel, I Putu; Wirawan, I Gusti Bagus
Journal Media Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v4i2.1760

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi pengetahuan komunikasi religius di kalangan penyuluh agama Buddha di Bandar Lampung. Transformasi ini menjadi penting karena tantangan yang dihadapi penyuluh dalam merespons kebutuhan spiritual umat yang semakin kompleks. Dengan latar belakang keberagaman sosial budaya dan pendidikan umat, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana penyuluh agama Buddha mengadaptasi metode komunikasi mereka serta bagaimana pengetahuan tersebut dikembangkan dan diterapkan dalam konteks lokal. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengungkap dinamika komunikasi religius dan kontribusinya terhadap pembinaan spiritual umat Buddha di wilayah tersebut.
CULTURAL COMMUNICATION IN THE DIGITAL ERA: : (Challenges, Strategies, And Social Implications) Gautama, Sidartha Adi; Trenggono, Nanang; Kartika, Tina; Firman Ashaf , Abdul
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 6 No. 4 (2025): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v6i4.1936

Abstract

This study discusses the transformation of cultural communication in the digital age, which is characterised by rapid developments in information technology, social media, and globalisation. Using qualitative methods and literature review, this study identifies fundamental changes in the form, process, and impact of cultural communication on society. The findings reveal that the digital age has erased geographical boundaries, accelerated cultural exchange, and expanded social networks. However, challenges such as miscommunication, cultural polarisation caused by social media algorithms, and the spread of misinformation and hate speech have also increased. Proposed strategies include enhancing digital and cultural literacy, multicultural education, cross-sector collaboration, and innovation in cultural preservation through digitalisation. The social implications identified include strengthened social solidarity, the formation of hybrid identities, cultural economic opportunities, and the risk of identity crises and social conflicts. This study recommends collective cross-sector efforts to build a healthy, adaptive, and inclusive cultural communication ecosystem in the digital age.
EDUCATIONAL COMMUNICATION MANAGEMENT IN ADDRESSING ALGORITHMIC BIAS AND PUBLIC TRUST CRISIS: DIGITAL LITERACY AND AI ETHICS STRATEGIES IN INDONESIA’S DIGITAL DEMOCRACY ERA Kusuma, Candra; Widiyanto, Widiyanto; Gautama, Sidartha Adi; Seneru, Wistina
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8901

Abstract

The rapid advancement of artificial intelligence in Indonesia’s digital democracy has precipitated algorithmic bias and a public trust crisis, necessitating robust educational strategies. This study investigates the role of educational communication management, digital literacy, and AI ethics in mitigating these challenges and restoring institutional credibility. Employing an explanatory quantitative approach with Structural Equation Modelling (SEM), the research analyzed data from 100 purposively selected students to test the relationships between communication governance, algorithmic perception, and trust. The results reveal that educational communication management significantly enhances decision-making effectiveness (?= 0.397$), while AI ethics significantly positively influences public trust (?= 0.298). Conversely, algorithmic bias was found to substantially impact decision-making dynamics (? = 0.414). Interestingly, digital literacy demonstrated a positive yet statistically non-significant direct effect on trust variables. The study concludes that educational communication management and AI ethics are pivotal pillars for modern educational governance. To address the trust crisis and algorithmic distortions, educational institutions must implement transparent communication strategies integrated with ethical AI principles, thereby fostering an inclusive and accountable digital information ecosystem. ABSTRAK Kemajuan pesat kecerdasan buatan dalam demokrasi digital Indonesia telah memicu bias algoritmik dan krisis kepercayaan publik, sehingga memerlukan strategi pendidikan yang kuat. Studi ini menyelidiki peran manajemen komunikasi pendidikan, literasi digital, dan etika AI dalam mengurangi tantangan ini dan memulihkan kredibilitas institusional. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dengan Pemodelan Persamaan Struktural (SEM), penelitian ini menganalisis data dari 100 mahasiswa yang dipilih secara purposif untuk menguji hubungan antara tata kelola komunikasi, persepsi algoritmik, dan kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen komunikasi pendidikan secara signifikan meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan (?= 0,397), sedangkan etika AI secara signifikan berpengaruh positif terhadap kepercayaan publik (?= 0,298). Sebaliknya, bias algoritmik ditemukan berdampak substansial pada dinamika pengambilan keputusan (? = 0,414). Menariknya, literasi digital menunjukkan pengaruh langsung yang positif namun secara statistik tidak signifikan terhadap variabel kepercayaan. Studi ini menyimpulkan bahwa manajemen komunikasi pendidikan dan etika AI merupakan pilar penting bagi tata kelola pendidikan modern. Untuk mengatasi krisis kepercayaan dan distorsi algoritmik, lembaga pendidikan harus menerapkan strategi komunikasi transparan yang terintegrasi dengan prinsip-prinsip AI yang etis, sehingga mendorong ekosistem informasi digital yang inklusif dan akuntabel.