Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN TOTAL GULA PRODUK NATA DE SOYA DENGAN VARIASI PENAMBAHAN GULA: Differences of total sugar nata de soya with variations sugar addition Febyani, Fajarita; Ambar Wati, Desti; Elva Junita, Dera; Khairani, Masayu Dian
Media Gizi Pangan Vol 32 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i1.1261

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Faktor yang mempengaruhi peningkatan gula darah diantaranya asupan makan, khususnya karbohidrat. Diet tinggi karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah. Jenis karbohidrat kompleks tinggi serat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Nata de soya merupakan pangan fungsional berbahan dasar limbah cair tahu yang mengandung karbohidrat kompleks dan kaya serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula pasir, gula batu, gula merah, dan gula aren terhadap kandungan total gula nata de soya, sehingga dapat diketahui kandungan total gula yang paling baik dikonsumsi sebagai alternatif pengganti selingan/snack untuk penderita diabetes.Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2024. Limbah cair tahu didapat dari produsen tahu desa Gadingrejo, Pringsewu. Pembuatan nata de soya dilakukan di Perumahan Griya Hanifa, Desa Kurungan Nyawa, Pesawaran. Formula yang digunakan yaitu F0 : gula pasir, F1 : gula batu, F2 : gula merah, dan F3 : gula aren, dengan berat masing-masing 42 gram, dengan lama fermentasi 14 hari. Untuk pengujian kandungan total gula menggunakan metode luff scrholl d an dilakukan di Laboratorium Polinela. Desain yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 kali pengulangan . Analisis uji normalitas data dengan uji Saphiro wilk. Analisis bivariat menggunakan uji one way anova, dan dilanjutkan dengan uji perbedaan nyata dengan post hoc bonferroni.Hasil penelitian diperoleh adanya pengaruh variasi jenis gula terhadap kandungan total gula nata de soya dengan nilai p value 0,001. Uji lanjutan dilakukan untuk melihat perbedaan nyata antar kelompok data, menggunakan Uji Bonferroni, hasilnya terdapat perbedaan nyata kandungan total gula nata de soya dengan nilai p value 0,001.
Hubungan Karakteristik dengan Status Gizi Lanjut Usia di Pekon Parerejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Annisa Septy Erviani, Annisa Septy Erviani; Abdullah, Abdullah; Khairani, Masayu Dian; Muharramah, Alifiyanti
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The problem of malnutrition in the elderly is easily seen through general appearance. The purpose of this study was to determine the relationship between characteristics and nutritional status of the elderly in Pekon Parerejo, Gadingrejo District, Pringsewu Regency. This research method uses analytic quantitative research using a cross-sectional approach. The population in this study were 65 elderly people with a sample size of 50 respondents selected by purposive sampling. Data analysis using chi square test and gamma test. The results showed that nutritional status was thin 24 (48.0%) respondents, very thin 7 (14.0%) respondents and obese 4 (8.0%) respondents. Female gender was 33 (66.6%) respondents and male 17 (34.0%) respondents. The age of respondents was 45-55 years (52.0%) and 56-59 years (48.0%), while the education level of respondents was elementary school (84.6%), junior high school (10.0%) and high school (6%). The results of statistical analysis showed there was no relationship between gender and nutritional status, p-value = 0.065 (p-value >α = 0.05), there was a relationship between age and nutritional status, p-value = 0.030 (p-value <α = 0.05), and there was no relationship between education level and nutritional status, p-value = 0.151 (p-value >α = 0.05). The conclusion drawn is that nutritional status is related to age so it is recommended that people pay attention to their nutritional status by periodically measuring height and weight. Keywords: Characteristics, Elderly, Nutritional Status, Reference : 25 (2012-2024) ABSTRAK Masalah kurang gizi pada lansia terlihat dengan mudah melalui penampilan umum,. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan status gizi lanjut usia (lansia) di Pekon Parerejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan Cross- Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia sebanyak 65 lansia dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dan uji gamma. Hasil penelitian diketahui status gizi kurus 24 (48,0%) responden, sangat kurus 7 (14,0%) responden dan obesitas 4 (8,0%) responden. Jenis kelamin perempuan sebanyak 33 (66,6%) responden dan laki-laki 17 (34,0%) responden. Umur responden 45-55 tahun (52,0%) responden dan umur 56-59 tahun (48,0%) responden, sedangkan tingkat pendidikan responden yaitu SD (84,6%) responden, SMP (10,0%) responden dan SMA (6%) responden. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan jenis kelamin dengan status gizi, nilai p value = 0,065 (p-value >α = 0,05), ada hubungan umur dengan status gizi, nilai p-value = 0,030 (p-value <α = 0,05), dan tidak ada hubungan tingkat pendidikan dengan status gizi, nilai p-value = 0,151 (p-value >α = 0,05). Kesimpulan yang diambil yaitu status gizi berhubungan dengan umur sehingga disarankan agar supaya memperhatikan status gizinya secara berkala mengukur tinggi badan dan berat badan Kata Kunci : Kata Kunci : Karakteristik, Lanjut Usia, Status Gizi,
Hipertensi pada Lansia 60–74 Tahun: Peran Usia, Pendidikan, dan Status Gizi di Puskesmas Ambarawa Khairani, Masayu Dian; Naila, Zahra Syifa; Nazarudin, Mgs
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada lansia yang berdampak pada peningkatan risiko komplikasi kronis. Berbagai faktor seperti usia, tingkat pendidikan, dan status gizi diduga berperan dalam meningkatkan risiko hipertensi. Mengetahui hubungan antara usia, tingkat pendidikan, dan status gizi berdasarkan IMT dengan kejadian hipertensi pada lansia usia 60–74 tahun di wilayah kerja UPT Puskesmas Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 67 lansia dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan darah, tinggi dan berat badan, serta kuesioner. Uji Gamma digunakan untuk analisis hubungan antarvariabel. Mayoritas responden (40,3%) berada dalam kategori pra-hipertensi. Usia 60–64 tahun memiliki prevalensi hipertensi tertinggi. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa hanya variabel usia yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi (p=0,031), sementara tingkat pendidikan (p=0,145) dan status gizi berdasarkan IMT (p=0,135) tidak signifikan. Usia merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian hipertensi pada lansia. Meskipun tidak signifikan, lansia dengan pendidikan rendah dan status gizi berlebih cenderung memiliki tekanan darah yang lebih tinggi. Intervensi promotif dan preventif seperti edukasi kesehatan, pengelolaan gizi, dan aktivitas fisik perlu ditingkatkan untuk menurunkan risiko hipertensi sejak dini.
Diversifikasi Olahan Sayuran Hijau Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Semangat Jaya di Pekon Gadingrejo Utara Kabupaten Pringsewu Elva Junita, Dera; Masayu Dian Khairani; Afifah Nurhasanah Majid; Evita Anggraini; Putri Agustiana; Ricky Usman
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/jgr6vd36

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) adalah kelompok yang dibentuk untuk memberdayakan wanita dalam bidang pertanian. KWT  memiliki peran penting dalam pengembangan pertanian, meningkatkan kesejahteraan anggota, dan berkontribusi pada pertanian berkelanjutan.  KWT di daerah gadingrejo utara kabupaten pringsewu merupakan salah satu kegiatan yang dapat menguntungkan bagi para ibu rumah tangga, karena kegiatan KWT  ini melakukan budidaya tanaman dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak digunakan oleh setiap anggota. Sayuran yang dibudidayakan yaitu sayur kangkung, sawi, bayam hijau, bayam merah, dan jamur. Jenis sayuran yang di budidayakan di KWT Semangat Jaya sama dengan yang di budidayakan oleh warga sekitar. Waktu pemanenan sayuran seringkali berbarengan akan tetapi jumlah sayuran yang dijual kepihak suplier terbatas. Sehingga terdapat beberapa sayuran yang tidak terjual ke pihak suplier, akhirnya sayuran tersebut dijual dengan harga yang murah. Untuk itu perlunya diversifikasi produk olahan guna meminimalisir sayuran yang tersisa.  Metode yang diterapkan yaitu edukasi dan sosialisasi, demo masak dan evaluasi. Waktu pelaksanaan kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 bulan pada bulan Oktober 2024 –Desember 2024. Sasaran pada kegiatan ini yaitu seluruh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Semangat Jaya Gadingrejo Utara sebanyak 20 orang. Jumlah sampel dalam kegiatan ini diambil sebanyak 12 orang. Karena permasalahan tersebut  kegiatan ini bertujuan untuk edukasi pembuatan dan pengembangan produk olahan berbasis sayuran hijau menjadi olahan mie instan kangkung dan stik sawi untuk dapat meningkatkan nilai jual hasil panen dan meminimalisir sisa produk.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DI UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP BANJARSARI KOTA METRO: FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DI UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP BANJARSARI KOTA METRO Ananta, Ananta Indriana; Masayu Dian Khairani; Mayesti Akhiriani; Abdullah
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kekurangan Energi Kronik (KEK) ditandai dengan lingkar lengan atas (LiLA) <23,5 cm. Masalah KEK pada ibu hamil belum teratasi dan terjadi peningkatan setiap tahun nya memerlukan perhatian serius, tidak hanya dengan pemberian makanan tambahan namun harus adanya skrining dari dini untuk mengurangi resiko KEK. Kejadian KEK ibu hamil berkaitan erat dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Berdasarkan laporan UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Kota Metro prevalensi KEK (2021) sebesar 12.6 %, KEK (2022) mengalami penurunan menjadi 8,25%, dan tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 13,4 %. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan KEK pada ibu hamil di UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Kota Metro Jenis penelitian kuantitatif dengan metode obsevasional analitik dan desain cross sectional. Populasi sebanyak 46 responden, sampel sebanyak 41 responden dengan teknik total sampling. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2024 di UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Kota Metro. Instrumen yang digunakan berupa Pita LiLA, kuesioner Recall 2x24 jam, Kuisioner Pengetahuan Gizi dan pendapatan. Analisa data menggunakan uji gamma. Hasil penelitian menunjukan responden 32 (78%) responden normal, tingkat kecukupan energi cukup sebanyak 26 (63,4%) responden, tingkat kecukupan protein cukup sebanyak 32 (78%) responden, tingkat pengetahuan gizi cukup sebanyak 25 (61%) responden, Tingkat pendapatan tinggi sebanyak 23 (56,1%) responden dan pertambahan berat badan bertambah sebanyak 24 (58,5%) responden. Hasil analisis statistic dengan uji bivariate menunjukan ada hubungan tingkat kecukupan energi (p-value 0.001), kecukupan protein (p-value 0.005), pengetahuan (p-value 0.014), pendapatan (p-value 0.010) dan pertambahan berat badan (p-value 0.001) dengan kejadian KEK. Diharapkan ibu hamil lebih rutin mengikuti kelas ibu hamil dan puskesmas meningkatkan pelaksanaan skrining ibu hamil Kata Kunci : KEK, Pengetahuan, Pendapatan, Kecukupan Energi Dan Protein, Pertambahan Berat Badan.
ANALYSIS OF DETERMINANTS OF STUNTING AMONG CHILDREN AGED 24-59 MONTHS IN PAMENANG VILLAGE, PAGELARAN SUB-DISTRICT, PRINGSEWU DISTRICT Abdullah, Abdullah; Dian Khairani, Masayu; Akhriani, Mayesti; Rica Pratiwi, Amali; Nurhayati, Aftulesi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.2919

Abstract

The problem of malnutrition in Indonesia is currently being aggressively carried out various prevention and control efforts by involving all sectors, namely the problem of stunting. The determinants of stunting are lack of nutritional intake, infectious diseases, food availability, parenting, environmental health and health services. In addition, demographic and educational factors contribute to stunting. The purpose of this study was to determine the relationship between the characteristics of parents and toddlers with stunting of toddlers aged 24-59 months. This study is an observational study with a quantitative approach and uses a cross sectional research design in Pamenang Village, Pagelaran District, Pringsewu Regency. The sample in this study were toddlers aged 24-59 months totaling 151 toddlers. The results of the study found stunting toddlers as much as 29.8%. The results of statistical analysis showed no significant relationship between age (p = 0.640) gender (p = 0.354), history of disease (p = 0.326), mother's education level (p = 0.090) and father's education level (p = 0.225) with stunting. Suggestions that can be given are that the prevention and handling of stunting is prioritized in toddlers aged 36-59 months.
KERAGAMAN STATUS GIZI DAN PERSEN LEMAK TUBUH PADA MAHASISWA S1 GIZI UNIVERSITAS AISYAH PRINGSEWU TAHUN 2023 Muharramah, Alifiyanti; Khairani, Masayu Dian; Salsabila, Merlindia
Medical Journal of Nusantara Vol. 2 No. 2 (2023): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v2i2.365

Abstract

Mahasiswa adalah seseorang yang sedang dalam proses menimba ilmu ataupun belajar dan terdaftar sedang menjalani pendidikan pada salah satu bentuk perguruan tinggi yang terdiri dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut dan Universitas. Status gizi adalah suatu kondisi ukuran tubuh seseorang yang diakibatkan oleh konsumsi, dan penggunaan zat gizi makanan. Status gizi seseorang dapat diukur dan dinilai untuk mengetahui status gizinya tergolong normal atau tidak normal.Tujuan dilaksanakannya penelitian adalah untuk mengetahui status gizi dan persen lemak tubuh pada mahasiswa kesehatan S1 Gizi semester II angkatan 2022. Penelitan ini menggunakan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Universitas Aisyah Pringsewu pada tahun 2023. Jumlah responden sebanyak 33 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki status gizi normal (51,51%) dan persen lemak tubuh tergolong normal (60,60%).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Dan Body Image Dengan Kurang Energi Kronik Remaja Putri Di Sman 2 Pringsewu Sari, Bella Puspita; Khairani, Masayu Dian; Abdullah, Abdullah; Muharramah, Alifiyanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9631

Abstract

Kurang energi kronis selama masa prakonsepsi atau masa remaja adalah salah satu masalah gizi yang belum terpecahkan. Kelompok usia 15 hingga 19 tahun memiliki proporsi KEK tertinggi. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi KEK di Indonesia pada kelompok usia 15-19 tahun adalah 36,3%. Menurut Riskesda 2018, angka KEK di Kabupaten Pringsewu adalah 13,4%. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metodologi kuantitatif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak. Terdapat 153 remaja putri di SMAN 2 Pringsewu yang menjadi subjek penelitian. KEK remaja perempuan merupakan variabel dependen, sedangkan citra tubuh dan tingkat kesadaran gizi merupakan variabel independen. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Tingkat kesadaran gizi dan KEK remaja perempuan di SMAN 2 Pringsewu tidak berkorelasi secara signifikan (p=0,364). Remaja putri di SMAN 2 Pringsewu memiliki korelasi yang signifikan (p=0,008) antara citra tubuh dan kejadian KEK. Kejadian KEK pada remaja perempuan berkorelasi secara signifikan dengan citra tubuh mereka. Diharapkan bahwa untuk mencegah terjadinya SEZ pada remaja putri, mereka harus menjunjung tinggi dan meningkatkan pemahaman gizi mereka dan menyingkirkan keyakinan citra tubuh yang tidak menguntungkan.
SIKAP IBU, DUKUNGAN KELUARGA, DAN PERNIKAHAN DINI DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KESUMADADI: The Correlation Between Mother's Attitudes, Family Relations and Early Marriage with the Success of Exclusive Breastfeeding in the Working Area of Kesumadadi Public Health Center Arrozi, Zakia Ulfa; Khairani, Masayu Dian; Muharramah, Alifiyanti; Putri, Nopi Anggista
Media Gizi Pangan Vol 31 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i1.516

Abstract

Giving infants under six months of age only breast milk and no other fluids is known as exclusive breastfeeding. In Indonesia, 56.9% of women exclusively breastfeed, while 75.37% of women exclusively breastfeed in the province of Lampung. Aside from knowledge, attitudes, and behavior, factors that contribute to the lack of exclusive breastfeeding include productive age, employment, beliefs, family support, and health professionals. This research objective was to determine the correlation between maternal attitudes, family support, and early marriage with the success of exclusive breastfeeding in the working area of Kesumadadi Public Health Center in 2023.The type of research used is quantitative observational, with a cross- sectional research design. Sampling used a simple random sampling technique using the interview method. The statistical test used is chi-square with a degree of 95%.This study was carried out in the Kesumadadi Community Health Center Working Area between October 2023 and January 2024. The study's findings showed that 36 moms (or59%) had completed high school, 47 women (or77%) were stay-at-home moms, and 58 mothers (or95.1%) were adult (19-45 years old). In the Kesumadadi Public Health Center working area, statistical tests reveal a strong association between early marriage (p=0.039), family support (p=0.002), and mother attitudes (p=0.037) and the effectiveness of exclusive breastfeeding. It is hoped that moms will be able to continue exclusively breastfeeding their children, and that relatives will be able to assist these mothers financially and emotionally.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN HEWANI DAN PROTEIN NABATI DENGAN MASSA OTOT PASIEN CA. MAMAE DI RSUD DR H ABDUL MOLOEK: The Correlation of Energy Intake, Animal Protein and Plant Protein With Muscle Mass in Breast Cancer Patients at Dr. H Abdul Moloek Hospital Yustini, Fatmawati; Khairani, Masayu Dian; Junita, Dera Elva; Wati, Desti Ambar
Media Gizi Pangan Vol 31 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i1.538

Abstract

A leading cause of death in Indonesia, with a fatality rate as high as 17.0%, is breast cancer. Energy consumption affects how proteins are metabolized during the growth of muscle mass, and eating both plant- and animal-based proteins is important for maintaining and increasing muscle mass. The purpose of this study was to look into the relationship between the amount of muscle mass and the calorie intake and consumption of animal and vegetable proteins among breast cancer patients. Using the quota sampling technique, 56 out of 291 patients with stage 2 breast cancer, ages 22 to 26, were selected for the study sample The research design was cross-sectional. Muscle mass was measured with a Karada Scan, and data on energy intake, animal protein, and vegetable protein were collected using a 3x24-hour recall. Analysis was done using the Spearman Rank test. The average calorie intake was determined to be 888.28 kcal, with 18.43 g of animal protein and 21.10 g of vegetable protein. Animal and vegetable protein did correlate (p-value = 0.000 and 0.001, respectively) with muscle mass, however energy and muscle mass did not (p-value = 0.664).
Co-Authors Abda Abda Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah admin, Novi Kusumaningsih admin, Nuraeni Afifah Nurhasanah Majid Afiska Prima Dewi Ali Rosidi Alifianty Muharramah Alifiyanti Muharammah Alifiyanti Muharramah Alifiyanti Muharramah Almiasi, Wasis Amali Rica Pratiwi Ambar Wati, Desti Amir Syaifurrohman Ananta, Ananta Indriana Ani Margawati Annie Asma Wati Annisa Septy Erviani, Annisa Septy Erviani ARCHELA, RARA QORY Arie Indra Wahyudi Arrozi, Zakia Ulfa Arsyanti, Eka Basuki, Uki Cahya Ningtyas, Clarita Delia Amanda Dera Elva Junita Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Dian Arif Wahyudi Dinda Salsabila Dwi Ulfa Kurniasih Eka Aprilia Sari Erviani, Annisa Septy Etika Ratna Noer Evita Anggraini Fatmawati Fatmawati Febyani, Fajarita Hermila, Niranti HS, Nurul Auliya Hurul Aini indah citra sandra Intan Maharani Khoirul Anwar Kinanti, Inggit Kusmiyati Tjahjono Kusuma, Wita Aprilia Kusumawati, Astiwi Fadillah Laila, Badriyyah Nur Linda Puspita Linda Utami Mayesti Akhiriani Mayesti Akhriani Mayesti Akhriani Mayesti Akhriani, Mayesti Mega Gustia Meti Kurniawati Mutia Cahya Kinanti Mutmainah, Zahroh Naila, Zahra Syifa Nazarudin, Mgs Nisa Irfi Izzanti, Dian Nopi Anggista Putri, Nopi Anggista Nugraha, David Arta Yoga Nur, Lutfiah Nur Nurhayati, Aftulesi Nurhayati, Putri Nurul Utami Pratiwi, Amali Rica Putri Agustiana Putri Rahma Alamsyah Putri Rahmah Alamsyah Rahmadani, Syafika Zahra Ratu Masyana Rica Pratiwi, Amali Ricky Usman Rostanty, Rizky Adhiarti Salsabila, Merlindia Salsabilla, Arina Saputri, Amelia Al - qoyyima Sari, Bella Puspita Sefty, Ananda Dwi Sembiring, Rinawati Sindi, Mesayu Ade Aprilia Sindy Styawati Siti Nur Asiyah Siti Soleha Siti Solehah, Siti Siti Syarifah Syamsta, Nila Rosydiana Tirtiana, Sismian ulya fahira, arum nisa Vega Amelia Putri Velina, Risti Vera Amelia Vera Amelia Verly Enggan Kosari Wardhani, Erma Septya Wati, Desti Ambar Wiyana, Alda Yetty Nurul Kamilah Yustini, Fatmawati