Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Permaknaan Kata Makna Verba 打(dǎ) Dengan Padanannya Dalam Bahasa Indonesia Adhimas, Yogi Bagus; Dewi, Endah Putri; Yanti, Silviana Dwi; Er, Deng Bo
CHANGLUN: Chinese Language, Literature, Culture and Linguistic Vol 2 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi D3 Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.changlun.2023.2.2.9885

Abstract

Verba 打 (dǎ) dalam bahasa Mandarin memiliki banyak variasi, karena verba 打 bisa dibentuk dari potongan kata lain sehingga membentuk kata baru. Mempelajari verba sendiri merupakan hal yang sangat penting, terutama untuk pembelajar bahasa Mandarin. bahasa Mandarin sendiri tidak memiliki abjad, maka pembelajar harus banyak mengetahui koskata dalam belajar Bahasa Mandarin. Penelitian ini akan menjelaskan makna dan struktur pembentuk 打, serta kosakata yang menggunakan kata 打 yang populer digunakan pembelajar bahasa Mandarin di Indonesia. Seperti kosakat 打开 artinya membuka pintu, sebuah aktifitas yang menggunakan tangan. Kata 打 sering dikenal sebagai verba yang berhubungan dengan tangan seperti 打开门 artinya membuka pintu, 打扫 artinya membersihkan. Kedua kosa kata 打 tersebut berhubungan dengan tangan, tetapi 打算 artinya rencana tidak berhubungan dengan pekerjaan yang menggunakan tangan sebagai alat utamanya.
Optimalisasi Penguasaan "的", "地", "得" Melalui Penerapan Media Permainan "幸运数字" Purwaningtyas, Yohanna Aprillia; Adonai, Jingga Phraise; Retno, Sarah Nur Atmifah; Adhimas, Yogi Bagus; Ani, Febi Warta Nur
CHANGLUN: Chinese Language, Literature, Culture and Linguistic Vol 3 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi D3 Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.changlun.2024.3.1.11052

Abstract

Penggunaan kata bantu struktural dalam bahasa Mandarin merupakan salah satu materi yang cukup sulit dipelajari oleh para pembelajar bahasa Mandarin. Selama kegiatan perkuliahan berlangsung, mahasiswa sering kali mengalami kesulitan dalam membedakan penggunaan 的 de, 得 de dan 地 de. Hal tersebut disebabkan oleh masih kurangnya pemanfaatan media yang dapat melibatkan mahasiswa secara aktif. Oleh karena itu diperlukan pengembangan media pembelajaran agar dapat mengoptimalkan penguasaan 的 de, 得 de dan 地 de bagi para pembelajar. Untuk melihat perbedaan antara bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia, linguistik kontrastif digunakan, dengan penekanan pada pemahaman dan penggunaan kata bantu struktural 的 de, 得 de dan 地 de. Artikel ini menyoroti perbandingan penggunaan 的 de, 得 de dan 地 de dalam bahasa Indonesia dan memberikan metode inovatif untuk meningkatkan kemampuan berbicara Mandarin dengan menggunakan media permainan 幸运数字 Xìngyùn shùzì. Hasil yang diperoleh yakni penggunaan media permainan 幸运数字 Xìngyùn shùzì dapat mendorong penguasaan mahasiswa terhadap komponen 的 de, 得 de dan 地 de. Hal tersebut berdasarkan pada survei yang diambil dari 25 responden menunjukkan bahwa 70,8% atau sebanyak 17 mahasiswa merasa bahwa media permainan 幸运数字 Xìngyùn shùzì dapat memberikan pemahaman lebih terhadap penguasaan komponen的 de , 得 de dan 地 de. Dengan demikian hal tersebut dapat menjadi solusi atas kesulitan pemahaman komponen 的 de , 得 de dan 地 de pada mahasiswa.
Teknologi Smartphone, Artificial Intelligence, Dan Kebijaksanaan Etika Dalam Pendidikan Bahasa Mandarin Adhimas, Yogi Bagus; Afrina, Uray; Cleveresty, Tri Bigrit
CHANGLUN: Chinese Language, Literature, Culture and Linguistic Vol 3 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi D3 Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.changlun.2024.3.1.11977

Abstract

Teknologi dari masa ke masa semakin canggih dan memberikan kemudahan pada setiap kegiatan. Rasa mudah tersebut perlu diimbangi dengan landasan etika penggunaannya. Pada beberapa fase seperti pekerja bisa jadi teknologi memang sangat diperlukan untuk efisiensi dan tujuan positif lainnya. Berbeda dengan pembelajar, kemudahan mengakses materi memang selalu membuat nyaman, tapi keahlian diri agaknya hanya bisa diraih dengan berlatih secara kerja keras. Penelitian ini menganalisis pentingnya landasan etika menghadapi tawaran kemudahan teknologi yang akan dipaparkan dengan cara interpretasi yang mendalam dan disempurnakan oleh studi kapustakaan. Hasil dari struktur berfikir tersebut adalah bahwa teknologi ada untuk membantu dan bukan menjadi sesuatu yang wajib hadir. Kemampuan-kemampuan setiap individu pembelajar bahasa mandarin harus melalui tahapan belajar menulis dengan tangan sendiri, membaca kamus buku dan cara belajar konvensional lainnya, sebelum akhirnya menjadi individu yang mahir berbahasa Mandarin.
Memahami Hubungan Tarawangsa dan Erhu dalam Perspektif Etnomusikologi Adhimas, Yogi Bagus; Anggoro, Raden Roro Maha Kalyana Mitta; Maulana, Muhammad Ahsin; Yasya, Luthfia Agsita; Deng, Boer
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 24, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/resital.v24i3.9396

Abstract

Etnomusikologi merupakan suatu pendekatan yang bisa diterapkan guna menganalisis dua buah atau lebih alat musik dengan cara diperbandingkan. Aspek-aspek yang dikaji juga sangat menyeluruh dari bentuk fisik, teknis tangga nada, hingga sejarah pembentukannya. Hal ini juga yang coba diterapkan pada alat musik yang mirip secara penampilan, namun memiliki asal pemilik bangsa yang tidak berdekatan. Akan tetapi fakta lain menyebutkan bahwa budaya Tiongkok dengan Indonesia sudah ada sejak lama, maka keunikan ini yang coba diuraikan dalam penelitian ini. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat kemiripan yang tinggi antara tarawangsa dan erhu dalam aspek bentuk fisik dan fungsi, namun kepastian secara sejarah belum bisa dibuktikan secara pasti bahwa erhu memiliki andil dalam terciptanya tarawangsa ataupun sebaliknya.
Assessing the Influence of Peer Collaboration, Classroom Management, and Assessment Practices on Student Motivation in Secondary Education Amri, Miftachul; Prasetyo, Joko; Halim, Chandra; Adhimas, Yogi Bagus
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 5 No. 2 (2024): International Journal of Business, Law, and Education
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v5i2.660

Abstract

This research investigates the influence of peer collaboration, classroom management practices, and assessment strategies on student motivation in educational settings. The study utilizes a mixed-methods approach, combining quantitative surveys, observations, and qualitative interviews to gather comprehensive data. Results from correlation and regression analyses reveal significant positive correlations between student motivation and peer collaboration experiences, classroom management perceptions, and effective assessment practices. Thematic analysis of qualitative data further elucidates key themes related to peer collaboration dynamics, classroom management strategies, assessment practices, and student motivation factors. Integration of quantitative and qualitative findings emphasizes the interconnectedness of these factors and their collective impact on student engagement and learning outcomes. The study concludes with actionable recommendations for educators and policymakers to optimize teaching practices, create supportive learning environments, and enhance student motivation.
Establishing a Material Description Table to Optimize Mandarin Proficiency for Indonesian Learners: An Applied Contrastive Analysis Perspective Adhimas, Yogi Bagus; Ahmadi, Anas; Amri, Miftachul; Raharjo, Resdianto Permata; Tjaturrini, Dyah; Deng, Boer
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Vol 8, No 1 (2024): ERALINGUA
Publisher : Makassar State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/eralingua.v8i1.60724

Abstract

Abstract. This study aims to elucidate the most contrasting differences between Mandarin and Indonesian language rules. Based on the analysis results, it is hoped that this can serve as a foundation for creating a learning media, namely a descriptive material table. The study reveals that the most contrasting rule lies in the Indonesian language auxiliary number words, which have no more than 30 auxiliary number words, whereas in Mandarin, or known as 量, there are over 200 such words. Additionally, there is a rule for constructing past tense sentences. In Indonesian, a word meaning “finished” is used to indicate the past, contrasting with Mandarin, which employs the particle “了”, which can also have different meanings according to different rules. Furthermore, there is a Numeral system rule where Indonesian simply translates numbers into letters, while Mandarin has specific and detailed rules; this clearly presents a contrasting difference. There is also a rule on reduplication, or in Mandarin termed 重叠, where the quantity of rules between the two languages is almost balanced, yet the functions of usage are vastly contrasting. Lastly, there is the rule of “离合词”, a Mandarin language rule that has no equivalent in Indonesian. The method employed is a mixed-method approach, along with a narrative elaboration model based on quantitative differences in the amount of data between Mandarin and Indonesian languages, which are then expounded upon qualitatively. The data source used is the Confucius Institute (孔子学院) recommended books: 标准教程 Standard Course HSK (Hanyu Shuping Kaoshi / Chinese Proficiency Tes) 1 - 6 下 (Part 2). Data analysis techniques include identification, classification, and presentation of the results of data analysis. The results of the research and presentation show that there is a big gap between Mandarin and Bahasa Indonesia linguistic tools, with each of the rules that bind it. Therefore, it is necessary to develop a learning media to reduce this gap.Keywords: Material description table, Applied Contrastive Analysis, Mandarin, Indonesian Learners.
Application of Motion and Song Media in Mastery of "不", "没" and "Tidak" Which is Bahasa Indonesia Equivalents (Perspective of Applied Contrastive Analysis) Intan Kurnia; Geabby Eka Lutvianda; Euodia Elizabeth Cheryl; Yogi Bagus Adhimas
Journal of Maobi Vol 1, No 1 (2023): Journal of Maobi
Publisher : Confucius Institute Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/maobi.v1i1.84371

Abstract

Contrastive analysis aimed at comparing two languages that are not cognate but are sought for similarities. Contrastive analysis has two types: pure contrastive analysis and applied contrastive. Pure contrastive analysis is linguistic analysis that compares first and second languages in linguistic typology studies, while applied contrastive analysis is linguistic analysis that compares first and second languages to solve pedagogical problems of language learning. The results of this study come from boria songs that have been modified with the discussion of 不 (bù) and 没 (méi) in the song lyrics already contained the correct use of the words 不 (bù) and 没 (méi). In this study of motion media and songs 不 (bù) and 没 (méi), researchers make interpretations by pouring all movements and songs into stanzas and then the verse will be analyzed.
Chinese Aesthetics of Situational Language Variety: A Study of 李薇 Character Studies in Drama 聊聊日常 (New Life Begins) 2022 Endah Putri Dewi; Nawang Putri Nastiti; Wahyu Suryana; Maria Mintowati; Yogi Bagus Adhimas
Journal of Maobi Vol 2, No 1 (2024): Journal of Maobi
Publisher : Confucius Institute Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/maobi.v2i1.84499

Abstract

In social life, communication is needed to be able to interact with each other using various ways, one of which is by speaking using existing languages.  In language activities, there is a language phenomenon, namely the variety of languages according to the situation. Researchers decided to examine the drama 聊聊日常 (New Life Begins) (2022) because there are many data found on the variety of languages according to the situation used by the character 李薇 Lǐ Wēi. In this study, this author analyzes how the various forms of language used by 李薇 Lǐ Wēi characters according to the situation that is happening in the drama 聊聊日常 (New Life Begins) using the theory of Martin Joos (1967). Research data were obtained from various dialogues of 李薇 Lǐ Wēi characters with other characters contained in the drama 聊聊日常 (New Life Begins) with a descriptive qualitative approach. The results of the analysis showed that in episodes one to five of the drama 聊聊日常 (New Life Begins) Lǐ Wēi's character used all kinds of language according to the situation based on the level of formality according to Martin Joos (1967), namely frozen variety, official variety (formal), business variety (consultative), casual variety (casual), and familiar variety (intimate). However, it was found that Lǐ Wēi characters mostly use casual varieties.
Filosofi Ornamen Khas Tionghoa Restoran Kentjana Pecinan Bogor Adhimas, Yogi Bagus; Wulandari, Catur; Fadia, Shinta Annisa
Waca Cipta Ruang Vol. 9 No. 2 (2023): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v9i2.9610

Abstract

This study aims to clarify why the design of the Kentjana Pecinan Bogor Restaurant has philosophical meaning embedded in the ornament display, in addition to aesthetic aspects. Furthermore, the placement of these decorations attempts to transform the Kentjana Pecinan Bogor Restaurant into a venue for cultural conversations in addition to serving traditional Chinese cuisine. The research method utilized to get this explanation is descriptive qualitative in order to gain optimal analysis. Field observations, interviews, documentation studies, and literature reviews were used to gather the majority of the study's data. Twelve ornaments total—five exterior and seven interior—were found as a consequence of the material investigation. Door god paintings, Pa Kua, small and huge lanterns, and dragon urns make up the external ornamentation. Photographs of Bogor City Heritage, typical Chinese woven plants: plum, orchid, bamboo, chrysanthemum (梅, 兰, 竹, and 菊), an altar of three gods (Earth God, Goddess Kwan Im, Cai Shen God, Meihua Flower Tree, Statues Mílè Púsà, and miniature Píxiū) were among the interior decorations discovered. This research includes the meanings and significance associated with each of these ornaments in their installation.
IMPLEMENTASI ROADMAP PENELITIAN DAN PKM PROGRAM STUDI Anam,; Camelia, Ika Anggun; Fitriana, Ephrilia Noor; Adhimas, Yogi Bagus
JDMP (Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan) Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 8, Nomor 1, September 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jdmp.v8n1.p1-10

Abstract

Indikator tridharma perguruan tinggi adalah penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Maka, dengan menerapkan banyak strategi, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus berinovasi guna mencapai kuantitas dan kualitas penelitian dan PKM yang diharapkan. Tujuan dari penelitian dan PKM adalahmendeskripsikan pandangan dosen terhadap roadmap penelitian program studi dalam penentuan topik penelitian dan PKM, serta menganalisis integrasi antara topik dengan roadmap penelitian dan PKM program studi selingkung fakultas Bahasa dan Seni Unesa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara dengan 28 dosen dari 14 prodi di FBS. Penelitian ini menyebutkan mayoritas dosen memiliki pandangan bahwa roadmap penelitian dibutuhkan dalam penelitian dan PKM, namun tidak semua dosen menerapkan roadmap tersebut. sebagian besar dosen memahami tentang roadmap penelitian program studi sedangkan sebagian dosen yang lain melaksanakan penelitian tanpa mempertimbangkan roadmap. Konsep penentuan topik disesuaikan dengan kepakaran dosen dan kebutuhan mitra. Kendala yang sering kali muncul dalam mengintegrasikan topik penelitian dan PKM dengan roadmap program studi adalah perbedaan kepakaran dosen yang tergabung dalam satu tim, selain itu kebutuhan mitra yang tidak sesuai dengan kepakaran dosen, sehingga penggunaan Roadmap penelitian dan PKM perlu diperhatikan baik saat tahap perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan, serta evaluasi program.