Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Interaksi Belajar Kelas Bahasa Indonesia: Sebuah Tinjauan Konseptual Dika Zakiyah; Mutiara Widya Utami; Wahyuni Shofinna Nur; Ajat Manjato
Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan bahasa Vol. 2 No. 2 (2025): Mei : Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/dilan.v2i2.1565

Abstract

This research presents the basic concept of learning interaction, especially in the Indonesian classroom. A literature review is a technique used in this study. The data collection technique was carried out by searching for library sources based on the outline topic, grouping library sources based on relevance to the subject and year of the research, then sequencing the structure of explanations and comparing interrelated data. The data is then analyzed through 3 steps, namely data reduction, data presentation, and verification. The results of the study explained that in general the interaction is divided into three patterns, (1) one-way patterns, (2) two-way patterns, and (3) multi-directional patterns. All three are needed in the learning process. However, what should be more dominant is the multi-directional pattern. In language classes, especially Indonesian interactions, learning interaction aims to develop four aspects of language skills, namely (1) listening, (2) speaking, (3) reading and (4) writing. Each aspect of skill has its pattern, technique/method. In addition, teacher and student activities during learning can be classified into seven categories of interactions known as the Brown Interaction Analysis System (BIAS).
Fungsi dan Makna Pantun Upacara Sekujang Masyarakat Serawai di Desa Tapak Gedung Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu Saputra, Ade Bayu; Manjato, Ajat
DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2025): DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/dikbastra.v8i1.44165

Abstract

This research aims to describe the function and meaning of pantun in sekujang ceremony of Serawai community in Tapak Gedung Village, Kepahiang Regency. The sekujang ceremony is held on the second or third day of Eid as a form of supplication and expression of gratitude through rhymes. This research used descriptive qualitative method with data collection techniques through semi-structured interviews, participatory observation, and documentation. Data analysis was conducted using an interactive approach consisting of data reduction, data presentation in the form of narratives and pantun quotations, and conclusion drawing through interpretation of the socio-cultural context. Data validity was strengthened through source triangulation, peer discussion, and member checking. The results showed that pantun in sekujang ceremony functions as a symbolic communication medium that conveys messages implicitly and politely, strengthens social interaction, and becomes a vehicle for preserving local cultural values. The functions of pantun include aesthetic aspects (beauty of sound and rhyme), phatic (maintaining social communication), conative (directing listener response), and emotive-referential (conveying emotions and cultural information). Apart from being entertainment, pantun also plays an educative role in teaching manners and strengthening solidarity through the egalitarian practice of meradai. The meaning of pantun reflects respect for ancestors, the value of politeness, and social solidarity that maintains harmony in the life of the Serawai people. This research recommends the preservation of pantun values to encourage the sustainability of traditions and awareness of the younger generation towards local culture.
MENGUATKAN MAKNA DAN FUNGSI BAHASA SUGESTI GURU BK DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KENAKALAN SISWA SMA DENGAN TEKNIK VARIASI KALIMAT Ardial Janna Julismaini; Paulina, Yanti; Dewi Kusumaningsi; Ajat Manjato; Loliek Kania Atmaja
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 14 No. 1 (2024): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v14i1.12036

Abstract

Teen delinquency is a crucial phenomenon that continues to grow up to the present. Therefore, efforts to handle this issue have become extremely urgent. In link with this, this study aims to explore how guidance and counseling teachers (BK) can enhance the effectiveness of their interventions in dealing with student delinquency at Muhammadiyah 4 High School in Bengkulu City through sentence variation techniques in suggestive language. The meaning and function of the figurative language are also explored and analyzed in-depth through the interactive analysis technique. A case study research model with a qualitative descriptive method was chosen to understand the subjects and objects studied deeply. Through observation and interview techniques, data were collected and analyzed using the interactive analysis technique of Miles & Huberman to understand the meaning and function of the suggestive language used by BK teachers to resolve teenage delinquency. The study results reveal two patterns of sentence variation in suggestion language: praising and motivational sentences. Keywords: Register, Meaning and Functions of Language, Suggestion, Student Delinquency, Sentence Variation Techniques.
Analisis Dampak Penerapan Model Project Based Learning di Perguruan Tinggi Utami, Mutiara Widya; Dika Zakiyah; Nur, Wahyuni Shofinna; Ajat Manjato
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara kualitatif dampak penerapan model Project Based Learning (PjBl) di perguruan tinggi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif berbasis library research untuk memperoleh data. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran Google Scholar tahun 2020-2025 dengan kata kunci PjBL ditemukan lebih dari 500 artikel, disaring berdasarkan kriteria inklusi sehingga diperoleh 25 artikel yang digunakan sebagai studi primer yang akan dianalisis berdasarkan kemampuan yang ditingkatkan dalam penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan memberikan deskripsi dampak model Project Based Learning di perguruan tinggi melalui telaah mendalam untuk mengidentifikasi pengaruh penerapan model tersebut terhadap mahasiswa. Hasil penelitian menemukan bahwa hasil belajar, kreatifitas, kemampuan berfikir tingkat tinggi, motivasi belajar dan keaktifan mahasiswa meningkat secara kualitatif dengan penggunaan metode Project Based Learning, sehingga penerapan model Project Based Learning merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif dan relevan diterapkan di perguruan tinggi untuk mendukung capaian belajar yang holistik. Kata kunci: dampak penerapan, Project Based Learning, perguruan tinggi
Jenis dan Fungsi Pantun dalam Tarian Gandai Suku Pekal: Kajian atas Buku Gandai Tarian Langit yang Membumi di Tanah Pekal Zakiyah, Dika; Utami, Mutiara Widya; Nur, Wahyuni Shofinna; Manjato, Ajat
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 3 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i3.2617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis pantun yang digunakan dalam tarian Gandai serta fungsinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka dengan sumber data utama buku Gandai Tarian Langit yang Membumi di Tanah Pekal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis  pantun dalam tradisi Gandai, yaitu pantun kiasan, pantun berkasih-kasihan, dan pantun nasihat. Pantun kiasan merupakan jenis yang paling dominan dengan total 51 pantun, pantun ini mengandung makna simbolik yang erat dengan filosofi kehidupan. Pantun berkasih-kasihan berjumlah 46 pantun, mengungkapkan beragam perasaan yang berkaitan erat dengan kasih sayang, cinta dan perasaan dan dinamika dalam hubungan asmara. Sementara itu, pantun nasihat yang berjumlah lebih sedikit, menyampaikan nilai-nilai moral dan religius. Pantun dalam tarian gandai memiliki beberapa fungsi, Pertama, sebagai representasi kisah masa lampau dari mitologi Malin Deman dan Puti Bungsu. Kedua, representasi pola pikir dan perilaku masyarakat Pekal khususnya dalam konteks adat istiadat pernikahan Ketiga, sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai moral terkhusus bagi generasi muda.. Dengan demikian, pantun dalam tarian Gandai memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya lokal masyarakat Pekal serta mendidik generasi muda melalui nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Menulis Puisi Bagi Siswa Kelas VI di SD Negeri 99 Bengkulu Selatan Desa Padang Lebar Kecamatan Pino Atmaja, Loliek Kania; Manjato, Ajat; Zakaria, Jelita; Mahdijaya, Mahdijaya; Paulina, Yanti; Rustina, Eli; Sakroni, Sakroni
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 10 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10537240

Abstract

Keterampilan menulis merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat dibutuhkan, terutama dalam mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaan melalui karangan, baik fiksi maupun nonfiksi. Bahkan, kehidupan manusia hampir tidak dapat dipisahkan dari kegiatan menulis. Oleh karena itu, keterampilan menulis harus diajarkan dengan baik kepada Siswa Kelas VI SD sebagai penulis pemula. Para murid di sekolah dasar sebagai penulis pemula harus dibina, dibekali, dan ditempa keterampilan menulisnya sehingga mereka mampu menuangkan ide, pikiran, perasaan, dan gagasan dalam berbagai jenis. Pembinaan keterampilan menulis sejak dini dapat dilakukan mulai dari tingkat sekolah dasar. Tentu saja, model pembinaan keterampilan menulis di sekolah dasar disesuaikan dengan tingkat perkembangan usia, psikologi, dan kategori/tingkat kemampuan menulis. Umumnya, murid di sekolah dasar sebagai penulis pemula mengandalkan kemampuan berpikir yang sederhana sehingga dalam menulis memerlukan teknik khusus
MENINGKATKAN DAYA BACA SISWA MELALUI POJOK BACA DI SMP Yolanda, Feza Herli; Atmaja, Loliek Kania; Manjato, Ajat; Rustinar, Eli; Kusumaningsi, Dewi
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2023): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, November 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v4i4.1795

Abstract

Reading corners can be used to increase students' interest in reading. This research aims to improve students' reading ability through reading corners in junior high schools. What is contained in this research is how effective the reading corner is in increasing students' reading interest. What is the school doing to prepare for the reading corner movement in the classroom? What are the problems behind students' low interest in reading? This research is a qualitative descriptive study. This research uses data collection techniques, namely interviews, observation techniques, data reduction, data presentation. The techniques for checking the validity of the data used in this research are observation and interviews. There are several factors that influence improving students' reading ability through reading corners in junior high schools, namely having a reading corner in each class makes students more enthusiastic about reading books, and the reading corner in each class is made as attractive as possible.
PEMBUATAN TAMAN DI DESA KANDANG MAS DENGAN MEMANFAATKAN SAMPAH BOTOL AIR MINERAL SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA Manjato, Ajat; Utami, Mutiara Widya; Nur, Wahyuni Shofinna; Zakiyah, Dika; Febryanti, Sari Rizki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5642

Abstract

ABSTRACTA core activity involved constructing a multifunctional green space to beautify the environment, foster an inviting atmosphere, and raise public awareness of environmental management. By adapting this concept in Kandang Mas Village and repurposing used mineral water bottles as garden design elements, an innovative household?waste management solution emerged. The implementation methodology encompassed site surveys, coordination with village authorities and PKK (Family Welfare Movement), land clearing, collection and reuse of discarded materials, physical construction, planting of vegetation, and painting. Outcomes included heightened resident participation in communal work and the creation of a participatory, minimalist garden. Utilizing waste bottles as garden components served not only as an environmental education tool but also enhanced the aesthetic value and functionality of the village’s open spaces. This project illustrates a collaborative model between higher education and the local community to develop locally grounded innovations for long?term environmental well? being. Keywords: village garden, waste management, mineral water bottles, green space, household wasteABSTRAKSalah satu kegiatan utama adalah pembangunan taman sebagai ruang hijau multifungsi yang bertujuan untuk memperindah lingkungan, menciptakan suasana asri, dan menumbuhkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan. Jika konsep ini diterapkan di Desa Kandang Mas dengan memanfaatkan limbah botol air mineral sebagai elemen desain taman, maka akan menciptakan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Metode pelaksanaan mencakup tahap survei, koordinasi dengan perangkat desa dan PKK, pembersihan lahan, pengumpulan dan pemanfaatan material bekas, pembangunan fisik, penanaman tanaman, dan pengecatan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi warga dalam gotong royong serta terciptanya taman minimalis berbasis partisipatif. Pemanfaatan limbah botol air mineral sebagai komponen taman tidak hanya menjadi media edukasi lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai estetika dan fungsi ruang terbuka di tingkat desa. Kegiatan ini merepresentasikan model kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan inovasi berbasis lokal demi kesejahteraan lingkungan yang berkelanjutan.Kata Kunci: taman desa, pengelolaan limbah, botol air mineral, ruang hijau, limbah rumah tangga
Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif Digital Dengan Aplikasi Wordwall Bagi Guru Sma N 2 Kota Bengkulu Manjato, Ajat; Arifin, Muhammad; Hiasa, Fina
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/4p8cf169

Abstract

Tantangan yang dihadapi guru-guru SMA N 2 Kota Bengkulu tidak hanya pengalaman belajar yang lebih menarik, mendalam, dan partisipatif bagi siswa.  Namun,  upaya  ini  harus diimbangi dengan desain yang matang, konten yang relevan, dan perhatian terhadap aspek aksesibilitas.   Dengan   implementasi yang tepat, media pembelajaran interaktif   dapat   menjadi   alat yang efektif dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik di era digital yang terus berkembang. Maka dari itu, sebuah inisiatif penting pun muncul, yaitu pelatihan intensif bagi para guru dalam memanfaatkan model pembelajaran interaktif digital dengan memanfaatkan aplikasi wordwall. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berupa workshop ini, diawali dengan adanya diskusi dengan Kepala Sekolah SMAN 2 kota Bengkulu yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengajuan pengadaan pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif Digital dalam Bagi Guru SMA N 2 Kota Bengkulu. Pemanfaatan wordwall merupakan salah satu cara sederhana namun efektif untuk menjadikan pembelajaran lebih interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan tuntutan era digital. Guru dapat berperan sebagai fasilitator yang kreatif dengan memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hasil pengabdian pada guru di SMAN 2 Kota Bengkulu dapat mengetahui inovasi terbaru tentang penggunaan media pembelajaran interaktif dan para guru sudah dapat mengaplikasikan wordwall dengan mampu membuat materi ajar, media atau alat evaluasi sendiri dari aplikasi wordwall.