Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Pharmacia

STUDI KASUS METODE FIFO (First In First Out) DAN FEFO (First Expired First Out) PENGELOLAAN OBAT GENERIK TABLET DAN KAPSUL DALAM PENGGUNAAN BPJS KLINIK X BALIKPAPAN Hasanah, Nur; Retno, Eka Kumala; Erwina, Wiwi; Wardhana, Mada Aditia
PHARMACIA Vol. 2 No. 2 (2024): Pharmacy
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan stok obat di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan aspek krusial dalam menjamin keberlangsungan terapi pasien serta efisiensi penggunaan anggaran obat. Penggunaan metode FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out) merupakan strategi umum dalam manajemen persediaan obat. FIFO menekankan penggunaan stok yang pertama kali masuk, sementara FEFO memprioritaskan penggunaan obat yang memiliki tanggal kedaluwarsa paling dekat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kedua metode tersebut terhadap efektivitas dan efisiensi pengelolaan obat generik tablet dan kapsul di Klinik X Balikpapan dengan studi khusus pada dua jenis obat, yaitu cetirizine dan ranitidine. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi dan analisis data statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas batch berada pada kategori rata-rata dalam hal perputaran stok dan lama masa kedaluwarsa, meskipun ditemukan beberapa batch yang memiliki performa distribusi di bawah rata-rata. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan sistem monitoring dan digitalisasi manajemen stok guna mendukung penerapan metode FIFO dan FEFO secara optimal.
LITERATURE REVIEW: HOSPITAL PHARMACY DIGITALIZATION Natasya, Clara Pinky; Revalin Dianomo; Nabila Putri Bakri; Micen Jessica Beby Listiyo Budi; Mada Aditia Wardhana
PHARMACIA 2026: Edisi Khusus : Manajemen Farmasi
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi farmasi rumah sakit merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kualitas layanan klinis, efisiensi operasional, dan peran apoteker yang berorientasi pada pasien. Kajian artikel ini bertujuan memetakan hambatan dan faktor pendorong implementasi serta interoperabilitas sistem digital seperti CPOE dan EMR, serta menganalisis peran kepemimpinan dan kebijakan institusional dalam strategi integrasi alur kerja digital. Metodologi yang digunakan adalah kajian sistematis dengan pencarian di platform Taylor & Francis Online pada periode 2021–2025, yang menghasilkan 40 artikel paling relevan setelah proses seleksi bertahap. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem digital telah terbukti mendukung fungsi kritis seperti pemantauan terapi obat dan dokumentasi intervensi klinis. Namun, tantangan utama meliputi interoperabilitas yang terbatas, kurangnya kebijakan pendukung, dan ketergantungan berkelanjutan pada proses manual untuk pengumpulan data. Di sisi lain, contoh keberhasilan seperti implementasi "Pharmacy Medication Access Referral order" melalui EMR menunjukkan potensi kolaborasi antaprofesi. Simpulan kajian menegaskan bahwa kepemimpinan farmasi dan kebijakan institusional yang menerapkan pendekatan seimbang antara arahan top-down dan inovasi kolaboratif, serta fokus pada standarisasi, otomatisasi data, dan penyediaan infrastruktur, sangat diperlukan untuk mencapai integrasi sistem yang menyeluruh dan mendukung transformasi layanan farmasi yang berpusat pada pasien.
LITERATURE REVIEW:  SUSTAINABLE PHARMA LOGISTICS Lorensa, Deya Piana; Dewi Sindu Astriningtias; Fileny Zahwa Filerisia; Hanif Dwi Azizah; Qelby Nitara Anggarini; Mada Aditia Wardhana
PHARMACIA 2026: Edisi Khusus : Manajemen Farmasi
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji implementasi logistik farmasi berkelanjutan dalam kerangka Praktik Farmasi Hijau, dengan fokus pada integrasi kebijakan tingkat perusahaan ke praktik lokal dan identifikasi kesenjangan kompetensi di kalangan profesional farmasi. Kajian literatur sistematis terhadap 40 artikel dari Taylor & Francis Online (2021-2025) mengungkapkan bahwa inisiatif berkelanjutan seperti transportasi bebas fosil dan manajemen inventaris ramah lingkungan sering kali tidak terimplementasi optimal di tingkat apotek komunitas. Hambatan utama meliputi kesenjangan kesadaran apoteker terhadap kebijakan korporat, kurangnya pengetahuan spesifik, serta keterbatasan dukungan operasional. Lebih lanjut, kajian mendeteksi defisit kompetensi yang luas, termasuk dalam penerapan farmakogenetika, pemanfaatan panduan praktik profesional, adopsi teknologi kecerdasan buatan, komunikasi inklusif, dan pemahaman prinsip ekofarmakologi. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan belum terinternalisasi secara memadai dalam kompetensi klinis sehari-hari. Oleh karena itu, optimalisasi peran apoteker memerlukan model pendidikan dan pelatihan yang lebih terstruktur, peningkatan komunikasi dua arah, serta integrasi holistik aspek keberlanjutan ke dalam kurikulum dan pengembangan profesional berkelanjutan.
LITERATURE REVIEW: ANALISIS PERKEMBANGAN PENELITIAN PHARMACEUTICAL DIGITAL MARKETING OVER TIME Della Aulia Sasikirana; Nabila Kurnia Ramadhan; Essa Stella Cicilia; Mada Aditia Wardhana; Syahratu Agatha Putri; Sintya Putri Devi Indriyani
PHARMACIA 2026: Edisi Khusus : Manajemen Farmasi
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinjauan literatur ini menganalisis perkembangan penelitian mengenai pemasaran digital farmasi selama satu dekade terakhir (2015-2025) melalui kajian sistematis terhadap 40 artikel terpilih. Hasil kajian menunjukkan bahwa fokus penelitian telah berevolusi secara signifikan dari eksplorasi awal mengenai pemasaran langsung konsumen (DTC) dan isu etika digital, menuju adopsi sistemik teknologi seperti blockchain dan Digital Control Tower untuk ketahanan rantai pasok, serta hingga tata kelola kecerdasan buatan generatif. Sepanjang perjalanan ini, penelitian secara dinamis merespons tantangan yang muncul, termasuk integritas produk, ageism dalam periklanan, dan variasi regulasi, dengan mengembangkan solusi teknis dan rekomendasi kebijakan. Meskipun transformasi digital telah terbukti menciptakan nilai ekonomi korporat yang nyata, kajian ini mengidentifikasi celah kritis, yaitu belum adanya kerangka kerja terpadu yang mengoperasionalkan analitik Marketing 4.0 khusus untuk konteks pemasaran bisnis-ke-bisnis (B2B) di sektor farmasi. Oleh karena itu, penelitian ke depan perlu memprioritaskan pengembangan roadmap strategis yang menjembatani data operasional dengan pengambilan keputusan pemasaran yang prediktif, sekaligus memperkuat kapabilitas organisasi untuk memastikan keberlanjutan inovasi digital.
MANAJEMEN MUTU FARMASI Nadiatussholikha; Devia Nurdiana Putri; Ranum Tri Respati Ningrum; Rizka Agusti Maharcania; Mada Aditia Wardhana; Regy Dwi Aulia
PHARMACIA 2026: Edisi Khusus : Manajemen Farmasi
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen mutu farmasi berfokus pada pencegahan masalah dan pemeliharaan kualitas yang konsisten selama proses desain dan kreasi, menjadikannya krusial bagi reputasi dan profitabilitas sektor manufaktur, dengan praktik Total Quality Management (TQM) yang sering diterapkan di industri ini. Bukti implementasi manajemen mutu dalam layanan kesehatan mencakup Sistem Manajemen Mutu Laboratorium (LQMS) untuk menjamin keakuratan hasil pengujian, dan model '6S' yang terbukti secara signifikan meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas instrumen bedah di pusat sterilisasi dan suplai (CSSD). Perkembangan saat ini mengarah pada Quality 5.0, yang memperluas kepuasan pelanggan menjadi kepuasan masyarakat (societal satisfaction), mengintegrasikan aspek keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Evolusi ini sejalan dengan adopsi teknologi Quality 4.0, di mana industri farmasi dinilai paling siap di Argentina dalam mengadopsi digitalisasi berbasis data seperti Big Data Analytics dan IoT untuk pengendalian kualitas real-time. Meskipun fondasi praktik sudah kokoh, penelitian mengidentifikasi dua kesenjangan utama: pertama, kesulitan dalam menerjemahkan konsep makro Kepuasan Masyarakat menjadi praktik operasional dan metrik terukur; dan kedua, hambatan implementasi Quality 4.0 yang berakar pada tantangan perilaku organisasi (misalnya, Kepemimpinan yang lemah dan resistensi terhadap perubahan) dan tata kelola TI (Keamanan siber). Penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk mengatasi tantangan struktural ini dan mengembangkan model kerangka kerja yang didorong oleh tujuan yang lebih tinggi (higher purpose) dan menerapkan perspektif sistem untuk mencapai integrasi penuh Quality 5.0 di seluruh siklus hidup nilai farmasi.
BLOCKCHAIN DALAM MANAJAMEMEN RANTAI PASOKAN FARMASI Fitriah, Afila; Indi Mandaratu; Nadya Putri Regita; Neva Sabilla Hutamal; Nur Aysah; Mada Aditia Wardhana
PHARMACIA 2026: Edisi Khusus : Manajemen Farmasi
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Teknologi Blockchain (BCT) dalam Manajemen Rantai Pasokan Farmasi (PSC) didorong oleh kebutuhan mendesak untuk mengatasi risiko global obat palsu dan di bawah standar—yang diperkirakan mencapai sekitar 10% secara global—serta kurangnya visibilitas dan tekanan regulasi untuk membangun sistem pelacakan elektronik interoperabel. BCT, sebagai ledger digital yang terdesentralisasi dan immutable (tidak dapat diubah), menawarkan potensi signifikan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keterlacakan end-to-end dari obat-obatan. Aplikasi utamanya berfokus pada memerangi pemalsuan obat melalui sistem verifikasi keaslian dan pengamanan data sensitif seperti rekam medis yang immutable dan pemantauan kondisi rantai dingin (cold chain) dengan integrasi IoT. Model BCT yang dikembangkan menunjukkan peningkatan kinerja operasional yang signifikan, dengan waktu eksekusi rata-rata sekitar 3500 milidetik dan throughput mencapai 55.6 transaksi per detik (tps), melebihi kinerja sistem sebelumnya seperti DrugLedger. Meskipun demikian, adopsi BCT secara luas terhambat oleh masalah skalabilitas yang serius (terutama dalam memproses volume transaksi farmasi yang masif), tingginya biaya implementasi dan operasional, kesulitan integrasi dengan sistem IT yang sudah ada (legacy systems), dan ketidakpastian regulasi untuk kontrak pintar. Tantangan lain termasuk perlunya menyeimbangkan transparansi data dengan tuntutan untuk melindungi privasi data pasien yang sensitif.
DISPENSING DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT Bahar, Anisa; Annissa Aprillia; Elsaana Tau; Putri Rahmadani; Siti Nur Fatimah; Mada Aditia Wardhana
PHARMACIA 2026: Edisi Khusus : Manajemen Farmasi
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik dispensing di Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS), terutama di fasilitas umum di negara-negara berkembang, seringkali di bawah standar yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), meskipun fungsi ini penting untuk keselamatan pasien dan Penggunaan Obat Rasional (RDU). Evaluasi menggunakan indikator WHO/INRUD menunjukkan bahwa kualitas layanan dispensing umumnya suboptimal, dicirikan oleh waktu dispensing yang sangat singkat—misalnya, rata-rata 131,03 detik di rumah sakit sekunder Uganda, yang jauh di bawah standar WHO ?180 detik. Keterbatasan waktu ini berkorelasi langsung dengan rendahnya pengetahuan pasien mengenai dosis dan penggunaan obat yang benar; dalam satu studi, hanya 49,50% pasien yang memiliki pengetahuan dosis yang memadai. Lebih lanjut, fasilitas ini juga menghadapi masalah polypharmacy (rata-rata 3,2 obat per resep) dan tingkat peresepan antibiotik yang tinggi (66,22% peresepan) yang melebihi batas optimal WHO. Masalah ini diperparah oleh pelabelan yang tidak memadai, dengan hanya 59,74% obat yang dilabeli secara memadai. Yang paling krusial, terdapat research gap yang menunjukkan bahwa personel dispensing yang telah dilatih secara formal (Pharmacy-Trained Dispensers/PTD) tidak menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan pada indikator penting dibandingkan staf yang tidak terlatih (NPTD). Fakta ini menegaskan bahwa peningkatan praktik dispensing yang rasional membutuhkan studi kajian mendalam untuk mengidentifikasi dan mengatasi faktor-faktor kontekstual dan sistemik di IFRS, seperti dukungan manajerial dan ketersediaan prosedur operasional standar, karena pelatihan saja tidak cukup untuk menjamin kinerja yang baik.
Co-Authors Aadilah, Zalfaa ADELIA Aghatta, Meylania Chelsea Agustina, Putri Salwa Ahmad, Alisha Ahmadinejad, Murteza Alfarialda, Elda Riska Almaeda, Lazilla Alysva, Syakila Putri Amanah, Putri Amilina, Dwi Andika Andika andini dwi lestari, andini dwi Angga Jibrilda Syahrial Angreini, Novita Annisa Annisa Annissa Aprillia Aprian, Michella Stevania Riahayu Apriyanti, Raudhatul Noer Ariska Amelia Velanda Athika, Riskania Aulia, Adelina Adyaloka Rizky Aulia, Sarita Diva Auryen, Vaneshia Az'zahra, Nazwa Amanda Azzahra, Anindya Azzahra, Ayla Bahar, Anisa Basir, Nur Afiah Bassama, Nailah Bella, Tri Cintia Bintang Taufik Bisri Budi, Chinta Syafirna Ramadhani Bunga Bunga Chonita Din Christina Angel Purnomo Clara Claudia Damayanti, Dika Della Aulia Sasikirana Desiavera, Putri Damia Deuyanti, Risnawati Eka Devia Nurdiana Putri Dewi Sindu Astriningtias Dhika Pramesthi, Dyah Ayu Dhio Gusti Miranda Elsaana Tau Endah Lestari Erwina, Wiwi Essa Stella Cicilia Evelin, Fenesia Farhat, Andi Muhammad Fileny Zahwa Filerisia Fitri Trisnawati, Fitri Fitriah, Afila Gloria, Fiora Therinne Hairul Hairul Halisa, Alika Nur Halisa, Amalia Nur Handayani, Nur Hikmah Hanif Dwi Azizah Hary, Achmad Yusuf Adzzu Hasna Risa Hastina Ramadhani Hesron, Olivitia Grancia Hety Devita Imanah, Syafira Anindya Indi Mandaratu Irfan Hafidz Muhyiddin Khadijah, Farah Khairun Najwa Khairunnisya, Nabila Khatimah, Khusnul Koroh, Vanessa Kurniasih, Raesya Lailatul Badriyah Lestari, Nayla Ayudhia Lestari, Windah Lorensa, Deya Piana Mahmud, Nadila Maulida Maulana Jauhari Maulida , Marsyahira Putri Meliwati Micen Jessica Beby Listiyo Budi Mirandha, Eva Moreno, Evan Muh Naufal Mahfuuzhoh Muhamad Davy Kemalludin Muhammad Riski Musilatin Nikmah Musilatin Nikmah Mustamin Mutiara, Davina Meta Nabawiya, Mutiah Nabila Kurnia Ramadhan Nabila Putri Bakri Nadiatussholikha Nadja, Diandri Nadya Putri Regita Nafis, Zerin Elvira Nasywa Natasya Az Zahra Natasya, Clara Pinky Neva Sabilla Hutamal Nikmah, Musilatin Nilam, Nur Nilamsari, Fitria Nur Nindy Syera Fortuna Ningtyas, Alyssa Ayunda Nita Vitriana Novita Sari Nur Aysah Nur Hasanah Nur, Divara Sasyabilla Nurul Hidayatul Jannah Padang, Devin Lolo Pella, Vania Darlene Pinkan Ade Sefiana Prasasti, Raaja Bayu Pratama, Novri Obaja Pratama, Rizma Ayu Pudjiati, Pudjiati Pujinanda, Rizki Aditya Putri Andriani Putri Rahmadani Putri, Amelia Putri, Kayla Naveeza Qelby Nitara Anggarini Qoniliyah, Alsuci Rahma, Pina Aulia Rahmadani, Nabila Naswa Rahman, Ashyfa Aulia Albina Ramadhani, Lula Khalishah Azka Ramadhani, M Aziz Ranum Tri Respati Ningrum Regy Dwi Aulia Restiani, Finda Dwi Retno Dwi Apriliana Retno, Eka Kumala Revalin Dianomo Rifky Gismanyan Rizka Agusti Maharcania Ruben, Destri Natania Sabat, Aura Belina Sak Kiyah, Sofiatus Salby, Nadia Putri Salsabila, Nur Azizah Salsabila, Shafa Salsadila, Nayra Shiva Sangkaropi, Ineez Alex Saputra, Abiem Bagas Saputri, Selvira Julita Sari, Anisa Purnama Sari, Sri Dia Sefiyola, Fathia Selyndra, Alliyah Puteri Sifa Malinda Simanjuntak, Lidya Peace Singal, Natasya Priskilla Sintya Putri Devi Indriyani Siti Nur Fatimah Soraya Rahmadhani Sukmawati Sukmawati Syahratu Agatha Putri Syakila, Audina Fatihah Syarifah Nur Azzahra Tampang, Sem Janwar Timoty, Mitrayani Triyana, Tamam Devi Ulandari, Novy Dian Tri Vera Anatasya WULANDARI, VIKA Wulandari, Wanti Yuniarta Permatahati Widyanti Zahra, Nabilah Zahra, Nur Eka Zalianti, Nazhira Harghea Zibandani, Kayla