Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI ORANG TUA KORBAN BENCANA BANJIR TENTANG KEKERASAN PSIKIS TERHADAP ANAK (Studi Deskriptif di Hunian Sementara di Kabupaten Garut Jawa Barat) Vania Kemala Hastuti; Nurliana Cipta Apsari; Muhammad Fedryansyah
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.757 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.20566

Abstract

Penelitian ini berjudul “Persepsi Orang Tua Korban Bencana Banjir Tentang Kekerasan Psikis Terhadap Anak (Studi Deskriptif di Hunian Sementara di Kabupaten Garut Jawa Barat)”. Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana persepsi orang tua tentang kekerasan psikis terhadap anak ditinjau dari faktor pengetahuan, pengalaman, dan motivasi orang tua terkait kekerasan psikis. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui kuesioner dan studi kepustakaan. Teknik pengolahan data yang digunakan meliputi penyuntingan, pengkodean, tabulasi, analisis data, dan interpretasi data. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak berusia dibawah 18 tahun. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi orang tua tentang kekerasan psikis terhadap anak ditinjau dari faktor pengetahuan adalah negatif, selain itu persepsi orang tua yang ditinjau dari faktor pengalaman adalah negatif, dan persepsi orang tua ditinjau dari faktor motivasi adalah tinggi, dari total skor ke tiga faktor yang mempengaruhi persepsi tersebut, maka didapatkan persepsi orang tua tentang kekerasan psikis terhadap anak adalah negatif. Untuk mengurangi persepsi negatif orang tua, peneliti menyarankan program pelatihan “parenting skill”. Dengan pelatihan ini orang tua dapat memiliki pengetahuan baru dalam memberikan pengasuhan yang baik kepada anaknya.
DESA DAN KOTA DALAM POTRET PENDIDIKAN Azwar Yusran Anas; Agus Wahyudi Riana; Nurliana Cipta Apsari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2015): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.13592

Abstract

Pendidikan seharusnya sudah menjadi prioritas seluruh masyarakat di Indonesia. Tetapi pendidikan bagi masyarakat miskin bagaikan barang mewah yang tidak bisa mereka beli dan miliki. Salah satu alasan mengapa pendidikan tidak dapat tersentuh oleh masyarakat miskin adalah karena mahalnya biaya pendidikan. Kondisi masyarakat seperti ini ada di desa dan juga di kota. Kondisi pendidikan di kota besar yang memang biaya pendidikannya sudah gratis pun masih memiliki masalah yaitu masalah sulitnya biaya untuk membeli seragam dan juga buku buku sekolah karena pihak sekolah tidak memberikan secara gratis sehingga akhirnya banyak anak anak dikota yang putus sekolah dan akhirnya memilih untuk hidup di jalanan. Sedangkan kondisi pendidikan di desa tidak jauh berbeda dengan di kota persamaan masalahnya yaitu biaya dan juga masalah infrastruktur. Masyarakat desa yang miskin tidak akan bersekolah, kondisi ini diperparah dengan infrastruktur yang tidak lengkap di desa seperti tidak ada SMA di suatu desa sehingga bila masyarakat desa ingin bersekolah ke jenjang SMA maka mereka harus pergi sampai ke kota dan ini membuat masyarakat miskin di desa makin sulit untuk mengakses pendidikan. Sebenarnya pemerintah memiliki kewajiban untuk mengadakan pendidikan yang memadai secara gratis yang di atur dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional mengatakan semua warga negara memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan bermutu dan juga semua warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. Maka dengan adanya undang undang yang mengatur hak warga negara dalam mendapatkan pendidikan sudah seharusnya seluruh warga negara Indonesia medapatkan pendidikan sampai ke jenjang yang paling tinggi tanpa harus bergelut dengan permasalahan kemiskinan.
PELATIHAN PENGEMBANGKAN KAPASITAS IBU DALAM PENGASUHAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR Meilanny Budiarti Santoso; Nurliana Cipta Apsari; Budi Muhammad Taftazani
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.242 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.19419

Abstract

Keluarga adalah tempat yang utama dan pertama dalam kehidupan seorang anak. Ibu memegang peran utama dalam memberikan pengasuhan kepada anak. Adanya peranan ibu memiliki dampak besar terhadap anak, karena terdapat ikatan secara batin antara anak dan ibu sejak dalam kandungan. Agar orang tua terutama ibu mampu melaksanakan fungsinya dengan baik, maka orang tua terutama ibu perlu memahami tingkat perkembangan anak, menilai pertumbuhan dan perkembangan anak dan mempunyai motivasi yang kuat untuk memajukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan proses pengasuhan anak yang sesuai dengan perkembangan anak, maka tim pelaksana kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) melakukan pelatihan pengembangan kapasitas ibu dalam pengasuhan anak, terutama pengasuhan bagi anak usia sekolah dasar di Desa Cisempur Kecamatan Jatinangor Propinsi Jawa Barat. Dengan menggunakan metodologi pelatihan andragogi yaitu metode pembelajaranbagi orang dewasa, dengan memposisikan peserta pelatihan sebagai orang dewasa yang sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman, sehingga harus didorong untuk berperan aktif dalam setiap tahapan proses pelatihan. Aktivitas pelatihan pengembangan kapasitas Ibu dalam melakukan pengasuhan yang dilakukan dalam Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini akan didorong sebagai wujud dari habitat bagi tumbuh-alaminya rasa butuh untuk tumbuh bersama pada diri setiap ibu, sebagai upaya untuk membentuk komunitas sebagai sarana mengoptimalkan kualitas pengasuhan.
DUKUNGAN SOSIAL BAGI ORANG DENGAN DISABILITAS NETRA DALAM PENCAPAIAN PRESTASI DI SEKOLAH LUAR BIASA Tasya Alyani Rosalina; Nurliana Cipta Apsari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.28486

Abstract

Dukungan sosial merupakan pemberian rasa aman, peduli, penghargaan, atau bantuan yang diterima seseorang dari orang lain atau kelompok. Sumber dukungan sosial didapatkan dari banyak pihak yang terlibat langsung dalam aktivitas sehari-hari. Dukungan sosial dapat diberikan kepada siapa saja, begitu pula bagi orang dengan disabilitas netra. Penyandang tunanetra merupakan kondisi dimana seseorang kehilangan penglihatannya disebabkan kedua indera penglihatannya tidak dapat berfungsi sebagaimana orang awas. Dalam melakukan aktivitas sehari-hari, penyandang tunanetra memiliki kesulitan sehingga membutuhkan bantuan orang lain. Begitu pula bagi orang dengan disabilitas netra yang bersekolah, dalam pemenuhan kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikan mereka membutuhkan orang lain untuk membantunya. Tulisan ini mencoba menggambarkan dukungan sosial yang diberikan pada orang dengan disabilitas netra dalam pencapaian prestasi. Tujuan tulisan ini adalah untuk menggambarkan bentuk dukungan sosial yang diberikan pada orang dengan disabilitas netra bagi pencapaian prestasi di sekolah.
POSITIVE PARENTING: PERAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN KEMANDIRIAN ANAK TUNAGRAHITA Shela Nur Rahmatika; Nurliana Cipta Apsari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.28380

Abstract

Keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan kemandirian karena merupakan tempat individu dibesarkan, mulai dari anak-anak, remaja hingga menjadi dewasa. Dalam keluarga, orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membangun kemandirian anak tunagrahita. Pendampingan orang tua merupakan cara terbaik dalam meningkatkan disiplin pada anak, terutama dalam hal kemandirian. Kemandirian merupakan suatu keadaan dimana individu dapat mengerjakan segala sesuatu sendiri (mandiri), tanpa bantuan, dan pertolongan dari orang lain. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya proses perkembangan kemandirian pada anak adalah pengasuhan orang tua. Mengasuh dengan cara yang positif atau dikenal dengan sebutan positive parenting akan memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak tunagrahita. Oleh karena itu, peran orang tua sangat diperlukan dalam rangka membangun kemandirian anak tunagrahita. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam membangun kemandirian anak tunagrahita serta bentuk pengasuhan positif bagi anak tunagrahita. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan dengan memanfaatkan data sekunder. Adapun hasil yang diperoleh dari kajian ini bahwa peran orang tua dalam membangun kemandirian anak tunagrahita antara lain memberi cinta dan kasih sayang, merawat, melindungi dan menjaga, serta mendidik dan melatih. Orang tua perlu belajar menerapkan pola pengasuhan yang positif pada anak tunagrahita agar dapat membentuk karakter positif di masa depan. Memberikan contoh yang baik pada anak serta kerja sama antara ayah dan ibu merupakan bagian yang penting, terutama dalam mengajarkan kedisiplinan dan norma-norma kehidupan.
PENYANDANG DISABILITAS DALAM DUNIA KERJA Geminastiti Purinami A; Nurliana Cipta Apsari; Nandang Mulyana
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 3 (2018): Fokus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i3.20499

Abstract

Penyandang disabilitas, mempunyai hak yang setara dengan orang lain. Meski begitu, diskriminasi masih kerap dirasakan karena mereka dianggap tidak mandiri. Demi mencapai kemandirian, penyandang disabilitas melakukan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan keterampilan sosial. Kurang tersedianya lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas membuat penyandang disabilitas lebih memilih untuk bekerja pada sektor usaha. Adanya undang-undang no 8 tahun 2006, membuat beberapa penyandang disabilitas bekerja di suatu perusahaan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyandang disabilitas karena mereka harus dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja. Bertemu dengan orang baru tentunya bukan hal yang mudah. Diskriminasi yang telah dirasakan oleh penyandang disabilitas tentu dapat menghambat proses penyesuaian diri. Karena itu pekerja sosial mampunyai peran untuk meningkatkan kapasitas orang dalam mengatasi masalah yang dihadapi dan menguhubungkan sumber sumber yang ada di sekitarnya untuk membantu mengatasi masalah.
Gambaran Aktualisasi Diri Penyandang Disabiitas Fisik yang Bekerja Chika Riyanti; Nurliana Cipta Apsari
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 3, No 1 (2020): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v3i1.28483

Abstract

Penyandang disabilitas fisik merupakan seseorang yang memiliki keterbatasan fisik dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghambat diri mereka untuk menciptakan kehidupan yang layak. Salah satu upaya untuk menciptakan kehidupan yang layak yaitu dengan bekerja. Hak untuk bekerja bagi penyandang disabilitas telah dilindungi oleh peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Salah satu upaya mengimplementasikan peraturan tersebut untuk melindugi hak bekerja bagi penyandang disabilitas daksa yaitu melalui Disabled People’s Organisations (DPO).Dengan adanya upaya dari Disabled People’s Organisations (DPO) untuk mewujudkan hak bekerja bagi penyandang disabilitas, juga merupakan perwujudan kebutuhan aktualisasi diri. Aktualisasi diri merupakan kebutuhan untuk mengoptimalkan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh individu. Melalui lima aspek utama dalam aktualisasi diri, dapat dilihat bagaimana individu tersebut mengaktualisasikan dirinya. Kelima aspek tersebut ialah creativity, morality, self acceptance, spontaneity, dan problem solving.Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Penelitian ini ingin memberikan gambaran mengenai pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri penyandang disabilitas fisik yang bekerja. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini, melalui bekerja penyandang disabilitas fisik dapat menyalurkan potensi dan kemampuan yang dimiliki sehingga pemenuhan akan kebutuhan aktualisasi diri dapat terwujud.
PELAKSANAAN ASURANSI KESEHATAN KHUSUS BAGI PENYANDANG DISABILITAS Mutia Rahmi; Nurliana Cipta Apsari; Ishartono Ishartono
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 3 (2018): Fokus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i3.20495

Abstract

Keadaan penyandang disabilitas sebagai kelompok rentan mengalami banyak penyelewengan hak dan salah satunya adalah hak untuk memperoleh akses terhadap kesehatan dan layanan kesehatan. \Dengan keterbatasan mereka dalam melakukan kegiatan sehari-hari disebabkan oleh kedisabilitasan mereka termasuk memperoleh pekerjaan mempengaruhi pendapatan yang mereka dapatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang juga menjadi terbatas. Oleh karena itu mereka membutuhkan jaminan kesehatan dari pemerintah untuk menjamin biaya pengobatan serta bantuan kesehatan yang mereka butuhkan.
REHABILITASI SOSIAL BAGI REMAJA DENGAN DISABILITAS SENSORIK Nida Salsabila; Hetty Krisnani; Nurliana Cipta Apsari
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 3 (2018): Fokus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i3.20496

Abstract

Salah satu masalah sosial yang dihadapi saat ini adalah permasalahan tentang orang dengan Orang dengandisabilitas, seperti stigma negatif, akses yang terbatas yang membuat orang dengan disabilitas menjadi orang yang tergantung kepada bantuan orang lain, ketidaksamaan kesempatan untuk berpartisipasi di dunia kerja, dan masih banyak lagi. Masalah-masalah tersebut adalah masalah yang umum dihadapi orang dengan disabilitas, termasuk remaja dengan disabilitas. Orang denganOrang denganRemaja merupakan masa pertumbuhan yang rentan karena mereka berada pada posisi yang bukan lagi anak-anak dan bukan juga orang dewasa apalagi remaja Orang dengandengan sensorikdisabilitas sensorik yang kesulitan untuk mengaktualisasikan dirinya. Rehabilitasi sosial merupakan salah satu pelayanan sosial yang dapat membantu perkembangan remaja Orang dengansensorikdengan disabilitas sensorik.
PERILAKU SELF-HARM ATAU MELUKAI DIRI SENDIRI YANG DILAKUKAN OLEH REMAJA (SELF-HARM OR SELF-INJURING BEHAVIOR BY ADOLESCENTS) Thesalonika Tarigan; Nurliana Cipta Apsari
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 4, No 2 (2021): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v4i2.31405

Abstract

Self-harm behavior is a form of behavior that done to deal with emotional distress or emotional pain by hurting him/herself without any intention of committing suicide. From various studies, adolescents are the one who have high intention of this behavior. There is still a few research for this issue because of the iceberg phenomenon. This issue rated as iceberg phenomenon because there is much number of cases that have not been revealed. This article provides a literature review on self-harm or self-injuring behavior in adolescents and the factors that have the potential to cause self-injury in adolescents. The research objective was to find out and get more information about self-harm behavior. The method that was used in this article is a literature review. The result is self-harm behavior mostly done by adolescent because adolescence is a period of time where there are full of conflicts so that they are vulnerable to doing self-harm. Potential factors to cause adolescents to injuring themself which was discussed below are loneliness, high level of difficulty in responding to negative experiences and a low level of tolerance for the problem sat hand, emotional focus coping, external and internal factors, and communication patterns/style with parents.
Co-Authors Abdullah, Hanifiyatus Shamhah Adina Riska Anindita Agus Wahyudi Riana Al Banda Arya Rekso Negoro Andita Ratih Anisa Putri Alifah Anisza Eva Saputri Anjani, Dina Anna Rizky Annisa Anna Rizky Annisa, Anna Rizky Annisa Nabila Annisa Nabila, Annisa Aprilia, Marwah Dwita Arie Surya Gutama Arifah Di’Faeni Nurul Asyia Arinda Putri Wulandari Aufa Hanum Aulia Vegianti Aulia, Adis Prita Aulia, Danisya Azwar Yusran Anas Azwar Yusran Anas, Azwar Yusran Azzahra, Ni Made Ray Rika Beladiena, Arsy Nafisa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa BUDHI WIBHAWA Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa, Budhi Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Chika Riyanti Darwis, Rudi S. Destin Putri A. Destin Putri A., Destin Putri Devie Lestari Hayati Dian Haerunisa Dian Haerunisa, Dian Dian Puspita Sari Diaz Aristawidya Nugroho Dwi Istanto Eko Setiawan Eko Setiawan Erika Putri Wulandari Ezza Oktavia Utami Fara Dhania Aulia Farakhiyah, Rachel Febriyani Jenz Fushshilat, Sonza Rahmanirwana Gabriela Dameni Natalia Sinurat Galih Haidar Geminastiti Purinami A Ghea Cantika Noorsyarifa Gina Sonia Gumilang Ramadhan Haidar, Galih Handira Nurul Az-zahra HERY WIBOWO Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani Hetty Krisnani Humaira, Salsabila Iin Rizkiyah Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Jatnika, Dyana Chusnulitta Kamal , Mustfa Khairunnisa, Muthia Fadhila Khairunnisa, Salsabila Khofiffah, Fanesha Khofiyya Fathimah Kodaruddin, Wina Nurdini lukman effendi Lukman Effendi manik, rachel Marcelino Vincentius Poluakan Maulana Irfan, Maulana Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso MEILANNY BUDIARTI SANTOSO Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Monica Kristiani Widhawati Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Fedryansyah Muhammad Ihsan Yasin Muthia Fadhila Khairunnisa Muthia Fadhila Khairunnisa Mutia Rahmi Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Nazamuddin, Aniza Negoro, Al Banda Arya Rekso Nida Salsabila Nunung Nurwati NUNUNG NURWATI Nurazizah, Siti Nurul Husna Nurul Izza Sayyidina Aufa Dianto Nurwati, R. Nunung Permana, Oktia Dwi Pratama, Denny Maulana Putri, Nadila Auludya Rahma Putri, Risya Ananda R. Nunung Nurwati Rachel Farakhiyah Rachim, Hadiyanto Abdul Rafli Muhammad Sabiq Raihan Akbar Khalil Ramadhan, Dhiya Nabilah Ramadhatsani, Sahira Ratih, Andita Rifky Taufiq Fardian Rinaldo, Rinaldo RISNA RESNAWATY Risna Resnawaty, Risna Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Salsabilla Aurelia Pratiwi Salsabilla, Tiara SANDI GUMILAR Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo SANTOSO TRI RAHARJO Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo SANTOSO TRI RAHARJO Santoso Tri Raharjo Santoso, Meilanny Saragih, Evangelina Putri Fide Shela Nur Rahmatika Sherien Sekar Dwi Ananda Siti Maimunah Sitisaroh, Nanda Soni Akhmad Nulhaqim Sonia, Gina Sonza Rahmanirwana Fushshilat Sri Sulastri Sukmana, Djulaiha Suleman, Syahputra Adisanjaya Susanto, Meilanny Budiarti Syahputra Adisanjaya Suleman Syeira Rifdah Adniy Syifa Salsabila Tasya Alyani Rosalina Thesalonika Tarigan Tiara Salsabilla Utami, Ezza Oktavia Vadilla Aries Tantya Vanaja Syifa Radissa Vania Kemala Hastuti Vegianti, Aulia Wandi Adiansah, Wandi Widhawati, Monica Kristiani Wina Nurdini Kodaruddin Wulandari, Arinda Putri Wulandari, Erika Putri Yessi Rachmasari Yessi Rachmasari, Yessi Yulia Puspita Dewi Zen, Lya Fayola Zulkarnain Bastari Zulkarnain Bastari, Zulkarnain