Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi mangrove: upaya peningkatan literasi bagi kelompok perempuan kawasan konservasi mangrove Aceh Jaya Rahmawati Rahmawati; Fadli Afriandi; Eka Lisdayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25959

Abstract

Abstrak Ekosistem mangrove memiliki peran penting bagi lingkungan pesisir, diantaranya sebagai sumber pangan dan sumber ekonomi bagi masyarakat. Keberlanjutan ekosistem mangrove sangat dipengaruhi oleh pengelolaan yang dilakukan dengan melibatkan masyarakat, khususnya kelompok perempuan. Perempuan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memegang peranan penting dalam  menjaga  kelestarian dan keberlanjutan ekosistem pesisir. Oleh sebab itu perempuan harus memahami dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan mangrove.  Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan mensosialisasikan fungsi dan manfaat mangrove sebagai upaya pelestarian mangrove Aceh Jaya kepada kelompok perempuan sejumlah 15 orang di sekitar kawasan tersebut yang terdiri dari 12 orang perempuan dan 3 orang aparatur gampong. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode diskusi partisipatif. Antusiasme dan partisipasi perempuan dalam kegiatan tersebut terlihat dari hasil pretest dan post test yang dilakukan terhadap pemahaman mangrove menjadi sangat tinggi dari rata rata skor 54 poin menjadi 86 poin atau meningkat sebesar 70 persen setelah dilakukannya kegiatan edukasi tentang menjaga dan melestarikan mangrove dan sangat membantu meningkatkan literasi dalam upaya pelestarian mangrove. Kata kunci: edukasi; mangrove; perempuan. Abstract Mangrove ecosystems have an essential role for the coastal environment, including as sources of nourishment and economic resources for the community. The sustainability of mangrove ecosystems is strongly influenced by management carried out by involving the community, especially women's groups. Women are one of the community groups that play an important role in maintaining the preservation and sustainability of coastal ecosystems. Therefore, women must understand and participate in mangrove management activities.  This service activity aims to educate and socialize the functions and benefits of mangroves as an effort to preserve Aceh Jaya mangroves to a group of 15 women around the area consisting of 12 women and 3 gampong officials. This activity was carried out using the participatory discussion method. The enthusiasm and participation of women in these activities can be seen from the results of the pretest and post test conducted on mangrove understanding to be very high from an average score of 54 points to 86 points or increased by 70 percent after the implementation of educational activities about maintaining and preserving mangroves and greatly helping to increase literacy in mangrove conservation efforts. Keywords: educate; mangrove; women.
Pengembangan Pembelajaran Kontekstual Berbasis Deep Learning untuk Menumbuhkan Karakter Cinta Lingkungan di Sekolah Dasar Syam, Futri; Lisdayanti, Eka; Triantoro, Dony Arung
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.76850

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogis guru sekolah dasar melalui pengembangan pembelajaran kontekstual tematik berbasis deep learning yang menumbuhkan karakter cinta lingkungan pada siswa sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan di SDN Peunaga Cut Ujong dengan melibatkan 10 guru sebagai mitra pelaksana. Masalah utama yang dihadapi adalah rendahnya integrasi nilai cinta lingkungan dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru. Untuk mengatasi masalah tersebut, diadakan pelatihan intensif selama satu hari yang meliputi pre-test dan post-test, sesi refleksi, serta pendampingan penyusunan RPP tematik berbasis deep learning yang memuat nilai cinta lingkungan. Kegiatan lanjutan berupa penanaman mangrove dan edukasi pemilahan sampah juga direncanakan sebagai upaya pendalaman karakter cinta lingkungan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi pedagogis guru. Rata-rata skor post-test meningkat 17,17% dibandingkan dengan skor pre-test, dan guru mampu merancang RPP yang mengintegrasikan karakter cinta lingkungan dan konsep pembelajaran berbasis deep learning. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman guru tentang pentingnya integrasi nilai cinta lingkungan dalam pembelajara. Temuan ini mengindikasikan keberhasilan program dalam menumbuhkan karakter cinta lingkungan serta meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan kontekstual berbasis deep learning, yang dapat menjadi model pengembangan profesional guru sekolah dasar.