Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship Between The Level Of Protein And Carbohydrate Adequacy, The Activity Of Weighing, The Level Of Maternal Knowledge With Nutritional Status In Toddlers Aged 12-59 Months In Ulak Rengas Village, Abung Tinggi Sub-District, North Lampung District Archela, Rara Qory; Muharramah, Alifiyanti; Abdullah, Abdullah; Khairani, Masayu Dian
INDOGENIUS Vol 4 No 1 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i1.456

Abstract

Background & Objective: Nutritional status is a reflection of the size of the fulfillment of nutritional needs obtained from the intake and use of nutrients by the body. One of the factors that affect nutrition in toddlers is the level of parental education. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of protein and carbohydrate adequacy, the activeness of weighing, the level of maternal knowledge with nutritional status in toddlers aged 12-59 months in Ulak Rengas Village, Abung Tinggi District, North Lampung Regency in 2024. Method: The type of research used was quantitative with a cross sectional design. Data collection was done by interview using a structured questionnaire and 2x24 hour food recall. The population in this study were mothers and toddlers 12-59 months, while the samples taken were 44 mothers and toddlers. Bivariate analysis in this study used the Gamma test. Result: The results obtained ρ value 0.001 < 0.05 which means there is a relationship between the level of protein adequacy with the nutritional status of toddlers aged 12-5h9 months, ρ value <.001 < α (0.05) there is a relationship between the level of carbohydrate adequacy with the nutritional status of toddlers aged 12-59 months, ρ value 0.854 < α (0.05) there is no relationship between weighing activity with the nutritional status of toddlers aged 12-59 months, the results of ρ value 0.854 < α (0.05) there is a relationship between the level of maternal knowledge with the nutritional status of toddlers aged 12-59 months. Conclusion: Answering the research objectives. Should consist of There is a relationship between the level of maternal knowledge and the nutritional status of toddlers aged 12-59 months.
The Relationship Between Age and Blood Sugar Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Outpatient at Wonogiri Health Center, North Lampung in 2024 Wardhani, Erma Septya; Junita, Dera Elva; Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian
INDOGENIUS Vol 4 No 1 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i1.459

Abstract

Background & Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status, carbohydrate intake, and fiber intake on blood sugar levels of type 2 diabetes mellitus patients at Wonogiri Health Center. Method: This study was conducted in December 2024. This research design uses analytic observational quantitative research with a cross sectional approach. The sample of this study were patients diagnosed with type 2 diabetes mellitus in the Wonogiri Health Center work area as many as 57 respondents. Bivariate analysis of this study using the Spearman Rho test. Result: his study shows that there is no significant relationship between age and blood sugar levels of respondents (Sig. > 0.05). This happens because each individual has differences regarding other risk factors such as lifestyle, physical activity that may affect the condition of type 2 diabetes mellitus patients. Conclusion: There is a significant relationship between age and blood sugar levels of respondents.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Ibu Hamil Berdasarkan Lingkar Lengan Atas Di Puskesmas Pringsewu Tahun 2024 Yetty Nurul Kamilah; Abdullah Abdullah; Putri Rahmah Alamsyah; Masayu Dian Khairani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3626

Abstract

Masih tingginya angka kematian pada ibu dan bayi disebabkan  status gizi yang buruk pada ibu hamil. Adapun akibat dari status gizi yang buruk pada ibu hamil adalah KEK (Kurang Energi Kronis). Prevalensi KEK pada ibu hamil di Kabupaten Pringsewu berdasarkan Laporan Gizkia Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu pada tahun 2023 mencapai 11.9%. Berdasarkan laporan Puskesmas Pringsewu  angka KEK ibu hamil pada tahun 2023 mencapai 9% dan bedasarkan laporan Puskesmas Pringsewu, angka KEK pada ibu hamil pada semester satu (Januari-Juni 2024) sebesar 8.5%. Tujuan penelitain ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi ibu hamil berdasarkan lingkar lengan atas di Puskesmas Pringsewu. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang berjumlah 118 orang, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 52 orang dengan teknik pengambilan accidental sampling. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada 11 (21,2%) ibu hamil dengan status gizi KEK dan 41 (78,8%) ibu hamil dengan status gizi normal. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara tingkat pendapatan keluarga (p=0,023) dan frekuensi konsumsi makanan (p=0,01) dengan status gizi ibu hamil berdasarkan lingkar lengan atas. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan (p=0,461) dengan status gizi ibu hamil berdasarkan lingkar lengan atas.
Faktor Determinan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Ketapang Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara Intan Maharani; Masayu Dian Khairani; Mayesti Akhriani; Dian Arif Wahyudi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3659

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi kronis terhambatnya pertumbuhan karena mengalami malnutrisi dalam jangka waktu yang lama. Anak di diagnosis mengalami stunting apabila Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) dengan nilai z-score -3 SD sampai dengan <-2 SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan apa saja yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Ketapang Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara. Setelah menerima etichal clearance dari Universitas Aisyah Pringsewu kemudian dilaksanakan penelitian dengan metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan desain Cross-Sectional. Total Populasi 132 Balita, sampel 65 Balita dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 6 Januari sampai 27 Januari. Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Ketapang. Instrument yang digunakan adalah Microtois, buku foto makanan, formulir food recall 2x24 jam dan kuisioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Gamma. Berdasarkan hasil recall 2x24 jam didapatkan rata-rata tingkat kecukupan energi 60%, protein 126%, lemak 76% dan karbohidrat 46%. Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi gamma diperoleh tingkat kecukupan energi dengan nilai (P-value=0,003 dan r=0,602) ), tingkat kecukupan protein (P-value=0,028 dan r=0,435), tingkat kecukupan lemak (P-value=0,002 dan r=0,489), tingkat kecukupan karbohidrat (P-value=0,021 dan r=0,681).Berdasarkan hasil uji korelasi gamma dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara tingkat kecukupan zat gizi makro dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Ketapang Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara dengan nilai P-value (< 0,05). Diharapkan bagi ibu balita supaya menerapkan gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan balita serta akses bahan makanan yang tepat, lebih memperhatikan mengenai tingkat kecukupan zat gizi energi dan karbohidrat pada balita, agar gizi balita dapat terpenuhi dan mencegah terjadinya kekurangan gizi kronis.
Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu Dan Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI Dengan Status Gizi (BB/U) Baduta Dwi Ulfa Kurniasih; Alifiyanti Muharammah; Masayu Dian Khairani; Desti Ambar Wati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3823

Abstract

Nutritional problems in children under two years of age (under-five) are influenced by various factors, including direct factors related to food intake and infection. The adequacy of food intake is highly dependent on the knowledge of mothers as food providers as well as the practice of feeding complementary foods to baduta. The study purpose was analyze the relationship between the level of maternal knowledge and complementary feeding practices with nutritional status based on the indicator of body weight according to age (BB/U) in under-fives aged 6-23 months in the working area of UPTD Puskesmas Kedondong in 2024. This study is a quantitative study with a cross-sectional design. The instruments used included questionnaires, questionnaires, and anthropometric tables (BB/U). The study sample consisted of 101 mothers of infants, who were selected using the quota sampling technique in three villages of the UPTD Puskesmas Kedondong working area, namely Sinar Harapan Village, Kertasana Village, and Tempel Rejo Village. Bivariate data analysis was conducted using the gamma correlation test. The study showed a significant relationship between the level of maternal nutrition knowledge (p = 0.000), complementary feeding practices based on age (p = 0.000), texture (p = 0.013), quantity (p = 0.000), frequency (p = 0.000), and variety (p = 0.021) with nutritional status (BB/U) in children aged 6-23 months. “There is an average relationship between the level of maternal knowledge and the practice of breastfeeding MP with nutritional status” according to BB/U of 6-23 months old infants at UPTD Puskesmas Kedondong in 2024.
Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu, Tabu Makanan Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Dengan Anemia Defisiensi Zat Besi Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Marga Kencana Siti Nur Asiyah; Abdullah; Masayu Dian Khairani; Meti Kurniawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3829

Abstract

Anemia defisiens zat besi merupakan masalah nasional yang hingga kini belum dapat teratasi sesuai target. Banyak faktor yang dapat menyebabkan anemia defisiens zat besi pada ibu hamil, termasuk aspek pendidikan, budaya, dan kepatuhan ibu dalam mengonsumsi tablet Fe. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu, tabu makanan, dan kepatuhan ibu mengonsumsi tablet Fe dengan anemia defisiens zat besi pada ibu hamil di desa Marga Kencana dan Desa Gading Kencana. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil minimal trimester II. Sampel dalam penelitian ini 53 orang ibu hamil dengan teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling. Alat ukur/instrument yang digunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji gamma. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan (p-value = 0,607) ibu dengan Anemia defisiens zat besi. Kemudian ada hubungan antara tabu makanan (p-value = 0,001) dan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe (p-value = 0,001) dengan Anemia defisiens zat besi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan peneliti tentang hubungan antara tingkat Pendidikan ibu, tabu makanan, dan kepatuhan ibu mengonsumsi tablet Fe dengan Anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil. Peneliti dapat memberikan sarana edukasi untuk ibu hamil agar dapat berkonsultasi keluhan yang dirasakan.
Hubungan Tingkat Kecukupan Protein, Vitamin C, Fe, dan Zinc dengan Dismenorea Primer pada Remaja Putri Di SMK Minhajuth Thullab Al Amin Kabupaten Mesuji indah citra sandra; Masayu Dian Khairani; Alifiyanti Muharramah; Abdullah
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore primer adalah nyeri haid yang umum dialami oleh remaja perempuan, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kinerja akademik. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kejadiannya antara lain kecukupan asupan nutrisi seperti protein, vitamin C, zat Fe, dan Zinc. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecukupan asupan protein, vitamin C, Fe, dan Zinc serta kejadian dismenore primer pada remaja perempuan di SMK Minhajuth Thullab Al Amin Kabupaten Mesuji. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, yang melibatkan total populasi 84 mahasiswi. Kecukupan nutrisi dinilai berdasarkan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XI, 2018, sedangkan nyeri dismenore primer diukur menggunakan Skala Peringkat Numerik (NRS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki asupan protein, vitamin C, zat besi, dan seng yang tidak memadai. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kecukupan nutrisi dan dismenore primer: protein (p = 0,808), vitamin C (p = 0,454), zat besi (p = 0,673), dan seng (p = 0,401). Kesimpulannya, kecukupan asupan protein, vitamin C, zat besi, dan seng tidak berhubungan signifikan dengan dismenore primer. Penelitian di masa depan direkomendasikan untuk memeriksa faktor lain yang berkontribusi seperti aktivitas fisik, status anemia, indeks massa tubuh, dan stres. Pendidikan gizi dan kesehatan reproduksi bagi remaja harus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya promosi dan pencegahan.
Deteksi Dini Hipertensi Dan Edukasi Gizi Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Di Dusun 3 Pekon Tulung Agung Masayu Dian Khairani; Nurul Utami; Mutia Cahya Kinanti; Delia Amanda; Eka Aprilia Sari
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is one of the most common health problems among older adults and has the potential to cause serious complications if not detected and managed appropriately. Hamlet 3 of Tulung Agung Village has a relatively high number of elderly individuals with hypertension, accompanied by low public awareness regarding routine blood pressure monitoring and the implementation of healthy lifestyle practices. This community service program aimed to improve the knowledge and awareness of older adults regarding the early detection of hypertension and its non-pharmacological management. The implementation methods included community outreach and health problem identification, health education, blood pressure screening, nutrition education based on the Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet, and evaluation through pre-tests and post-tests. The program was conducted on January 19, 2026, involving 34 older adults in Hamlet 3 of Tulung Agung Village. The results showed the identification of hypertension and pre-hypertension cases through blood pressure screening and an increase in participants' knowledge regarding the concept of hypertension, risk factors, and management strategies through dietary modifications and healthy lifestyle practices. The support of community health volunteers and the active participation of the elderly participants were the main contributing factors to the success of the program. This program is expected to strengthen hypertension control efforts and serve as a foundation for the sustainable development of elderly health programs at the village level.
The Correlation of Waist Circumference, Uric Acid Levels, Random Blood Glucose with Blood Pressure Among Elderly in Bukit Kemuning Fatmawati Fatmawati; Desti Ambar Wati; Masayu Dian Khairani; Amali Rica Pratiwi
Media Gizi Kesmas Vol 15 No 1 (2026): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2026)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v15i1.2026.66-75

Abstract

Background: In elderly individuals, high blood pressure causes hyperglycemia, resulting in insulin resistance and endothelial dysfunction. The presence of metabolic disorders, including increased random blood glucose and uric acid levels, results in hypertension among elderly individuals through distinct vascular and metabolic pathways. Objectives: This study examined the effects of random blood glucose and uric acid levels and waist circumference on blood pressure among elderly people at the Bukit Kemuning Inpatient Public Health Center. Methods: A cross-sectional approach was used, and 169 participants were selected through purposive sampling. The research instruments comprised an observation sheet, a GCU 3-in-1 Easy Touch device for measuring uric acid and blood glucose levels, a Minar digital scale that measured body weight with 0.1 kg accuracy, and a calibrated Minar stadiometer that measured height with 1 mm precision. Waist circumference data were obtained from secondary data in the elderly registry. Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test. Results: Statistical analysis showed significant but weak correlations between waist circumference (p=0.000; r=0.350), uric acid levels (p=0.000; r=0.267), and random blood glucose levels (p=0.001; r=0.257) with blood pressure in the elderly. Conclusion: Waist circumference, uric acid levels, and random blood glucose levels were weakly associated with systolic blood pressure among elderly individuals in the working area of the Bukit Kemuning Inpatient Public Health Center. Therefore, these metabolic factors should be considered in strategies for the prevention and control of hypertension in the elderly population.
Association of Infant and Young Child Feeding (IYCF) Practices and History of Infectious Diseases with Nutritional Status Based on Weight-for-Height Indicators Among Children Aged 24–59 Months in the Wates Community Health Center Working Area, Central Lampung Regency, 2026 Hurul Aini; Masayu Dian Khairani; Putri Rahma Alamsyah; Linda Puspita Sari
Jurnal EduHealth Vol. 17 No. 02 (2026): Jurnal EduHealt, April - June
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wasting is an acute nutritional problem that significantly increases the risk of childhood morbidity and mortality. Given that suboptimal Infant and Young Child Feeding (IYCF) practices and infectious diseases are major contributing factors, this study aimed to evaluate their specific associations with the nutritional status of children aged 24–59 months. A case-control study was conducted in the Wates Community Health Center Working Area, Central Lampung Regency, in 2026, involving 62 children (31 wasted cases and 31 non-wasted controls). Nutritional status was assessed using weight-for-height indicators, while variables were collected through structured interviews and anthropometric measurements. Data analysis utilized the chi-square test and Odds Ratios (OR). The results demonstrated a striking disparity: 100% of the wasted children experienced inappropriate IYCF practices, whereas 87.1% of the non-wasted children received appropriate feeding. Statistical analysis revealed that appropriate IYCF practices acted as a substantial protective factor against wasting (p = 0.0001; OR = 0.114). Similarly, a history of infectious diseases was highly prevalent in the case group (87.1%), whereas the absence of infection in the control group (83.9%) was significantly protective (p = 0.0001; OR = 0.028). In conclusion, inappropriate IYCF practices and recurrent infections synergistically drive acute malnutrition. These findings highlight the urgent need for targeted nutritional interventions, particularly during the 6-month complementary feeding transition, coupled with contextual environmental infection control.
Co-Authors Abda Abda Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah admin, Novi Kusumaningsih admin, Nuraeni Afifah Nurhasanah Majid Afiska Prima Dewi Ali Rosidi Alifianty Muharramah Alifiyanti Muharammah Alifiyanti Muharramah Alifiyanti Muharramah Almiasi, Wasis Amali Rica Pratiwi Ambar Wati, Desti Amir Syaifurrohman Ananta, Ananta Indriana Ani Margawati Annie Asma Wati Annisa Septy Erviani, Annisa Septy Erviani ARCHELA, RARA QORY Arie Indra Wahyudi Arrozi, Zakia Ulfa Arsyanti, Eka Basuki, Uki Cahya Ningtyas, Clarita Delia Amanda Dera Elva Junita Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Dian Arif Wahyudi Dinda Salsabila Dwi Ulfa Kurniasih Eka Aprilia Sari Erviani, Annisa Septy Etika Ratna Noer Evita Anggraini Fatmawati Fatmawati Febyani, Fajarita Hermila, Niranti HS, Nurul Auliya Hurul Aini indah citra sandra Intan Maharani Khoirul Anwar Kinanti, Inggit Kusmiyati Tjahjono Kusuma, Wita Aprilia Kusumawati, Astiwi Fadillah Laila, Badriyyah Nur Linda Puspita Linda Utami Mayesti Akhiriani Mayesti Akhriani Mayesti Akhriani Mayesti Akhriani, Mayesti Mega Gustia Meti Kurniawati Mutia Cahya Kinanti Mutmainah, Zahroh Naila, Zahra Syifa Nazarudin, Mgs Nisa Irfi Izzanti, Dian Nopi Anggista Putri, Nopi Anggista Nugraha, David Arta Yoga Nur, Lutfiah Nur Nurhayati, Aftulesi Nurhayati, Putri Nurul Utami Pratiwi, Amali Rica Putri Agustiana Putri Rahma Alamsyah Putri Rahmah Alamsyah Rahmadani, Syafika Zahra Ratu Masyana Rica Pratiwi, Amali Ricky Usman Rostanty, Rizky Adhiarti Salsabila, Merlindia Salsabilla, Arina Saputri, Amelia Al - qoyyima Sari, Bella Puspita Sefty, Ananda Dwi Sembiring, Rinawati Sindi, Mesayu Ade Aprilia Sindy Styawati Siti Nur Asiyah Siti Soleha Siti Solehah, Siti Siti Syarifah Syamsta, Nila Rosydiana Tirtiana, Sismian ulya fahira, arum nisa Vega Amelia Putri Velina, Risti Vera Amelia Vera Amelia Verly Enggan Kosari Wardhani, Erma Septya Wati, Desti Ambar Wiyana, Alda Yetty Nurul Kamilah Yustini, Fatmawati