Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Aktivitas Daya Hambat Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Dan Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococus aureus Fani Rahmawati; Riza Dwiningrum; Afi Sania Rosanti; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3660

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen penyebab berbagai infeksi, yang saat ini menunjukkan peningkatan resistensi terhadap beberapa antibiotik. Salah satu upaya untuk mengatasi resistensi ini adalah pemanfaatan bahan alam yang memiliki potensi antibakteri, seperti daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat kombinasi ekstrak etanol daun pepaya dan daun jambu biji terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi kombinasi ekstrak 25% dan 30% pada perbandingan (1:1), (1:2),  (2:1), dan (3:2). Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri. Hasil diameter zona hambat penelitian ini yaitu kontrol positif (21,27±1,07 mm) kategori sangat kuat, perlakuan 1 dengan perbandingan 1:1 (9,41±1,10 mm) kategori sedang, perlakuan 2 dengan perbandingan 1:2 (9,80±1,16mm) kategori sedang, perlakuan 3 dengan perbandingan 2:1 (8,94±2,21 mm) kategori sedang, perlakuan 4 dengan perbandingan 3:2 (8,55±0,97 mm) kategori sedang. Analisis data menggunakan uji ANOVA menghasilkan nilai signifikansi p=0.835 (p < 0,05) yang menunjukkan tidan ada perbedaan bermakna.  
Studi Etnomedisin Tumbuhan Berkhasiat Sebagai Antidiare Di Pekon Sukoharjo IV Kabupaten Pringsewu Dina Rahmawati; Riza Dwiningrum; Wina Safutri; Nopi Anggista Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3661

Abstract

Etnomedisin merupakan salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan untuk menggali penggunaan tumbuhan berkhasiat obat. Etnomedisin bertujuan mengungkap pengetahuan masyarakat mengenai cara-cara menjaga kesehatan, mencegah, dan mengobati berbagai penyakit, termasuk diare. Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kejadian cukup tinggi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pringsewu. Masyarakat Pekon Sukoharjo IV masih banyak memanfaatkan tanaman obat sebagai pilihan utama dalam mengatasi diare karena dianggap lebih aman, terjangkau, dan diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan berkhasiat sebagai Antidiare di Pekon Sukoharjo IV. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan metode wawancara terstruktur dan observasi. Sampel penelitian berjumlah 24 responden yang dipilih secara purposive sampling,masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi diare. Data dianalisis secara deskriptif dan ditabulasi dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian terdapat 9 jenis tumbuhan di antaranya jambu biji (Psidium guajava L.) (34%), kunyit (Curcuma longa L.) (28%), ciplukan (Physalis angulata L.) (3%), sambiloto (Andrographis paniculata) (15%), jahe (Zingiber officinale Rosc) (3%), salam (Syzygium polyanthum) (5%), cincau (Cyclea barbata) (3%), brotowali (Tinospora crispa L.) (5%), temulawak (Curcuma zanthorrhiza) (3%). Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (53%), rimpang (30%) dan batang (16%). Cara pengolahan yang paling umum adalah direbus (67%) dan dikunyah (33%). Cara penggunaannya paling banyak dengan diminum (68%) dan dimakan (32%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan etnomedisin masyarakat Pekon Sukoharjo IV masih terjaga dengan baik dan berpotensi menjadi sumber data penting untuk pengembangan obat tradisional berbasis tanaman lokal.
Pengaruh Konseling Terhadap Pemahaman Pengobatan Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Pringsewu Yurike Elanda; Iga Mayola Pisacha; Wina Safutri; Nanggroe Logawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3681

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Kepatuhan dan pemahaman pasien terhadap pengobatan memegang peranan penting dalam keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap pemahaman pengobatan pasien tuberkulosis di Puskesmas Pringsewu. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan rancangan one group pre–post test design. Sampel penelitian berjumlah 51 pasien TB yang memenuhi kriteria inklusi, diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan sesudah pemberian konseling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pemahaman sebelum konseling adalah 5,59 (SD = 1,682) dan meningkat menjadi 6,91 (SD = 0,920) setelah konseling, dengan selisih mean 1,32. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan konseling terhadap peningkatan pemahaman pengobatan pasien TB. Kesimpulannya, pemberian konseling efektif meningkatkan pemahaman pasien mengenai pengobatan TB di Puskesmas Pringsewu. Disarankan tenaga kesehatan rutin memberikan konseling yang komprehensif guna mendukung keberhasilan terapi.
Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Dan Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Menggunakan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl) Juliatika Kurniawati; Vicko Suswidiantoro; Diah Kartika Putri; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan berperan dalam perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas tersebut, salah satunya berasal dari tumbuhan yang kaya senyawa metabolit sekunder. Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui memiliki potensi aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun alpukat menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Penelitian dilakukan melalui tahapan determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi, skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas antioksidan pada variasi perbandingan ekstrak (25 mg:75 mg), (50 mg:50 mg), dan (75 mg:25 mg). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid. Nilai IC₅₀ kombinasi ekstrak berturut-turut sebesar 1,396 ppm; 0,533 ppm; dan 3,164 ppm, yang seluruhnya termasuk kategori antioksidan sangat kuat (<50 ppm). Kontrol positif vitamin C menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 7,214 ppm. Kombinasi ekstrak dengan perbandingan 50 mg:50 mg menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi. Dengan demikian, kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun alpukat berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami yang efektif.
Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Sanggi Kabupaten Tanggamus Riki Renaldo; Vicko Suswidiantoro; Wina Safutri; Riza Dwiningrum
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan berperan penting dalam menunjang mutu pelayanan kesehatan, terutama dalam kepuasan pasien rawat jalan. Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan yang mencakup dimensi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Sanggi Kabupaten Tangggamus. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang mendapatkan pelayanan kefarmasian di Puskesmas Sanggi sebanyak 6.050 orang. Sampel penelitian berjumlah 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kepuasan pasien yang dimodifikasi berdasarkan dimensi SERVQUAL dan telah diuji validitas serta reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden pasien rawat jalan di Puskesmas Sanggi Kabupaten Tanggamus didominasi oleh kelompok usia 26–35 tahun (27%), berjenis kelamin laki-laki (53%), dengan pendidikan terakhir mayoritas SMA (38%), serta sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga (42%) dan tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Sanggi berada pada kategori puas. Rincian hasil penilaian rata-rata pada setiap dimensi adalah: Tangible (84,73%), diikuti Reliability (85,13%) dan Responsiveness (87,46%). Sementara itu, dimensi Assurance (86,36%) dan Empathy (86,33%). Secara keseluruhan, mayoritas pasien merasa puas dengan pelayanan kefarmasian, meskipun masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya pada dimensi jaminan.
Face mist Formulation from Fragrant Pandan Leaf Extract (Pandanus amaryllifolius Roxb.) As a Facial Moisturizer Amilia Rusda; Mida Pratiwi; Riza Dwiningrum; Wina Safutri
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Healthy facial skin requires proper care to maintain moisture and prevent damage caused by free radicals. With the increasing public interest in natural-based cosmetics, fragrant pandan leaves (Pandanus amaryllifolius Roxb.) have become a potential candidate because they contain flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and polyphenols that possess antioxidant properties. This study used an experimental research design aimed at formulating a face mist preparation based on pandan leaf extract and determining the optimal concentration as a facial moisturizer. The extract was obtained using the maceration method with 96% ethanol and then formulated into four concentrations: 0% (blank), 5% (F1), 10% (F2), and 15% (F3). The evaluations included organoleptic test, pH, homogeneity, spray spreadability, drying time, specific gravity, stability, and moisture level. The evaluation results of the preparations showed good outcomes for organoleptic properties, homogeneity, pH, spray spreadability, specific gravity, and drying time. The stability test of the formulations F0, F1, F2, and F3 indicated stable results. The moisture test showed an increase in skin moisture with the average values after application of F0 (Blank) 58.6%, F1 (5%) 59.2%, F2 (10%) 59.4%, and F3 (15%) 57%. The study concludes that the face mist preparation containing fragrant pandan leaf extract (Pandanus amaryllifolius Roxb.) at all tested concentrations is capable of providing a good moisturizing effect on the skin.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN WARGA DESA TANJUNG AGUNG DALAM MEMANFAATKAN KULIT KAKAO SEBAGAI ANTIDIABETES Iga Mayola Pisacha; Dewi Damayanti Abdul Karim; Wina Safutri; Diah Kartika Putri; Iqfan Adi Rismawan; Doni Faizal; Etik Purwanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40245

Abstract

Kulit kakao memiliki peran penting dalam mencegah diabetes, berfungsi sebagai pengobatan herbal yang membantu proses penurunan diabetes. Namun, di Kabupaten Pesawaran, masyarakat menghadapi tantangan dalam akses terhadap obat berkualitas dan kurangnya kemampuan mengolah tumbuhan pertanian lokal sebagai alternatif pengobatan dan penghasilan. Observasi menunjukkan banyak warga Desa Tanjung Agung kesulitan mendapatkan pengobatan efektif, dengan keterbatasan dana dan masalah dalam rantai pasokan obat. Kurangnya metode pembelajaran yang variatif membuat masyarakat kurang mengenal dan menghargai tanaman tradisional sebagai alternatif pengobatan, padahal warga memiliki kelompok tani kakao yang sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tanpa intervensi yang tepat, pengetahuan masyarakat mengenai pengobatan herbal menjadi sangat terbatas, berpotensi mengakibatkan hilangnya warisan budaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang diabetes dan manfaat teh kulit buah kakao dengan menggunakan metode ceramah dan pelatihan. Kegiatan ini meliputi pelatihan pembuatan dan pengecekan kesehatan. Dengan harapan dapat mengatasi permasalahan utama yang diidentifikasi termasuk rendahnya pengetahuan tentang diabetes dan manfaat kulit kakao. Antusias warga begitu besar terhadap adanya kegiatan tersebut, parameter kesuksesan program diukur dari peningkatan pengetahuan peserta saat pretest dan posttest. Hasil analisis data diperoleh terjadinya peningkatan pengetahuan warga dari 49,40% menjadi 87,80%. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengobatan tradisional, sehingga dapat mengembangkan identitas dan kebanggaan terhadap budaya lokal yang melimpah.
Pengembangan Ensiklopedia Digital Interaktif Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai Media Edukasi Nutrisi Dan Kesehatan Masyarakat Tahta Herdian Andika; Wina Safutri; Ferly Ardhy; Lu’lu’ Anjeli
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jga.v9i1.2704

Abstract

Tanaman Obat Keluarga memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif dan pendukung kesehatan masyarakat, namun literasi masyarakat mengenai kandungan nutrisi dan manfaat kesehatannya masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Ensiklopedia Digital Interaktif Tanaman Obat Keluarga sebagai media edukasi nutrisi dan kesehatan masyarakat serta mengevaluasi kelayakan dan efektivitas penggunaannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa ensiklopedia digital berbasis web mobile yang terintegrasi dengan flash card dan kode respons cepat. Validasi dilakukan oleh dua ahli materi dan satu ahli media, sedangkan uji pengguna melibatkan 30 responden dari masyarakat dan pengunjung Agrowisata Tanaman Herbal Kesuma Bangsa. Efektivitas media diukur melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan mengenai nutrisi dan kesehatan berbasis Tanaman Obat Keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dinilai layak digunakan oleh validator dan memperoleh tanggapan positif dari pengguna. Penggunaan media juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, dan pemanfaatan tanaman herbal. Dengan demikian, ensiklopedia digital interaktif Tanaman Obat Keluarga berpotensi menjadi media edukasi yang efektif untuk mendukung peningkatan literasi nutrisi dan kesehatan masyarakat.
Penyuluhan Swamedikasi Penyakit Ringan Berdasarkan Prinsip Islam Kepada Ibu-Ibu Senam Di Desa Sukoharjo I Tahun 2025 Wina Safutri; Nita Windi Lestari; Fina Aulika Lestari; Etik Purwanti
Jurnal Pesona Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Vol.1 No.2 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/peson.v1i2.14

Abstract

Penyuluhan swamedikasi penyakit ringan kepada ibu senam di Desa Sukoharjo I bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pengobatan mandiri yang aman dan tepat. Pemilihan topik ini didasarkan pada pentingnya edukasi kesehatan, mengingat tingginya prevalensi penggunaan obat tanpa pengawasan medis yang dapat berisiko bagi kesehatan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan interaktif yang mencakup teori dan praktik mengenai swamedikasi, pengenalan obat yang aman, serta teknik penggunaan obat yang rasional. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap ibu senam terkait penggunaan obat. Hasil post-test menunjukkan 90% peserta memahami cara swamedikasi yang benar, serta lebih berhati-hati dalam memilih obat. Meskipun ada beberapa tantangan dalam mengubah kebiasaan lama, kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif dalam peningkatan perilaku kesehatan masyarakat, dengan potensi pengembangan lebih lanjut dalam program kesehatan berkelanjutan.
ESTUTI: Ethnomedicine and Transformation of Ice Cream to Prevent Stunting Using Family Medicinal Plants in Tanggamus Diah Kartika Putri; Fina Aulika Lestari; Taufiki Miftausakina; Amalia Siti Nurazizah; Adi Saputra; Vicko Suswidiantoro; Wina Safutri
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.2951

Abstract

The stunting prevalence rate for Lampung Province based on the 2022 SSGI averages 15.2% and Tanggamus Regency is ranked fourth with the highest stunting prevalence, namely 20.4%. This research aims to use TOGA as a spearhead for treating stunting in toddlers using Moringa leaves and ginger rhizomes. Moringa leaves (Moringa Oleifera Lam.) can be used as a potential alternative source of protein and calcium to meet children's nutritional needs. The ESTUTI formulation is divided into 3 formulations with differences in Moringa leaf extract and ginger, namely 25gr/100ml water, 50gr/100ml water, and 75gr/100ml water. Tests in this research include organoleptic tests, hedonic tests and melting point tests. The results show that the most preferred "ESTUTI" formulation is F1 with the formula Moringa leaves: ginger 25gr/100ml water. The combination of ginger and Moringa leaves is rich in nutritional value as an anti-stunting agent which the community responded well to during outreach. So it is hoped that it will be able to provide information on snacks as functional foods that have new qualities and qualities as anti-stunting by utilizing plants that grow abundantly around and developing the community's innovation and entrepreneurship experience.Key words: Curcuma xanthorriza; Ethnomedicine; Formulation; Ice cream; Moringa oleifera Lam; Stunting 
Co-Authors Adi Saputra Adinda Shofa Hermalia Hermalia Afi Sania Rosanti Afi Sania Rosanti Afina Rizky Ramadhani Agustina, Mela Ahmad Sutomo Aini, Sarifatul Amalia Siti Nurazizah Amanda Tirtasena Amilia Rusda Andika Wahyu Saputra Anggista Putri, Nopi Annajim Daskar Artadevy, Nadhila Fahira Arum Vika Sari Atika Nabila, Novrillia Audya Zahra Aulika Lestari, Fina Aurelia, Tessa Aurelia Ayu Chandra, Ananda Bayu Satriawan, Ahmad Damayanti Abdul Karim, Dewi Daskar, Annajim Debby Heldayani Dela Maya Fitria Desni Sagita, Yona Dhea Amanda Firly Diah Kartika Diah Kartika Putri Dian Ratnasari Dila Cindy Reptiana Dina Rahmawati Dinda Naziah Doni Faizal Dwi Oktarosada Elsya Azis Suryani Etik Purwanti Eva Nurul Baity Fachry Abda El Rahman Fadia Zahra, Alya Fani Rahmawati Ferly Ardhy Fina Aulika Lestari Haikal Fadhila Haikal Nur Islam Hammami, Akmal Hazballah Asy Syifa Hotimah, Etika Khusnul Ida Nursanti Iga Mayola Pisacha Indah Safitri Iqfan Adi Rismawan Juliatika Kurniawati Kartika Putri, Diah Katika Putri, Diah Kiki Ariska kurniati, nova Lestari, Fina Aulika Lintang Sevira Lu’lu’ Anjeli Malahatu Zalfa, Aisyah Mayola Pisacha, Iga Meiliya Areza Mela Annisa Mela Kurniasari Mellisa Haryani Mida Pratiwi Mida Pratiwi Mida Pratiwi Miftah Khoirun Nissa Miko Nanda Kusuma Mila Naura Shalsabila Muji Lestari Nanggroe Logawan Nita Windi Lestari Nopi Anggista Putri Noventy Ratna Sari Novi Ana Nurlaili Nur Aminudin Nuriyanto Nuriyanto Nurul Fatonah Pratama, Dimas Feriza Pratama Purwanti, Etik Putri, Diah Karika Putri, Elsa Claudia Rahadiyanto, Kemas Ya'Kub Rahmat Rizky Prayogo Rena Tiyarma Sari Riesce Octa Verantika Riki Renaldo Rinda Agustin Riska Nur Aeni Rismayanti Carla Putri Riza Dwiningrum Riza Dwiningrum Riza Dwiningrum, Riza Riza Dwiningum Rolinia Dina Marsela Rosanti, Afi Sania Salsabila Salsabila Sari, Yuhana Satriawan, Ahmad Bayu Silvi Alfiani Siti Maesaroh Siti Rahmawati Sumiyati Sunariyah Suswidiantoro, Vicko Syaifurrahman, Amir Tahta Herdian Andika Tanoehardjo, Fransisca Srioetami Taufiki Miftausakina Taufiki Miftausakina trijayanti, mesi Tundjung Tripeni Handayani Tundjung Tripeni Handayani, Tundjung Tripeni Turisma Alfi Arizona Vanesa Dwi Cahyani Vicko Suswidiantoro Vicko Suswidiantoro Vicko Suswidiantro Winabila, Putri Windi Lestari, Nita Wulan Cahya Indah Yamsi Nurfala Yurike Elanda Zulkifli Zulkifli