Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Sifat Fisik dan Daya Terima Bubble (Tapioca Pearl) dengan Penambahan Puree Bit (Beta Vulgaris) Qoyyima, Najmi Tsabita; Mahdiyah, Mahdiyah; Alsuhendra, Alsuhendra
Advances In Social Humanities Research Vol. 2 No. 3 (2024): Advances in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v2i3.216

Abstract

The innovation of making bubble with the addition of beet puree can be one way to improve the quality of texture, taste and nutrition of bubble. To get a chewy bubble texture, it require a long boiling time to cook through inside. One way to reduce this weakness is to use beetroot as the raw material for bubble. Beetroot have a high starch content which causes increased elasticity in the dough. The starch contained in beets really helps the starch gelatinization process. The method used is an experimental method with three types of treatment, which bubble with the addition of 60%, 80% and 100% beet puree. The validity test conducted using organoleptic tests on five expert panelists with six aspects, that is color, chocolate aroma, beet aroma, sweetness, beet taste and texture. Based on the results of the analysis, bubble with the addition of 60% beet puree is superior in various aspects of assessment so it is concluded that bubble with the addition of 60% beet puree is the product with the best organoleptic quality. Physical test is done by measuring the weight and diameter of the bubble before and after boiling with 3 repetitions. The analysis results showed that the average bubble weight is 457.3 mg, while the average bubble diameter is 8.74 mm. Consumer acceptence test was conducted using hedonic test (favorability test) on 30 panelists. The results of the favorability test showed that bubble with the addition of 100% beet puree was most liked. Analysis result show that the addition of beet puree to bubble has no real effect or difference.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata Duchesne) TERHADAP MUTU SENSORIS DAN KUALITAS FISIK JAN HAGEL COOKIES Khairiyyah, Qonita; Mahdiyah, Mahdiyah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.50964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung labu kuning (Cucurbita moschata Duchesne) terhadap mutu sensoris dan kualitas fisik jan hagel cookies. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2024 – April 2025 di Laboratorium Pastry dan Bakery Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dengan sampel penelitian berupa jan hagel cookies substitusi tepung labu kuning persentase 10%, 20%, dan 30%. Uji mutu sensoris dilakukan oleh 45 orang panelis agak terlatih berdasarkan aspek warna bagian atas, warna bagian bawah, aroma kayu manis, aroma labu kuning, rasa manis, rasa labu kuning, dan tekstur, sedangkan uji kualitas fisik dilakukan dengan 3 kali pengulangan terhadap aspek baking loss menggunakan timbangan digital. Berdasarkan hasil uji hipotesis statistik mutu sensoris dengan uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh jan hagel cookies substitusi tepung labu kuning persentase 10%, 20%, dan 30% terhadap mutu sensoris pada seluruh aspek. Hasil uji hipotesis statistik kualitas fisik dengan uji Anova menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap baking loss, sehingga dilanjutkan dengan uji Duncan. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat substitusi 30% direkomendasikan sebagai formula terbaik karena mampu memaksimalkan pemanfaatan tepung labu kuning sebagai bahan lokal potensial, sehingga berpeluang dikembangkan menjadi produk Jan Hagel Cookies yang memiliki nilai fungsional tinggi dan inovatif.
THE INFLUENCE OF SCIENCE AND IPS DEPARTMENT ON LEARNING OUTCOMES IN CLASS XI STUDENTS IN CITIZENSHIP EDUCATION. Noviah, Ema; Tjalla, Awaluddin; Mahdiyah, Mahdiyah
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 4 No. 1 (2023): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v4i1.118

Abstract

In this study, the factors causing differences in students' abilities were focused on the intelligence factor used by the school to place students in the Science and Social Studies specialization group. This difference in placement was based on cognitive ability, and student interest carried out by the school. Schools still consider the division of the second major to be more critical based on moderate to low levels of cognitive abilities, so students are in the social studies class group, while moderate to high cognitive abilities are in the science class group. Citizenship education subjects are divided into two groups, where the groups have been divided based on students' cognitive abilities. In this group condition, the two social studies and science class groups should have a different impact on student learning outcomes. Is the justification that the Social Studies class group, which is grouped based on medium to low cognitive abilities, has lower student end-of-semester exam results than the Science class group, or is it the other way around? This research is included in the quasi-experimental research with a purposive sampling technique. This research was conducted on class XII high school students majoring in science and social studies. Data collection techniques for learning outcomes use good descriptions to measure knowledge or skills. The data analysis technique used is non-parametric (Mann-Whitney U Test). The results of the research show that the learning outcomes of students majoring in civic education in social studies are lower than those majoring in natural sciences, or the learning outcomes of students majoring in natural sciences are higher in citizenship education than students majoring in social studies.
From Projects to Proficiency: How Project-Based Assignment Improve Student Understanding Mahdiyah, Mahdiyah; Putri, Fildzah Rudyah; Dahlia, Mutiara
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 3 No. 2 (2022): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v2i2.817

Abstract

An assignment model in education refers to the framework or approach used to design, structure, and deliver tasks or assignments to students. This study explores the effectiveness of Project-Based Learning (PBL) in enhancing student understanding and proficiency. Over the course of a semester, 210 students in Universitas Negeri Jakarta from various disciplines were engaged in this research. Data were collected through assessment tests for two group of assignment model, namely PBL and Individual. The results showed that PBL significantly improves student understanding by promoting critical thinking, collaboration, and real-world application of knowledge. Students who participated in PBL showed greater retention of information and were more adept at applying concepts in practical scenarios compared to those who engaged in individual assignment models. These findings suggest that incorporating PBL into the curriculum can result in substantial improvements in student learning outcomes, making it a valuable pedagogical approach for educators
Tinjauan Filosofis Implementasi Artificial Intelligence dalam Personalisasi Pembelajaran: Analisis Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Amsanah, Amsanah; Mahdiyah, Mahdiyah; Putra, Ryan Pratiwa; Baqi, Fuad Abdul; Mutoharoh, Mutoharoh
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4472

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital saat ini ditandai dengan penetrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang masif melalui model personalisasi pembelajaran, namun perkembangan ini sering kali hanya menitikberatkan pada aspek teknis tanpa landasan filosofis yang kokoh. Penelitian ini bertujuan untuk membedah implementasi AI dalam dunia pendidikan melalui tinjauan mendalam pada dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi, serta mengaitkannya dengan regulasi pendidikan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis, di mana data dikumpulkan dari berbagai literatur kebijakan dan teori filsafat untuk kemudian disintesis menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, AI mengubah hakikat interaksi pedagogis menjadi hubungan termediasi data yang berisiko mereduksi eksistensi kemanusiaan. Secara epistemologis, terjadi pergeseran otoritas kebenaran dari guru ke algoritma yang menuntut penguatan literasi kritis peserta didik dalam memvalidasi informasi. Secara aksiologi, tantangan utama muncul pada degradasi integritas akademik dan nilai etis akibat prioritas efisiensi mekanistik. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa personalisasi pembelajaran berbasis AI harus dikembalikan pada hakikatnya sebagai alat untuk memanusiakan manusia, selaras dengan semangat Merdeka Belajar dan Profil Pelajar Pancasila. Sinkronisasi antara kecanggihan teknologi dan nilai karakter bangsa menjadi syarat mutlak agar pendidikan tetap berfungsi sebagai proses pembentukan akhlak mulia, bukan sekadar pemrosesan data kognitif. Penekanan pada pedagogi hati dan etika digital direkomendasikan sebagai pilar utama dalam menghadapi disrupsi teknologi di masa depan.
Cognitive Scaffolding and Faith-Based Digital Literacy: Integrating Advanced Organizer and YouTube in Islamic Moral Education Rahmawati, Mutia; Mahdiyah, Mahdiyah; Nisa, Zahratun; Sabirin, Muhamad; Mof, Yahya
Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 15 No. 2 (2025): Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Departemen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/aladzkapgmi.v15i2.18627

Abstract

This study investigates the effectiveness of integrating the Advanced Organizer learning model with YouTube media to strengthen Islamic digital literacy and learning outcomes in Islamic Moral Education (Akidah Akhlak)  at MIN 7 Tapin. Employing a quantitative quasi-experimental design with pretest–posttest control groups, the study involved 104 sixth-grade students. The experimental group received learning through the Advanced Organizer model supported by Islamic YouTube content, while the control group received conventional instruction. Data were collected using validated achievement tests, Islamic digital literacy questionnaires, and learning observation sheets. Data analysis included normality, homogeneity, independent t-test, and Cohen’s d effect size using SPSS 26.0. The results revealed a significant difference between the experimental and control groups (p < 0.05) with a high effect size (d = 0.84), indicating that the integration significantly improved students’ conceptual understanding and ability to utilize digital media based on Islamic ethics. This study contributes theoretically by operationalizing Islamic digital literacy as a cognitively scaffolded instructional framework rather than a mere ethical or technical construct. The findings extend meaningful learning theory into faith-based digital education contexts by demonstrating how moral cognition can be systematically shaped through pre-organized multimedia learning.
Pengaruh Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L) Terhadap Kualitas Fisik Dan Mutu Sensoris Almond Crispy Fitriani, Fitriani; Riska, Nur; Mahdiyah, Mahdiyah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung daun kelor (Moringa oleifera L) terhadap kualitas fisik dan mutu sensoris Almond Crispy. Tepung daun kelor digunakan sebagai bahan substitusi tepung terigu dalam tiga level perlakuan, yaitu 5%, 10%, dan 15%. Metode eksperimen dilakukan di Laboratorium Pastry & Bakery Universitas Negeri Jakarta mulai April 2024. Evaluasi produk meliputi uji organoleptik terhadap aspek warna, rasa, aroma, kerenyahan, kerapuhan, dan ketebalan oleh 45 panelis agak terlatih serta uji kualitas fisik (kerenyahan) menggunakan alat texture analyzer. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Tuckey’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung daun kelor tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas fisik (kerenyahan) dan sebagian besar aspek sensoris. Namun, terdapat pengaruh signifikan pada aspek warna, rasa manis, dan rasa butter. Substitusi 5% memberikan hasil terbaik untuk warna, rasa butter, dan rasa daun kelor, sementara 10% paling disukai dalam aspek kerenyahan dan aroma butter. Substitusi 15% memberikan aroma daun kelor paling menonjol. Dengan karakteristiknya yang kaya gizi dan mirip matcha, tepung daun kelor menunjukkan potensi besar sebagai bahan inovatif dalam industri makanan ringan, khususnya Almond Crispy. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan substitusi sebesar 5–10% untuk hasil sensoris terbaik serta mendorong pengembangan lebih lanjut pangan lokal berbasis daun kelor.
Pengaruh Penambahan Pasta Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Puding Bavarois Terhadap Sifat Fisik Dan Kualitas Organoleptik Wijaya, Muhammad Rasyid; Mahdiyah, Mahdiyah; Alsuhendra, Alsuhendra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan pasta sari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) puding bavarois terhadap sifat fisik berupa pori-pori dan tesktur serta kualitas organoleptik warna, rasa, aroma susu, aroma buah naga merah, ukuran pori, dan juga tekstur. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dengan 3 perlakuan penambahan yang berbeda. Pada hasil uji kualitas organoleptik dilakukan dengan 45 orang panelis agak terlatih dan metode pengujian menggunakan Kruskall-wallis didapatkan hasil tidak adanya pengaruh signifikan terhadap aspek warna, rasa, aroma susu, aroma buah naga merah, ukuran pori, dan juga tekstur. Dalam uji fsiik, dilakukan uji ANOVA dengan hasil tidak terdapat berbeda nyata pada pengujian aspek pori-pori, namun terdapat berbeda nyata pada uji fisik aspek tekstur. Maka dilanjutkan dengan uji Duncan didapatkan hasil hasil bahwa penambahan 30% merupakan formula yang terbaik. Temuan ini sejalan dengan hasil uji organoleptik dimana penambahan 30% merupakan formula ideal dalam puding bavarois penambahan pasta sari buah naga merah.
Pengaruh Penambahan Tepung Sisik Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac.) Terhadap Kualitas Fisik Dan Daya Terima Kerupuk Bawang Putri, Zhalzabila Tiyana; Mahdiyah, Mahdiyah; Fadiati, Ari
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan tepung sisik ikan gurami pada pembuatan kerupuk bawang terhadap kualitas fisik dan daya terima kerupuk, sebagai makanan ringan / camilan yang popular di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolaham Makanan, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Universitas Negeri Jakarta sejak Januari 2023- Juli 2025. Penelitian diawali dengan pembuatan tepung sisik ikan gurami yang melalui proses pengayakan hingga 200 mesh. Kemudian tepung sisik ikan gurami dilakukan penambahan dengan persentase sebanyak 5%, 10%, dan 15% pada pembuatan kerupuk bawang. Penilaian terhadap kualitas fisik dilakukan dengan pengukuran daya kembang, ketebalan dan daya serap minyak sedangkan penilaian daya terima konsumen dinilai oleh 30 panelis agak terlatih dengan aspek warna, penampakan bentuk, rasa khas, rasa umami, aroma dan kerenyahan. Berdasarkan hasil uji Anova pada kualitas fisik menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh atau perbedaan yang nyata pada pembuatan kerupuk bawang dengan penambahan tepung sisik ikan gurami sebanyak 5%, 10% dan 15%. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji Friedman dengan α = 0,05, menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penambahan tepung sisik ikan gurami dengan persentase berbeda (5%, 10% dan 15%) dalam pembuatan kerupuk bawang terhadap daya terima kerupuk bawang pada aspek warna, rasa khas, rasa umami, aroma dan kerenyahan, sedangkan pada aspek penampakan bentuk menunjukkan terdapat pengaruh penambahan tepung sisik ikan gurami, sehingga persentase penambahan yang direkomendasikan adalah 10%.
Evaluasi Penerimaan Konsumen Kue Mentega dengan Substitusi Tepung Millet Mutiara (Pennisetum glaucum) Hakimah, Dalilah; Mahdiyah, Mahdiyah; Dahlia, Mutiara
Journal of Law and Social Politics Vol. 2 No. 1 (2024): Journal of Law and Social Politics
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jlsp.v2i1.44

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai pengganti tepung terigu semakin penting untuk mendukung diversifikasi pangan dan pengembangan produk pangan fungsional. Tepung millet mutiara (Pennisetum glaucum) memiliki potensi sebagai bahan alternatif dalam produk roti; namun, dampaknya terhadap penerimaan konsumen, terutama dalam kue mentega, belum dieksplorasi secara luas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung millet mutiara dalam kue mentega terhadap penerimaan konsumen berdasarkan atribut kualitas sensorik dan fisik. Metode: Studi eksperimental dilakukan di Laboratorium Pastry dan Bakery, Program Studi Pendidikan Kuliner, Universitas Negeri Jakarta, pada September 2021 hingga Februari 2024. Sampel kue mentega diformulasikan dengan tingkat substitusi tepung millet mutiara sebesar 20%, 30%, dan 40%. Evaluasi sensorik dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih menggunakan tes organoleptik. Data dianalisis menggunakan tes Friedman untuk atribut sensorik dan ANOVA untuk kualitas fisik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung millet mutiara tidak memiliki efek yang signifikan pada volume kue, warna remah, kelembutan, struktur pori-pori, aroma mentega, aroma millet mutiara, atau rasa manis. Perbedaan yang signifikan diamati hanya pada warna permukaan atas dan rasa millet mutiara. Analisis kualitas fisik menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan pembengkakan kue di antara tingkat substitusi. Kesimpulan: Kue mentega dengan substitusi tepung millet mutiara hingga 40% dapat diterima oleh konsumen, dengan tingkat substitusi 30% direkomendasikan sebagai formulasi optimal. Tepung millet mutiara menunjukkan potensi yang kuat sebagai bahan lokal fungsional dalam kue mentega tanpa mengurangi penerimaan konsumen.