Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kandungan Nutrisi Setiap Fase Siklus Black Soldier Fly (BSF) yang Dibudidaya Menggunakan Sampah Organik Dwi Kusuma Purnamasari; Erwan; Syamsuhaidi; Sumiati; I Ketut Gde Wiryawan; Vebera Maslami; Kurniyati
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i2.182

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan nutrisi setiap fase siklus Black Soldier Fly (BSF) yang dibudidaya menggunakan sampah organik. Media sampah organik yang digunakan terdiri dari sampah buah, sampah sayur, dan kotoran ayam+ampas tahu (KA+AT). Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu pemeliharaan maggot dan analisis kandungan nutrisi maggot setiap fase siklus hidup BSF. Tahap pemeliharaan terbagi dalam 3 perlakuan, yaitu (P1) media sampah buah sebanyak 5 kg, (P2) media sampah sayur sebanyak 5 kg, dan (P3) media KA+AT, masing-masing 2,5 kg. Pemeliharaan diawali dengan proses penetasan telur hingga pemeliharaan lalat (45 hari). Tahap analisis, sampel masing-masing perlakuan dan fase hidup diambil seberat 10 g untuk dilakukan analisis kualitas nutrisi menggunakan metode analisis proksimat.   Variabel yang diamati yaitu kadar air, kadar abu, protein kasar, lemak kasar, dan serat kasar. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pada fase telur tidak dibedakan berdasarkan media, sedangkan pada fase larva, prepupa, pupa, dan lalat berdasarkan media yang digunakan.  Fase telur memiliki kandungan nutrisi yang tinggi terutama protein 42,64% dan terjadi peningkatan protein pada fase larva pada media sampah (48,77%) dan KA+AT (52,08%), fase prepupa tertinggi pada media KA+AT (44,58%). Kandungan protein hampir merata pada ketiga media di fase pupa yaitu berkisar 40,68-47,45% dan capaian protein yang tertinggi adalah pada fase lalat yaitu media KA+AT (61,60%).   Perbedaan media pakan yang digunakan pada pembesaran maggot memberikan pengaruh pada kandungan nutrisi fase selanjutnya dan akan berpengaruh terhadap kualitas bibit yang dihasilkan.  Media terbaik adalah kotoran ayam ditambah ampas tahu.
Characterization of Protein-Based Edible film: A Study on Thickness, Gelation Time, and Microstructure with the Addition of Polyethylene Glycol Fahrullah; Febryanti, Farah; Anita, Cis; Basriani; Fitri; Noersidiq, Azhary; Maslami, vebera
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i2.213

Abstract

Edible film berbasis protein memiliki potensi untuk menjadi alternatif yang ramah lingkungan untuk plastik konvensional dalam kemasan makanan. Edible film ini dapat memperpanjang umur simpan produk makanan melalui cara alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi edible film berbasis protein dengan penambahan polietilen glikol sebagai pemlastis, dengan fokus pada tiga aspek utama: yaitu ketebalan, waktu gelasi dan struktur mikro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari penggunaan berbagai konsentrasi polietilen glikol, yang ditetapkan sebagai P1 (35%), P2 (40%), dan P3 (45%). Tidak ada perbedaan yang signifikan (P>0,05) yang diamati antara perlakuan dalam hal nilai ketebalan dan waktu gelasi. Edible film berbasis protein menunjukkan nilai ketebalan yang berkisar antara 0,075 hingga 0,124 mm, yang menunjukkan kepatuhan terhadap Standar Industri Jepang (JIS). Waktu gelasi yang diperlukan untuk film berkisar antara 13,67 hingga 16,33 menit. Struktur mikro dari edible film whey-gelatin dengan konsentrasi polietilen glikol yang tinggi menunjukkan ketidakteraturan pada permukaan film, yang ditandai dengan adanya area berpori dan retakan kecil. Ketidakteraturan ini mengakibatkan melemahnya ikatan antar molekul protein, yang menyebabkan struktur mikro yang lebih longgar dan kurang padat selama proses pengeringan, yang pada gilirannya menyebabkan pembentukan pori-pori dan retakan. Perlakuan yang optimal, seperti yang ditentukan oleh penelitian ini, adalah penggunaan polietilen glikol pada konsentrasi 35% dengan nilai ketebalan 0,075 mm, waktu gelasi 13,67 menit, dan menghasilkan struktur mikro yang lebih seragam dan halus.
Effect of Lignin Reduction in Ammoniated Corn Stover on In-Vitro Digestibility of Dry Matter and Organic Matter Noersidiq, Azhary; Fahrullah; Maslami, Vebera; Putra, Ryan Aryadin; Oscar Yanuarianto; Arjuna Anggara Putra Susanto
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i2.215

Abstract

Jerami jagung merupakan limbah pertanian yang memiliki potensi sebagai pakan ternak ruminansia, namun pemanfaatannya sering terbatas oleh kandungan serat kasar, terutama lignin, yang menghambat kecernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek dari penurunan kandungan lignin jerami jagung dari pengaruh proses amoniasi dengan penambahan urea terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat dosis urea (0%, 2%, 4%, 6%) dan empat ulangan, serta dilakukan analisis in-vitro untuk mengukur nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik. Analisis data menggunakan aplikasi SAS (Statistical Analysis System). Hasil penelitian menunjukkan bahwa amoniasi efektif dalam menurunkan kadar lignin dari 8,61% pada kontrol (T1) menjadi 3,31% pada perlakuan dengan dosis urea tertinggi (T4). Kecernaan bahan kering dan bahan organik juga meningkat, dengan nilai tertinggi diperoleh pada perlakuan 4% urea (T3), yaitu KcBK sebesar 60,26% dan KcBO sebesar 65,47%. Penurunan lignin yang signifikan memfasilitasi peningkatan kecernaan karena ikatan lignoselulosa yang lebih longgar, memungkinkan mikroba rumen mencerna serat lebih efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Efek kandungan lignin yang semakin menurun akibat dari penambahan urea dengan level berbeda (0-6%) dalam proses amoniasi jerami jagung dari kadar lignin 8,61% menjadi 3,31%, hal tersebut berpengaruh terhadap peningkatan kecernaan bahan kering dan bahan organik masing-masing (KcBK: 45,87% - 60,26% dan KcBO: 52,53% - 65,47%). Kandungan lignin 3,58% akibat perlakuan amoniasi 4% memberikan hasil kecernaan terbaik dan tertinggi yaitu KcBK: 60,26% dan KcBO: 65,47%). Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampaknya terhadap karakteristik fermentasi dalam rumen akibat perlakuan ini.
Co-Authors Ade Akmaludin Aditya Wahyu Nugraha Aminurrahman Aminurrahman, Aminurrahman Anita, Cis Aprisansoni, Amar Arjuna Anggara Putra Susanto Asnawi Azhary Noersidiq Baiq Rani Dewi Wulandani Basriani Budi Indarsih, Budi Bulkaini (Bulkaini) Dahlanuddin Dahlanuddin, Dahlanuddin Dewi, Endang Purnama Djoko Kisworo Djoko Kisworo Dwi K. Purnamasari Dwi Kusuma Purnamasari Dwi Kusuma Purnamasari Dwi Kusuma Purnamasari, Dwi Kusuma Ely Ermawati Endo Pebri Dani Putra Erwan Erwan Erwan Erwan Erwan Erwan, Erwan Fahrullah Fahrullah Fahrullah, Fahrullah Fauzia Agustin Febryanti, Farah Fitri Gifari, Zaid Al Haryanto Haryanto Haryanto Haryanto Hasma Hasma Hasma Hasma Hidayah, Hidayatul I Ketut Gde Wiryawan I Ketut Gede Wiryawan I.K.G. Wiryawan Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ine Karni Irmanuddin Islam, L. Azan Jayawarsa, A.A. Ketut K. G. Wiryawan K.G. Wiryawan K.G.Wiryawan Karni, Ine Kartika Kartika Kurniyati Lisdayana, Nurmalisa M. Wahyu Mardiati Zain Mirnawati Mirnawati Muhamad Amin Muhamad Amin Muhsinin, Muhammad Musanip, Musanip Ni Ketut Dewi Haryani, Ni Ketut Dewi Ni Made Ayu Yowana Noersidiq, Azhari Oscar Yanuarianto Oscar Yanuarianto, Oscar Praseptiawan, Mugi Putra, Ryan Aryadin Rahmawati, Lilik Ramadhan, I.P. Rezki Amalyadi Rohima, BQ. Nahya Rosyadi, Muhammad Amri Salsabila, G. Samsul Mahrip Sase Nogyran Andry Lia Septian, I Gede Nano Shafan Nur, Yuliaty Shafan Suhardiani, Roro Agustien Suhubdy Suhubdy Suhubdy Suhubdy Sulaiman Ngongu Depamede Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Syamsuhaidi Syamsuhaidi Syamsuhaidi Syamsuhaidi Syamsuhaidi Syamsuhaidi Syamsuhaidi, Syamsuhaidi Syamsul Hidayat Dilaga, Syamsul Hidayat Taqiuddin, Moh Ulkiyah, Kalisom Wahid Yulianto Wiryawan, I Ketut Gede Wiryawan, I.K.G. Wulandani, Baiq Rani Dewi Yetti Marlida Yulianto, Wahid Yuliaty Shan Nur Zaid Al Gifari