Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Preventif Penyakit Degeneratif Guna Peningkatan Derajat Kesehatan Warga Desa Reulet Timur Nadira, Cut Sidrah; Rahayu, Mulyati Sri; Maulina, Nora; Muhammad, Oktaduta; Akbar, Rizki
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i1.9328

Abstract

Gerakan masyarakat hidup sehat merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan bagi setiap orang untuk hidup sehat agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Angka kejadian penyakit degeneratif semakin meningkat. Permasalahan yang terjadi salah satunya adalah ketidak tahuan penderita akan kondisi kesehatanya. Minimnya tingkat pemahaman dan kesadaran diri untuk melaksanakan pemeriksaan rutin sehingga penyakit degeneratif berkembang dan beberapa diantaranya berkembang menhjadi penyakit paliatif, maka perlu upaya kegiatan pelatihan penatalaksanaan kesehatan masyarakat terkait penyakit degenerative dan paliatif. Melalui metode penyuluhan maka pemeliharaan kesehatan masyarakat dapat dimulai dari kesadaran setiap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat luas. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi pengetahuan kepada masyarakat desa Reulet Timur tentang pentingnya mengetahui tentang penyakit degeneratif dan memberi pengetahuan terhadap penyakit degeneratif seta pencegahan yang harus diketahui terkait pengurangan risiko penyakit degeneratif. Melalui program pengabdian ini, pengetahuan masyarakat desa Reulet Timur dapat menumbuhkan kesadaran dan memotivasi para lansia untuk mau dan mampu memantau dan memecahkan masalah kesehatan yang terjadi pada dirinya secara mandiri dan konsisten., kesadaran dari para lansia untuk selalu mejaga pola hidup yang baik agar dapat mencegah terjadinya penyakit degeneratif dan terbentuknya kader agar dapat mengevaluasi para lansia agar selalu menjaga kesehatannya.
Hubungan Perilaku Sedentary Lifestyle dengan Status Gizi Remaja Pasca Pandemi Covid-19 pada Siswa MAN Lhokseumawe Faradilla, Cut Sarah; Maulina, Nora; Zubir, Zubir
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 3 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v1i3.8256

Abstract

Pandemi COVID-19 menimbulkan adanya perubahan perilaku gaya hidup, seperti perilaku sedentary lifestyle dan timbulnya pola asupan berlebih karena pembatasan aktivitas sosial hingga berpotensi menyebabkan gangguan status gizi selama pandemi COVID-19. Keberlangsungan berperilaku sedentari selama kurang lebih 2 tahun masa pandemi tersebut berpotensi mempengaruhi gaya hidup dan juga status gizi di kehidupan selanjutnya termasuk anak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku sedentary lifestyle dengan status gizi remaja pasca pandemi COVID-19 pada siswa MAN lhokseumawe dengan melibatkan 78 siswa aktif berusia 15-18 tahun menggunakan desain cross sectional. Hasil analisis univariat didapatkan gambaran perilaku Sedentary Lifestyle pada remaja pasca pandemi COVID-19 terbanyak adalah tinggi yaitu sebanyak 57 orang (73,1%), gambaran status gizi tertinggi adalah kategori normal yaitu sebanyak 47 orang (60,3%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan mempertimbangkan nilai p>0,05 menunjukkan tidak terdapat hubungan antara perilaku Sedentary Lifestyle dengan status gizi remaja pasca pandemi COVID-19 pada siswa MAN Lhokseumawe dengan nilai signifikansi p-value sebesar 0,068. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku Sedentary Lifestyle dengan status gizi remaja pasca pandemi COVID-19 pada siswa MAN Lhokseumawe.    
Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) dengan Status Gizi pada Siswa/Siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Tahun 2022 Rizqa, Rizqa Ramadhani; Sawitri, Harvina; Maulina, Nora
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v1i4.8284

Abstract

Status gizi adalah keadaan kesehatan yang ditunjukkan oleh konsumsi makanan, kadar zat gizi dalam tubuh,dan integritas metabolisme. Infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah (STH) merupakan salah satu penyebab yang berkontribusi terhadap masalah gizi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan infeksi STH dengan status gizi siswa SDN 8 Pusong Lama. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang analitik yang dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2022 di SDN 8 Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Sebanyak 75 siswa di kelas 1 sampai 6 merupakan populasi sampel penelitian. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified proporsional sampling. Sebagai indikator infeksi STH, status gizi ditentukan oleh BMI/U dan analisis tinja mikroskopis. Uji chi-square (p0.05) digunakan untuk menilai penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61 anak (81,3%) memiliki gizi normal, 8 anak (10,7%) kurang gizi, dan 6 anak (8,0%) kelebihan berat badan. Dalam hal infeksi STH, 68 anak (90,7%) tidak terinfeksi, sedangkan 7 anak (9,3%) terinfeksi. Siswa SDN 8 Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe tidak memiliki hubungan antara infeksi STH dengan status gizi (p = 0,196) berdasarkan uji statistik.
Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Perokok Aktif Dan Perokok Pasif Pada Mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi Angkatan 2019 Universitas Malikussaleh Rizka, Wulidah; Maulina, Nora; Zubir, Zubir
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i2.15004

Abstract

Orang dewasa, remaja, bahkan anak kecil pun kerap menjerat kebiasaan merokok. Karbon monoksida merupakan salah satu komponen asap rokok yang jika terhirup dapat berdampak buruk pada beberapa fungsi tubuh, termasuk produksi hemoglobin. Tujuan utama riset ini ialah untuk membandingkan kadar hemoglobin perokok aktif dan pasif pada mahasiswa jurusan agroekoteknologi Angkatan 2019 Universitas Malikussaleh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Didapatkan karakteristik responden berdasarkan status merokoknya, mayoritas laki-laki merupakan perokok aktif sedangkan mayoritas perempuan merupakan perokok pasif, rerata usia pada perokok aktif ialah 21,7593 tahun dan pada perokok pasif  ialah 21,6389 tahun, indeks massa tubuh responden kelompok perokok aktif dan pasif sebagian besar memiliki nilai IMT normal. Rerata kadar hemoglobin pada perokok aktif laki-laki ialah 16,475 g/dL dan perokok pasif 15,140 g/dL. Kadar hemoglobin perokok aktif perempuan memiliki rerata 15,433 g/dL dan pada perokok pasif perempuan adalah 13,588 g/dL. Dari hasil analisis diperoleh nilai p = 0,001 (p < 0,05) pada kelompok laki-laki dan nilai p = 0,009 (p < 0,05) pada kelompok perempuan. Kesimpulan dari riset ini ialah terdapat perbedaan kadar hemoglobin pada perokok aktif dan perokok pasif.
Sosialisasi Mewaspadai Pola Asuh Buruk Guna Peningkatan Keterampilan Mengasuh Anak di Posyandu Meunasah Mesjid, Lhokseumawe Rahayu, Mulyati Sri; Maulina, Nora; Sawitri, Harvina; Nadira, Cut Sidrah; Surayya, Rahmi
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13186

Abstract

Pola asuh merupakan suatu proses yang ditunjukan untuk meningkatkan serta mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, finansial, dan intelektual seorang anak. Pola asuh yang diberikan orangtua kepada anaknya sangat mempengaruhi kepribadian dan perilaku anak untuk perkembangan emosi anak usia dini. Penerapan pola asuh yang tepat untuk anak tidak selalu mudah, sehingga adakalanya tanpa disadari orang tua melakukan kesalahan dalam mengasuh anak. Pola asuh yang buruk justru berdampak terhadap perkembangan fisik dan kepribadian pada anak. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di posyandu meunasah masjid dengan dihadiri oleh 35 orang masyarakat. Solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan melalui metode ceramah dan leaflet terkait pola asuh yang  buruk dan  upaya meningkatkan keterampilan mengasuh anak serta pembagian makanan tambahan bagi bayi dan balita. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat terutama ibu  mengenai pola asuh yang tepat serta mewaspadai pola asuh yang buruk dalam pengasuhan anak. Hasil yang didapatkan adalah terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pola asuh sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi.
Pemberdayaan Desa Binaan dengan Melaksanakan Senam Prolanis Bagi Lansia Guna Pencegahan Penyakit Kronis Maulina, Nora; Sawitri, Harvina; Nadira, Cut Sidrah; Rahayu, Mulyati Sri; Arvinda, Aufa Dery; Habibi, Rojulan Ilham
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.13313

Abstract

Penyakit kronis merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan, yang berlangsung lama yang dapat menyebabkan kematian. Prevalensi global dari penyakit kronis diproyeksikan akan terus meningkat selama beberapa decade mendatang. Oleh karena itu diperlukan penyuluhan tentang manajemen penyakit kronis sebagai langkah preventif terjadinya penyakit ginjal kronik. Salah satu program pemerintah untuk menurunkan angka kesakitan pada lansia guna mencegah progresifitas penyakit kronis adalah Prolanis atau Program Pengelolaan Penyakit Kronis merupakan program dari pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup para penderita penyakit kronis dan merupakan kegiatan terintegrasi yang membutuhkan kerja sama solid guna peningkatan taraf hidup kesehatan lansia. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat desa Uteunkot terkait pentingnya menjaga kesehatan para lansia, membentuk kader guna memantau perilaku hidup sehat para lansia dan melaksanakan program rutin senam prolanis dan sosialisasi kepada masyarakat dalam mengurangi angka kesakitan lansia dengan membuat program bulanan secara rutin agar melaksanakan pemenatauan kesehatan lansia dan program senam lansia (prolanis). Pengaruh dan dampak setelah dilakukan pengabdian adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat desa Uteunkot terhadap pentingnya kesehatan lansia, meningkatnya kesadaran dan kemauan lansia untuk melaksanakan program pemerintah dengan senam lansia (senam prolanis) guna pencegahan penyakit kronik. Diukur menggunakan kuesioner dan terbentuknya program kegiatan prolanis di desa uteunkot yang dilaksanakan setiap bulannya dan menjadi kegiatan rutin bagi lansia. Diukur dengan terbentuknya kader senam prolanis
Pemeriksaan Hemoglobin Gratis dan Sosialisasi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Desa Reuleut Timu, Muara Batu Nadira, Cut Sidrah; Rahayu, Mulyati Sri; Sawitri, Harvina; Maulina, Nora; Divaulhaq, Afiqah; Susri, Wendy
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13314

Abstract

Desa Reuleut Timu merupakan salah satu desa di kabupaten Aceh Utara. Hasil penelitian di salah satu sekolah di Aceh Utara menunjukkan kejadian anemia pada remaja putri masih tinggi. Tidak adanya program pengenalan melalui pemberian informasi dan penyuluhan mengenai anemia pada remaja putri di desa Reuleut Timu bisa jadi sebagai faktor kurangnya pengetahuan mengenai Anemia. Kurangnya kegiatan pemberian informasi yang bekerjasama dengan pihak desa menyebabkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai anemia menjadi minim, sehingga banyak remaja putri yang belum melakukan konsumsi tablet pencegah anemia. Solusi dan metode yang ditawarkan adalah pemeriksaan hemoglobin gratis dan penyuluhan yang dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam dan tim, pemeriksaan hemoglobin gratis, melakukan penyuluhan secara tatap muka dan mengenai pencegahan stunting pada remaja beresiko anemia, memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting pada remaja beresiko anemia melalui video dan penjelasan, menempel poster mengenai dampak stunting pada remaja beresiko anemia di beberapa lokasi tempat berkumpul dan memberikan contoh makanan yang memenuhi gizi remaja sebagai pencegahan stunting pada remaja beresiko anemia. Hasil dan dampak dari pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat terutama remaja putri desa Reulet Timur tentang pentingnya menkonsumsi gizi seimbang dan mengenali tanda dan gejala anemia, meningkatnya kesadaran bagi masyarakat terutama bagi remaja putri agar lebih rutin olahraga dan mengkonsumsi gizi seimbang dalam melakukan kegiatan sehari-hari nya dan masyarakat dan keluarga terdekat mempunyai peran aktif dalam menjaga rutinitas dan kepatuhan melakukan remaja putri dalam mengonsumsi gizi seimbang agar mendapatkan kualitas hidup  yang baik
Penyuluhan Kesiapan, Edukasi dan Pendampingan Praktek Cuci Tangan Pakai Sabun pada Siswa SDN 10 Lhokseumawe maulina, nora; Sawitri, Harvina; Nadira, Cut Sidrah
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.18214

Abstract

Cuci tangan merupakan satu hal yang paling sederhana yang dapat kita lakukan sebagai upaya pencegahan penularan infeksi/ penyakit. Seperti kita ketahui bersama, kuman penyakit ada dimana-mana, tidak hanya di benda/ tempat yang tampak kotor, namun juga di benda/ tempat yang kita lihat bersih. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan contoh kepada siswa tentang bagaimana penting cuci tangan yang benar dibawah air mengalir dan menggunakan sabun menurut standar WHO sebelum kegiatan sekolah dimulai dan menyediakaan sarana PHBS. Metode yang digunakan ialah melakukan survei awal untuk melihat kondisi di lapangan untuk melihat permasalahan yang dihadapi dilokasi dan tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan pendekatan edukasi dan praktek tentang (PHBS) dengan mencuci tangan dengan air bersih dan sabun dan tahap evaluasi hasil yang telah dicapai oleh siswa. Hasil yang didapatkan diantaranya sebagian besar siswa SDN 10 Kota Lhokseumawe mengetahui cara mencuci tangan, namun tidak secara benar hal ini dapat dilihat perbedaan dari hasil jumlah pertanyaan pretest dan post test pengetahuan PHBS. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini terdapat perbedaan antara pengetahuan responden penyuluhan PHBS tentang praktek cuci tangan sebelum penyuluhan dengan pengetahuan responden tentang punyuluhan PHBS tentang praktek cuci tangan setelah penyuluhan.
Gambaran Tingkat Risiko Jatuh pada Lansia Berdasarkan Berg Balance Scale di Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe 2023 Salsabila, Salsabila; Nadira, Cut Sidrah; Maulina, Nora
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.1725

Abstract

The elderly are an age group of humans who have entered the final stages of their life. As we age, the human body will experience morphological changes in the body, muscles, bones and joints. Deterioration and morphological changes in muscles occur, causing functional changes in muscles, namely a decrease in strength, muscle contraction, muscle elasticity and flexibility, this causes the risk of falls in the elderly to tend to increase. Fall risk is a situation where a person has the potential to experience an increased chance of falling. The purpose of this research is as a screening effort to determine the level of risk of falls in the elderly in the Muara Dua Health Center working area, Lhokseumawe City. This research is descriptive observational with a cross sectional approach with a total of 76 respondents. This research was carried out at the Muara Dua Community Health Center, Lhokseumawe City. The sample in this study was elderly people who met the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique in this research was purposive sampling. The results of the study showed that elderly people in the Muara Dua Community Health Center working area, Lhokseumawe City, had a low fall risk level of 96.1% (73 people), a medium fall risk level of 3.9% (3 people) and a high fall risk level was not found. The conclusion obtained in this study was that of the 76 respondents, the majority had a low fall risk level of 96.1% (73 people).