Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN LESTARI

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN OBJEK EKOWISATA BUKIT SELAPAR DI DESA CIPTA KARYA KECAMATAN SUNGAI BETUNG KABUPATEN BENGKAYANG Zainal, Sofyan; Marsiana, Marsiana; Oramahi, H A; Marwanto, Marwanto
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 1 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i1.76674

Abstract

Cipta Karya Village, Sungai Betung District, Bengkayang Regency, has the Bukit Selapar ecotourism area developed by the local village community. The existence of an ecotourism area in an area will give different perceptions to each individual, depending on the characteristics of the local community. This research aims to examine and analyze the existence of the Bukit Selapar ecotourism object in Cipta Karya Village regarding the relationship between income, knowledge and cosmopolitan levels with the community's perception of the existence of the Bukit Selapar ecotourism object. The research method used is a descriptive survey method. The sample of respondents was 68 families, which is part of a total population of 215 families. The research results show that the people of Cipta Karya Village, Sungai Betung District, have a positive perception of the existence of Bukit Selapar. People with positive perceptions support and are involved in the development of Bukit Selapar, with a frequency of 49 people and a percentage of 72.06%. Income level is not significant and has a negative relationship with public perception. Meanwhile, the level of knowledge and cosmopolitanism, although not significant, have a positive relationship with the public's perception of the existence of Bukit Selapar as ecotourism.Keywords: Community Perception, Ecotourism, and Existence.AbstrakDesa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, memiliki kawasan ekowisata Bukit Selapar yang telah dikembangkan oleh masyarakat desa setempat. Keberadaan kawasan ekowisata di suatu daerah akan memberikan persepsi yang berbeda-beda pada setiap individu, tergantung pada karakteristik masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan menganalisis keberadaan objek ekowisata Bukit Selapar di Desa Cipta Karya terhadap hubungan antara tingkat pendapatan, pengetahuan, dan kosmopolitan dengan persepsi masyarakat terhadap keberadaan objek ekowisata Bukit Selapar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang bersifat deskriptif. Sampel responden yang diambil sebanyak 68 KK, yang merupakan sebagian dari jumlah populasi sebanyak 215 KK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, memiliki tingkat persepsi positif terhadap keberadaan Bukit Selapar. Masyarakat yang memiliki persepsi positif adalah mereka yang mendukung dan ikut terlibat dalam pengembangan Bukit Selapar, dengan frekuensi 49 orang dan persentase 72,06%. Tingkat pendapatan tidak signifikan dan memiliki hubungan negatif terhadap persepsi masyarakat. Sementara itu, tingkat pengetahuan dan kosmopolitan, meskipun juga tidak signifikan, memiliki hubungan positif terhadap persepsi masyarakat mengenai keberadaan Bukit Selapar sebagai ekowisata.Kata kunci: Persepsi Masyarakat, Ekowisata, dan Keberadaan
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI CAGAR ALAM LHO FAT PHUN FIE KECAMATAN MONTERADO KABUPATEN BENGKAYANG Darwati, Herlina; arianti, Wiwid; Rifanjani, Slamet; Marwanto, Marwanto
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 4 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i4.63860

Abstract

Ferns is one kind of plants in Lho Fat Phun Fie Nature Reserve that has important function in forest ecosystem. This study aimed to describe the species of ferns and to obtain the value of ferns diversity index. This study was using a survey methode with multiple plot sampling technique. The plots placed purposively in areas where many types of ferns were found. The plot area used is 10 m x 10 m each 78 plot. The results showed that there were 19 species of 13 fern families. 19 spesies of fern were 17 types of terrestrial ferns and 2 types of epiphytic ferns. The highest important value index (INP) is the lemiding fern (Stenochlaena palustris), the dominance index value (C) was not dominant (0.21), the diversity index value (H’) is moderate (1,9) and the abundance index value (e) is high (0,6).Keywords: Diversity, Epiphytic ferns, Ferns, Terrestrial ferns.AbstrakTumbuhan paku merupakan salah satu tumbuhan yang terdapat di Cagar Alam Lho Fat Phun Fie yang mempunyai peran penting terhadap ekosistem hutan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis tumbuhan paku dan mendapatkan nilai indeks keanekaragaman jenis tumbuhan paku di Cagar Alam Lho Fat Phun Fie. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan contoh petak ganda. Petak pengamatan dibuat sebanyak 78 petak berukuran 10 m x 10 m yang diletakkan secara purposive berdasarkan keberadaan tumbuhan paku dan tutupan lahan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 19 jenis tumbuhan paku yang termasuk dalam 13 famili. 19 jenis tersebut terdiri dari 17 jenis paku terestrial dan 2 jenis paku epifit. Nilai indeks nilai penting (INP) tertinggi adalah jenis paku lemiding (Stenochlaena palustris), nilai indeks dominansi (C) tumbuhan paku di Cagar Alam Lho Fat Phun Fie tergolong kecil atau tidak mendominansi (0,21), nilai indeks keanekaragaman jenis (H’) tergolong sedang (1,9) dan nilai indeks kelimpahan (e) tergolong tinggi (0,6).Kata kunci: Keanekaragaman jenis, Paku epifit, Tumbuhan paku, Paku terestrial
Co-Authors Ahmad Soleh Ahmaluddin, Ahmaluddin Akhirani, Shinta Tiresa Alifia Revan Prananda Angga Kusumah, Angga Angraeni, Enita arianti, Wiwid Arif Mustofa Armitasari, Tri Atra Romeida Bambang Gonggo Murcitro Bambang Purnomo Bustaman, Hendri Bustaman, Hendri Desak Putu Dewi Kasih Eka Legya Frannita Estiningtyas, Naya Farah Diba Fauzi Febrianto Gayatri, Ida Ayu Made Er Meytha Guntur Cahyono, Guntur Hammam, Hammam Hartal, Hartal Hartawan, I Kadek Dony Hasan Ashari Oramahi Hasanudin Hasanudin Hendri Bustamam Hendro Purnomo Herlina Darwati Hermansyah Hermansyah HESTI PUJIwATI Hidayat Hidayat Hidayat, Anwar I Gede Yusa I Gusti Agung Mas Rwa Jayantiari, I Gusti Agung I Gusti Ketut Ariawan I Nyoman Jaya Wistara Ibrahim Musa, Ibrahim Ibrahim R Indah, Susi Puspita Inoriah, Entang Jekzen, Beni Jeniyansah, Feby Rantau Kumala, Ida Ayu Ratna Lilis Zulaicha Lolyta Sisillia Made Gde Subha Karma Resen Marsiana, Marsiana Maulana, Mohammad I Maulana, Sena Merakati Handajaningsih Mucitro, Bambang G. Munaf, Yusri Murcitro, Bambang G Nainggolan, Rizky Mangiring Tua Nanang Masruchin Nasiroh, Nasiroh Ninosari, Devina Nisa, Nur Harini Khoirun Nizar, M. Samsul Nugraha, Qynara Qynasih Nurcahyo, Edy Nurhaida Nurhaida Paramita, Sita Putra Anugrah Pratama, Vicky Rahmawati, Tria Bayu Romadhan, Tantrie D Safitri, Salsabela Nur Santosa, A.A.Gede Duwira Hadi Septiana Anggraini, Septiana Setioningsih, RETNOWATI Siti Maesaroh Siti Nikmatin Sofyan Zainal SRI FATMAWATI Suharjanto Suharjanto Sumadi, I Putu Sudarma Sumbayak, Roy S.O. Supanjani, Supanjani Supanjani, Supanjani Suryadinata Putra, Ketut Suyatna, Nyoman Taofik Hidayat, Taofik Teguh Adiprasetyo Tri Kuat, Tri Triyanto, Untung Umi Salamah Usman Siswanto Uyatmi, Yesi Wati, Shinta Puspita Widyastuti Widyastuti