Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan UNIGA

Peneguhan Karakter Islam Peserta Didik Melalui Rukun Iman Dengan Metode 3p (Pemahaman Pengamalan Pembiasaan) H. Yufi Mohammad Nasrullah; Yasya Fauza Wakila; Nurul Fatonah
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 15, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v15i2.1394

Abstract

Pada masa dimana pendidikan sudah menyebar luas ke seluruh pelosok negeri, ternyata masih banyak peserta didik yang memiliki karakter kurang baik sehingga mencerminkan bahwa  tujuan dari pendidikan belum sepenuhnya berhasil tercapai terutama dalam menanamkan karakter mulia pada peserta didik. Dari kejadian tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peneguhan karakter Islami peserta didik melalui rukun iman dengan menggunakan 3P (Pemahaman Pengamalan Pembiasaan) di SMP Muhammadiyah Cilawu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara. Hasil dari penelitian ini bahwa penggunaan dan penerapan metode 3P (Pemahaman Pengamalan Pembiasaan) dalam rukun iman, untuk meneguhkan karakter peserta didik efektif diterapkan karena segala sesuatu hal harus melalui pemahaman terlebih dahulu, sehingga dengan adanya paham maka akan timbul sebuah pemikiran dan keyakinan yang menjadikan  karakter seorang peserta didik itu baik layaknya sebagai orang yang beriman pada Allah SWT. Setelah dipahami, rukun iman tersebut diamalkan serta dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
NILAI-NILAI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DALAM PENDIDIKAN ISLAM Yufi Mohammad Nasrullah
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 9, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v9i1.80

Abstract

Para pakar linguistik deskriptif biasanya mendefinisikan bahasa sebagai satu sistem lambang bunyi yang bersifat arbiter, yang kemudian lazim ditambah dengan yang digunakan oleh anggota masyarakat untuk berinteraksi dan mengidentifikasikan diri. Bagian utama dari definisi di atas menyatakan hakekat bahasa itu, dan bagian tambahan menyatakan apa fungsi bahasa itu. Fungsi bahasa selain sebagai alat komunikasi dan penghubung antara manusia, juga masih banyak fungsi yang lainnya. Di antaranya adalah bahasa merupakan pendukung yang mutlak dari pada keseluruhan pengetahuan manusia. Tidak suatu bidang ilmu apapun yang disampaikan dengan efisien, kecuali lewat media bahasa, dalam kebanyakan bidang pengajaran bahasa sebagai alat penyampaian adalah yang paling penting dan mutlak diperlukan. Bahasa sangat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa seseorang. Maksudnya, bahwa bahasa dapat mengekspresikan perasaan yang signifikan maupun yang tidak signifikan serta dapat menuangkan keindahan-keindahan sehingga dapat diketahui, dan dirasakan oleh orang lain. Latar belakang penulisan penelitian ini adalah adanya kondisi yang memprihatinkan generasi penerus bangsa yang semakin jauh dari nilai-nilai pendidikan Islam dan budaya bangsa. Sekolah sebagai institusi pendidikan mempunyai tanggung jawab untuk membentuk dan mengembangkan karakter siswa. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui nilai-niai pembelajaran bahasa Arab dalam pendidikan Islam. Kata kunci: Transnasional Islam, Pesantren, Gerakan Islam
Nilai-Nilai Pedagogis Dalam Hadits Nabi Tentang Adzan Di Telinga Bayi Hamdani -; Yufi Mohammad Nasrullah
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 13, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v13i1.829

Abstract

Problematika yang terjadi di lingkungan masyarakat yang berkaitan dengan adzan di telinga bayi yang baru lahir cukup banyak menarik untuk dikaji. Terdapat silang pendapat tentang hukum mengumandangkan adzan ditelinga anak yang baru lahir, ada yang menyebutkan sunnah Rasul, anjuran ulama, bahkan ada yang berpendapat perbuatan sia-sia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pendapat para Ulama tentang hadits Nabi tentang adzan di telinga bayi yang baru lahir (2) Hikmah yang terkandung dalam hadits Nabi tentang adzan di telinga yang baru lahir; (3) Nilai-nilai pedagogis dalam hadits Nabi tentang adzan di telinga bayi yang baru lahir; Penelitian ini menggunakan riset kepustakaan (library research) dengan teknik analisis ini (content analysis). Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan-pendekatan induktif. Dengan teknik pengumpulan data ialah metode dokumentasi. Dalam hal ini peneliti mengumpulkan kitab-kitab dan buku-buku yang menerangkan tentang hadits Nabi Saw. tentang adzan di telinga bayi yang baru lahir. Hasil penelitian menunjukan bahwa hadits tentang adzan ditelinga bayi yang baru lahir mengandung hikmah dan nilai-nilai pendidikan agama pada anak terutama pendidikan tauhid dan pendidikan ibadah, pelaksanaan adzan di telinga bayi yang baru lahir juga mempunyai pengaruh positif terhadap kecerdasan spiritual anak karena usia awal anak merupakan masa keemasan yang mampu menerima informasi dengan mudah, dan informasi keagamaan yang disampaikan
RELEVANSI METODE LANGSUNG PADA PENGAJARAN BAHASA ARAB TINGKAT PERGURUAN TINGGI Yufi Mohammad Nasrullah
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v1i1.9

Abstract

Pengajaran bahasa Arab di tingkat lanjutan terutama pada perguruan tinggi Islam masih terkendala dengan berbagai kompleks persoalan. Output pembelajaran, dalam hal ini lulusan perguruan tinggi Islam, masih dihinggapi kenyataan minimnya penguasaan mereka terhadap bahasa Arab yang nota bene salah satu pilar terpenting dalam rangka kajian Islam. Kompleks persoalan yang meliputi masalah orientasi pengajaran bahasa Arab dan quo vadis problem linguistik serta non-linguistik, meniscayakan perlunya peninjauan kembali berbagai unsur tersebut. Kecuali itu, metode langsung yang selama ini digunakan dalam praktek pengajaran perlu ditelusuri sisi kelemahan dan kelebihannya untuk selanjutnya mencari alternatif metode dalam pengajaran bahasa Arab. Kata kunci : metode langsung, pengajaran bahasa Arab, perguruan tinggi
Universalisasi Nilai-Nilai Komunikasi Bahasa Antar Umat Beragama Yufi Mohammad Nasrullah
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v11i2.160

Abstract

Abstrak. Hampir di setiap pelosok atau daerah di kota Bandung mayoritas penduduknya beragama Islam, di lain pihak berbagai etnis dengan pemahaman agama yang berbeda berhadapan dengan lingkungan masyarakat yang mayoritas tersebut. Walau demikian, situasi dan kondisi kehidupan umat beragama di kota Bandung dipandang kondusif dan rukun. Kondusifitas dan kerukunan kehidupan antar umat beragama di kota Bandung jika tidak dikelola dengan baik, bukan mustahil persinggungan kehidupan antar umat beragama akan mendatangkan masalah baru bagi stabilitas sosial. Dengan demikian, ruang kebersamaan dalam kehidupan beragama di kota Bandung harus dipelihara agar solidaritas bermasyarakat menguat. Penelitian ini diorientasikan untuk menemukan titik-titik potensial yang dapat merekat komunikasi yang diperankan para pemeluk agama yang beragam. Artinya, jika terjadi kondisi rukun atau ketidakharmonisan dalam kehidupan antar umat beragama, maka kondisi itu salah satunya bersumber pada titik potensial tersebut, yang dalam penelitian ini adalah komunikasi melalui bahasa religiusitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif beralur pada pendekatan naturalistik, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi.Hasil dalam penelitian ini, bahwa nilai-nilai komunikasi berupa diksi religiusitas yang bersifat universal dan dipandang dapat memelihara kerukunan hidup antar umat beragama di kota Bandung, yang dikemukakan oleh para tokoh-tokoh agama, di antaranya adalah adil, Alhamdulillah, Amin, Assalamu’alaikum, Ikhlas, Islah, Musyawarah, Rahmat, dan Silaturahmi. Kata kunci: nilai, komunikasi bahasa, umat beragama
Konsep Profesionalisme Guru Menurut Qs Al-Baqarah 31 (Analisis Ilmu Pendidikan Islam) Yufi Mohammad Nasrullah; Aulia Rahman
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 16, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpu.v16i2.1816

Abstract

Dalam suatu studi yang dilakukan oleh Heynemen dan Loxley dalam Dedi Supriadi menyebutkan bahwa 29 ditemukan data lebih dari sepertiga proses pendidikan tergantung guru. Di negara berkembang menjelaskan 34% kontribusi guru terhadap prestasi peserta didik, 22% manajemen, 18% waktu belajar, dan 26% sarana fisik. bahkan dinegara maju kontribusi guru 36%, manajemen 23%, waktu belajar 22%, dan sarana fisik 19%.  Bisa dikatakan bahwa guru tersebut telah menjalankan profesinya secara profesional. Sejalan dengan itu al-Qur’an pun membahas tentang seorang guru yang profesional yakni dalam QS Al-Baqarah ayat 31. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep dari guru profesional itu ditinjau dari beberapa aspek, pertama ditinjau dalam perspektif ilmu pendidikan Islam, kedua ditinjau dari para mufassir, dan yang ketiga ditinjau dalam perspektif surat al-Baqarah ayat 31 itu sendiri. Penulisan ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berupaya untuk mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang bertujuan untuk pengumpulan data yang bersifat kepustakaan. Metode yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif.Guru yang profesional dituntut untuk bisa mengembangkan potensi peserta didiknya baik dari aspek kognitif nya, afektif nya, maupun dari aspek psikomotoriknya. Guru dituntut mempunyai kualitas ketika membahas suatu materi ajar kepada anak didiknya. Hal itu sejalan dengan nilai-nilai pendidikan yang diajarkan oleh al-Qur’an. Para mufassir menjelaskan bahwa QS al-Baqarah ayat 31 ini menjelaskan tentang keutamaan Nabi Adam dengan diajarkannya berbagai nama-nama benda maupun bahasa yang tidak diajarkan kepada para malaikat.