Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peningkatan Kreativitas Mahasiswa dengan Menggunakan Model Think Pair Share (TPS) pada Mata Kuliah Kewarganegaraan Tohap Pandapotan Simaremare; Ryan Taufika; Heri Usmanto
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2753

Abstract

Belum adanya penerapan model yang inovatif dan media pembelajaran menjadi permasalahan dari hasil refleksi awal yang berakibat kurangnya kreatifitas mahasiswa dan merasa bosan saat pembelajaran berlangsung.  Penggunaan model Think Pair Share (TPS) memiliki tujuan dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur sebagai berikut yaitu : (1) Tahap perencanaan (plannig), (2) Tahap tindakan (acting), (3) Tahap pengamatan (observing), (4) Tahap refleksi (refleting). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran Kewarganegaraan”dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share pada mahasiswa PPKn tahun pelajaran 2021/2022”dengan selalu memotivasi mahasiswa dan pada proses pembelajaran dosen yang bertindak sebagai fasilitator, motivator, membimbing”mahasiswa secara menyeluruh, melibatkan mahasiswa dalam membuat kesimpulan serta melaksanakan umpan balik sehingga aktivitas belajar mahasiswa meningkat. ”Dengan perolehan data pada siklus pertama sebesar 52%, meningkat pada siklus kedua sebesar 65% dan sebesar 82% pada siklus ketiga. ”Model Think Pair Share akan efektif dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa apabila penerapannya dilakukan dengan baik sesuai dengan prosedur dan karakteristik mahasiswa.
Peningkatan Kreativitas Mahasiswa dengan Menggunakan Model Think Pair Share (TPS) pada Mata Kuliah Kewarganegaraan Tohap Pandapotan Simaremare; Ryan Taufika; Heri Usmanto
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2753

Abstract

Belum adanya penerapan model yang inovatif dan media pembelajaran menjadi permasalahan dari hasil refleksi awal yang berakibat kurangnya kreatifitas mahasiswa dan merasa bosan saat pembelajaran berlangsung.  Penggunaan model Think Pair Share (TPS) memiliki tujuan dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur sebagai berikut yaitu : (1) Tahap perencanaan (plannig), (2) Tahap tindakan (acting), (3) Tahap pengamatan (observing), (4) Tahap refleksi (refleting). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran Kewarganegaraan”dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share pada mahasiswa PPKn tahun pelajaran 2021/2022”dengan selalu memotivasi mahasiswa dan pada proses pembelajaran dosen yang bertindak sebagai fasilitator, motivator, membimbing”mahasiswa secara menyeluruh, melibatkan mahasiswa dalam membuat kesimpulan serta melaksanakan umpan balik sehingga aktivitas belajar mahasiswa meningkat. ”Dengan perolehan data pada siklus pertama sebesar 52%, meningkat pada siklus kedua sebesar 65% dan sebesar 82% pada siklus ketiga. ”Model Think Pair Share akan efektif dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa apabila penerapannya dilakukan dengan baik sesuai dengan prosedur dan karakteristik mahasiswa.
Penerapan Model Value Clarification Thecnique (VCT) berbantuan Video Interaktif dan LKPDdalam meningkatkan nilai kejujuran siswa kelas VIIIG SMP N 9 Kota Jambi Salsa Augustila; M Salam; Tohap Pandapotan Simaremare
Jurnal EduSosial Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Edu Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu pengetahuan Sosial
Publisher : Jurusan Pendidikan IPS FKIP UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.779 KB) | DOI: 10.22437/jeso.v2i1.21552

Abstract

Abstrak: Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti dikelas VIII G SMP N 9 Kota Jambi menunjukkan terdapat masalah dengan sikap yang dimiliki oleh siswa. Dimana masalah yang dimaksudkan dalam penlitian ini adalah masalah Tingkat Kejujuran siswa dalam kegiatan pembelajaran yang cenderung belum baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model Value Clarification Technique (VCT) efektif dan dapat meningkatkan nilai kejujuran siswa kelas VIII G SMP N 9 Kota Jambi. Desain penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII G SMP N 9 Kota Jambi sebanyak 30 orang. Objek penelitian adalah variabel yang diselidiki yaitu tingkat kejujuran siswa. Instrumen penelitian menggunakan metode Value Clarification Technique (VCT) dengan berbantuan video interaktif dan LKPD siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, waawancara, dan dokumentasi hasil tes siswa. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan urutan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase rata-rata keadaan awal siswa yaitu sebesar 41,05%, siklus I meningkat menjadi yaitu sebesar 46,97%, siklus II meningkat lagi yaitu sebesar 48,61%, pada siklus III meningkat cukup signifikan menjadi sebesar 68,22%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model VCT dengan berbantuan video interaktif dan LKPD siswa tentang meningkatkan kejujuran dan meningkatkan nilai kejujuran siswa di kelas VIII G SMP N 9 Kota Jambi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan ini tidak terjadi secara merata pada seluruh siswa, dimana terdapat 5 siswa yang memiliki sikap kejujuran sangat baik, 24 siswa memiliki sikap kejujuran baik, dan 1 siswa memiliki tingkat sikap kejujuran cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan penelitian tindakan kelas dengan metode VCT belum efektif dalam meningkatkan nilai kejujuran siswa kelas VIII G SMP N 9 Kota Jambi.
Peningkatan Kreativitas Mahasiswa dengan Menggunakan Model Think Pair Share (TPS) pada Mata Kuliah Kewarganegaraan Simaremare, Tohap Pandapotan; Taufika, Ryan; Usmanto, Heri
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2753

Abstract

Belum adanya penerapan model yang inovatif dan media pembelajaran menjadi permasalahan dari hasil refleksi awal yang berakibat kurangnya kreatifitas mahasiswa dan merasa bosan saat pembelajaran berlangsung.  Penggunaan model Think Pair Share (TPS) memiliki tujuan dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur sebagai berikut yaitu : (1) Tahap perencanaan (plannig), (2) Tahap tindakan (acting), (3) Tahap pengamatan (observing), (4) Tahap refleksi (refleting). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran Kewarganegaraan”dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share pada mahasiswa PPKn tahun pelajaran 2021/2022”dengan selalu memotivasi mahasiswa dan pada proses pembelajaran dosen yang bertindak sebagai fasilitator, motivator, membimbing”mahasiswa secara menyeluruh, melibatkan mahasiswa dalam membuat kesimpulan serta melaksanakan umpan balik sehingga aktivitas belajar mahasiswa meningkat. ”Dengan perolehan data pada siklus pertama sebesar 52%, meningkat pada siklus kedua sebesar 65% dan sebesar 82% pada siklus ketiga. ”Model Think Pair Share akan efektif dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa apabila penerapannya dilakukan dengan baik sesuai dengan prosedur dan karakteristik mahasiswa.
PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PROGRAM KEBAKTIAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KRISTEN BADAN PENDIDIKAN KRISTEN (SMPK BPK) PENABUR CIMAHI Simaremare, Tohap Pandapotan
Satya Widya Vol. 38 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.sw.2022.v38.i1.p1-11

Abstract

Masih rendahnya karakter generasi muda Indonesia menjadi tantangan yang harus diwujudkan demi tercapainya Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005-2025. Tujuan penelitian ini untuk penguatan karakter religius melalui program kebaktian. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan di SMPK BPK Penabur Cimahi mengembangkan karakter religius, nasional, mandiri, gotong-royong, dan integritas. Hal ini sesuai dengan karakter yang sedang dikembangkan oleh pemerintah. Khusus untuk karakter religius, di SMPK BPK Penabur yang berbasis sekolah kristen telah melaksanakan beberapa program sebagai bentuk pembiasaan yang sengaja diselenggarakan secara rutin (setiap hari) dengan harapan akan membentuk karakter religius siswa seperti doa bersama, baca firman Tuhan serta lagu pujian sebelum/sesudah kegiatan belajar mengajar di kelas. Begitu juga halnya dengan guru-guru harus mendampingi anak-anak di kelas ketika doa pagi dan siang dan mengarahkan siswa untuk pembacaan firman Tuhan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan karena telah melalui semua kegiatan di sekolah dengan baik. Disamping itu, sekolah juga mengadakan kebaktian bersama setiap hari senin pada pukul 13.00 WIB yang bertempat di aula sekolah yang melibatkan guru, karyawan, siswa-siswi, termasuk juga para tamu sekolah, para pengurus yayasan yang kebetulan datang ke sekolah.
ANALISIS SIKAP NASIONALISME MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS RUANG 1 FKIP UNJA ANGKATAN 2020 DI ERA GLOBALISASI 4.0 Ilmi, Muhammad Madanil; Salam, Muhammad; Simaremare, Tohap Pandapotan
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7638

Abstract

Sikap nasionalisme adalah suatu paham suatu individu ataupun kelompok untuk mencintai suatu bangsa dan tanah air karena memiliki nasib dan tanggungan yang sama. Sikap nasionalisme dalam ruang lingkup yang sempit dapat diartikan suatu rasa kecintaan kepada bangsa serta tanah air sampai akhirnya ia menganggap bangsanya adalah bangsa terbaik dan tidak ada bangsa lain yang lebih baik daripada bangsanya. Sikap nasionalisme dalam artian luas ialah suatu wujud bentuk rasa cinta terhadap tanah air tanpa merendahkan bangsa-bangsa lainnya. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis sikap nasionalisme, khususnya pada mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Bahsa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi Angkatan 2020. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan literatur. Sumber data penelitian terdiri dari, sumber primer dan sekunder. Data penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap nasionalisme mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris berada pada kategori yang buruk dimana mahasiswa/I masih kurang memiliki sikap bangga sebagai bangsa Indonesia, cinta tanah air dan bangsa, rela berkorban demi bangsa, menerima kemajemukan, bangga pada budaya yang beragam, menghargai jasa pahlawan, serta mengutamakan kepentingan umum.
Problematika Pembelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Kelas VII.E Di SMP Negeri 7 Muaro Jambi Simamora, Lestari Wulandari; Salam, M.; Usmanto, Heri Usmanto; Simaremare, Tohap Pandapotan
Civic Education Perspective Journal Vol 1 No 1 (2021): Civic Education Perspective Journal
Publisher : Citizenship Education, Faculty of Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.088 KB) | DOI: 10.22437/cepj.v1i1.16010

Abstract

Abstract: The results of the initial observations of this study were the teacher's obstacles in the implementation and learning activities of Civics in grade VII which were accompanied by low student cognitive learning outcomes. This study was conducted with the aim of describing the problems of learning Pancasila and citizenship education for class VII.E at SMP Negeri 7 Muaro Jambi. The research method used in this research is descriptive qualitative. Data and data sources were obtained from informants, namely PPKn teachers who teach in class VII.E and 10 students in class VII.E with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of data analysis that has been carried out, the findings and conclusions of the results of this study are as follows: First, on planning activities. The problem that occurs is the difficulty of teachers in preparing RPP in accordance with the principles of RPP preparation. Second, on implementation activities. The problems that occur are a) the teacher has difficulty controlling the condition of class VII.E in the last lesson, b) the ability to understand and think critically of class VII.E students is still low, c) lack of availability of PPKn learning media. Third, on the assessment of learning outcomes. The problems that occur are a) the teacher does not assess attitudes and skills, b) the cognitive learning outcomes of class VII.E students in PPKn subjects
Deskripsi Sikap Kejujuran Dalam Hasil Belajar PPKn Siswa SMP Negeri 19 Kota Jambi Dahliya, Iis; Usmanto, Heri; Sariani, Dona; Simaremare, Tohap Pandapotan
Civic Education Perspective Journal Vol 1 No 1 (2021): Civic Education Perspective Journal
Publisher : Citizenship Education, Faculty of Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.07 KB) | DOI: 10.22437/cepj.v1i1.16016

Abstract

Abstract: The results of the study are the description of the honesty attitude of the eighth grade students of SMP Negeri 19 Jambi City can be said to be still low. Based on research findings from researcher interviews, not all students are able to apply the value of honesty in Civics learning. It can be seen from the daily tests that many students cheat, and when online, students do assignments and tests and tests at home, it is not necessarily the student who actually does it if it is reflected by the behavior of students at school before going online where when the teacher is off guard they cheat on each other. The conclusion of this study is that if you look at the learning outcomes, from online learning due to the covid-19 pandemic, student learning outcomes are still low, but after students do remedial, student scores can reach the KKM, and add the value of the assignment. However, if the test scores or exam results, on average, there are still many who are below the KKM. This is based on a clarification from a PPKn teacher at SMP Negeri 19 Jambi City. Because there are still many who are below the Minimum Completeness Criteria (KKM), so teachers need to add value from assignments, and teachers give tolerance to students, due to the Covid-19 pandemic obstacles that have not been completed during the class promotion exam.
Peningkatan Kreativitas Mahasiswa dengan Menggunakan Model Think Pair Share (TPS) pada Mata Kuliah Kewarganegaraan Simaremare, Tohap Pandapotan; Taufika, Ryan; Usmanto, Heri
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2753

Abstract

Belum adanya penerapan model yang inovatif dan media pembelajaran menjadi permasalahan dari hasil refleksi awal yang berakibat kurangnya kreatifitas mahasiswa dan merasa bosan saat pembelajaran berlangsung.  Penggunaan model Think Pair Share (TPS) memiliki tujuan dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur sebagai berikut yaitu : (1) Tahap perencanaan (plannig), (2) Tahap tindakan (acting), (3) Tahap pengamatan (observing), (4) Tahap refleksi (refleting). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran Kewarganegaraan”dengan menerapkan model pembelajaran Think Pair Share pada mahasiswa PPKn tahun pelajaran 2021/2022”dengan selalu memotivasi mahasiswa dan pada proses pembelajaran dosen yang bertindak sebagai fasilitator, motivator, membimbing”mahasiswa secara menyeluruh, melibatkan mahasiswa dalam membuat kesimpulan serta melaksanakan umpan balik sehingga aktivitas belajar mahasiswa meningkat. ”Dengan perolehan data pada siklus pertama sebesar 52%, meningkat pada siklus kedua sebesar 65% dan sebesar 82% pada siklus ketiga. ”Model Think Pair Share akan efektif dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa apabila penerapannya dilakukan dengan baik sesuai dengan prosedur dan karakteristik mahasiswa.
Profil Pelajar Pancasila pada Anak Usia Dini sebagai Wujud Pendidikan Karakter Hasni, Uswatul; Simaremare, Tohap Pandapotan; Taufika, Ryan; Amanda, Rizki Surya; Indryani, Indryani; Yantoro, Yantoro
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila diterapkan dalam lingkungan pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Profil Pelajar Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini adalah guru dari empat sekolah Pendidikan Anak Usia Dini di kecamatan Telanaipura yang sedang menerapkan kurikulum merdeka. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman, sementara validitas data diuji melalui validitas internal, eksternal, reliabilitas, dan obyektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam dimensi pada Profil Pelajar Pancasila secara umum telah diterapkan dalam proses pembelajaran. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat seperti tahapan penyesuaian penerapan kurikulum merdeka di sekolah yang masih berlangsung, serta perlunya penyesuaian pemahaman guru terhadap proyek pelajar Pancasila ini. Di sisi lain, terdapat dukungan dari sejumlah sekolah penggerak dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia yang membantu sekolah untuk mengimplementasikan proyek pelajar Pancasila. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan materi ajar yang lebih baik pada penelitian selanjutnya, khususnya dalam konteks penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini.