Claim Missing Document
Check
Articles

Composition of mangrove and macrozoobenthos species ar Lhok Buon Beach, Samatiga District, West Aceh Regency Wahyuni, Sri; Munandar, Munandar; Lisdayanti, Eka; Mursawal, Asri; Kurniawan, Ronal; Riswan, M.
South East Asian Marine Sciences Journal Vol. 2 No. 1 (2024): September
Publisher : Science, Technology, and Education Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/seamas.2.1.17-21

Abstract

Lhok Bubon Beach is a unique coastal area because it has complete biota, namely mangrove forests and macrozoobenthos. This research looks at the composition of mangroves and macrozoobenthos on Lhok Buon Beach. The method used in this research is a survey with three sampling stations. Determination of stations uses purposive sampling with different characteristics and 3 station plots measuring 10x10m. The research results show that the highest macro zoobenthos composition was obtained at station 3 and the lowest at station 1. The diversity index was classified as low, uniformity was medium and high at station 3, and no mangroves dominated at any station. Environmental quality is still relatively good for mangroves and macrozoobenthos
Abundance and Ecology Index of Plankton in Island Seurudong Waters, South Aceh: Kelimpahan dan Indeks Ekologi Jenis Plankton di Perairan Pulau Seurudong, Aceh Selatan Lubis, Friyuanita; Lisdayanti, Eka; Najmi, Nurul
Habitus Aquatica Vol 4 No 1 (2023): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.4.1.23

Abstract

Plankton merupakan organisme yang hidup di kolom perairan laut dan pergerakannya mengikuti arus. Kelompok plankton dibagi menjadi dua jenis yaitu fitoplankton dan zooplankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan indeks ekologi plankton dari perairan Pulau Seurudong kabupaten Aceh Selatan. Pengambilan sampel air dengan volume 100 liter disaring menggunakan plankton net di setiap stasiun. Lokasi pengambilan sampel terdapat 3 stasiun. Setiap stasiun memiliki 4x pengulangan. Pengukuran kualitas perairan dilakukan bersamaan dengan pengambilan sampel air untuk identifikasi jenis plankton. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton pada stasiun 1 sebesar 12520 sel/L, stasiun 2 sebesar 5643 sel/L, dan stasiun 3 sebesar 3510 sel/L. Kelimpahan zooplankton pada stasiun 1 sebesar 918 Ind/L, stasiun 2 sebesar 1225 ind/L dan stasiun 3 sebesar 1575 ind/L. Nilai indeks ekologi fitoplankton menunjukkan H’ (0,97 – 1,05), C (1,0) dan E (0,26 – 0,33) sedangkan zooplankton menunjukkan H’ (0,55 – 0,78), C (1,0) dan E (0,21 – 0,24). Komposisi jenis fitoplankton dan zooplankton di perairan ini berkaitan erat dengan kualitas perairan dan sumber makanan bagi organisme lainnya.
Short Communication: The Occurance of Coin Green Seaweeds, at Lhok Bubon Coast, Samatiga, West Aceh: Komunikasi Singkat: Keberadaan Alga Hijau Koin, di Pesisir Lhok Bubon, Samatiga, Aceh Barat Lisdayanti, Eka; Ayu, Inna Puspa; Asriani, Nenni; Yuliati, Yuliati; Najmi, Nurul; Darmarini, Ananingtyas S
Habitus Aquatica Vol 5 No 2 (2024): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.5.2.58

Abstract

This study aims to report the diversity of the Halimeda genus on the West Aceh coast. Data was collected in the Lhok Bubon Coastal intertidal area, Samatiga, West Aceh Aceh Province. Macroalgae samples were collected using the cruising method along the beach with a depth of 1-2 m at low tide. The Halimeda genus found four species, namely Halimeda macroloba, Halimeda macrophysa, Halimeda incrassata, and Halimeda simulans. Halimeda macroloba was found to have a whitish-green talus. Halimeda macrophysa samples have irregular talus branches. Description Halimeda incrassata at the study site is light green, and the holdfast is attached to the sandy substrate to form large sediment clumps. Halimeda simulans were found to be linked to sand, which tends to have a finer texture. The results of this report provide information that Lhok Bubon Beach, West Aceh, has macroalgae potential that needs further study.
Edukasi Pembibitan Propagule Mangrove Berbasis Konservasi sebagai Peluang Usaha Masyarakat Peunaga Cut Ujong, Aceh Barat Lisdayanti, Eka; Najmi, Nurul; Rahmawati, Rahmawati; Wahyuni, Sri; Hasdanita, Fitry; Masrura, Delfian
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.762

Abstract

Penanaman dan penyulaman bibit mangrove untuk perluasan ekosistem pesisir telah dilakukan sejak tahun 2022 di Gampong Peunaga Cut Ujong Aceh Barat. Partisipasi masyarakat pada kegiatan tersebut mendorong dilakukannya edukasi pembibitan mangrove agar mengetahui potensi peluang usaha berbasis konservasi bagi masyarakat pesisir. Juga untuk memaksimalkan fungsi ekosistem mangrove utamanya untuk peningkatan ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi berupa sosialisasi dan demonstrasi secara langsung penanaman propagule mangrove dari jenis Rhizophora apiculata, R. mucronata dan Bruguiera gymnorrhiza. Tahapan pelaksanaan kegiatan melibatkan masyarakat mulai dari tahap persiapan, penanaman dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peluang usaha penanaman propagule mangrove dapat dilakukan dengan persentase tingkat kematian bibit mangrove 0% sampai 39 hari pasca penanaman. Keikutsertaan dan keaktifan masyarakat secara langsung dalam pengabdian ini menentukan tingkat keberhasilan penanaman mangrove. Planting and transplanting mangrove seedlings for the expansion of coastal ecosystems has been carried out since 2022 in Gampong Peunaga Cut Ujong, West Aceh. Community participation in these activities encourages mangrove nursery education to find conservation-based business opportunities in coastal communities. Also, to maximize the potential of the mangrove ecosystem, especially for economic improvement. This service activity aims to provide education in the form of socialization and direct demonstration of mangrove propagule planting of Rhizophora apiculata, R. mucronata, and Bruguiera gymnorrhiza species. The stages of activity implementation involve the community starting from the preparation, planting, and evaluation stages. The evaluation results show that the business opportunity of planting mangrove propagules can be done with a percentage of mangrove seedling mortality rate of 0% until 39 days after planting. The participation and activeness of the community directly in this service determines the success rate of mangrove planting.
Tingkatkan Pelestarian Hutan Mangrove Melalui Kolaborasi Edukatif dan Sharing Session Bersama Pemuda Gampong Lisdayanti, Eka; Najmi, Nurul; Rahmawati, Rahmawati; Nasution, Anisah
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15038

Abstract

Pelestarian ekosistem mangrove dapat dilakukan salah satunya dengan cara penanaman kembali bibit mangrove. Bibit mangrove akan berhasil tumbuh jika ditanam pada lingkungan yang tepat dan mendapatkan perawatan atau perlidungan pasca penanaman terutama oleh semua masyarakat setempat. Tujuan pengabdian ini adalah dapat menjadi media atau ruang bagi kelompok pengelola agar mampu mengidentifikasi kendala dan solusi selama pengelolaan mangrove di Gampong Peunaga Cut Ujong, Aceh Barat. Aktivitas penanaman dan perawatan mangrove telah dilakukan sejak tahun 2022 dan 2024, sehingga sangat penting untuk menjalin kolaborasi antar pihak sebagai upaya nyata dalam meningkatkan keberhasilan konservasi hutan mangrove. Metode yang digunakan adalah kolaborasi edukatif dan sharing session antar pihak untuk mencapai tujuan pengabdian. Seluruh sesi pengabdian menunjukkan keaktifan dan antusias semua pihak terutama kelompok pemuda dalam mengidentifikasi kendala-kendala terkait pengelolaan selama 2 tahun pasca penanaman. Tahap akhir kegiatan mengevaluasi kendala utama yang ditemukan kelompok adalah masih kurangnya tingkat saling percaya satu sama lain antar pihak di Gampong, terutama terkait tahapan pengelolaan. Hal lain yang menjadi perhatian adalah sikap yang saling melempar tanggung jawab karena masih belum ada aturan atau kebijakan mengenai pengelolaan ekosistem mangrove di Gampong ini. Hasil diskusi terarah kolaboratif yang dilakukan merekomendasikan pelibatan dan keterbukaan semua pihak dengan adil, baik dari pertukaran informasi atau pun program dalam pengelolaan ekosistem mangrove.
Growth Pattern and Survival of Mangrove Seedlings on the Coast of Peunaga Cut Ujong, West Aceh Lisdayanti, Eka; Najmi, Nurul; Rahmawati; Hermawan, Eko Perbowo Dian
Jurnal Sylva Lestari Vol. 12 No. 3 (2024): September
Publisher : Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsl.v12i3.894

Abstract

Mangroves are coastal ecosystems with different abilities to adapt to changing environmental conditions. Habitat characteristics that continue to change cause morphological, anatomical, and physiological adaptations of mangrove species. This study aims to observe the survival and growth rate of Rhizhopora mucronata in Peunaga Cut Ujong, Meurebo, West Aceh. The mangroves were planted in 2022 and observed one year after planting. The observation and data collection of 35 tree samples were conducted every two weeks. The results showed a decrease in the survival rate from the third month of observation until the end, showing a decrease of 78%. In contrast, tree growth increased from months 1 to 5. Salinity conditions and substrates dominated by sand with minimal nutrients indicate adaptation to the growth of some relatively small mangrove species. Fluctuating salinity conditions with the dominance of sand have the potential to support the survival of R. mucronata, although with low growth. Its main influence still needs to be studied over a longer period. Keywords: adaptations, growth, morphometrics, salinity
Analisis Indeks Keanekaragaman, Dominansi Dan Dampak Komposisi Hasil Tangkapan Bubu Di Pulau Putri, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Rahayu, Rosi; Fuah, Ricky Winrison; Rahmawati, Rahmawati; Lisdayanti, Eka
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 3 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v3i2.7056

Abstract

Upaya penangkapan yang dilakukan oleh nelayan dengan jenis alat tangkap bubu masih berlangsung hingga sekarang dimana usaha ini dapat dijadikan sebagai suatu sumber pendapatan. Informasi ilmiah tentang keanekaragaman, dominansi dan komposisi hasil tangkapan bubu di Pulau Putri masih kurang tersedia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian komposisi hasil tangkapan dengan membandingkan komposisi jumlah dan bobot hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi umum bubu dan  menganalisis komposisi hasil tangkapan. Penelitian komposisi hasil tangkapan bubu di Pulau Putri, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dilaksanakan pada bulan Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif, data dianalisis dengan analisis komposisi jenis dan komposisi bobot dan mengolah data yang didapat di lapangan dan membandingkannya dengan studi pustaka yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa spesies yang didapatkan adalah 10 pada bubu I dan 9 spesies pada bubu II. Tingkat keanekaragaman bubu I dan II adalah 1,56 dan 1,16 (sedang). Sedangkan tingkat dominansinya  adalah 0,3 dan 0,5 (tinggi)
PREFERENSI MAKANAN TERIPANG (Holothuria atra) DI PERAIRAN PANTAI LHOK BUBON, KABUPATEN ACEH BARAT Friyuanita Lubis; Nurul Najmi; Eka Lisdayanti; Muhammad Arif Nasution
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i1.438

Abstract

Perairan Pantai Lhok Bubon terletak di Kabupaten Aceh Barat yang berhadapan dengan Samudera Hindia. Teripang (Holothuria atra) ditemukan di daerah pasang surut dan disekitar terumbu karang dan tumbuhan makrolaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi makanan dan luas relung makanan teripang di Perairan Pantai Lhok Bubon, Aceh Barat. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni 2022 dengan pengumpulan sampel menggunakan metode sensus. Setiap sampel teripang diukur dan dibedah untuk mengidentifikasi isi pencernaan di Laboratorium Produktivitas Lingkungan Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar. Hasil penelitian ini menunjukkan komposisi makanan berdasarkan index of preponderance yang terdiri dari 6,46% (fitoplankton), 1,66% (makroalga), 4,89% (moluska), 0,50% (larva koral), 25,30% (pecahan batu koral), 0,40% (detritus) dan 60,79% (pasir halus). Indeks pilihan sebesar 0,92. Luas relung makanan tergolong spesialis dengan nilai 0,21. Teripang diindikasikan sebagai pemakan endapan dan memilih makanan yang disukainya dalam rantai makanan.
Short Communication: Structure Community of Mangrove in Peunaga Rayeuk Area, Meurebo District, Aceh West Lisdayanti, Eka; Marlian, Neneng; Hutabarat, Malfajri; Riyanti, Levi
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

This study aims to determine the structure of the mangrove community on the coast of Peunaga Rayeuk, Meurebo District, and West Aceh District. The method used in this study was line transect, making transects/plots for each observation station with a size of 10x10 m2 with 3 replications so that each observation station has an area of ​​30x10 m2. This research was conducted in October 2022. There were 2 types of mangroves included in the observation station, namely Rhizophora apiculata and Avicennia alba, while the associated mangrove was of the type Acrostichum speciosum. In addition, there are also associated mangroves that are not included in the observation station but are located around the observation station, namely Nypa fruticans, Hibiscus tiliaceus, and Pandanus odoratissima. Stations 1 and 2 were dominated by sandy and muddy sand substrates, which respectively showed a diversity index of 0.054 and 0.149, a uniformity index of 0.078 and 0.215, and a dominance of 0.478 and 0.252. The most abundant species was R.apiculata with a relative density of 0.949 ind/ha, followed by S.alba of 0.051. Relative cover of R.apiculata and S.alba respectively with the range of 0.302 and 0.698. The results of this study concluded that over all the structure of the mangrove community on the coast of Peunaga Rayeuk is still classified as low, so it requires greater attention in the restoration and management of mangrove ecosystems
Marine Debris Composition and Abundance: A Case Study of Selected Coastlines in Ujong Karang, Meulaboh, West Aceh Lisdayanti, Eka; Marlian, Neneng; Wahyuni, Sri; Najmi, Nurul; Rahmawati, Rahmawati
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 5 No. 1 (2024): January
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jocos.5.1.1-6

Abstract

Marine debris has become an increasing environmental threat in the world. West Aceh's coast is designated for tourism and fishing activities. This study determines the composition, characteristics, and abundance of waste on two selected beaches with economic activities for fishing (daily activities of coastal communities) and tourism activities. Garbage collection was carried out on two beaches on the coast of Johan Pahlawan District, West Aceh Regency, namely Pasar Baro Beach and Ujung Karang Beach. Pasar Baro Beach and Ujung Karang Beach were chosen because they are near fish market activities and recreational beaches, respectively. Determination of the sampling area by distance, from the low tide line to the first vegetation or concrete on the beach. The sampling length was measured using a 100 m roll meter parallel to the coastline. The results showed that the total weight (%) and frequency of waste per category were highest in the household category at Pasar Baro Beach. While at Ujung Karang Beach, the highest frequency of garbage is found in the variety of plastic drink bottles. The difference in abundance at the two stations is due to differences in visits and activities of the surrounding community. In addition, due to the lack of local cleaning efforts and facilities that could be more optimal, piles of garbage are still found along the coast