Claim Missing Document
Check
Articles

Cognitive Scaffolding and Faith-Based Digital Literacy: Integrating Advanced Organizer and YouTube in Islamic Moral Education Rahmawati, Mutia; Mahdiyah, Mahdiyah; Nisa, Zahratun; Sabirin, Muhamad; Mof, Yahya
Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 15 No. 2 (2025): Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Departemen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/aladzkapgmi.v15i2.18627

Abstract

This study investigates the effectiveness of integrating the Advanced Organizer learning model with YouTube media to strengthen Islamic digital literacy and learning outcomes in Islamic Moral Education (Akidah Akhlak)  at MIN 7 Tapin. Employing a quantitative quasi-experimental design with pretest–posttest control groups, the study involved 104 sixth-grade students. The experimental group received learning through the Advanced Organizer model supported by Islamic YouTube content, while the control group received conventional instruction. Data were collected using validated achievement tests, Islamic digital literacy questionnaires, and learning observation sheets. Data analysis included normality, homogeneity, independent t-test, and Cohen’s d effect size using SPSS 26.0. The results revealed a significant difference between the experimental and control groups (p < 0.05) with a high effect size (d = 0.84), indicating that the integration significantly improved students’ conceptual understanding and ability to utilize digital media based on Islamic ethics. This study contributes theoretically by operationalizing Islamic digital literacy as a cognitively scaffolded instructional framework rather than a mere ethical or technical construct. The findings extend meaningful learning theory into faith-based digital education contexts by demonstrating how moral cognition can be systematically shaped through pre-organized multimedia learning.
Pengaruh Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L) Terhadap Kualitas Fisik Dan Mutu Sensoris Almond Crispy Fitriani, Fitriani; Riska, Nur; Mahdiyah, Mahdiyah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung daun kelor (Moringa oleifera L) terhadap kualitas fisik dan mutu sensoris Almond Crispy. Tepung daun kelor digunakan sebagai bahan substitusi tepung terigu dalam tiga level perlakuan, yaitu 5%, 10%, dan 15%. Metode eksperimen dilakukan di Laboratorium Pastry & Bakery Universitas Negeri Jakarta mulai April 2024. Evaluasi produk meliputi uji organoleptik terhadap aspek warna, rasa, aroma, kerenyahan, kerapuhan, dan ketebalan oleh 45 panelis agak terlatih serta uji kualitas fisik (kerenyahan) menggunakan alat texture analyzer. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Tuckey’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung daun kelor tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas fisik (kerenyahan) dan sebagian besar aspek sensoris. Namun, terdapat pengaruh signifikan pada aspek warna, rasa manis, dan rasa butter. Substitusi 5% memberikan hasil terbaik untuk warna, rasa butter, dan rasa daun kelor, sementara 10% paling disukai dalam aspek kerenyahan dan aroma butter. Substitusi 15% memberikan aroma daun kelor paling menonjol. Dengan karakteristiknya yang kaya gizi dan mirip matcha, tepung daun kelor menunjukkan potensi besar sebagai bahan inovatif dalam industri makanan ringan, khususnya Almond Crispy. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan substitusi sebesar 5–10% untuk hasil sensoris terbaik serta mendorong pengembangan lebih lanjut pangan lokal berbasis daun kelor.
Pengaruh Penambahan Pasta Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Puding Bavarois Terhadap Sifat Fisik Dan Kualitas Organoleptik Wijaya, Muhammad Rasyid; Mahdiyah, Mahdiyah; Alsuhendra, Alsuhendra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan pasta sari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) puding bavarois terhadap sifat fisik berupa pori-pori dan tesktur serta kualitas organoleptik warna, rasa, aroma susu, aroma buah naga merah, ukuran pori, dan juga tekstur. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dengan 3 perlakuan penambahan yang berbeda. Pada hasil uji kualitas organoleptik dilakukan dengan 45 orang panelis agak terlatih dan metode pengujian menggunakan Kruskall-wallis didapatkan hasil tidak adanya pengaruh signifikan terhadap aspek warna, rasa, aroma susu, aroma buah naga merah, ukuran pori, dan juga tekstur. Dalam uji fsiik, dilakukan uji ANOVA dengan hasil tidak terdapat berbeda nyata pada pengujian aspek pori-pori, namun terdapat berbeda nyata pada uji fisik aspek tekstur. Maka dilanjutkan dengan uji Duncan didapatkan hasil hasil bahwa penambahan 30% merupakan formula yang terbaik. Temuan ini sejalan dengan hasil uji organoleptik dimana penambahan 30% merupakan formula ideal dalam puding bavarois penambahan pasta sari buah naga merah.
Pengaruh Penambahan Tepung Sisik Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac.) Terhadap Kualitas Fisik Dan Daya Terima Kerupuk Bawang Putri, Zhalzabila Tiyana; Mahdiyah, Mahdiyah; Fadiati, Ari
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan tepung sisik ikan gurami pada pembuatan kerupuk bawang terhadap kualitas fisik dan daya terima kerupuk, sebagai makanan ringan / camilan yang popular di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolaham Makanan, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Universitas Negeri Jakarta sejak Januari 2023- Juli 2025. Penelitian diawali dengan pembuatan tepung sisik ikan gurami yang melalui proses pengayakan hingga 200 mesh. Kemudian tepung sisik ikan gurami dilakukan penambahan dengan persentase sebanyak 5%, 10%, dan 15% pada pembuatan kerupuk bawang. Penilaian terhadap kualitas fisik dilakukan dengan pengukuran daya kembang, ketebalan dan daya serap minyak sedangkan penilaian daya terima konsumen dinilai oleh 30 panelis agak terlatih dengan aspek warna, penampakan bentuk, rasa khas, rasa umami, aroma dan kerenyahan. Berdasarkan hasil uji Anova pada kualitas fisik menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh atau perbedaan yang nyata pada pembuatan kerupuk bawang dengan penambahan tepung sisik ikan gurami sebanyak 5%, 10% dan 15%. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji Friedman dengan α = 0,05, menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penambahan tepung sisik ikan gurami dengan persentase berbeda (5%, 10% dan 15%) dalam pembuatan kerupuk bawang terhadap daya terima kerupuk bawang pada aspek warna, rasa khas, rasa umami, aroma dan kerenyahan, sedangkan pada aspek penampakan bentuk menunjukkan terdapat pengaruh penambahan tepung sisik ikan gurami, sehingga persentase penambahan yang direkomendasikan adalah 10%.
Evaluasi Penerimaan Konsumen Kue Mentega dengan Substitusi Tepung Millet Mutiara (Pennisetum glaucum) Hakimah, Dalilah; Mahdiyah, Mahdiyah; Dahlia, Mutiara
Journal of Law and Social Politics Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Law and Social Politics
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jlsp.v2i1.44

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai pengganti tepung terigu semakin penting untuk mendukung diversifikasi pangan dan pengembangan produk pangan fungsional. Tepung millet mutiara (Pennisetum glaucum) memiliki potensi sebagai bahan alternatif dalam produk roti; namun, dampaknya terhadap penerimaan konsumen, terutama dalam kue mentega, belum dieksplorasi secara luas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung millet mutiara dalam kue mentega terhadap penerimaan konsumen berdasarkan atribut kualitas sensorik dan fisik. Metode: Studi eksperimental dilakukan di Laboratorium Pastry dan Bakery, Program Studi Pendidikan Kuliner, Universitas Negeri Jakarta, pada September 2021 hingga Februari 2024. Sampel kue mentega diformulasikan dengan tingkat substitusi tepung millet mutiara sebesar 20%, 30%, dan 40%. Evaluasi sensorik dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih menggunakan tes organoleptik. Data dianalisis menggunakan tes Friedman untuk atribut sensorik dan ANOVA untuk kualitas fisik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung millet mutiara tidak memiliki efek yang signifikan pada volume kue, warna remah, kelembutan, struktur pori-pori, aroma mentega, aroma millet mutiara, atau rasa manis. Perbedaan yang signifikan diamati hanya pada warna permukaan atas dan rasa millet mutiara. Analisis kualitas fisik menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan pembengkakan kue di antara tingkat substitusi. Kesimpulan: Kue mentega dengan substitusi tepung millet mutiara hingga 40% dapat diterima oleh konsumen, dengan tingkat substitusi 30% direkomendasikan sebagai formulasi optimal. Tepung millet mutiara menunjukkan potensi yang kuat sebagai bahan lokal fungsional dalam kue mentega tanpa mengurangi penerimaan konsumen.
Pengaruh Substitusi Tepung Terigu Dengan Tepung Kecambah Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L) Terhadap Kualitas Fisik Dan Mutu Sensoris Kue Kacang Habibah, Nurul Fitri; Alsuhendra, Alsuhendra; Mahdiyah, Mahdiyah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 3.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung terigu dengan tepung kecambah kacang merah (Phaseolus vulgaris L) terhadap kualitas fisik dan mutu sensoris kue kacang. Substitusi dilakukan dalam tiga variasi proporsi, yaitu 30%, 40%, dan 50%, menggunakan pendekatan eksperimen di Laboratorium Pastry & Bakery Universitas Negeri Jakarta. Analisis kualitas fisik difokuskan pada kadar air, sementara mutu sensoris dinilai dari aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur oleh panelis agak terlatih dan ahli. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa substitusi tepung tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar air maupun sebagian besar aspek sensoris, kecuali warna. Substitusi 40% menghasilkan warna kue paling disukai dengan karakteristik cokelat muda kekuningan. Aspek lainnya seperti aroma kacang, aroma kecambah, rasa kacang, rasa kecambah, rasa gurih, rasa manis, dan tekstur menunjukkan perbedaan tidak signifikan secara statistik, meskipun secara deskriptif menunjukkan kecenderungan tertentu. Formulasi terbaik diperoleh pada substitusi 40%, yang dianggap optimal dalam menjaga keseimbangan gizi dan karakteristik sensoris. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan tepung kecambah kacang merah sebagai alternatif lokal yang bernutrisi tinggi dan berpotensi mengurangi ketergantungan pada tepung terigu impor tanpa mengorbankan kualitas produk.