Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Implikasi Pelatihan TikTok Bermuatan Materi Undak – Usuk Bahasa Sunda Alia, Dwi; Nurzaman, Istikhoroh
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/badranaya.v3i1.2348

Abstract

Along with the times that have entered the industrial era 4.0, introduction or learning should be integrated with the sophistication of digital technology. One of the things that can be used is the social media application tiktok. This service has the aim of directing the use of the TikTok application for more useful educational content, especially with Sundanese language. From the training provided, the results obtained are an increase in children's enjoyment and ability to communicate using Sundanese accompanied by Sundanese language. The feedback from the participants was that this training had a significant positive impact on the use of Sundanese manners in everyday life, because the training was packaged in an interesting way, and the delivery of material was clear and systematic. Efforts to instil character values in children are important as a guide, guideline and reference for children in acting, speaking and behaving in accordance with the values and cultural norms of the Indonesian nation.    
Analisis Perkembangan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia 4–5 Tahun di Kelompok A TK PGRI Sejahtera Putri, Farida Gustiani Hadi; Sianturi, Risbon; Alia, Dwi
Jurnal Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : PG PAUD FIP UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jud.v10i2.65983

Abstract

Penelitian ini berawal dari timbulnya rasa ingin tahu peneliti terhadap perkembangan kemampuan berbahasa anak usia dini usia 4–5 tahun dan kesesuaiannya dengan standar yang berlaku pada regulasi STPPA atau Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada Permendikbud No. 137 Tahun 2014. Peneliti secara khusus ingin mengetahui bagaimana perkembangan bahasa anak usia 4–5 tahun di Kelompok A TK PGRI Sejahtera, khususnya pada bidang bahasa reseptif (menerima bahasa). Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif, di mana pengumpulan data dilaksanakan melalui metode wawancara, observasi, serta dokumentasi. Informan utama dari penelitian ini yakni guru kelompok A yang sehari-hari berinteraksi dan mengetahui secara rinci bagaimana perkembangan bahasa tiap anak yang ada di kelompok tersebut. Kesahihan data dibuktikan dengan triangulasi sumber yang memungkinkan peneliti untuk membandingkan satu data dengan data lainnya yang diambil dari tiga metode pengumpulan data (wawancara, observasi, dan dokumentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan bahasa reseptif anak usia 4–5 tahun di Kelompok A TK PGRI Sejahtera dapat dikatakan cukup baik dan hampir memenuhi Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak, walaupun terdapat beberapa indikator yang secara umum belum tercapai dengan sempurna. Terdapat beberapa kemampuan yang seharusnya sudah dimiliki oleh anak, tetapi pada praktiknya masih memerlukan bimbingan dan bantuan guru. Kemampuan bahasa reseptif anak usia 4–5 tahun khususnya di Kelompok A TK PGRI Sejahtera dapat dikembangkan dengan stimulasi yang optimal, misalnya melalui metode dan media pembelajaran yang variatif setiap harinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek bahasa dalam ruang lingkup perkembangan anak perlu diupayakan secara maksimal karena aspek bahasa berpengaruh pada aspek-aspek perkembangan anak lainnya.
EKSPLORASI TEKNIK AKROSTIK SEBAGAI LITERASI ESTETIS DALAM PEMBELAJARAN PUISI: STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF DI KELAS V SDN CIBANJARAN Cahyani, Ani; Indihadi, Dian; Alia, Dwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27335

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low interest and skill levels of elementary school students in writing poetry. Poetry writing is often perceived as difficult due to its demands for careful word choice, meaning construction, and aesthetic expression. This research aims to describe the implementation of the acrostic technique in poetry writing based on Asmaul Husna and to analyze students’ responses and the quality of their poems. A descriptive qualitative approach was used with the subjects being a fifth-grade teacher and students at SDN Cibanjaran. Data were collected through observation, interviews, and documentation of student poems. The findings revealed that the acrostic technique provided a clear structure that helped students generate ideas for writing. Students showed high enthusiasm and greater confidence in expressing their thoughts. Of the 30 poems analyzed, most demonstrated a good understanding of acrostic structure, appropriate diction, and basic aesthetic elements. Furthermore, using Asmaul Husna as keywords added spiritual value to the students' poems and deepened their emotional involvement. The teacher also viewed the technique as effective for guiding students to write in a more structured and creative manner. In conclusion, the acrostic technique based on Asmaul Husna is effective in improving students' poetry writing skills while also fostering their spiritual and aesthetic literacy. Keywords: Acrostic Technique, Poetry Writing, Asmaul Husna, Aesthetic Literacy, Elementary School ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan keterampilan siswa dalam menulis puisi di Sekolah Dasar. Menulis puisi sering dianggap sulit karena menuntut kemampuan memilih diksi, merangkai makna, dan menyampaikan perasaan secara estetis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik akrostik dalam pembelajaran menulis puisi berbasis Asmaul Husna serta menganalisis respons siswa dan kualitas puisi yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru dan siswa kelas V SDN Cibanjaran. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi hasil karya puisi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik akrostik memberikan struktur yang jelas dan membantu siswa dalam mengembangkan ide menulis puisi. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan lebih percaya diri dalam mengekspresikan ide-ide mereka. Dari 30 karya yang dianalisis, sebagian besar menunjukkan pemahaman terhadap struktur akrostik, pemilihan diksi yang tepat, dan penggunaan unsur estetika sederhana. Selain itu, penggunaan Asmaul Husna sebagai kata kunci menambah nilai spiritual dalam karya siswa dan memperkuat keterlibatan emosional mereka. Guru pun menilai teknik ini efektif untuk mengarahkan siswa dalam menulis puisi secara terstruktur dan kreatif. Dengan demikian, teknik akrostik berbasis Asmaul Husna dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan estetis peserta didik. Kata Kunci: Teknik Akrostik, Menulis Puisi, Asmaul Husna, Literasi Estetis, Sekolah Dasar
PENERAPAN PROSEDUR PEMBELAJARAN LITERASI MEMBACA DI SEKOLAH DASAR Rizqi Latifa, Tiar; Apriliya, Seni; Alia, Dwi
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 4 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i4.65579

Abstract

Abstract: Reading literacy learning is based on higher-order thinking skills. This study was conducted in elementary schools with high AKM reading literacy scores and is expected to become a best practice for other schools to learn about reading literacy learning procedures in the field. This study describes the pre-reading, reading, and post-reading stages. The researcher used a qualitative approach with an ethnographic method. Data were obtained through observation and interviews with the principal, teachers, and fifth-grade students. The data were analyzed through reduction, presented thematically, and concluded. Overall, the implementation in the fifth grade of SDN X was not yet fully optimal. The suggestion is for teachers to further develop teaching materials, explore reading strategies, and be consistent in learning reflection. Keyword: Reading Literacy Learning, Procedures, Pre-reading, Reading, Post-reading   Abstrak: Pembelajaran literasi membaca didasarkan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini dilakukan di SD berkategori tinggi skor AKM literasi membaca dan diharapkan menjadi best practice sekolah lain agar mengetahui prosedur pembelajaran literasi membaca di lapangan. Penelitian ini menggambarkan tahapan prabaca, membaca, dan pascabaca. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada kepala sekolah, guru, dan siswa kelas V. Data dianalisis melalui reduksi, disajikan tematik, dan disimpulkan. Secara keseluruhan, pelaksanaannya di kelas V SDN X belum sepenuhnya optimal. Sarannya guru agar lebih mengembangkan bahan ajar, mengulik strategi membaca, dan mengonsistensikan refleksi pembelajaran. Kata Kunci: Pembelajaran Literasi Membaca, Prosedur, Prabaca, Membaca, Pascabaca
Penguatan kompetensi penggunan media digital untuk guru SILN sebagai penguatan pembelajaran literasi di sekolah dasar Apriliya, Seni; Saputra, Erwin Rahayu; Alia, Dwi; Permana, Ai Triyaningsih Lina; Hanum, Iklima Lutfiah; Latifa, Tiar Rizqi
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i4.24161

Abstract

Pelatihan program literasi berbasis media digital Google Sites dilatarbelakangi oleh belum adanya program/pembelajaran literasi yang berbasis media digital. Tujuannya untuk memberikan penguatan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menunjang pembelajaran literasi di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan mencakup ceramah, demonstrasi, pelatihan terbimbing, dan diskusi yang melibatkan 19 guru dengan karakteristik sejumlah besar guru tersebut bukan merupakan lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selain itu, guru diberikan pendampingan keterampilan praktik dalam mengimplementasikan pembelajaran literasi  berbasis teknologi digital. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan Google Sites literasi memberikan manfaat yang signifikan sebagai media pembelajaran.  Hal ini terbukti dengan terlaksananya proses belajar yang menjadi lebih praktis dan mudah diakses oleh guru maupun siswa.  Program ini dinilai efektif dalam menyediakan akses bacaan, membangun keterampilan berpikir kritis siswa, serta memperkuat penguasaan kosakata bahasa Indonesia. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam penguatan kompetensi guru khususnya dalam pengembangan program/pembelaran literasi digital di lingkungan SILN. Meskipun demikian, guru menyarankan agar platform ini dapat dikembangkan lebih lanjut, di antaranya dengan menyediakan akses secara offline dan penambahan koleksi buku digital.
A Upaya Meningkatkan Minat Belajar IPAS melalui Penerapan Reward: Survei pada Siswa Sekolah Dasar di Lingkungan Pedesaan Syaripah, Auliya; Alia, Dwi; Merliana, Anggit
Jurnal Tonggak Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Teori dan Hasil Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 2 (2025): JTPD
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat minat belajar IPAS siswa kelas V terhadap penerapan reward di lingkungan pedesaan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya minat belajar siswa dalam pembelajaran IPAS yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah metode pembelajaran yang kurang menarik. Reward digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimen dengan metode survei deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kepada 21 siswa kelas V di salah satu sekolah dasar di lingkungan pedesaan. Instrumen angket disusun berdasarkan empat indikator minat belajar, yaitu perhatian, ketertarikan, keterlibatan, dan perasaan senang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki minat belajar yang tinggi terhadap pembelajaran IPAS setelah diterapkan reward. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata minat belajar sebesar 31,19 dengan standar deviasi 2,522. Sementara itu, nilai rata-rata penerimaan siswa terhadap reward adalah 21,76 dengan standar deviasi 2,719. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian reward dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat belajar siswa, khususnya dalam konteks pembelajaran di lingkungan pedesaan.
Analisis kondisi pohon literasi sebagai fasilitas gerakan literasi di sekolah dasar Kota Tasikmalaya Nurul Fajriyah, Herviani; Apriliya, Seni; Alia, Dwi; Nurzaman, Istikhoroh
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 5 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i5.25109

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kondisi pohon literasi sebagai fasilitas penunjang gerakan literasi di sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Peneliti memperoleh kesimpulan bahwa kondisi pohon literasi yang ada di tiga SD yaitu SDN A, SDN B, dan SDN C memiliki desain yang berbeda, ada yang dengan cara dilukis, ada yang terbuat dari bahan banner, dan ada yang terbuat dari bahan kertas karton. Perbedaan ini dihasilkan karena adanya keterlibatan orang tua dalam perencanaan dan pembuatan pohon literasi pada masing-masing kelas. Secara keseluruhan berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kondisi pohon literasi di kelas terlihat bagus, menarik, dan membuat peserta termotivasi membaca. Media pohon literasi yang dibuat harus mengundang ketertarikan peserta didik untuk membaca supaya keberadaannya dapat lebih memberikan dampak positif bagi peserta didik. Media pohon literasi di tiga SD sudah sesuai dengan standar kondisi media pohon literasi, tetapi pohon literasi yang terbuat dari pohon asli akan memiliki ketahanan yang lebih lama dibandingkan pohon literasi yang terbuat dari bahan kertas.
Efektivitas media large moveable alphabet berbasis montessori dalam keterampilan membaca pada siswa berkesulitan membaca Faujiyah, La'ala Hilda; Alia, Dwi; Mulyadiprana, Ahmad
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 5 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i5.29239

Abstract

Penelitian ini didasarkan oleh masalah siswa kelas IV sekolah dasar yang kesulitan membaca sehingga belum fasih membaca. Hal tersebut dikarenakan minimnya variasi media pembelajaran. Media Large Moveable Alphabet berbasis Montessori berupa bentuk konkret huruf alfabet yang digunakan sebagai pendukung aktivitas motorik, sensorik dan memori kerja anak dalam belajar membaca sehingga peneliti ingin mengetahui sejauh mana keterampilan membaca siswa yang mengalami kesulitan membaca dapat berkembang dengan media tersebut. Metode penelitian berupa eksperimen dengan desain single subject research pola A-B-A’ yang terdiri 3 fase, diantaranya Baseline (A), Intervensi (B) dan Pengulangan Baseline (A’). Penelitian dilakukan dalam tiga sesi untuk setiap fase, melibatkan satu siswa kelas IV yang kesulitan membaca di Sekolah Dasar. Perilaku yang diubah meliputi keterampilan membunyikan huruf, membaca suku kata, dan kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor keterampilan membaca meningkat dari 174,3 (69,7%) pada fase A, menjadi 229,6 (91,8%) pada fase B, dan 243 (97,2%) pada fase A’. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Large Moveable Alphabet berbasis Montessori dianggap efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca pada siswa yang mengalami kesulitan membaca.
Penggunaan Flashcard Interaktif Berbasis Augmented Reality untuk Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar Saputra, Erwin; Alia, Dwi; Nizar, Zahara Fjriati; Ramdhani, Aulia Wuri; Fahmi, Salva Rayina
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i3.581

Abstract

Perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang baru dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar, terutama dalam mengatasi keterbatasan penguasaan kosakata dan rendahnya keterlibatan siswa. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi metode konvensional sehingga kurang menumbuhkan motivasi belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas guru sekolah dasar dalam memanfaatkan flashcard interaktif berbasis augmented reality (AR) sebagai media pembelajaran bahasa Inggris. Peserta kegiatan adalah 20 guru sekolah dasar yang dipilih berdasarkan keterlibatan aktif dalam pengajaran bahasa Inggris. Metode pelaksanaan meliputi lokakarya partisipatif melalui pelatihan penggunaan aplikasi AR, perancangan flashcard secara kolaboratif, simulasi pembelajaran, serta sesi refleksi. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner pra dan pasca pelatihan, serta wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi guru, di mana 85% peserta mampu merancang dan menggunakan flashcard berbasis AR secara mandiri. Respon siswa dalam simulasi juga menunjukkan peningkatan konsentrasi, partisipasi aktif, dan retensi kosakata. Dengan demikian, penggunaan flashcard berbasis AR tidak hanya memperkaya strategi pengajaran guru, tetapi juga memberikan alternatif inovatif dalam integrasi teknologi untuk mendukung pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar.
Pengaruh Model CIRC terhadap Keeterampilan Membaca Pemahaman Isi Teks Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Aryanti, Ai Destri; Alia, Dwi; Mulyadiprana, Ahmad
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.3874

Abstract

Penelitian ini disusun sebagai salah satu pengembangan strategi dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam keterampilan membaca pemahaman di sekolah dasar dengan melihat bagaimana pengaruh model pembelajaran CIRC terhadap keterampilan membaca pemahaman isi teks di kelas IV. Tujuan penelitian ini untuk melihat peningkatan keterampilan membaca pemahaman melalui penerapan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) pada Tema “Di Bawah Atap” melalui teks wacana berupa cerpen Kelas IV SDN Sambongpari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan melalui metode penelitian eksperimen model pre-eksperimental design tipe one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SDN Sambongpari yang berjumlah 23 siswa terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Penelitian terdiri dari 3 siklus 4 tahap pertemuan, yaitu: pretest, treatmen pertama, treatment kedua, dan posttest. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan dalam keterampilan membaca pemahaman isi teks siswa melalui penerapan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) terbukti pada hasil pretest dan posttest. Kesimpulan ini diperoleh melalui perolehan nilai sebelum perlakuan yang menunjukan nilai rata- rata 45,65 dan setelah perlakuan nilai rata-rata 84,35. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil penelitian yang menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Oleh karena itu, model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman isi teks di kelas IV SDN Sambongpari. Sehubung dengan keterbatasan peneliti dalam melakukan penelitian maka peneliti sarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan pengujian mengenai efektivitas model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) dengan permasalahan yang lebih luas.