Claim Missing Document
Check
Articles

PELAKSANAAN SUPPORT GROUP PADA ORANGTUA ANAK DENGAN CEREBRAL PALSY Adina Riska Anindita; Nurliana Cipta Apsari
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 2 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i2.26248

Abstract

 AbstrakKeluarga, khususnya orangtua merupakan orang yang paling dekat dengan anak, sehingga orangtua memiliki peranan yang sangat penting di dalam kehidupan anak, terutama anak yang memiliki kondisi cerebral palsy. Namun, di sisi lain, orangtua yang memiliki anak dengan cerebral palsy memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kondisi yang menyebabkan stres. Metode yang digunakan dalam jurnal ilmiah ini adalah dengan studi literatur. Agar dapat menjalankan peranannya sebagai orangtua bagi anaknya yang memiliki kondisi cerebral palsy, orangtua memerlukan dukungan sosial. Pekerja sosial dapat berperan dalam mengatasi hal ini yaitu dengan pemberian pelayanan kelompok melalui support group. Support group memiliki kekuatan penyembuhan karena orangtua yang memiliki anak dengan cerebral palsy akan mendapatkan dukungan yang sifatnya timbal balik.  AbstrackFamily, especially parents are the people closest to children, so parents have a very important role in the lives of children, especially children who have a condition of cerebral palsy. However, on the other hand, parents who have children with cerebral palsy have a greater chance of experiencing stressful conditions. The method used in this scientific journal is the study of literature. In order to be able to carry out its role as a parent for children who have cerebral palsy, parents need social support. Social workers can play a role in overcoming this, namely by providing group services through a support group. Support groups have therapeutic powers because parents who have children with cerebral palsy will get reciprocal support.
PRAKTIK PENGASUHAN TERKAIT PENGEMBANGAN ASPEK KOGNITIF PADA ANAK USIA PRASEKOLAH OLEH ORANG TUA Budi Muhammad Taftazani; Nurliana Cipta Apsari; Ishartono Ishartono Ishartono
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 17 No. 4 (2018): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2590.078 KB) | DOI: 10.31105/jpks.v17i4.1520

Abstract

Praktik pekerjaan sosial selain diarahkan kepada tindakan mengatasi masalah sosial, juga bergerak pada isu yang berorientasi pencegahan dan pengembangan. Salah satu isu yang terkait dengan orientasi pengembangan dan pencegahan masalah adalah kualitas pengasuhan anak oleh orang tua. Riset ini secara praktis dapat dijadikan bahan kajian untuk mengembangkan intervensi pekerjaan sosial dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak oleh orang tua. Artikel secara khusus menggambarkan tentang praktik pengasuhan orang tua terkait pengembangan aspek kogntif anak usia prasekolah. Artikel ditulis berdasarkan riset deskriptif yang dilakukan melalui survey pada populasi keluarga yang memiliki anak usia prasekolah yang tinggal di apartemen transit Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.  Praktik pengasuhan yang dilakukan menunjukkan mayoritas orang tua memberi dukungan kepada anak melalui pemberian aktivitas yang menantang anak. Orang tua memberikan kesempatan kepada anak melakukan aktivitas atas inisiatif mereka sendiri. Saat anak mencapai keberhasilan tidak semua orang tua memberi apresiasi pada anak. Hanya sebagian orang tua mengetahui batas kemampuan berfikir anak yang berguna sebagai patokan pembelajaran. Sebagian orang tua pernah menyebut anak mereka malas atau tidak mampu, sebagi hal yang berlawanan dengan pengasuhan efektif yang seharusnya lebih banyak memberi dukungan dan motivasi. Mayoritas orang tua mempraktikan pengasuhan yang sejalan dengan persiapan memasuki tahap perkembangan berikutnya diantaranya belajar mengembangkan persepsi dengan mengajarkan anak memahami keadaan orang lain dan menunda kesenangan. Interaksi dan aktivitas bersama antara orang tua dan anak memungkinkan terjadinya dialog sebagai media untuk meningkatkan kemampuan anak.Untuk meningkatkan kualitas pengasuhan dan mencegah terjadinya perlakuan kurang tepat, pekerja sosial yang bekerja di arena kesejahteraan anak dan keluarga perlu mengembangkan program edukasi terkait praktik pengasuhan yang tepat sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
AKSESIBILITAS SEBAGAI BENTUK KEMANDIRIAN DISABILITAS FISIK DALAM MENGAKSES FASILITAS PELAYANAN PUBLIK DITINJAU DARI ACTIVITY DAILY LIVING Khofiyya Fathimah; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v2i2.29121

Abstract

Penyandang disabilitas mempunyai hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Dalam hal fasilitas pelayanan publik, penyandang disabilitas memiliki akses yang sama untuk mendapatkan pelayanan publik dalam segala bidang. Kemampuan yang dimiliki oleh penyandang disabilitas ini sangat bertolak belakang dengan penyediaan fasilitas atau kebijakan yang diberikan untuk pelayanan bagi penyandang disabilitas. Hal ini tentu berpengaruh terhadap kemandirian pada remaja penyandang disabilitas dalam melakukan Activity Daily Living (ADL). Apabila fasilitas pelayanan publik tidak ramah terhadap penyandang disabilitas maka bagi remaja yang juga sedang memasuki masa eksplorasi akan mengalami hambatan dalam pelaksanaan perkembangannya sebagai remaja. Banyak ditemui bahwa unit pelayanan yang diberikan oleh pemerintah tidak mendukung akses pelayanan kamu disabilitas. Oleh karena itu penting dilakukan kajian tentang aksesbilitas pelayanan publik yang dikhususkan untuk penyandang disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Untuk memperoleh data yang diperlukan, peneliti menggunakan dokumentasi dan studi literature. Dalam artikel ini menguraikan bagaimana permasalahan yang dihadapi oleh remaja penyandang disabilias dalam mengakses fasilitas pelayanan publik yang berpengaruh terhadap kemandirian pada remaja penyandang disabilitas dalam melakukan Activity Daily Living (ADL).
PERILAKU MENENTANG PROTOKOL KESEHATAN DIPENGARUHI OLEH TEORI KONSPIRASI VIRUS COVID-19 DITINJAU DENGAN TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK Raihan Akbar Khalil; Nurliana Cipta Apsari; Hetty Krisnani
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v3i2.35150

Abstract

ABSTRACTConspiracy theory is a tendency to assume that a large event has been planned in secret by a powerful and evil entity, and acts simultaneously. lately, there are so many conspiracy theories in the world about covid-19 conspiracy theories, which can certainly cause a misinformation from the media to the general public, leading to violations of health protocols. Using symbolic interactionism theory, I wanted to analyze how behaviors opposing health protocols are influenced by viral conspiracy theories with symbolic interactionism theory. The method used is the study of literature, scientific literature, as well as credible sources. The result is that by believing the conspiracy theory covid-19 with various factors behind it such as age, education, income, and psychological condition. Narrative and persuasion communication styles can also influence some individuals to believe that the conspiracy theory is real. Some individuals commit violations of health protocols as a form of distrust they have. preventive measures that can be done is to conduct counseling on the importance of following health protocols, as well as regulation of the media regarding information that is not true existence.  
DAMPAK PENGANGGURAN TERHADAP TINDAKAN KRIMINAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF KONFLIK Rafli Muhammad Sabiq; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v3i1.31973

Abstract

Pekerjaan memiliki peran penting dalam keberlangsungan hidup masyarakat. Masyarakat tentu ingin mendapatkan pekerjaan sebaik-baiknya untuk kehidupan yang baik dan terhindar dari pengangguran. Pengangguran menjadi masalah sosial yang belum terselesaikan dan menjadi mimpi buruk bagi masyarakat.Pengangguran dapat menyebabkan masalah bagi yang mengalaminya seperti depresi dan menyebabkan masalah sosial lainnya seperti tindakan kriminal. Pengangguran sering menjadi alasan bagi seseorang untuk melakukan tindakan kriminal demi memenuhi kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab dan dampak dari pengangguran yang dapat menyebabkan tindakan kriminal. Hal ini selanjutnya akan ditinjau menggunakan perspektif konflik yang mencakup sejumlah teori dan fokus yang menjelaskan tentang adanya ketidaksetaraan, dominasi, kekuatan, dan ketimpangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pengangguran memberikan tekanan psikologis bagi para penganggur yang dapat menyebabkan terjadinya tindakan kriminal. Tekanan ini membuat para penganggur tidak dapat berpikir jernih dan membuatnya menghalalkan segala cara termasuk tindakan kriminal demi memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
HUBUNGAN PROSES PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS REMAJA DENGAN TAWURAN ANTAR REMAJA Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v3i1.31969

Abstract

Artikel ini membahas tentang hubungan antara proses perkembangan psikologis individu pada tahap remaja dengan kenakalan remaja khususnya tawuran. Kami juga membahas tentang latar belakang remaja melakukan tawuran dan pencegahan yang dapat dilakukan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metodekualitatif dengan menggunakan studi kepustakaaan dengan menggunakan perspektif perkembangan manusia.Remaja merupakan individu berusia 13-21 tahun yang merupakan perlihan dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan pubertas. Pada tahapan ini menunjukkan bahwa proses perkembangan remaja terjadi perubahan baik secara fisik, mental, dan sosial. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa proses perkembangan individu pada tahap remaja berhubungan dengan perilaku tawuran antar remaja. Krisis identitas yang sedang mereka alami merupakan salah satu proses yang menyebabkan mereka masih mencari jawaban atas pertanyaan yang ada tentang masalahnya. Selain itu, kondisi emosional mereka yang belum stabil dan masih meledak-ledak juga faktor yang menyebabkan mereka melakukan tawuran antar pelajar.
Pergeseran Paradigma dalam Disabilitas Meilanny Budiarti Santoso; Nurliana Cipta Apsari
Intermestic: Journal of International Studies Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.191 KB) | DOI: 10.24198/intermestic.v1n2.6

Abstract

Paradigm shift in understanding disabilities need to be delivered in line with the spirit of reformation and democratization lies on strengthening fundamental pillars of human rights. This article is using literature and documentation study. The paradigm in addressing or providing services to people with disabilites have shifted, starting with The Traditional model, which was charity in nature, shifted toward The Individual Model – Medical Model, emphasizing rehabilitation for disabilities population. The second model were felt insufficient to eliminate the obstacles dealt by the disabilities, thus the professionals developed the third paradigm, which is The Social Model, where focus of services are meant to create social change – community change. Currently, services for disabilites population are based on the Inclusion Model, which is inclusive development – inclusive society. The inclusive approach is utilized to present the disabilities population in the lives of the community, thus accomodating more of human rights of the disabilites population.
Upaya Penanggulangan Kemiskinan Ekonomi di Indonesia Melalui Perspektif Pekerja Sosial Salsabilla Aurelia Pratiwi; Ghea Cantika Noorsyarifa; Nurliana Cipta Apsari
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 5, No 1 (2022): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v5i1.39965

Abstract

Kemiskinan merupakan suatu kondisi yang diakibatkan oleh kekurangannya sumberdaya yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup serta meningkatkan kesejahteraan suatu masyarakat. Kemiskinan merupakan permasalahan yang belum terpecahkan di Indonesia karena terdapat banyak faktor yang melatarbelakanginya. Kemiskinan dibagi kedalam beberapa kelompok yakni diantaranya kemiskinan absolut, kemiskinan relatif, kemiskinan kultural dan kemiskinan struktural. Faktor latar belakang yang menyebabkan munculnya masalah kemiskinan diantaranya kebiasaan buruk yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat dan ketimpangan pendapatan yang didapat oleh masyarakat. Untuk mengatasi kemiskinan perlu adanya upaya dari beberapa pihak seperti para pemangku kebijakan dan profesional salah satunya yakni Pekerja Sosial. Pekerja sosial memiliki tujuan untuk memberdayakan masyarakat, hal tersebut berkaitan dengan penelitian dalam penulisan artikel ini mengenai bagaimana upaya yang dilakukan untuk menanggulangi permasalahan kemiskinan melalui perspektif Pekerja Sosial. Penulisan artikel ini bertujuan untuk melakukan penelitian mengenai situasi kemiskinan di Indonesia saat ini dan upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi permasalahan kemiskinan melalui perspektif profesi pekerja sosial. 
INTEGRASI KOMPETENSI KEBAHAGIAAN DALAM PENGEMBANGAN SIKAP SPIRITUAL DAN SOSIAL SISWA Muthia Fadhila Khairunnisa; Tiara Salsabilla; Nurliana Cipta Apsari
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 1 (2023): Empati Edisi Juni 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i1.29192

Abstract

Abstract. Education curriculum is one of the most important aspects in the learning process. In Indonesia’s 2013 Curriculum (K13), spiritual and social traits become one of the three graduation competencies for students. However, character development and planting a sense of joy in learning for students have not become the main focus in Indonesian education. The government of Delhi, India, developed an innovation called Happiness Curriculum, where it includes three Happiness Competencies, which are: mindfulness, critical thinking and reflection, and social-emotional skills. This study is important because developing the character of critical, mindfulness and able to self-reflection will assist the Indonesian young generation to be more prepared to address challenges and issues of the future. This research aims to identify the urgency and how can the Happiness Competencies be integrated into the curriculum in Indonesia to increase the spiritual and social traits competency for students at school. The method used is literature review. The result shows that the Happiness Competencies based on the Happiness Curriculum from Delhi, India, can be integrated starting from the teacher and the surrounding environment that supports the said transformation, considering that mental health at school is one of the issues that should become the concern of actors in the education sector. Keyword: Education, curriculum, happiness competency, spiritual traits, social traits. Abstrak. Kurikulum pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Dalam Kurikulum 2013 (K13) di Indonesia, sikap spiritual dan sosial menjadi salah satu dari tiga standar kompetensi kelulusan siswa. Namun, pengembangan karakter dan penanaman rasa senang belajar kepada siswa belum menjadi fokus utama dalam pendidikan Indonesia. Pemerintah Delhi, India, mengembangkan inovasi bertajuk Happiness Curriculum yang mencakup tiga Kompetensi Kebahagiaan, yakni: mindfulness, critical thinking, and reflection, serta social-emotional skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi urgensi serta bagaimana Kompetensi Kebahagiaan tersebut dapat diintegrasikan kedalam kurikulum di Indonesia guna meningkatkan kompetensi sikap spiritual dan sosial siswa di sekolah. Penelitian ini penting karena pengembangan karakter siswa yang kritis, mampu merefleksikan diri dan memiliki kemampuan mindfulness dapat membantu generasi muda Indonesia menjadi generasi yang lebih siap menatap tantangan di masa depan. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi kebahagiaan berdasarkan Happiness Curriculum dari Delhi, India, dapat diintegrasikan dimulai dengan guru dan lingkungan sekitar yang mendukung perubahan tersebut, menimbang bagaimana kesehatan mental di lingkungan sekolah juga menjadi salah satu isu yang menjadi perhatian pelaku pendidikan termasuk pekerja sosial di sekolah. Kata kunci: Pendidikan, kurikulum, kompetensi kebahagiaan, sikap spiritual, sikap sosial.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU KEKERASAN SEKSUAL DENGAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK DI KAMPUS UNPAD JATINANGOR: SUDUT PANDANG MAHASISWA Gumilang Ramadhan; Arinda Putri Wulandari; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 5 No 1 (2023): REHSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/rehsos.v5i1.697

Abstract

Sexual violence is a hot issue at Padjadjaran University, the emergence of accounts on social media containing photos of perpetrators of sexual violence and the formation of the SATGAS PPKS which focuses on handling sexual violence cases is clear evidence that this issue does occur in the campus environment. Cases of sexual violence on the Unpad Jatinangor campus are also considered to still not get maximum treatment so that there are still many cases that are not resolved properly, this is influenced by the flow of complaints that are not known by the entire academic community, including students. Sexual violence that occurs on campus is also supported by several factors such as campus environmental conditions. This study aims to examine the relationship between physical conditions and the environment with sexual violence at Campus Unpad Jatinangor by referring to Stimulation Theory and Behavioral Setting Theory. The method used in this study is a qualitative research method . The results of the study explained that sexual violence is influenced by the physical environment of the campus which is quiet, dark and difficult to reach security posts, as well as the lack of maintenance and the availability of facilities and infrastructure such as CCTV. Streets along the SOSHUM and SAINTEK clumps, building alleys and toilets are some of the points that have the potential to become places for sexual violence to occur. Real action and contributions from various elements are needed so that this issue can get priority to get the right treatment. Such as improving facilities and infrastructure or comprehensive and continuous socialization regarding efforts to prevent and handle cases of sexual violence. Keywords: Environment, Sexual Violence, Stimulation Theory, Behavioral Setting Theory, Unpad Jatinangor
Co-Authors Abdullah, Hanifiyatus Shamhah Adina Riska Anindita Agus Wahyudi Riana Al Banda Arya Rekso Negoro Andita Ratih Anisa Putri Alifah Anisza Eva Saputri Anjani, Dina Anna Rizky Annisa Anna Rizky Annisa, Anna Rizky Annisa Nabila Annisa Nabila, Annisa Aprilia, Marwah Dwita Arie Surya Gutama Arifah Di’Faeni Nurul Asyia Arinda Putri Wulandari Aufa Hanum Aulia Vegianti Aulia, Adis Prita Aulia, Danisya Azwar Yusran Anas Azwar Yusran Anas, Azwar Yusran Azzahra, Ni Made Ray Rika Beladiena, Arsy Nafisa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa Budhi Wibhawa BUDHI WIBHAWA Budhi Wibhawa, Budhi Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Chika Riyanti Darwis, Rudi S. Destin Putri A. Destin Putri A., Destin Putri Devie Lestari Hayati Dian Haerunisa Dian Haerunisa, Dian Dian Puspita Sari Diaz Aristawidya Nugroho Dwi Istanto Eko Setiawan Eko Setiawan Erika Putri Wulandari Ezza Oktavia Utami Fara Dhania Aulia Farakhiyah, Rachel Febriyani Jenz Fushshilat, Sonza Rahmanirwana Gabriela Dameni Natalia Sinurat Galih Haidar Geminastiti Purinami A Ghea Cantika Noorsyarifa Gina Sonia Gumilang Ramadhan Haidar, Galih Handira Nurul Az-zahra HERY WIBOWO Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani Hetty Krisnani Humaira, Salsabila Iin Rizkiyah Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Ishartono Jatnika, Dyana Chusnulitta Kamal , Mustfa Khairunnisa, Muthia Fadhila Khairunnisa, Salsabila Khofiffah, Fanesha Khofiyya Fathimah Kodaruddin, Wina Nurdini lukman effendi Lukman Effendi manik, rachel Marcelino Vincentius Poluakan Maulana Irfan, Maulana Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso MEILANNY BUDIARTI SANTOSO Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Moch. Zainuddin Moch. Zainuddin, Moch. Monica Kristiani Widhawati Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Daffa Rizqi Eko Putra Muhammad Fedryansyah Muhammad Ihsan Yasin Muthia Fadhila Khairunnisa Muthia Fadhila Khairunnisa Mutia Rahmi Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Nazamuddin, Aniza Negoro, Al Banda Arya Rekso Nida Salsabila Nunung Nurwati NUNUNG NURWATI Nurazizah, Siti Nurul Husna Nurul Izza Sayyidina Aufa Dianto Nurwati, R. Nunung Permana, Oktia Dwi Pratama, Denny Maulana Putri, Nadila Auludya Rahma Putri, Risya Ananda R. Nunung Nurwati Rachel Farakhiyah Rachim, Hadiyanto Abdul Rafli Muhammad Sabiq Raihan Akbar Khalil Ramadhan, Dhiya Nabilah Ramadhatsani, Sahira Ratih, Andita Rifky Taufiq Fardian Rinaldo, Rinaldo RISNA RESNAWATY Risna Resnawaty, Risna Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Sahadi Humaedi SAHADI HUMAEDI Salsabilla Aurelia Pratiwi Salsabilla, Tiara SANDI GUMILAR Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo SANTOSO TRI RAHARJO Santoso Tri Raharjo Santoso Tri Raharjo SANTOSO TRI RAHARJO Santoso Tri Raharjo Santoso, Meilanny Saragih, Evangelina Putri Fide Shela Nur Rahmatika Sherien Sekar Dwi Ananda Siti Maimunah Sitisaroh, Nanda Soni Akhmad Nulhaqim Sonia, Gina Sonza Rahmanirwana Fushshilat Sri Sulastri Sukmana, Djulaiha Suleman, Syahputra Adisanjaya Susanto, Meilanny Budiarti Syahputra Adisanjaya Suleman Syeira Rifdah Adniy Syifa Salsabila Tasya Alyani Rosalina Thesalonika Tarigan Tiara Salsabilla Utami, Ezza Oktavia Vadilla Aries Tantya Vanaja Syifa Radissa Vania Kemala Hastuti Vegianti, Aulia Wandi Adiansah, Wandi Widhawati, Monica Kristiani Wina Nurdini Kodaruddin Wulandari, Arinda Putri Wulandari, Erika Putri Yessi Rachmasari Yessi Rachmasari, Yessi Yulia Puspita Dewi Zen, Lya Fayola Zulkarnain Bastari Zulkarnain Bastari, Zulkarnain