Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ANALYSIS OF MULTICULTURAL CURRICULUM ON ENHANCING STUDENTS' TOLERANCE AND GLOBAL AWARENESS Sholeh, Muh Ibnu; Sokip; Habibulloh, Muh; Al Farisy, Fakhruddin; Ali, Himad
INTIHA: Islamic Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Islamic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam STAI Darul Falah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58988/intiha.v3i1.432

Abstract

This study explores the impact of multicultural curricula on students' tolerance and global awareness in Indonesia. As a country characterized by rich cultural, ethnic, and religious diversity, Indonesia requires a strong multicultural education framework to foster an inclusive and harmonious society. Adopting a literature review approach, this research examines academic sources, policy documents, and educational reports published in the last decade to ensure relevance and accuracy. Data collection was conducted through an extensive literature search across various academic databases, including Google Scholar, JSTOR, ProQuest, and Scopus, as well as local sources discussing the implementation of multicultural education policies and the challenges faced by schools in Indonesia. The collected data was analyzed qualitatively using a descriptive-analytical approach. The findings reveal that multicultural curricula play a significant role in enhancing students' understanding of cultural diversity and instilling values of tolerance and social justice. However, challenges remain in its implementation, particularly due to teachers' limited understanding of multicultural education and insufficient policy support. To address these issues, stronger efforts from the government and educational institutions are necessary, including comprehensive teacher training programs and the development of clear, practical guidelines for multicultural education. This study contributes to the advancement of inclusive educational policies aimed at preparing students to navigate global challenges in an increasingly interconnected world.
Penerapan Aliran Naturalisme dan Konvergensi terhadap Perkembangan Sistem Pendidikan Islam Modern Selensya Alin Novinda Pratiwi; Muh. Habibulloh
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i1.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan aliran Naturalisme dan aliran Konvergensi dalam perkembangan sistem pendidikan modern. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini akan menganalisis pemikiran para tokoh, seperti Ibnu Sina yang membawakan sudut pandang baru dalam konteks pendidikan modern ini. Aliran Naturalisme menekankan pentingnya pendidikan yang sesuai dengan perkembangan anak secara alami, yang mengedepankan pengalaman observasi dan pengalaman. Sedangkan aliran Konvergensi menyatukan faktor pembawaan dan lingkungan dalam proses pendidikan, menawarkan pendekatan holistik yang mengakui peran penting dalam konteks sosial dan budaya. Penelitian ini menemukan bahwa campuran kedua aliran ini menawarkan kerangka kerja yang relevan dan aplikatif untuk pendidikan Islam modern, bukan hanya menekankan atas pencapaiam akademis tapi juga mengembangkan karakter dan spiritual siswa. Jadi, penelitian ini mengusulkan bahwa pemahaman yang lebih mendalam untuk kedua aliran ini yaitu aliran Naturalisme dan aliran Konvergensi dapat meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang membekali generasi muda sekarang dengan kemampuan untuk menghadapi tantangan global masa kini.
KARAKTERISTIK KURIKULUM DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Ria Mindi Anisa; Muh. Habibulloh
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i2.144

Abstract

Kurikulum dirancang untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar. Dalam konteks pendidikan Islam, kurikulum memiliki penekanan khusus pada penghambaan kepada Allah, sehingga secara mendasar sangat terkait dengan tujuan utama ajaran Islam. Tulisan ini berupaya menguraikan hakikat kurikulum dari perspektif filsafat pendidikan Islam. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka dengan menelaah berbagai referensi berupa buku dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa esensi kurikulum dalam filsafat pendidikan Islam mencakup beberapa komponen penting, seperti prinsip dasar kurikulum, karakteristik khas kurikulum Islam, serta ruang lingkup yang membentuknya. Filsafat dipahami sebagai proses berpikir secara mendalam, sistematis, menyeluruh, dan universal untuk menemukan kebenaran atau inti dari suatu persoalan. Dalam ranah pendidikan, filsafat berfungsi sebagai landasan reflektif untuk memahami berbagai realitas pendidikan secara komprehensif. Melalui pendekatan filsafati, dapat ditemukan arah, nilai, dan kebijakan yang mendukung kemajuan pendidikan. Dalam pendidikan Islam, fokus refleksi diarahkan pada kurikulum sebagai objek kajian. Kurikulum dipandang sebagai seperangkat rancangan yang berisi tujuan, materi, isi pelajaran, serta metode yang menjadi pedoman dalam kegiatan pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan. Kurikulum pendidikan Islam bertujuan membentuk kepribadian peserta didik sesuai ajaran Islam berlandaskan keimanan dan bersumber pada Al-Qur’an serta Hadis dengan orientasi pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Selain sebagai dokumen perencanaan, kurikulum juga dipandang sebagai praktik pelaksanaan yang harus mampu menyesuaikan diri dengan dinamika perkembangan zaman, sehingga tetap relevan dalam membimbing peserta didik menuju tujuan pendidikan Islam.
Kisah Nabi Ya'qub AS dan Putra-putranya di Implementasikan dalam Konteks Tanggung Jawab Guru Pada Zaman Modern Muh. Habibulloh, Adinda Dwi Cahya; Muh. Habibulloh
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i1.146

Abstract

Tanggung jawab guru merupakan pilar utama dalam sistem pendidikan modern. Peran guru melampaui bukan hanya sebagai pengajar, tetapi meliputi sebagai pendidik, mentor, dan panutan yang memiliki kewajiban moral dan profesional untuk mmbimbing peserta didik menuju jalan yang benar. Tanggung jawab ini didefinisikan sebagai kesadaran penuh terhadap segala perbuatan dan konsekuensinya. Selaras dengan konsep dalam islam yaitu anak merupkan titipan Allah SWT yang wajib dipertanggungjawabkan. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan kisah Nabi Ya’qub terhadap putra-putranya sebagai suri tauladan dalam memberikan pendidikan, nasihat, dan solusi masalah yang dapat di implementasikan pada konsep tanggung jawab seorang guru pada zaman ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desaian studi literatur (library research), yang berfokus pada analisis mendalam terhadap kisah-kisah Nabi Ya’qub yang bersumber dri Al-Qur’an dan sumber literatur lainnya. Melalui metode ini, diharapkan dapat diperoleh sebuah pemahaman yang holistik dan komprehensif mengenai tanggung jawab guru yang adaptif menghadapi tantangan pendidikan di era modern ini.
Kisah Nabi Ya'qub AS dan Putra-putranya di Implementasikan dalam Konteks Tanggung Jawab Guru Pada Zaman Modern Muh. Habibulloh, Adinda Dwi Cahya; Muh. Habibulloh
Journal of Islamic Education and Learning Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Islamic Education and Learning
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/jiel.v5i1.146

Abstract

Tanggung jawab guru merupakan pilar utama dalam sistem pendidikan modern. Peran guru melampaui bukan hanya sebagai pengajar, tetapi meliputi sebagai pendidik, mentor, dan panutan yang memiliki kewajiban moral dan profesional untuk mmbimbing peserta didik menuju jalan yang benar. Tanggung jawab ini didefinisikan sebagai kesadaran penuh terhadap segala perbuatan dan konsekuensinya. Selaras dengan konsep dalam islam yaitu anak merupkan titipan Allah SWT yang wajib dipertanggungjawabkan. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan kisah Nabi Ya’qub terhadap putra-putranya sebagai suri tauladan dalam memberikan pendidikan, nasihat, dan solusi masalah yang dapat di implementasikan pada konsep tanggung jawab seorang guru pada zaman ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desaian studi literatur (library research), yang berfokus pada analisis mendalam terhadap kisah-kisah Nabi Ya’qub yang bersumber dri Al-Qur’an dan sumber literatur lainnya. Melalui metode ini, diharapkan dapat diperoleh sebuah pemahaman yang holistik dan komprehensif mengenai tanggung jawab guru yang adaptif menghadapi tantangan pendidikan di era modern ini.
Pemerolehan Bahasa Kedua Dalam Perkembangan Bahasa Pada Anak Nabilla Annajwa; Muh. Habibulloh
Journal of Arabic Education and Linguistic Vol 5 No 2 (2025): Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jael.v5i2.58529

Abstract

This study discusses the process of language acquisition in children by highlighting the conceptual differences between language acquisition and language learning according to key figures such as Stephen Krashen, B.F. Skinner, and Noam Chomsky. The purpose of this study is to describe the stages of children's language development and explain how the theories of behaviorism and innateness explain the mechanisms by which children acquire their first and second languages. The study uses a qualitative method with a literature study approach, which collects data from journals, articles, and academic works related to second language acquisition in children. The results show that language acquisition occurs naturally and subconsciously through intensive interaction with the environment, while language learning is formal and conscious in the classroom context. Skinner's theory emphasizes the role of stimulus-response and habituation in the formation of verbal behavior, while Chomsky emphasizes the existence of the Language Acquisition Device (LAD) as an innate device that processes linguistic input into language rules. This study concludes that informal environments rich in verbal interaction, especially within the family, play a dominant role in the success of children's language acquisition, while formal educational environments strengthen aspects of awareness and mastery of language structures.
Innovative Teaching Methodologies For Improving Student Learning Outcomes In Contemporary Education Muh Habibulloh
Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/jtl.v2i2.118

Abstract

This study examines how innovative teaching methodologies improve student learning outcomes in contemporary education through active learning, technology-supported instruction, and formative assessment. A qualitative descriptive design was used to explore classroom practices and participant perspectives in three secondary school classrooms involving six teachers and eighteen students. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis, then analyzed using thematic analysis. The findings show that active learning strategies increased student engagement by encouraging participation, collaboration, and purposeful interaction. Technology-supported instruction strengthened conceptual understanding by presenting ideas through visual, interactive, and contextual learning resources that made abstract content easier to understand. Formative assessment practices improved learning outcomes by creating feedback-rich environments that supported reflection, revision, and ongoing instructional adjustment. The discussion indicates that innovative teaching methodologies function effectively when they are aligned with pedagogical goals, student needs, and teacher competence. The study concludes that the integration of active learning, technology-supported instruction, and formative assessment offers a practical framework for improving student learning outcomes and fostering more responsive, student-centered classroom environments in contemporary education.development and institutional support to implement innovative pedagogy effectively.
IMPLEMENTASI METODE TASK-BASED LANGUAGE TEACHING (TBLT) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG Muh. Habibulloh; Anisa Latifatul Fariza; Muh Ibnu Sholeh
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8030

Abstract

Pembelajaran Bahasa Arab di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung memerlukan pendekatan yang mampu meningkatkan keterampilan berbahasa mahasiswa secara komunikatif. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Task-Based Language Teaching (TBLT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode TBLT, mengkaji dinamika interaksi dan partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Arab, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi dosen serta mahasiswa dalam mengatasi kendala selama penerapan TBLT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi pembelajaran, wawancara, focus group discussion (FGD), serta analisis dokumen dan tugas mahasiswa yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari empat fakultas, yaitu FTIK, FASIH, FEBI, dan FUAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TBLT dilaksanakan melalui tahapan pre-task, task cycle, dan language focus secara konsisten dan kontekstual. Penerapan TBLT mendorong interaksi pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, meningkatkan partisipasi mahasiswa, serta berkontribusi pada peningkatan keterampilan Bahasa Arab, khususnya keterampilan berbicara dan menulis. Namun demikian, penelitian ini menemukan beberapa tantangan, seperti perbedaan kemampuan awal mahasiswa, keterbatasan waktu pembelajaran, dan kesiapan dosen. Strategi yang diterapkan untuk mengatasi kendala tersebut meliputi diferensiasi tugas, pemberian scaffolding, pelaksanaan FGD sebagai forum reflektif dosen, serta penguatan kerja kolaboratif dan kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TBLT berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di perguruan tinggi apabila didukung oleh strategi pedagogis yang adaptif dan berkelanjutan.
Nuzul Qur'an dan Literasi Digital: Membangun Kesadaran Kritis terhadap Hoaks dan Disinformasi Nofa Aullia Dzikri Gunawan; Muh. Habibulloh
Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak (JBEP)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbep.v2i4.1864

Abstract

The rapid development of digital media has created a communication pattern in which information spreads quickly and often without verification. In this situation, hoaxes and disinformation have emerged as a serious threat that affects social trust, religious harmony, and individual behavior in online spaces. This study aims to explore Qur’anic principles that are relevant for building critical awareness, especially through the momentum of Nuzul Qur’an as an illustration of revelation that guides people in understanding messages accurately. The research uses a qualitative descriptive-analytical design with a thematic tafsir approach to examine verses related to verification, prohibition of false speech, and speaking truth. Primary sources consist of the Qur’an and classical as well as modern commentaries, while secondary sources include books and scientific articles on digital literacy and misinformation. The findings show that Qur’anic principles such as tabayyun, avoidance of false accusation, and responsibility in communication are aligned with core elements of digital literacy that require users to identify reliable sources and evaluate messages before sharing. The conclusion suggests that integrating Qur’anic ethical values into digital literacy programs can reduce the circulation of hoaxes and strengthen a culture of truth in digital interaction.
Gen Z's Contribution to Protecting Nature in the Islamic Environment Sheyla Putri Ramadhany; Muh. Habibulloh
Aslama: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/aslama.v3i1.43

Abstract

This article analyzes the contribution of Generation Z (Gen Z) Muslims to environmental conservation, based on strong Islamic environmental ethics. Amid the global ecological crisis, this study aims to identify the synergy between the theological mandate (caliph, mizan, prohibition of israf) and the characteristics of Gen Z as digital natives. Using a qualitative literature study method, it was found that Gen Z's main contributions are manifested in two pillars: (1) Digitalization of ecological da'wah through social media, which transforms conservation messages (Hifẓ al-Bī'ah) into massive visual content. (2) Implementation of zero waste behavior as a manifestation of the principle of wasatiyyah (moderation) and resistance to israf. Gen Z acts as digital ecological khatib and agents of change who actualize their faith into concrete actions, while simultaneously fulfilling Hifẓ an-Nasl (preservation of offspring) within the framework of maqasid sharia. However, challenges such as a lack of practical knowledge and infrastructure require strengthening the contextual Islamic Religious Education curriculum and agent of change. In conclusion, Gen Z is the vanguard of Islamic ecology, whose potential must be maximized to ensure the sustainability of the earth.