Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Konseling Individu Berbasis Humanistik dalam Menangani Masalah Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir Aprilia, Sindy; Autari, Putri Amanda; Ulayya, Rifa; Mardiyah, Ainul
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/dnvfqg62

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami kecemasan akibat tuntutan akademik seperti penyelesaian skripsi, wisuda, dan perbandingan sosial. Kecemasan yang tidak terkelola dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis dan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran konseling individu berbasis humanistik dalam membantu mahasiswa tingkat akhir mengelola kecemasan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tiga mahasiswa tingkat akhir sebagai subjek yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan muncul akibat overthinking, keraguan diri, ketakutan tidak lulus tepat waktu, dan perbandingan sosial. Konseling humanistik yang menekankan empati, penerimaan tanpa syarat, dan kejujuran konselor efektif membantu mahasiswa meningkatkan kesadaran diri, menemukan makna personal, dan memperkuat kepercayaan diri dalam menyelesaikan skripsi.
Peran Konseling Individu dalam Mengatasi Betrayal Trauma (Trauma Pengkhianatan) Mardiyah, Ainul; Ayyubi, Muhammad; Nur, Muhammad; Saragih, Muhammad Kahfi
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/8mkfn246

Abstract

Fenomena betrayal trauma (trauma pengkhianatan) dalam hubungan interpersonal merupakan isu psikososial yang memberikan dampak destruktif bagi kesejahteraan mental individu, khususnya di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran dan efektivitas konseling individu dalam membantu proses pemulihan mahasiswa yang mengalami trauma akibat pengkhianatan romantis, finansial, dan manipulasi emosional. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga narasumber laki-laki berusia 21-25 tahun yang belum menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma pengkhianatan memicu gangguan kecemasan, insomnia, hilangnya kepercayaan diri, hingga gejala PTSD ringan. Implementasi konseling individu melalui teknik restrukturisasi kognitif (Cognitive Behavioral Therapy), terapi naratif, dan latihan regulasi emosi terbukti efektif dalam merekonstruksi pola pikir negatif narasumber. Proses konseling membantu narasumber memahami batasan hubungan yang sehat, memvalidasi emosi yang tertekan, dan mendorong pertumbuhan pasca-trauma (post-traumatic growth). Temuan ini menegaskan bahwa intervensi konseling yang personal dan terstruktur sangat krusial untuk mengembalikan fungsi sosial dan resiliensi mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan layanan bimbingan konseling di lingkungan perguruan tinggi sebagai sarana mitigasi dampak trauma interpersonal agar tercipta lingkungan akademik yang lebih sehat dan inklusif.
Peran Konseling Individu dalam Menghadapi Permasalahan Trauma Bullying pada Remaja di Yayasan Panti Asuhan Kasih Abadi Damanik, Nia Syahfitri; Harahap, Elsi Sumita; Rangkuti, Rido Hardian; Mardiyah, Ainul
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/h8hgs444

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius yang dapat menimbulkan trauma psikologis pada remaja, khususnya bagi remaja yang tinggal di lingkungan panti asuhan. Trauma akibat bullying dapat berdampak pada kondisi emosional, kepercayaan diri, serta kemampuan penyesuaian sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konseling individu dalam membantu remaja menghadapi trauma bullying di Yayasan Panti Asuhan Kasih Abadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individu berperan penting dalam membantu pemulihan emosional remaja, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan strategi coping yang adaptif. Konseling individu juga membantu remaja dalam membangun kembali hubungan sosial yang sehat. Dengan demikian, konseling individu dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk intervensi yang efektif dalam menangani trauma bullying pada remaja di lingkungan panti asuhan.
Trauma Psikologis Anak Binaan Akibat Pengkhianatan dan Respons Keluarga Pasangan pada Kasus Asusila di LPKA Kelas 1 Medan Mardiyah, Ainul; Yuliani, Evi; Al-Husna, Sakhi Nabila; Ardana, Mira Shaila; Arif, Naufal Said
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/pjrx3g48

Abstract

Kasus tindak asusila yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum tidak hanya berdampak pada aspek yuridis, tetapi juga menimbulkan konsekuensi psikologis yang mendalam. Artikel ini bertujuan mengkaji trauma psikologis anak binaan akibat pengkhianatan dalam relasi pacaran serta respons keluarga pasangan pada kasus asusila di LPKA Kelas I Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap seorang remaja laki-laki berusia 18 tahun (inisial Ahmad) yang menjalani pembinaan akibat kasus asusila dalam hubungan pacaran jangka panjang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan proses konseling selama masa pembinaan. Hasil kajian menunjukkan konseli mengalami tekanan psikologis berat berupa syok, kecemasan, rasa malu, gangguan tidur, perasaan dikhianati, serta ketakutan akan masa depan. Kondisi ini diperparah oleh respons keluarga pasangan yang langsung menempuh jalur hukum. Trauma yang dialami berkaitan erat dengan latar belakang kurangnya kasih sayang, pengabaian peran orang tua, serta pengalaman kekerasan dalam rumah tangga, yang membentuk trauma kompleks sejak dini dan memengaruhi konsep diri, stabilitas emosi, serta pola relasi interpersonal. Meski demikian, proses pembinaan dan konseling di LPKA menunjukkan perubahan positif. Konseli mulai memaknai pengalaman traumatis sebagai pembelajaran, meningkatkan religiusitas, dan mengembangkan mekanisme koping adaptif. Artikel ini menegaskan pentingnya penanganan trauma anak binaan secara komprehensif, empatik, dan berkelanjutan melalui pendekatan psikososial, keluarga, dan spiritual guna mendukung pemulihan dan reintegrasi sosial.
Peran Konseling Individu Terhadap Trauma Seksual Digital pada Tahanan Kasus Video Call Sex di LPKA Kelas 1 Medan Lestari, Dwi Putri; Mardiyah, Ainul; Daulay, Aziza Nur Khalisa; Hanifah, Hainun
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/xej21378

Abstract

Maraknya kasus kekerasan seksual berbasis digital, khususnya Video Call Sex (VCS), menimbulkan dampak psikologis yang serius terhadap anak dan remaja, terutama ketika korban justru diposisikan sebagai pelaku dalam proses hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran konseling individu dalam menangani trauma seksual digital pada anak binaan yang terlibat kasus VCS di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan. Subjek dalam kajian ini beberapa meliputi anak binaan berinisial JS, MF, dan Z, yang memiliki latar belakang kasus asusila digital dengan posisi kerentanan sebagai korban manipulasi, paksaan, maupun eksploitasi seksual. Temuan menunjukkan bahwa pengalaman hukum dan sosial yang dialami subjek menimbulkan trauma psikologis berupa kecemasan berlebihan, ketakutan terhadap teknologi digital, rasa lepas, penarikan diri sosial, serta kebingungan dalam memandang masa depan. Intervensi konseling individu berperan penting dalam membantu klien memahami posisi dirinya sebagai korban, mengelola trauma dan emosi negatif, serta membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri. Konseling individu juga menjadi sarana pendampingan psikologis yang efektif dalam memperkuat kesiapan mental anak binaan dalam menjalani proses pelatihan dan menghadapi stigma sosial. Oleh karena itu, konseling individu memiliki peran strategis dalam pemulihan psikologis korban kekerasan seksual digital di lingkungan LPKA.
Dampak Broken Home Terhadap Kondisi Emosional Remaja dan Penanganannya Melalui Konseling Traumatik Kaniya, Dira; Mardiyah, Ainul; Azmi, Adinda Nurfadhillah; Masdela, Masdela
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/826kzc67

Abstract

Kondisi keluarga Broken Home merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap gangguan perkembangan emosional pada remaja. Konflik orang tua yang berlarut-larut hingga perpisahan sering kali menimbulkan pengalaman traumatik berupa perasaan kehilangan, ketidakamanan emosional, kecemasan, serta kesulitan regulasi emosi. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak Broken Home terhadap kondisi emosional remaja serta mengkaji efektivitas konseling traumatik sebagai upaya pemulihan emosional. Penulisan artikel ini didasarkan pada tiga laporan analisis pelaksanaan konseling individu terhadap remaja perempuan berusia 15–16 tahun yang berasal dari keluarga Broken Home dan tinggal di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Melati Aisyiyah. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseli ketiga mengalami permasalahan emosional yang relatif serupa, seperti kecenderungan menarik diri, memendam emosi, perasaan sedih berkepanjangan, kecemasan, serta pola pikir negatif terhadap diri dan kondisi keluarga. Penerapan konseling individu dengan pendekatan humanistik yang dipadukan dengan teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terbukti membantu konseli pengekspresian emosi secara lebih sehat, mengurangi intensitas emosi negatif, serta meningkatkan kemampuan regulasi emosi, kepercayaan diri, dan penyesuaian diri. Dengan demikian, konseling traumatik dapat menjadi intervensi alternatif yang efektif dalam mendukung pemulihan emosional remaja yang terdampak Broken Home, terutama dalam konteks lembaga kesejahteraan sosial anak.
Co-Authors Ahmad Syafiq Al Fath, Mhd Hanif Al Murtadha, Muhammad Zhafran Al-Husna, Sakhi Nabila Amanda, Friska Ananda, Fahri Resqi Andrian, Bayu Aprilia, Sindy Apriza, Muhammad Raihan Aqillah, Hafiz Khairul Ardana, Mira Shaila Arif, Naufal Said Aulia, Syifa Autari, Putri Amanda Ayyubi, Muhammad Ayyubi, Muhammad Dilla Azlika, Silvia Azmi, Adinda Nurfadhillah Azwar Ananda Azzahra, Azka Balqhis, Amanda Nurul Banurea, Ihsan Zamzami Barus, M. Kamal Al Fata Br Kaban, Rani Hidayah Cahaya, Cahaya Dalimunthe, Hamdal Afgani Damanik, Nia Syahfitri Daulay, Aziza Nur Khalisa Dian Fitriyani E, Erfina Ermawan, Nadine Khalifi Evi Yuliani Fadhila Habibi Febriani, Adinda Zahra Firdatunnisa , Salma Pebrina Ginting, Nayla Aurahmadhani Guru Singa, Maratus Soleha Hafizah Tarihoran Haikal, Fakhrel Hanafi, T. Rifa Hanifah, Hainun Harahap, Elsi Sumita Hardina, Mona Hasibuan, Afriansyah Helmi Noviar Ibrahim, Maulana Inung Wijayanto ISWAHYUDI ISWAHYUDI Juanda, Boy Riza Juniar Rahmadani Kaniya, Dira Kudadiri, Fahman Al-Hanafi Leli Putri Ansari Lestari, Dwi Putri Lubis, Juli Rismayana Lubis, Sabila Yassarah Malahayati Malahayati Manik, Rismahani Marlina Marlina Marpaung, Haikal Mubarok Masdela, Masdela Maulana, Aldi Arianto Mentari, Dea Ananda Mila, Karmila Muhammad Nur Mukhlis, M. Amirun Muliadani, Dinda Mulyani, Cut Murdhiani Nabila Khairani Naiya Arinda Najib, Rafif Alwan Nasution, Riska Mutia Nayla Aisyah Pajarina Tanjung Nsr, Nurraudhoh Rani Nur, Muhammad Rifa Nurhalizah, Nurhalizah Soleha Nurhizrah Gistituati Nurmala, Zulfa NURUL AZIZAH Nur’aini, Tri Suci Putri, Cantika Nabila Rahmi, Tysa Sufia Rangkuti, Rido Hardian Risyad, Syukri Rizki, Putri Handayani Rusdinal, Rusdinal Safina, Elfi Sapriana, Aan Saragih, Muhammad Kahfi Sarah Ramadhani, Sarah Shobron, Ilmi Rani Siagian, Julia Sihombing, Nur Asia Sitorus, Yogi Safutra Sofia Naning Hertiana SUNARTI TAMBUNAN, SUNARTI Suryani, Heni Syah, Alfath Hasyim Syamsul Bahri Syntia, Windari Tarigan, Juliani Br Tiffani, Tamara Dilla Ulayya, Rifa Wahyuningsih, Yayuk Eko Yenny Ertika Yogaswara, Jordan yusra, alfajri