Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Blush On Stick Dengan Kombinasi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Dan Umbi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas) Adinda Shofa Hermalia Hermalia; Wina Safutri; Riza Dwiningrum; Mida Pratiwi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3439

Abstract

Salah satu produk kosmetik yaitu blush on, merupakan produk riasan dekoratif yang banyak digunakan karena memberikan warna dan kesan hangat pada wajah. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) merupakan tanaman yang memiliki kandungan antosianin yang berperan penting untuk menghasilkan warna. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasi sediaan blush on stick dengan kombinasi ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas). Metode penelitian yang dilakukan secara eksperimental, meliputi ekstraksi dengan metode maserasi, pembuatan blush on stick dengan konsentrasi F1 (20%:20%), F2 (10%:20%), dan F3 (20%:10%), dan evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji stabilitas, dan uji iritasi telah memenuhi syarat yang berlaku. Mutu fisik sediaan blush on stick telah sesuai berdasarkan evaluasi uji fisik. Stabilitas sediaan blush on stick tetap stabil dalam penyimpanan selama 7 hari pada suhu kamar. Sediaan blush on stick dengan konsentrasi F3 (20%:10%) banyak disukai panelis berdasarkan parameter warna. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) dapat diformulasikan menjadi sediaan blush on stick.
Studi Etnomedisin Tumbuhan Berkhasiat Sebagai Pengobatan Asam Urat Oleh Masyarakat Kampung Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah Dinda Naziah; Riza Dwiningrum; Diah Kartika Putri; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Penyakit asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dijumpai di wilayah pedesaan. Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat memanfaatkan pengetahuan lokal mengenai tumbuhan obat melalui praktik pengobatan tradisional. Bidang etnomedisin mempelajari pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional yang berkembang di masyarakat dalam memanfaatkan tumbuhan sebagai obat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan, bagian tumbuhan yang digunakan, dan cara pengolahannya dalam pengobatan tradisional asam urat oleh masyarakat Kampung Kalirejo, Kabupaten Kalirejo. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penentuan narasumber dilakukan menggunakan teknik purposive sampling terhadap 37 responden yang memiliki pengetahuan tentang tanaman obat. Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan Microsoft Excel untuk menentukan persentase setiap kategori. Hasil penelitian memperoleh 16 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat asam urat, Jenis tumbuhan yang paling banyak digunakan dalah Salam (19%). Bagian yang paling banyak digunakan adalah daun (46%), rimpang (27%), batang (19%), herba (5%) dan buah (3%). Cara pengolahan dengan cara direbus paling dominan digunakan sebesar (84%). Kesimpulan dari penelitian ini masih banyak tumbuhan berkhasiat sebagai pengobatan asam urat yang digunakan oleh Masyarakat Kampung Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Kata Kunci: Asam Urat, Etnomedisin, Pemanfaatan ABSTRACT Hyperuricemia is one of the health problems commonly found in rural areas. To overcome this, communities utilize local knowledge of medicinal plants through traditional healing practices. The field of ethnomedicine studies the knowledge and traditional medical practices developed within communities in utilizing plants as medicine. This research aimed to identify the types of plants, plant parts used, and processing methods in the traditional treatment of uric acid disease by the community of Kalirejo Village, Kalirejo District. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. Respondents were selected using purposive sampling, involving 37 individuals with knowledge of medicinal plants. Data were analyzed descriptively using Microsoft Excel to determine the percentage of each category. The results showed that 16 plant species were used for uric acid disease treatment, with Syzygium polyanthum (salam) being the most frequently used (19%). The most utilized plant part was leaves (46%), followed by rhizomes (27%), stems (19%), herbs (5%) and fruits (3%). The most dominant processing method was boiling (84%). In conclusion of this study is that there are still many plants with medicinal properties for treating gout that are used by the people of Kalirejo Village in Central Lampung Regency. Keywords: Ethnomedicine, Uric Acid, Utilization
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Batam Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Lampung Tahun 2025 Andika Wahyu Saputra; Wina Safutri; Iga Mayola Pisacha; Vicko Suswidiantoro
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3615

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien. Kepuasan pasien menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan apotek, karena pelayanan yang memuaskan mendorong konsumen untuk kembali dan menjadi pelanggan tetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung terhadap pelayanan di Apotek Batam Sukoharjo berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangible, reliability, empathy, assurance, dan responsiveness. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, sedangkan jumlah sampel ditentukan melalui perhitungan Lemeshow. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengunjung berada pada kategori sangat tinggi pada semua dimensi. Dimensi reliability memperoleh nilai tertinggi sebesar 96,75%, diikuti tangible 96,70%, assurance 92,10%, empathy 91,58%, dan responsiveness 90,80%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelayanan apotek secara keseluruhan telah dilaksanakan dengan baik, terutama dalam hal keandalan petugas dan kondisi fisik apotek. Namun, aspek empathy dan responsiveness meskipun masih dalam kategori sangat puas, menunjukkan nilai relatif lebih rendah sehingga perlu menjadi perhatian utama untuk ditingkatkan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Apotek Batam Sukoharjo telah mampu memberikan pelayanan yang profesional, cepat, dan ramah, serta menjamin ketersediaan obat yang memadai, namun tetap diperlukan peningkatan pada kualitas komunikasi interpersonal dan kecepatan pelayanan guna memperkuat kepuasan konsumen.  
Uji Aktivitas Daya Hambat Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Dan Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococus aureus Fani Rahmawati; Riza Dwiningrum; Afi Sania Rosanti; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3660

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen penyebab berbagai infeksi, yang saat ini menunjukkan peningkatan resistensi terhadap beberapa antibiotik. Salah satu upaya untuk mengatasi resistensi ini adalah pemanfaatan bahan alam yang memiliki potensi antibakteri, seperti daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat kombinasi ekstrak etanol daun pepaya dan daun jambu biji terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi kombinasi ekstrak 25% dan 30% pada perbandingan (1:1), (1:2),  (2:1), dan (3:2). Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat pertumbuhan bakteri. Hasil diameter zona hambat penelitian ini yaitu kontrol positif (21,27±1,07 mm) kategori sangat kuat, perlakuan 1 dengan perbandingan 1:1 (9,41±1,10 mm) kategori sedang, perlakuan 2 dengan perbandingan 1:2 (9,80±1,16mm) kategori sedang, perlakuan 3 dengan perbandingan 2:1 (8,94±2,21 mm) kategori sedang, perlakuan 4 dengan perbandingan 3:2 (8,55±0,97 mm) kategori sedang. Analisis data menggunakan uji ANOVA menghasilkan nilai signifikansi p=0.835 (p < 0,05) yang menunjukkan tidan ada perbedaan bermakna.  
Studi Etnomedisin Tumbuhan Berkhasiat Sebagai Antidiare Di Pekon Sukoharjo IV Kabupaten Pringsewu Dina Rahmawati; Riza Dwiningrum; Wina Safutri; Nopi Anggista Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3661

Abstract

Etnomedisin merupakan salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan untuk menggali penggunaan tumbuhan berkhasiat obat. Etnomedisin bertujuan mengungkap pengetahuan masyarakat mengenai cara-cara menjaga kesehatan, mencegah, dan mengobati berbagai penyakit, termasuk diare. Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan angka kejadian cukup tinggi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pringsewu. Masyarakat Pekon Sukoharjo IV masih banyak memanfaatkan tanaman obat sebagai pilihan utama dalam mengatasi diare karena dianggap lebih aman, terjangkau, dan diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan berkhasiat sebagai Antidiare di Pekon Sukoharjo IV. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan metode wawancara terstruktur dan observasi. Sampel penelitian berjumlah 24 responden yang dipilih secara purposive sampling,masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi diare. Data dianalisis secara deskriptif dan ditabulasi dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian terdapat 9 jenis tumbuhan di antaranya jambu biji (Psidium guajava L.) (34%), kunyit (Curcuma longa L.) (28%), ciplukan (Physalis angulata L.) (3%), sambiloto (Andrographis paniculata) (15%), jahe (Zingiber officinale Rosc) (3%), salam (Syzygium polyanthum) (5%), cincau (Cyclea barbata) (3%), brotowali (Tinospora crispa L.) (5%), temulawak (Curcuma zanthorrhiza) (3%). Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (53%), rimpang (30%) dan batang (16%). Cara pengolahan yang paling umum adalah direbus (67%) dan dikunyah (33%). Cara penggunaannya paling banyak dengan diminum (68%) dan dimakan (32%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan etnomedisin masyarakat Pekon Sukoharjo IV masih terjaga dengan baik dan berpotensi menjadi sumber data penting untuk pengembangan obat tradisional berbasis tanaman lokal.
Pengaruh Konseling Terhadap Pemahaman Pengobatan Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Pringsewu Yurike Elanda; Iga Mayola Pisacha; Wina Safutri; Nanggroe Logawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3681

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Kepatuhan dan pemahaman pasien terhadap pengobatan memegang peranan penting dalam keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap pemahaman pengobatan pasien tuberkulosis di Puskesmas Pringsewu. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan rancangan one group pre–post test design. Sampel penelitian berjumlah 51 pasien TB yang memenuhi kriteria inklusi, diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan sesudah pemberian konseling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pemahaman sebelum konseling adalah 5,59 (SD = 1,682) dan meningkat menjadi 6,91 (SD = 0,920) setelah konseling, dengan selisih mean 1,32. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan konseling terhadap peningkatan pemahaman pengobatan pasien TB. Kesimpulannya, pemberian konseling efektif meningkatkan pemahaman pasien mengenai pengobatan TB di Puskesmas Pringsewu. Disarankan tenaga kesehatan rutin memberikan konseling yang komprehensif guna mendukung keberhasilan terapi.
Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Dan Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Menggunakan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl) Juliatika Kurniawati; Vicko Suswidiantoro; Diah Kartika Putri; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan berperan dalam perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas tersebut, salah satunya berasal dari tumbuhan yang kaya senyawa metabolit sekunder. Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui memiliki potensi aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun alpukat menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Penelitian dilakukan melalui tahapan determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi, skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas antioksidan pada variasi perbandingan ekstrak (25 mg:75 mg), (50 mg:50 mg), dan (75 mg:25 mg). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid. Nilai IC₅₀ kombinasi ekstrak berturut-turut sebesar 1,396 ppm; 0,533 ppm; dan 3,164 ppm, yang seluruhnya termasuk kategori antioksidan sangat kuat (<50 ppm). Kontrol positif vitamin C menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 7,214 ppm. Kombinasi ekstrak dengan perbandingan 50 mg:50 mg menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi. Dengan demikian, kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun alpukat berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami yang efektif.
Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Sanggi Kabupaten Tanggamus Riki Renaldo; Vicko Suswidiantoro; Wina Safutri; Riza Dwiningrum
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan berperan penting dalam menunjang mutu pelayanan kesehatan, terutama dalam kepuasan pasien rawat jalan. Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan yang mencakup dimensi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Sanggi Kabupaten Tangggamus. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang mendapatkan pelayanan kefarmasian di Puskesmas Sanggi sebanyak 6.050 orang. Sampel penelitian berjumlah 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kepuasan pasien yang dimodifikasi berdasarkan dimensi SERVQUAL dan telah diuji validitas serta reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden pasien rawat jalan di Puskesmas Sanggi Kabupaten Tanggamus didominasi oleh kelompok usia 26–35 tahun (27%), berjenis kelamin laki-laki (53%), dengan pendidikan terakhir mayoritas SMA (38%), serta sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga (42%) dan tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Sanggi berada pada kategori puas. Rincian hasil penilaian rata-rata pada setiap dimensi adalah: Tangible (84,73%), diikuti Reliability (85,13%) dan Responsiveness (87,46%). Sementara itu, dimensi Assurance (86,36%) dan Empathy (86,33%). Secara keseluruhan, mayoritas pasien merasa puas dengan pelayanan kefarmasian, meskipun masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya pada dimensi jaminan.
Face mist Formulation from Fragrant Pandan Leaf Extract (Pandanus amaryllifolius Roxb.) As a Facial Moisturizer Amilia Rusda; Mida Pratiwi; Riza Dwiningrum; Wina Safutri
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Healthy facial skin requires proper care to maintain moisture and prevent damage caused by free radicals. With the increasing public interest in natural-based cosmetics, fragrant pandan leaves (Pandanus amaryllifolius Roxb.) have become a potential candidate because they contain flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and polyphenols that possess antioxidant properties. This study used an experimental research design aimed at formulating a face mist preparation based on pandan leaf extract and determining the optimal concentration as a facial moisturizer. The extract was obtained using the maceration method with 96% ethanol and then formulated into four concentrations: 0% (blank), 5% (F1), 10% (F2), and 15% (F3). The evaluations included organoleptic test, pH, homogeneity, spray spreadability, drying time, specific gravity, stability, and moisture level. The evaluation results of the preparations showed good outcomes for organoleptic properties, homogeneity, pH, spray spreadability, specific gravity, and drying time. The stability test of the formulations F0, F1, F2, and F3 indicated stable results. The moisture test showed an increase in skin moisture with the average values after application of F0 (Blank) 58.6%, F1 (5%) 59.2%, F2 (10%) 59.4%, and F3 (15%) 57%. The study concludes that the face mist preparation containing fragrant pandan leaf extract (Pandanus amaryllifolius Roxb.) at all tested concentrations is capable of providing a good moisturizing effect on the skin.
Co-Authors Adi Saputra Adinda Shofa Hermalia Hermalia Afi Sania Rosanti Afi Sania Rosanti Agustina, Mela Ahmad Sutomo Aini, Sarifatul Amanda Tirtasena Amilia Rusda Andika Wahyu Saputra Anggista Putri, Nopi Annajim Daskar Artadevy, Nadhila Fahira Arum Vika Sari Atika Nabila, Novrillia Audya Zahra Aulika Lestari, Fina Aurelia, Tessa Aurelia Ayu Chandra, Ananda Bayu Satriawan, Ahmad Damayanti Abdul Karim, Dewi Daskar, Annajim Dela Maya Fitria Desni Sagita, Yona Dhea Amanda Firly Diah Kartika Diah Kartika Putri Dian Ratnasari Dila Cindy Reptiana Dina Rahmawati Dinda Naziah Dwi Oktarosada Elsya Azis Suryani Eva Nurul Baity Fachry Abda El Rahman Fadia Zahra, Alya Faizal, Doni Fani Rahmawati Haikal Fadhila Haikal Nur Islam Hammami, Akmal Hazballah Asy Syifa Hotimah, Etika Khusnul Iga Mayola Pisacha Indah Safitri Juliatika Kurniawati Kartika Putri, Diah Katika Putri, Diah Kiki Ariska kurniati, nova Lestari, Fina Aulika Lintang Sevira Malahatu Zalfa, Aisyah Mayola Pisacha, Iga Meiliya Areza Mela Annisa Mela Kurniasari Mida Pratiwi Mida Pratiwi Mida Pratiwi Miftah Khoirun Nissa Miftausakina, Taufiki Miko Nanda Kusuma Muji Lestari Nanggroe Logawan Nopi Anggista Putri Noventy Ratna Sari Novi Ana Nurlaili Nur Aminudin Nurazizah, Amalia Siti Nuriyanto Nuriyanto Nurul Fatonah Pisacha, Iga Mayola Pratama, Dimas Feriza Pratama Purwanti, Etik Putri, Diah Karika Putri, Diah Kartika Putri, Elsa Claudia Rahadiyanto, Kemas Ya'Kub Rahmat Rizky Prayogo Riesce Octa Verantika Riki Renaldo Rinda Agustin Rismawan, Iqfan Adi Rismayanti Carla Putri Riza Dwiningrum Riza Dwiningrum Riza Dwiningrum, Riza Riza Dwiningum Rolinia Dina Marsela Rosanti, Afi Sania Sari, Yuhana Satriawan, Ahmad Bayu Silvi Alfiani Siti Maesaroh Siti Rahmawati Sumiyati Sunariyah Suswidiantoro, Vicko Syaifurrahman, Amir Tanoehardjo, Fransisca Srioetami Taufiki Miftausakina trijayanti, mesi Tundjung Tripeni Handayani Tundjung Tripeni Handayani, Tundjung Tripeni Turisma Alfi Arizona Vanesa Dwi Cahyani Vicko Suswidiantoro Vicko Suswidiantro Winabila, Putri Windi Lestari, Nita Wulan Cahya Indah Yamsi Nurfala Yurike Elanda Zulkifli Zulkifli