Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DAN EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN MEDIA FOOD MODEL FLANELICIOUS SEBAGAI PENUNJANG PENINGKATAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DENGAN STATUS GIZI THINNESS Masayu Dian Khairani; Desti Ambar Wati; Dinda Salsabila; Sindy Styawati; Vega Amelia Putri; Verly Enggan Kosari
Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2026)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jpgkm.v3i2.119

Abstract

Anak usia sekolah dasar (SD) yang berusia 9-13 tahun merupakan salah satu sumber daya manusia yang akan menopang kemajuan Indonesia. Tumbuh kembang anak yang baik merupakan salah satu indikator kualitas sumber daya manusia yang akan menghasilkan generasi yang cerdas, stabil emosinya, dan berorientasi spiritual. Tumbuh kembang anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pola makan yang bergizi dan seimbang merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah secara optimal. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka anak kurus usia 5-12 tahun di Indonesia sebesar 7,5% dan di Provinsi Lampung sebesar 6,8%. Faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan gizi anak usia sekolah adalah usia pertumbuhan, peningkatan aktivitas fisik, kemampuan memilih makanan sesuai dengan keinginan, dan preferensi terhadap makanan ringan dibandingkan makanan berat. Berdasarkan hasil skrining, sebanyak 52,8% responden bertubuh kurus. Pemberian edukasi gizi melalui pemaparan materi dengan templates Power Point (PPT) dan permainan model makanan flanelicious tentang gizi buruk, gizi seimbang, dan pemberian makanan tambahan merupakan solusi yang disarankan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada tanggal 16 November 2024 telah dilakukan kegiatan edukasi gizi tentang kurus di SD Negeri 1 Tambahrejo Kabupaten Pringsewu. Siswa berhasil dan bersemangat dalam mengikuti seluruh latihan soal. Setelah dievaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 22,62 yang menunjukkan bahwa pembelajaran yang diberikan telah efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Diharapkan setelah mendapatkan edukasi, siswa SD Negeri 1 Tambahrejo akan memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dan prevalensi gizi buruk atau kurus yang lebih rendah. Pengetahuan pretest dan posttest diketahui memiliki nilai signifikansi sebesar 0,001. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman siswa sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran Power Point (presentasi) karena nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0,05.
Edukasi Gizi dan Pendampingan Pembuatan Makanan Tambahan yang di Fortifikasikan untuk Balita Underweight di Pekon Ambarawa Barat Kecamatan Ambarawa Tahun 2024 Masayu Dian Khairani
Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jpgkm.v3i1.108

Abstract

Underweight adalah kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dalam jangka waktu tertentu, yang dapat berakibat buruk pada pertumbuhan, perkembangan intelektual, serta meningkatkan risiko penyakit dan kematian pada balita dengan z-score indeks BB/U berada dalam rentang -3 SD hingga kurang dari -2 SD (-3,0 SD). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengokofirmasi masalah underweight dengan menciptakan produk pangan dari bahan inkonvensional yang mengandung zat gizi yang cukup, terjangkau dan mudah diperoleh seperti ikan lele. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah metode ceramah dengan pelaksanaan pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah pelaksanaan edukasi menggunakan media edukasi Power Point dan Leafleet. Hasil menunjukkan bahwa Edukasi Gizi dan Pendampingan Pembuatan Makanan Tambahan (PMT) memberikan dampak positif bagi balita dan ibu balita. Antusias dan ketertarikan ibu balita sangat besar, dan adanya kesan baik ketika dipaparkan materi serta saat proses pemasakan masak (PMT) kimbab abon ikan lele. Evaluasi melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada ibu balita Underweight . Dari 22 ibu balita Underweight sebelum diberikan edukasi memperoleh skor rata-rata (pre-test) 60,9 dan setelah dilakukan edukasi diperoleh skor rata-rata (post-test) 76,8, sehingga terjadi peningkatan sebesar 15,9. Kesimpulannya adalah meningkatnya pengetahuan ibu balita Undeweight setelah diberikan edukasi melalui media Power Point dan Leaflet terhadap pengetahuan.
Hubungan Tingkat Kepuasan Makanan dan Variasi Makanan dengan Daya Terima Pasien Rawat Inap Nondiet Makan Biasa di RSUD Batin Mangunang Kabupaten Tanggamus : Penelitian Vera Amelia; Dera Elva Junita; Masayu Dian Khairani; Abdullah Abdullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7422

Abstract

Penyelenggaraan makanan di rumah sakit merupakan bagian integral dari pelayanan gizi yang bertujuan mendukung percepatan pemulihan pasien. Daya terima makanan yang optimal ditandai dengan konsumsi makanan sebesar 80% atau lebih dari porsi yang disajikan. Rendahnya daya terima makanan dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya tingkat kepuasan pasien dan keberagaman menu yang tersedia. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara kepuasan makanan dan variasi menu dengan daya terima pasien rawat inap nondiet makan biasa di RSUD Batin Mangunang Kabupaten Tanggamus. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup 159 pasien rawat inap nondiet makan biasa, dengan sampel 67 responden melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kepuasan dan variasi makanan serta penimbangan sisa makanan (food weighing). Analisis bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (59,7%) memiliki daya terima kurang baik. Proporsi responden puas mencapai 74,6%, sedangkan 70,1% menilai variasi menu kurang beragam. Terdapat hubungan bermakna antara kepuasan makanan dengan daya terima (p=0,001) dan antara variasi menu dengan daya terima (p=0,003). Diperlukan upaya diversifikasi menu untuk meningkatkan daya terima pasien.
Co-Authors Abda Abda Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah admin, Novi Kusumaningsih admin, Nuraeni Afifah Nurhasanah Majid Afiska Prima Dewi Ali Rosidi Alifianty Muharramah Alifiyanti Muharammah Alifiyanti Muharramah Alifiyanti Muharramah Almiasi, Wasis Amali Rica Pratiwi Ambar Wati, Desti Amir Syaifurrohman Ananta, Ananta Indriana Ani Margawati Annie Asma Wati Annisa Septy Erviani, Annisa Septy Erviani ARCHELA, RARA QORY Arie Indra Wahyudi Arrozi, Zakia Ulfa Arsyanti, Eka Basuki, Uki Cahya Ningtyas, Clarita Delia Amanda Dera Elva Junita Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Dian Arif Wahyudi Dinda Salsabila Dwi Ulfa Kurniasih Eka Aprilia Sari Erviani, Annisa Septy Etika Ratna Noer Evita Anggraini Fatmawati Fatmawati Febyani, Fajarita Hermila, Niranti HS, Nurul Auliya Hurul Aini indah citra sandra Intan Maharani Khoirul Anwar Kinanti, Inggit Kusmiyati Tjahjono Kusuma, Wita Aprilia Kusumawati, Astiwi Fadillah Laila, Badriyyah Nur Linda Puspita Linda Utami Mayesti Akhiriani Mayesti Akhriani Mayesti Akhriani Mayesti Akhriani, Mayesti Mega Gustia Meti Kurniawati Mutia Cahya Kinanti Mutmainah, Zahroh Naila, Zahra Syifa Nazarudin, Mgs Nisa Irfi Izzanti, Dian Nopi Anggista Putri, Nopi Anggista Nugraha, David Arta Yoga Nur, Lutfiah Nur Nurhayati, Aftulesi Nurhayati, Putri Nurul Utami Pratiwi, Amali Rica Putri Agustiana Putri Rahma Alamsyah Putri Rahmah Alamsyah Rahmadani, Syafika Zahra Ratu Masyana Rica Pratiwi, Amali Ricky Usman Rostanty, Rizky Adhiarti Salsabila, Merlindia Salsabilla, Arina Saputri, Amelia Al - qoyyima Sari, Bella Puspita Sefty, Ananda Dwi Sembiring, Rinawati Sindi, Mesayu Ade Aprilia Sindy Styawati Siti Nur Asiyah Siti Soleha Siti Solehah, Siti Siti Syarifah Syamsta, Nila Rosydiana Tirtiana, Sismian ulya fahira, arum nisa Vega Amelia Putri Velina, Risti Vera Amelia Vera Amelia Verly Enggan Kosari Wardhani, Erma Septya Wati, Desti Ambar Wiyana, Alda Yetty Nurul Kamilah Yustini, Fatmawati