Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Anak Usia Prasekolah Di TK Pembina Lembah Sabil Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2022 Nourah Nazifa; Tahara Dilla Santi; Anwar Arbi
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i4.929

Abstract

Efek ketidakmandirian dapat menimbulkan kerugian pada anak yaitu anak tidak bisa secara optimal mengembangkan kepribadian, kemampuan sosialisasi dan keadaan emosionalnya akan terhambat. Pola asuh orang tua sangat mempengaruhi terbentuknya karakter anak pada usia prasekolah. Sehingga pola asuh yang berbeda-beda tersebut akan menghasilkan karakter dan kemandirian anak usia prasekolah yang berbeda-beda pula. Pola asuh orang tua terbagi menjadi tiga yakni otoriter, permisif dan demokratis. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua anak usia prasekolah (4-6 tahun) di TK Pembina Lembah Sabil Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya berjumlah 45 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total population dengan mengambil seluruh populasi menjadi sampel. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 14 sampai dengan 23 Juni tahun 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, selanjutnya dilakukan uji statistik menggunakan SPSS dengan uji yang dipilih adalah uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 46,7% anak usia prasekolah mandiri, 35,6% pola asuh otoriter digunakan, 33,3% pola asuh demokratis dan 57,8% pola asuh permisif. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pola asuh otoriter (p-value=0,027), pola asuh demokratis (p-value=0,011), pola asuh permisif (p-value=0,003) dengan kemandirian anak usia prasekolah di TK Pembina Lembah Sabil Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2022. Disarankan kepada orang tua anak usia prasekolah di TK Pembina Lembah Sabil Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya agar dapat mengkombinasikan pola asuh otoriter, permisif dan demokratis didalam mendidik anak usia prasekolah dengan tepat sehingga dapat meningkatkan kemandirian anak.
Hubungan Akses Pelayanan Kesehatan, BBLR, Asi Eksklusif Dan Asupan Protein Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia > 6-59 Bulan Di Wilayah Kerja PUSKESMAS Baitussalam Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022 Asarah Kamilah Kamilah; Ramadhaniah Ramadhaniah; Tahara Dilla Santi; M. Biomed M. Biomed
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 1 Januari 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i1.965

Abstract

Stunting merupakan masalah yang masih dihadapi oleh dunia terutama pada negara miskin dan berkembang. Pada tahun 2016 kasus stunting di Aceh adalah 26,4%, dan meningkat pada tahun 2017 menjadi 35,7%. Di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2020 prevalensi stunting sebesar 40% yang artinya prevalensi stunting di kabupaten Aceh Besar melebihi prevelensi Stunting di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya Stunting pada balita Usia > 6-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Baitussalam Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022. Metode penelitian deskriptik analitik dengan desain penelitian case control. Populasi penelitian ini adalah stunting dan Bukan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Baitussalam. Sampel terdiri dari sampel kasus berjumlah 100 responden dan sampel kontrol berjumlah 100 responden. Pengumpulan data dilakukan 21 Juli s/d 3 Agustus 2022. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang pernah memiliki akses pelayanan Kesehatan pernah sebesar 45.0%, BBLR <2500gr BBLR sebesar 46.5, dan yang memiliki asi eksklusif sebesar 46.0%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan akses pelayanan Kesehatan dengan Stunting pada balita (p=0,016 dan OR=1,920), BBLR (p=0,012 dan OR=1,994). Dan (asi eksklusif (p=0,032 dan OR=1,764). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dua variabel memiliki hubungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Baitussalam tahun 2022. Diharapkan kepada kepala Puskesmas Baitussalam Aceh Barat agar lebih meningkatkan hubungan dengan masyarakat salah satunya dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan yang rutin kepada masyarakat sehingga akan meningkatkan pengetahuan tentang terjadinya Stunting pada anak.
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025 Ayu Vinezia Situmeang; Tahara Dilla Santi; Farrah Fahdhienie
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i6.6837

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease with the highest prevalence in Indonesia, so it is necessary to conduct research on its risk factors. This study aims to determine the risk factors associated with the incidence of hypertension in the community in the working area of ​​the Krueng Barona Jaya Community Health Center, Aceh Besar Regency in 2025. The type of research is descriptive analytic with a case-control design. The sample consisted of 176 respondents, namely 88 cases and 88 controls, who were selected by random sampling. The study was conducted on August 7–12, 2025 through interviews with a structured questionnaire, and data were analyzed using the chi-square test in SPSS. The results showed that 50.0% of respondents were hypertension cases. A total of 58.0% had consumed caffeine, 55.7% were obese, 33.5% had high physical activity, 58.5% had poor diet, and 47.2% had comorbidities. Bivariate analysis showed a significant relationship between caffeine consumption, BMI, physical activity, diet, and comorbidities with the incidence of hypertension. It is recommended that Community Health Centers strengthen health promotion, cadres increase early screening, and the Health Service support community examination and sports facilities.
PHYTOCHEMICAL EVALUATION OF ANTI-INFLAMMATORY AGENTS OF STARFRUIT LEAF EXTRACT (Averrhoa bilimbi) FROM URBAN AREA Tahara Dilla Santi; Aditya Candra; Ika Waraztuty; Andri; Said Aandy Saida; Syarifah Nora Andriaty
MEDALION Journal: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59733/medalion.v6i4.247

Abstract

Inflammation is the body's natural defense mechanism against infection or injury.This study aims to evaluate the phytochemical compounds contained as anti-inflammatory agents in starfruit leaves grown in urban areas. The methods used in the study include laboratory tests to obtain soil characteristics including physical and chemical properties, phytochemical screening tests and GC-MS to obtain accurate data related to the bioactive compounds contained in starfruit leaves. The results showed that starfruit leaves contain alkaloids, steroids, saponins, flavonoids, phenolics, and terpenoids, but no tannins were found. This may be due to the clay soil structure where the plant grows which affects the secondary metabolites produced. Furthermore, the GC-MS test obtained thirteen compounds which are anti-inflammatory agents including 2-(p-tolymethyl)-p-xylene; cis-tricyclo [7.5.0.0(2,8)]tetradeca-7,9-diene; (2E,6E,10E)-3,7,11,15-tetramethylhexadeca-2,6,10,14-tetraen-1-ol; (2E,7R,11R)-3,7,11,15-tetramethyl-2-hexadecen-1-ol; Dimethyl (3S,4R,5S,6R)-3,6-dimethylcyclohexene-4,5-dicarboxylate; 9,12,15-Octadecatrienol; Palmitic acid; 2-amino-4,4,6,6-tetramethyl-4,6-dihydrothieno[2,3-c]furan-3-carbonitrile; 2(3H)-Phenanthrenone, 4,4a-dihydro-4a-methyl-; 4,8-Dimethyl-3,7-nonadien-2-ol; Benzofuran, 2,3-dihydro-; Acrylic acid; 4-Hydroxy-3-methyl-2H-pyran-2-one.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN LANSIA BEROBAT HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANGPIDIE MONA HILOKA MAQFIRAH; TAHARA DILLA SANTI; FARRAH FAHDHIENIE
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i2.7405

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang mencapai 140 mmHg sistolik dan 90 mmHg diastolik ataupun lebih. Prevalensi hipertensi di dunia akan meningkat dari 26,4% menjadi 29,2% pada tahun 2025. Kasus hiertensi di Provinsi Aceh sepanjang tahun 2022 mencapai 897.116 kasus. Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki jumlah kasus hipertensi sebanyak 33.784 kasus. Puskesmas Blangpidie memiliki jumlah hipertensi paling tinggi di tahun 2022 sebanyak 5.942 kasus. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan lansia berobat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2024. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia umur 45-59 tahun yang menderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie berjumlah 346 orang. Pengambilan sampel sebanyak 77 responden menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 03-14 Juli Tahun 2024 dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square melalui aplikasi SPSS. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan (p-value 0,847), ada hubungan sikap (p-value 0,001), pengetahuan (p-value 0,000), akses pelayanan kesehatan (p-value 0,000), dukungan keluarga (p-value 0,015), peran petugas kesehatan (p-value 0,000) dengan kepatuhan lansia berobat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2024. Kesimpulan: Tidak ada hubungan tingkat pendidikan, ada hubungan sikap, pengetahuan, akses pelayanan kesehatan, dukungan keluarga, peran petugas kesehatan dengan kepatuhan lansia berobat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie. Disarankan kepada pihak puskesmas agar lebih banyak memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada lansia tentang bahaya Hipertensi, agar kualitas hidup lansia dapat meningkat menjadi lebih baik.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA SEKOLAH (6–12 TAHUN) DI PUSKESMAS BATOH KOTA BANDA ACEH Devi Satul Hajar; Tahara Dilla Santi; Dharina Baharuddin
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v11i1.6209

Abstract

Latar belakang: Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada anak usia sekolah di negara berkembang seperti Indonesia. Puskesmas Batoh, kasus meningkat dari 250 pada 2023 menjadi 258 pada 2024. Kejadian diare dipengaruhi oleh kebersihan pribadi, sanitasi lingkungan, dan pengetahuan ibu. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak usia sekolah (6–12 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden yang terdiri dari 34 kasus dan 34 kontrol. Teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan chi-square dan regresi linier berganda. Hasil: analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel sanitasi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare (p-value = 0,005; OR = 8,046), sedangkan variabel personal hygiene (p-value = 0,071; OR = 3,689) dan pengetahuan ibu (p-value = 0,056; OR = 3,897) tidak berpengaruh signifikan setelah dikontrol bersama variabel lainnya. Kesimpulan: sanitasi lingkungan merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian diare pada anak usia sekolah (6–12 tahun).
Co-Authors Aditya Candra Aditya Candra Aditya Candra Aditya Candra Aditya Candra Aditya Candra Aditya Candra Aditya Candra, Aditya Afnita, Ana Agustina Al-Fattah, Muhammad Dea Alfais, M. Razi Alma Aletta Amin, Fauzi Ali Andri Andri Andria, Dedi Anwar Arbi Anwar Arbi Arbi, Anwar Arifin, Vera Nazhira Ariscasari, Putri Arlianti, Nopa Aryandi Darwis As Sadiyyah, Halimah Asarah Kamilah Kamilah Asnawi Abdullah Aulia, Putra Rizki Ayu Vinezia Situmeang Azwar, Eddy Basri Aramico Basri Aramico Cahyani, Amelia Regita Darmawan, Aldi Dedi Andria Devi Satul Hajar Devy Surya Mawaddah Dharina Baharuddin Dharina Baharuddin Ema Fadila Liunsanda Era Fazira Fahmi Ichwansyah Farrah Fahdhienie Fauzi Ali Amin Febyolla Presilawati Fikri Taufiqurrahman Hanifah Hasnur Hasnur, Hanifah Heni Pujiastuti Hermansyah Hermansyah Hidayani, Halimah Ika Waraztuty Ika Waraztuty Jabari, Jabari Jazila, Ulfatul Jihan Fadhillah Kamal, Muhammad Hasyim kausar, aidil Kausar, Muhammad Anis AL Khaira, Uswatul Laweung, Ibrahim Lestari, Citra Yuli Linggo, Aris Luthfi Nanda Perdana M. Biomed M. Biomed M. Yani Mahrani, Ayu Maidar, Maidar Maidayani Maidayani Manovri Yeni Mashuri, Evan Maulidya, Rizki Meutia Zahara MONA HILOKA MAQFIRAH Muetia Nandia Putri Muhammad Faisal Muhammad Muhammad Muhammad Ziqraullah muid, abd Munandar, Arief Munawarah, Zakiya Mutiara Nabil Shidqi Naimah Nasyata Safira Nauval, Muhammad Dharma Na’imah Nizam, Fahrul Nourah Nazifa Ns. Eka Oktarina Riani Parisi, Tgk Adil Putri Riza Yana Putri, Hasdiani Radhiah Zakaria Radhiah Zakaria Rahmi, Ananda Fathur Raihani, Fitri Ramadhana, Desfrianda Ramadhaniah Ramadhaniah Riza Septiani Riza Septiani Rovita Marianda Z Marianda Z Said Aandy Saida Said Aandy Saida Salbila Salbila Sanju, Bunga Salsa Santi, Hafnidar Sari, Fera Indah Savira Fitri Savira Usrati Septiani, Riza Sonia Bella Sanjaya Surna Lastri Sutri Helfianti Syarifah Fazhila Azzahra Syarifah Nora Andrianty Syarifah Nora Andriaty Syarifuddin Syarifuddin Syawaluddin Syawaluddin, Syawaluddin Tri Mulyani Ullya, Jaida Usrati, Savira Utari, Nadia Vera Nazhira Arifin Vira Magfirah Maisuri Wardiati, Wardiati Winda Putri Diah Restya, Winda Putri Zaafira, Zaafira Zahara, Amelia Zakaria, Radhiah Zulkifli Zulkifli Zuriati, Nura